Sunday, 19 September 2010

Karawang Ditunjuk Tempat Pembangunan Galeri Kerajaan Nusantara

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/06/01/karawang-ditunjuk-tempat-pembangunan-galeri-kerajaan-nusantara

Karawang Ditunjuk Tempat Pembangunan Galeri Kerajaan Nusantara

Selasa, 1 Juni 2010 - 18:52 WIB

| More

KARAWANG (Pos Kota) – Silaturahmi Nasional (Silatnas) Raja-Raja Nusantara menjadikan Karawang sebagai salah satu daerah alternatif untuk lokasi pembangunan Galeri Nasional Peradaban Kerajaan dan Kesultanan Nusantara.

Hal tersebut terungkap saat tiga orang perwakilan Silatnas Raja-Raja Nusantara, yaitu Raja Samu-Samu VI dari Maluku, KP. Edi Wirabhumi dari Kasultanan Surakarta, serta Pangeran Arief Natadiningrat dari Kasepuhan Cirebon, bertemu dengan Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar di Gedung Singaperbangsa Lt. II Pemda Karawang, Selasa (1/6).

Raja Samu-Samu VI dari Maluku menjelaskan, pembangunan Galeri Nasional merupakan salah satu impian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membangun museum yang berisikan jejak peradaban kerajaan dan kesultanan nusantara.“Hal ini antara lain disampaikan Presiden saat pembukaan Silatnas Raja-Raja Nusantara dan meminta Menko Kesra serta menteri terkait lainnya untuk mewujudkan rencana pembangunan tersebut,” ujarnya.

Raja Samu-Samu VI lebih lanjut menjelaskan, Presiden saat itu pun telah meminta untuk melihat kemungkinan dibangunnya galeri nasional tersebut di wilayah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta seluas 23 hektar, dan berharap grand design galeri tersebut dapat selesai dalam tempo enam bulan. “Namun kami berharap, lokasi tersebut dapat berada di luar Jakarta sehingga dapat semakin meningkatkan perekonomian daerah sekitarnya,” jelasnya.

Raja Samu-Samu VI melanjutkan, selain TMII terdapat tiga daerah lain yang menjadi lokasi alternatif bagi pembangunan galeri tersebut,yaitu Kubu Tambahan Buleleng di Singaraja, Bali seluas 50 hektar, dan di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur seluas 50 hektar. “Serta di Kabupaten Karawang,” imbuhnya.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar mengatakan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Karawang sangat gembira dan menyambut baik dengan dijadikannya Karawang sebagai salah satu alternatif lokasi galeri tersebut. “Terlebih Kabupaten Karawang merupakan daerah yang sangat strategis, yaitu hanya berjarak 90 menit dari Bandara Soekarno-Hatta dan Ibukota Negara, serta hanya 90 menit dari Ibukota Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Hanya saja di Kabupaten Karawang tidak terdapat lahan milik negara ataupun lahan milik pemerintah daerah yang luasnya mencapai 50 hektar. “Namun demikian kita akan berupaya berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk dapat menyediakan lahan, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan pintu tol,” tambahnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Karawang sebenarnya tidak hanya terkenal sebagai daerah pertanian dan industri saja. Melainkan juga memiliki berbagai macam potensi wisata yang terus berkembang. “Tidak hanya wisata alam seperti curug dan pantai, melainkan juga wisata religi dan juga wisata histories seperti situs Candi Jiwa yang merupakan candi Buddha tertua di Indonesia, serta Monumen Rengasdengklok yang merupakan cikal bakal kemerdekaan Indonesia,” jelasnya. (nourkinan/B)

Monday, 13 September 2010

Ayat ayat suci Al Qur'an yang tercetak pada Koin Dinar Emas dan Koin Dirham Perak memiliki makna tersendiri

http://wakalanusantara.com/detilurl/Menyoal.ayat-ayat.Quran.dalam.Dirham.dan.Dinar/290

Menyoal ayat-ayat Quran dalam Dirham dan Dinar

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Ayat ayat suci Al Qur'an yang tercetak pada Koin Dinar Emas dan Koin Dirham Perak memiliki makna tersendiri

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

"Wa innahadzihi ummatakum umatan wahidatan wa inna robbakum fattaqun." Ayat ini merupakan petikan al Qur'an Surat Al Mu'minun ayat 52. Artinya: "Agamamu adalah agama yang satu maka bertaqwalah kepada Allah."

Dinar Baru WIN

Cuplikan ayat tersebut merupakan bagian dari ornamen sisi belakang koin Dinar dan Dirham standar WIM (World Islamic Mint). WIN (Wakala Induk Nusantara) juga mengadopsinya untuk semua koin Dinar dan Dirham yang dicetak dan diedarkan di Indonesia, baik seri Haji (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) maupun seri Nusantara (Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kesultanan Kasepuhan Cirebon). Hanya dua koin perak yang lebih kecil, yaitu nisfu (1/2) Dirham dan daniq (1/6) Dirham, tidak mencantumkan ayat Qur'an karena ukurannya yang terlalu kecil.

Adanya kutipan ayat Qur'an dalam koin Dirham dan Dinar ini, bagi sebagian orang, acap menjadi persoalan. Sebab, sebagai alat tukar yang digunakan sehari-hari, koin-koin tersebut akan berada dalam segala situasi. Dipegang dan dipertukarkan oleh semua orang, Muslim dan nonmuslim, dalam keadaan suci maupun batal (wudhu), sewaktu-waktu terbawa ke dalam kamar mandi dan toilet, dan sebagainya.

Secara historis, sejak awal Dinar dan Dirham dicetak oleh para pemimpin Muslim, yang dipelopori oleh Khalifah Umar ibn Khattab dan Khalifah Malik ibn Marwan, satu cuplikan ayat Qur'an selalu dicantumkan pada salah satu sisi koin Dirham dan Dinar. Cuplikan ayat paling sederhana dan pendek yang pernah dicantumkan dalam koin Dirham dan Dinar adalah Bismillah dan Qul Hu Allahu Ahad. Ini ada pada koin Dirham yang pertama kali dicetak oleh Malk bin Marwan. Dalam periode lain seluruh isi Surat Al Ikhlas dicantumkan dalam koin. Pada koin Dinar pertamanya, Khalifah Malik bin Marwan mencantumkan ayat berikut: "Arsala Rasulahu bil huda wa dinilhaq liyudhirohu alla dinni kullih walau karihal mushrikun" (Surat At Taubah, ayat 33 ). Artinya, "Ia yang mengutusnya dengan petunjuk dan din yang haq yang ditinggikan atas segala din yang lain walau orang mushrik membencinya." Sebelum ayat tersebut didahului dengan pernyataan: "Muhammadurasulullah" .


Timbulnya reaksi atas pencantuman cuplikan ayat Qur'an dalam koin Dirham dan Dinar adalah wajar, dan bukan cuma terjadi saat ini. Sejak pertama kali Khalifah Marwan bin Malik melakukannya pun telah menuai protes. Namun demikian, dilihat dari sisi syariat Islam, persoalan ini telah terjawab dengan tuntas. Taqyuddin Al Maqrizi, dalam kitabnya yang masyhur dan luar biasa manfaatnya dalam konteks kita saat ini, yaitu Ighathat al-ummah bi-kashf al-ghummah, mengutip fatwa Imam Malik r.a, mengenai hal ini.

Imam Malik ditanya tentang perlunya mengubah tulisan dalam koin dirham dan dinar, karena berisi kutipan ayat Qur'an. Ia menjawab."Banyak orang mejalankan kaidah agama di saat koin pertama dicetak di zaman Abdulmalik bin Marwan. Dan tak seorangpun melarangnya dan saya tak pernah menemukan seorang ulama pun yang melarangnya. Meskipun telah sampai kepada saya bahwa Ibn Sirin [seorang Tabi'in yang dikenal sebagai perawi hadits meninggal 110 H] membenci penggunaan koin-koin tersebut dalam jual beli, masyarakat tetap menggunakannya dan saya tidak pernah melihat seorang pun yang melarangnya di sini [di kota Madinah]."

Abdulmalik bin Marwan sendiri pernah ditegur oleh seseorang mengenai hal tersebut, yang kisahnya juga diriwayatkan oleh Maqrizi. "Dirham putih ini berisi cuplikan ayat Qur'an dan dipegang oleh orang Yahudi, Kristen, orang-orang tak suci [tidak dalam keadaan berwudhu], dan perempuan-perempuan yang sedang menstruasi. Sebaiknya Anda menghapuskannya." Jawaban sang Khalifah adalah, "Apakah Anda menghendaki kaum lain menuduh kita menghapuskan keyakinan akan Tauhid dan nama Rasul SAW?"

Sesudah Abdulmalik bin Marwan wafat (85 H) situasinya tak berubah. Ketika ia digantikan oleh putranya Al Walid (85-96H), lalu Sulaiman bin Abdulmalik 996-97 H), lalu oleh 'Umar bin Abdul Aziz (99-101 H), hal itu juga terus berlangsung. Demikian juga para sultan di masa-masa selanjutnya meneruskan kebiasaan mencantumkan suatu cuplikan ayat Qur'an dalam koin Dirham dan Dinar yang diterbitkan dan diedarkannya. Sampai hari ini. Haji Umar Ibrahim Vadillo, ketika pertama kali kembali mencetak Dirham dan Dinar, di Granada, 1992 lalu, juga melakukan hal yang sama. Ayat al Qur'an yang ia pilih adalah Surat Al Mu'minun ayat 52 sebagaimana dikutip di awal tulisan ini. Atas 'amal tersebut semoga Allah SWT memberkahi dan memberikan sukses kepada Haji Umar Ibrahim Vadillo, di dunia dan akherat kelak. Amin.



Ali Imran ayat: 75



75 Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar, tidak dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. 76 (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. 77 Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. 78 Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan, "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.

Sunday, 5 September 2010

SILATURAHMI RAJA DAN SULTAN DENGAN WAGUB JAWA BARAT

http://rajasamusamuvi.blogspot.com/2010_08_01_archive.html

SILATURAHMI RAJA DAN SULTAN DENGAN WAGUB JAWA BARAT



Menindaklanjuti pertemuan Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat - YM. H. Dede Yusuf Macan Effenfi, yang juga Pela (Saudara) Raja Samu Samu VI membahas rencana lahan lokasi untuk GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA yang merupakan "I DREAM" atau "MIMPI" Yth. Presiden Republik Indonesia - YM. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan rencana pembangunan GERBANG WAHANA BUDAYA JAWA BARAT yang merupakan prakarsa YM. H.Dede Yusuf Macan Effendi, maka atas nama Wakil Gubernur Jawa Barat mengundang beberapa Raja dan Sultan Nusantara, pada hari Rabu, 23 Juni 2010 lalu, bertempat di Menara Gedung Sate. Jl. Pangeran Diponegoro - Bandung, Jawa Barat.

Hadir pada Silaturahmi tersebut; Wakil Gubernur Jawa Barat - YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat - YM. Herdiwan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat - Yth. Acep Djamhuri, Raja dan Sultan Nusantara yang hadir; 1) Raja Samu Samu VI, 2) Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon - YM. Sultan Sepuh Arief Natadiningrat, 3) Raja Kaprabonan X Cirebon - YM. Pangeran Hempi, 4) Kesultanan Skala Brak Lampung - YM. Pangeran Rudy Buay Pernong,5) Raja Rohomoni XII - YM. Fachri Sangadji,6) Putri Mahkota/Perdana Menteri Raja Luwu - YM. Andi Siti Opu Cenning Luwu,7) Kerajaan Sumedang Larang - YM. Raden Achmad Muhammad Wiriatmadja,8) Kesultanan Banten - YM. Tubagus Ismetullah Al-Abbas,9) Trah Kerajaan Ende, Nusa Tenggara Timur - Yth. Adolf Fosbeye, dan Trah Kerajaan Sumedang Larang - YM. Garlika Natanegara dan YM. Raden Lucky, dan turut dihadiri oleh Kepala Pengelola Taman Budaya Provinsi Jawa Barat - Yth. DR. Lieke.

Kesimpulan Hasil Pertemuan:

1. Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon - YM. Sultan Sepuh Arief Natadiningrat; menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan dan penyambutan yang sangat baik oleh Wakil Gubernur Jawa Barat beserta seluruh Pejabat dan karyawan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
2) Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu; memperkenalkan dan menyampaikan "I DREAM" atau "MIMPI" Yth. Presiden Republik Indonesia - YM. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, untuk rencana membangun GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA, serta lahan lokasi yang sudah ditawarkan kepada Raja dan Sultan Nusantara; antara lain (1) di Area Taman Mini Indonesia Indah - Jakarta, (2) di Desa Kubu Tambahan - Kabupaten Buleleng, Singaraja - Bali, (3) di Area Kabupaten Tenggarong - Kalimantan Timur, dan (4) di Area Kabupaten Karawang - Jawa Barat.
3) Wakil Gubernur - YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi; memberikan sambutan atas kehadiran Raja dan Sultan Nusantara di Kota Bandung, dan memberitahukan bahwa Menara Gedung Sate ini baru pertama kali dimanfaatkan pada pertemuan Silaturahmi ini, dimana pada jaman dahulu Menara Gedung Sate dipakai sebagai tempat untuk mengawasi wilayah Kota Bandung.
4) Wakil Gubernur Jawa Barat - YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi; menyatakan menyambut positif gembira dan mendukung penuh maksud Yth. Presiden Republik Indonesia untuk membangun GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA, yang diharapkan dapat dibangun di wilayah Jawa Barat. Insya Allah pembangunan GALERI NASIONAL tersebut dapat berdampingan dengan GERBANG WAHANA BUDAYA JAWA BARAT yang saya (YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi) prakarsai; dimana GERBANG WAHANA BUDAYA JAWA BARAT dimaksud nantikan menjadi pusat studi, penelitian, pengemabngan seluruh budaya yang ada di Jawa Barat.
5) Wakil Gubernur Jawa Barat memberi kesempatan kepada Raja dan Sultan Nusantara untuk dapat berkunjung dan melihat ke Museum Konferensi Asia - Afrika; yang menjadi salah satu bangunan bersejarah yang ada di Bandung, dan agar dapat menyempatkan untuk berkunjung ke Saung Angklung Mang Ujo, sebagai salah satu tempat wisata budaya Jawa Barat yang sudah Go internasional.
Sebelum mengakhiri pertemuan tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat - YM. H, Dede Yusuf Macan Effendi membawa para Raja dan Sultan untuk makan malam bersama di Golden Flower Hotel - Bandung.

Komando Aksi Sukarelawan

Thursday, 2 September 2010

PERTEMUAN SPEKTAKULER DI SANDIEGO HILL KARAWANG

http://rajasamusamuvi.blogspot.com/2010/08/pertemuan-spektakuler-di-sandiego-hill.html

PERTEMUAN SPEKTAKULER DI SANDIEGO HILL KARAWANG



Menindaklanjuti pertemuan PERSAUDARAAN RAJA DAN SULTAN NUSANTARA yang diwakili oleh Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu, Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon - YM. Sultan Aref Natadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat - YM. K.P. Edi Wirabhumi, dengan Yth. Bupati Karawang - Jawa Barat - YM. H. Dadang S. Muchtar beserta jajaran pimpinan Kabupaten Karawang - Jawa Barat, pada hari Selasa, 1 Juni 2010 lalu, dan atas dasar permintaan Yth. Kadis Budpar Kabupaten Karawang - Yth. Acep Djamhuri untuk diadakan pertemuan guna memfokuskan rencana pembangunan GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA yang menjadi "I Dream" atau "Mimpi" Yth. Presiden Republik Indonesia - YM. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, maka atas Undangan Yth. Bupati Karawang - Jawa Barat, telah hadir PERSAUDARAAN RAJA DAN SULTAN NUSANTARA antara lain; 1) Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu, 2) Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon - YM. Sultan Arief Natadiningrat, 3) Sekjen FKIKN (Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara) - YM. GRAY. Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Mung) dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat - YM. K.P. Edi Wirabhumi, serta Yth. Wajil Gubernur Jawa Barat - YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi, Yth. Bupati Karawang - Jawa Barat - YM. H. Dadang S. Muchtar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat - YM. Herdiwan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang - Yth. Acep Djamhuri dan para pejabat Kabupaten Karawang, pada hari Kamis, 29 Juli 2010 lalu, bertempat di Restaurant Kompleks Sandiego Hill - yaitu Kompleks Pemakaman Estate. Candagurau yang hadirpun ikut menjadi menarik seperti; daging yang disajikan empuk - empuk, minuman yang disajikan berwangi - wangi dan candagurau lainnya untuk mengisi suasana saja.

Kesimpulan Hasil Pertemuan;

1. Raja Samu Samu VI menjelaskan bahwa Surat dari PERSAUDARAAN RAJA DAN SALTAN NUSANTARA kepada Yth. Presiden Republik Indonesia - YM. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, sudah ditandatangani oleh para Raja dan Sultan, dan segera akan dikirim langsung kepada Yth. Presiden Republik Indonesia dan para Menteri terkait.

2. Sultan Sepuh XIV Kesepuhan Cirebon menjelaskan bahwa ada beberapa tawaran lahan untuk lokasi GALERI NASIONAL tersebut antara lain di Taman Mini Indonesia Indah - Jakarta, di Desa Kubu Tambahan Buleleng Bali, di Tenggarong - Kalimantan Timur, dan di Karawang - Jawa Barat, namun PERSAUDARAAN RAJA DAN SULTAN NUSANTARA sudah menetapkan dan menominasikan lahan 300 Ha yang terdapat di Kabupaten Karawang untuk disetujui oleh Yth. Presiden Republik Indonesia guna membangun GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA.

3. Sekjen FKIKN - YM. GRAY. Koes Murtiyah Wandasari (Gusti Mung) menjelaskan bahwa yang diajukan agar segera diterima oleh Yth. Presiden Republik Indonesia, dan diharapkan pembangunan GALERI NASIONAL tersebut dapat dilaksanakan sebelum berakhirnya masa jabatan Yth. Presiden Republik Indonesia.

4. Kasunanan Surakarta Hadiningrat - YM. K.P. Edi Wirabhumi menjelaskan bahwa Raja dan Sultan beserta Pemerintah Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang - Jawa Barat harus SOLID dalam memperjuangkan dan merealisasikan guna mewujudkan rencana pembangunan GALERI NASIONAL agar dapat di Kabupaten Karawang - Jawa Barat.

5. Bupati Karawang - YM. H. Dadang S. Muchtar sangat mendukung untuk mewujudkan "I Dream" atau "Mimpi" Presiden Republik Indonesia, dan YM. SBY sangat mengenal Karawang, karena YM. SBY pernah bertugas di Karawang, jadi tidak sulit bagi beliau mengenal Karawang.

6. Wakil Gubernur Jawa Barat - YM. H. Dede Yusuf Macan Effendi, menjelaskan bahwa sangat mendukung peran Bupati Karawang dalam merealisasikan dan mewujudkan GALERI NASIONAL yang menjadi Mimpi Yth. Presiden Republik Indonesia, dan siap membantu dari sisi Perijinan dan bantuan teknisnya, apalagi selain rencana akan membangun GALERI NASIONAL JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA, lahan 300 Ha tersebut juga rencana akan dibangun WAHANA GERBANG BUDAYA JAWA BARAT yang menjadi prakarsa Wakil Gubernur Jawa Barat, dan PUSAT BUDAYA MELAYU NUSANTARA yang menjadi bagian dari Melayu Baru Indonesia yang dipimpin oleh YM. DR.H. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta), serta rencana adanya TAMAN MAKAM PAHLAWAN (TMP) - Kalibata II, maupun rencana Pusat Sarana Pendukung seperti Hotel, Restaurant, Tempat bermain yang akan dikelola oleh Raja dan Sultan Nusantara.

Wikipedia

Search results

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907