Monday, 15 November 2010

Kisah Cinta Bung Karno dan Inggit

http://koranjadul.com/index.php?option=com_content&view=article&id=254:kisah-cinta-bung-karno-dan-inggit&catid=34:bung-karno&Itemid=41

Kisah Cinta Bung Karno dan Inggit

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Inilah cerita Bung Karno yang aku petik/ringkas dari buku Cindy Adams "Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia" terbitan Gunung Agung, 1966. Ejaan lama yang asli dari buku ini aku ubah dengan ejaan baru agar Anda nyaman membacanya.

Bung Karno bersekolah di Hogere Burger School, Surabaya dan tinggal dirumah H.O.S. Tjokroaminoto. Ketika Bung Karno diminta menikahi Utari (anak Pak Tjokro) oleh saudaranya Pak Tjokroaminoto untuk menggembirakan hati Pak Tjokro yang kuatir hari depan putrinya itu maka pada mulanya BK menampiknya. Alasannya Utari umurnya baru 16 tahun sedangkan BK 20 tahunan, namun karena didesak akhirnya BK setuju dengan cara "kawin gantung" artinya BK tidak "meniduri" isterinya itu. "Aku tidak melakukannya karena dia masih kanak-kanak. Boleh jadi aku seorang pencinta, tetapi aku bukanlah pembunuh anak gadis remaja. Itulah sebabnya kami melakukan kawin gantung. Pesta kawinnyapun digantung."



Sewaktu BK melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi di Bandung, Pak Tjokro mengusahakan pemondokan dirumah temannya yaitu tuan Haji Sanusi. BK pergi terlebih dulu tanpa Utari untuk mengatur tempat dan melihat-lihat kota. Kesan BK tentang kota Bandung : "Hawanya dingin dan wanitanya cantik-cantik."

Seorang laki-laki sudah baya yang memperkenalkan diri sebagai Sanusi datang menjemput BK dan membawanya kerumahnya. "Sekalipun aku belum memeriksa kamar, tapi jelas bahwa ada keuntungan tertentu dalam rumah ini. Keuntungan utama sedang berdiri dipintu masuk dalam sinar setengah gelap, bentuk badannya nampak jelas dikelilingi cahaya lampu dari belakang. Perawakannya kecil, sekuntum bunga merah cantik melekat disanggulnya dan suatu senyuman menyilaukan mata. Ia isteri Haji Sanusi, Inggit Garnasih."

Segala percikan api, yang dapat memancar dari seorang anak 20an tahun dan masih hijau tak berpengalaman, menyambar-nyambar kepada seorang perempuan 30 tahunan yang sudah matang dan berpengalaman. Disaat pertama aku melangkah melalui pintu masuk aku berpikir "Aduh luar biasa perempuan ini." Aku sadar, lebih baik aku cepat-cepat berhenti mengingatnya. Karena itu ingatan kepada nyonya rumah itu kuhilangkan dari pikiranku-untuk sementara-kemudian menyuruh datang Utari dan memusatkan pikiran pada persoalan masuk Sekolah Teknik Tinggi mengejar gelar Insinyur - bukan untuk merusak perkawinan orang.

Utari dan aku tidak dapat lebih lama menempati satu tempat tidur bahkan satu kamarpun tidak. Jurang antara kami berdua semakin lebar. Sebagai seorang yang baru kawin kasih sayang ku kepadanya hanya sebagai kakak. Aku ingin di-ibu-i oleh teman hidupku, kalau pilek ingin dipijitnya, kalau lapar ingin makan masakan yang dibuatnya sendiri, kalau bajuku koyak dia akan menambalnya. Isteri merupakan paduan seorang ibu, kekasih dan seorang kawan. Dengan Utari keadaannya terbalik. Aku yang menjadi orang tuanya, dia sebagai anak.

Ia bukan idamanku, karena tiada tarikan lahir dan dalam kenyataan kami tak pernah saling mencintai. Sebagai teman seperjuangan, orang demikian tidak sanggup menemaniku pada waktu tenagaku terpusat pada penyelamatan dunia ini, dia sementara itu sedang main bola-tangkap.

Sudah menjadi kebiasaanku untuk menoleh kepada seorang wanita supaya hatiku terhibur. Kalau harus diadakan pilihan antara wanita yang memiliki tangan cantik dengan seorang yang memiliki hati lembut, maka aku seringkali tertarik pada yang terakhir ini. Aku tidak lebih mengutamakan hubungan lelaki-perempuan, tetapi aku memerlukan hati lembut dan dorongan besar mulia yang hanya dapat diberikan oleh hati seorang wanita.

Inggit dan aku berada bersama-sama setiap malam. Aku adalah orang yang selalu bangun dan membaca. Inggitpun lambat pergi tidur, karena harus menyiapkan makanan untuk hari berikutnya. Dia selalu ada disekelilingku. Dia adalah nyonya rumah. Aku orang bayar-makan. Kami berteduh dibawah atap yang sama. Aku melihatnya dipagi hari sebelum ia menggulung sanggulnya. Dia melihatku dalam pakaian piyama. Aku senantiasa makan bersama-sama dia. Memakan makanan yang dimasaknya sendiri ........sayur lodeh atau oncom yang ku-suka-i atau makanan lain yang khusus dibuatnya untuk menyenangkan hatiku.

Dia itulah..........bukan isteriku.....yang membereskan kamarku, melayaniku, memperhatikan pakaianku dan mendengarkan buah pikiranku. Dialah yang bertindak sebagai ibu kepadaku, bukan Utari.

Tuan Sanusi sudah berumur dan sama sekali tidak peduli terhadap isterinya. Seorang penjudi yang gemar main bilyar...............setiap malam dia berada dirumah bola. Pada prakteknya mereka bercerai disatu rumah. Rumah tangga mereka tidak bahagia. Sebagai suami-isteri mereka serumah, lain tidak. Lalu masuklah kedalam lingkungan ini seorang muda yang bernafsu dan berapi-api. Ia sangat tertarik kepadanya. Ia melihat dalam diri perempuan itu seorang wanita yang sadar, bukan kanak-kanak, seperti yang satunya yang masih main kucing-kucingan diluar. Keberahian ini mulai bangkit.

Aku seorang yang sangat kuat dalam arti jasmaniah dan dihari-hari itu belum ada TV..........hanya Inggit dan aku dirumah yang kosong. Dia kesepian. Aku kesepian.
Perkawinannya tidak betul dan perkawinanku tidak betul. Adalah wajar bahwa hal-hal yang demikian itu tumbuh.

Inggit dan aku banyak mengalami saat-saat menyenangkan bersama-sama. Kami keduanya punya perhatian yang sama. Dan barangkali, juga..........yah, kami keduanya bahkan sama mencintai Sukarno. Disamping hakekatnya sebagai seorang perempuan, dia memuja Sukarno secara menghambakan diri sama sekali dan membabi buta...........baik atau buruk, benar atau salah. Tidak lain dalam hidupnya, kecuali Sukarno serta segala apa yang menjadi pikiran, harapan dan idaman Sukarno. Aku berbicara, dia mendengarkan. Aku berbicara dengan sangat gembira, dia menghargai.

Utari menyadari apa yang terjadi, tetapi ia mengetahui bahwa persatuan kami tidak akan membawa kebahagiaan. Ia tidak pernah mengenalku dalam arti suami-isteri yang sebenarnya, maka tidak timbul iri hati dari pihaknya. Haji Sanusi pun tahu apa yang sedang berkembang, tetapi perkawinannya sudah sejak lama rusak. Aku tidak merasa bahwa aku merebutnya atau merusak suatu rumah tangga bahagia. Bahkan Haji Sanusi sendiri pun tidak ada usaha untuk merebut hati isterinya lagi.

Setelah 6 bulan berada di Bandung, aku sendiri membawa Utari pulang ke rumah bapaknya di Surabaya dan aku menjatuhkan talak satu kepada Utari..............bercerai. Pak Tjokro menghargai apa yang dikatakan Bung Karno dan tidak menanyakan persoalan pribadi. Setelah kejadian ini hubunganku dengan Pak Tjokro sekeluarga tetap baik seperti sebelumnya. Jadi ditahun 1922 itu aku hanya menyerahkan pengantinku yang masih kanak-kanak itu kepada bapaknya.

Aku kembali ke Bandung..........dan kepada cintaku yang sesungguhnya. Setelah kami bersama-sama selama satu tahun, pada suatu malam aku berkata pelahan : "Aku mencintaimu."
"Akupun begitu", keluar cepat dari mulut Inggit.
"Aku ingin mengawinimu," kubisikkan.
"Akupun ingin menjadi isterimu," dia balas berbisik.

Haji Sanusi mau bekerja sama. Dalam tempo singkat Inggit pun bebas. Inggit dan Bung Karno kawin ditahun 1923.

Inggit yang bermata besar dan memakai gelang ditangan itu tidak mempunyai masa lampau yang gemilang. Dia sama sekali tidak terpelajar, tetapi intelektualisme bagiku tidaklah penting dalam diri seorang perempuan. Yang kuhargai adalah ke-manusia-annya. Perempuan ini sangat mencintaiku. Dia tidak memberikan pendapat-pendapat. Dia hanya memandang dan menungguku, dia mendorong dan memuja. Dia memberikan kepadaku segala segala sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh buku. DIA MEMBERIKU KECINTAAN, KEHANGATAN, TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. DIA MEMBERIKAN SEGALA APA YANG KUPERLUKAN YANG TIDAK DAPAT KUPEROLEH SEMENJAK AKU MENINGGALKAN RUMAH IBU.

Psychiater akan mengatakan bahwa ini adalah pencarian kembali kasih sayang ibu.
Mungkin juga, siapa tahu. Jika aku mengawininya karena alasan ini, maka itu terjadi secara tidak sadar. Dia waktu itu dan sekarangpun masih seorang perempuan budiman. Perasaan-perasaan yang dibangkitkannya padaku tidak lain seperti pada seorang kanak-kanak.

INGGIT DALAM MASA SELANJUTNYA DARI HIDUPKU INI SANGAT BAIK KEPADAKU.
DIA ADALAH ILHAMKU. DIALAH PENDORONGKU. DAN AKU SEGERA MEMERLUKAN SEMUA INI.

Aku sekarang sudah menjadi mahasiswa tingkat kedua. AKU SUDAH KAWIN DENGAN SEORANG PEREMPUAN YANG SANGAT KUHARAPKAN DENGAN PERASAAN BERAHI. Aku sekarang sudah melalui umur 21 tahun. Masa jejakaku sudah berada dibelakangku. Tugas hidupku merentang didepanku. Dengan Inggit berada disampingku aku melangkah maju memenuhi amanat menuju cita-cita.(roso daras)

Sunday, 14 November 2010

YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA

http://konspirasi.com/peristiwa/yahudi-menggenggam-dunia/

Permusuhan oleh Yahudi dan Nasrani

Jangan lengah hanya karena kemanisan mulut mereka!

“Dan tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS al-Baqarah: 120)

Kita tak perlu ragu menyatakan bahwa dua di antara musuh Islam adalah Yahudi dan Nasrani. Mereka selamanya tidak akan pernah rela ummat Islam teguh dalam menjalankan syari’at agamanya. Mereka senantiasa gelisah dan tidak mau tinggal diam manakala Islam terus berkembang menjadi suatu norma kehidupan.

entang permusuhan kaum Yahudi terhadap kaum muslimin, al-Qur’an telah mengungkapkannya dalam 362 ayat yang tersebar dalam 29 surat. Sedangkan permusuhan kaum Nasrani kepada ummat Islam dijelaskan al-Qur’an dalam 14 surat yang terdiri dari 132 ayat. Pertanyaan besar timbul dari padanya, kenapa al-Qur’an sangat getol menginformasikan permusuhan dua golongan besar ini? Seberapa jauh bahayanya? Bagaimana pula cara kerjanya?

Permusuhan kaum Yahudi menorehkan sejarah yang sangat panjang. Permusuhan itu dimulai sejak awal risalah Islam, yaitu ketika Rasulullah menyemaikan bibit Islam kepada penduduk Madinah. Pada awalnya seluruh penduduk Madinah terikat dalam suatu perjanjian untuk hidup berdampingan yang saling menghormati dan melindungi. Akan tetapi karena sifat dengki dan iri mereka, maka permusuhan akhirnya tersulut. Orang-orang Yahudi mengkhianati Rasulullah dengan cara bersekongkol dengan kaum musyrikin Makkah untuk menyerang kaum muslimin. Orang-orang Yahudi akan menyerang dari dalam, sementara kaum musyrik akan menyerang dari luar.

Konspirasi Yahudi dengan kaum musyrikin Makkah ini digambarkan al-Qur’an sebagai berikut:

“Tatkala (musuh) itu menyerang kamu dari arah atas dan bawah, dan tatkala matamu telah berkunang-kunang terhadap musuhmu itu, dan jantungmu telah naik ke kerongkongan (karena cemas).” (QS al-Ahzaab: 10)

Perang Khandaq, walaupun tidak sampai terjadi, tapi peristiwanya sangat menggemparkan. Kala itu pasukan musuh berjumlah 10.000 tentara dengan persenjataan yang lengkap. Mereka terdiri dari pasukan kafir Quraisy dan tentara Yahudi. Ummat yang masih dalam tahap konsolidasi untuk menyatukan kekuatan ke dalam, ternyata sudah harus berhadapan dengan konspirasi jahat ini.

Allah swt tidak tinggal diam. Allah mengulurkan tangan-Nya dengan mengirimkan pasukan yang tidak terlihat oleh mata. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah atas kamu, ketika balatentara datang hendak menyerangmu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan balatentara yang tidak kelihatan olehmu. Adalah Allah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Ahzaab: 9)

Pengkhianatan ini sangat menyakitkan. Bagaimana tidak, padahal mereka terikat untuk saling melindungi. Seharusnya mereka bersama kaum muslimin mempertahankan negara dari segala rongrongan pihak-pihak luar. Tetapi nyatanya mereka justru menikam dari dalam, membunuh kawan seiring. Oleh karenanya kaum muslimin mengambil tindakan tegas, yaitu menumpas mereka habis-habisan. Benteng terakhir kaum Yahudi di Khaibar dibumihanguskan. Merekapun diusir dari tanah Arab.

Permusuhan Yahudi kepada kaum muslimin tidak berhenti di situ. Mereka terus mengibarkan api permusuhan dengan menyusup ke barisan Islam untuk memporak-porandakan persatuan. Dalam sejarah kita kenal nama Abdullah bin Ubay, Musailamah al-Kadzdzab, dan beberapa tokoh lainnya yang berhasil masuk ke dalam barisan Islam dengan maksud untuk menghancurkan kekuatan Islam.

Suhu politik yang memanas sepeninggal Rasulullah dimanfaatkan betul oleh mereka. Maka terjadilah berbagai tragedi berdarah antara kaum muslimin sendiri. Gelombang kemurtadan di awal-awal kekhalifahan Abu Bakar adalah salah satu rekayasa mereka. Demikian juga pembunuhan tiga khalifah sesudahnya.

Atas kelicikannya pula akhirnya kaum muslimin terpecah dalam berbagai aliran pemikiran, yang dipicu dari aliran politik. Jadilah kini ummat Islam dalam bagian-bagian yang perlu kerja keras untuk dipertemukan.

Lahirnya hadits-hadits palsu di kalangan kaum muslimin adalah salah satu karya besar mereka. Mereka tahu bahwa rahasia kekuatan kaum muslimin itu terletak pada kepatuhannya kepada pedoman hidupnya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Mereka sadar betul bahwa untuk mengubah al-Qur’an itu suatu kemustahilan, sebab Allah sendiri yang menjamin kemurniannya. Untuk itu mereka beralih untuk menggubah hadits-hadits Nabi, melalui rekayasa yang canggih. Lalu tersebarlah ribuan hadits palsu hingga kini.

Gerakan bawah tanah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sejak terusir dari tanah Arab. Intervensi mereka ke dunia akademik, khususnya filsafat, demikian juga ke dunia politik sangat terasa pada awal-awal perjalanan Islam. Mereka bahkan mampu menyusup masuk hingga ke jantung kaum muslimin.

Permusuhan demi permusuhan yang terjadi antara tokoh-tokoh Islam di awal pergerakan Islam adalah ulah tangan mereka. Yang menghasud rakyat untuk mengkudeta Khalifah Utsman bin Affan adalah Yahudi. Demikian juga yang memanas-manasi agar kaum muslimin menuntut balas atas kematian Ustman. Akhirnya Utsman tewas, demikian juga Ali.

Dalam proses perkembangannya, penyusupan orang-orang Yahudi ini semakin canggih, hingga pada saatnya negara-negara besar juga berada dalam kendalinya. Yang paling mencolok adalah Amerika dan Inggris, yang kini sedang berupaya mengalihkan perhatian dunia atas Israel dengan mengintimidasi Iraq. Secara ekonomi, kaum Yahudi di kedua adidaya itu sangat mampu, yang kemudian mereka bisa mengendalikan sektor politik.

Setelah semua jaringan itu dirasa kuat, maka sejak itu mereka secara terbuka menyampaikan secara terang-terangan hendak membuat negara sendiri yang berdaulat dengan membawa bendera Yahudi. Negara uyng dipilih adalah Palestuna, yang diklaim sebagai tanah leluhur mereka.

Pada tahun 1882, beberapa tokoh Yahudi mengumumkan gagasannya untuk menjadikan Palestina sebagai negara Yahudi dan mengusir ummat Islam dari sana. Ummat Islam harus dipindahkan ke negara-negara tetangga yang masih laus. Gagasan yang berani ini kemudian direkomendasi oleh kongres Yahudi pertama, tahun 1897. Disebutkan di sana bahwa negara Palestina cukup menampung 15 juta bangsa Yahudi yang terserak di mana-mana.

Kenapa mereka berani terus-terang menyampaikan gagasan ini? Karena memang negara-negara besar sudah berada dalam dominasinya. Selain Amerika dan Inggris, ada juga Prancis sudah bisa dikatakan “oke” terhadap semua gagasan Yahudi. Tokoh Yahudi memang menampati posisi-posisi strategis di negara-negara tersebut, yang dimulai dari media massanya. Orang-orang Yahudi menggunakan tangan Inggris untuk mewujudkan niatnya. Pertama-tama bangsa Arab dibujuk agar mau memerangi pemerintahan Turki Utsmani dengan janji akan dimerdekakan.

Setelah tentara Utsmaniyah diusir oleh bangsa Arab sendiri, maka Inggris mulai ingkar janji. Inggris tetap menguasai Palestina dengan cara menjadikannya sebagai pangkalan militer. Alasannya demi untuk melindungi terusan Suez. Dalam waktu yang sama imigrasi Yahudi ke Palestina terus membanjir, mencapai ratusan ribu orang.

Diam-diam Inggris sudah meneken perjanjian dengan Yahudi, yang kemudian dikenal dengan nama deklarasi Balfour. Isinya jelas, yaitu menjanjikan bangsa Yahudi untuk mendirikan negara merdeka di wilayah Palestina.

Konspirasi Inggris dan Yahudi ini betul-betul tidak masuk akal. Dengan cara yang licik dan kejam, bangsa Palestina diusir dari negerinya untuk digantikan orang-orang Yahudi. Pendatang itu kemudian mendirikan negara Israel, yang langsung mendapat pengakuan resmi dari beberapa negara pendukungnya.
Apakah mereka puas setelah berhasil mendirikan negara merdeka? Belum. Mereka akan terus berusaha memperluas wilayahnya. Tentu saja hal ini harus berhadapan dengan kaum muslimin. Dengan sokongan Amerika, Inggris dan negara-negara Barat lainnya, mereka terus membuat kekacauan agar ummat Islam tidak kerasan tinggal di negerinya sendiri. Di balik itu semua, mereka sedang membuat rencana membebaskan negara-negara Arab dari kaum muslimin.

Menurut rencana mereka, seluruh daratan Arab adalah wilayah untuk Yahudi, termasuk Arab Saudi, yang di dalamnya ada Makkah dan Madinah.

Yahudi adalah musuh yang tidak pernah berhenti memerangi kaum muslimin, di mana dan kapan saja. Mereka terus menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk memusuhi Islam dengan segara cara. Seberapa besar permusuhan mereka terhadap ummat Islam? Allah menjawab dalam firman-Nya:

“Kamu akan menjumpai manusia yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman (muslim) ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Ma-idah: 82)

Permusuhan mereka kepada kaum muslimin semata-mata didorong oleh kesombongan dan kecongkakannya. Mereka merasa sebagai bangsa yang dipilih oleh Allah sebagai kekasihnya. Manusia atau bangsa lain itu tidak lebih dari sekadar budak-budak yang harus melayani kemauan dan keinginannya. Mereka merasa sebagai makhluk super. Itulah sebabnya al-Qur’an menantang mereka:

“Katakanlah, ‘Hai orang-orang Yahudi, jika kamu mendakwahkan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah, bukan manusia-manusia yang lain, maka cobalah kamu minta lekas-lekas mati, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS al-Jumu’ah: 6)

Selain Yahudi, perseteruan orang-orang Nasrani juga tak kelah hebatnya. Ingatkah kita dengan perang Salib? Perang itu hingga kini belum dinyatakan selesai oleh kedua belah pihak. Padahal perang itu telah berlangsung berabad-abad dengan korban jutaan orang.

Konfrontasi pertama tentara Nasrani dengan kaum muslimin terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, yaitu perang Yarmuk –nama sebuah anak sungai Yordan, tempat berkecamuknya pertikaian– pada tanggal 20 Agustus 636. Tentara Romawi-Kristen di bawah pimpinan raja Heraklius ini dikalahkan secera telak oleh pasukan Islam, walaupun jumlah pasukan dan peralatan perangnya jauh dari seimbang.

Kontak fisik kedua terjadi pada tahun 1099, ketika 40.000 tentara Kristen menyerbu Yerusalem yang dijaga 1000 tentara Islam. Saat itu Yerussalem jatuh ke tangan orang-orang Kristen. Dengan kebengisan dan kekejamannya mereka membunuh secara membabi-buta. Tak peduli laki atau perempuan, muda atau tua, semua menjadi korban kebiadaban. Tumpukan mayat bisa ditemui di mana-mana. Kaki, tangan, penggalan kepala berserakan di jalan-jalan. Di atas puing-puing syuhada’ kita, mereka mendirikan negara Kristen Latin di Syiria, Palestina, dan sekitarnya.

Adalah Shalahuddin al-Ayyubi, pahlawan Islam yang berhasil merebut kembali tanah Palestina, pada tanggal 2 Oktober 1187. Kejatuhan ini menggoncangkan daratan Eropa yang menjadi basis kekuatan Kristen. Itulah sebabnya mereka bersatu-padu memerangi ummat Islam dengan mengerahkan segala kekuatannya. Perang Salib kembali pecah. Tentara Kristen di bawah pimpinan Richard Lion Heart memenangkan peperangan. Atas perintahnya, 72.000 tentara Islam yang menjadi tawanan perang dibunuh secara massal.

Kemenangan mereka tidak bertahan lama, sebab segera disusul dengan balasan kaum muslimin. Pasukan Al-Malikuz-Zahir menghalau mereka dari Timur Tengah. Sejak saat itu kaum Kristen menjauh dari wilayah itu untuk selamanya. Kekejaman tentara Salib nampaknya mengilhami tentara Spanyol dalam hal memusuhi ummat Islam. Pada tahun 1499 Kardinal Himenes de Cisneros memulia gerakan pemurtadan. Orang-orang Islam dipaksa untuk mengganti agamanya. Usaha ini dimulai dengan menyingkirkan semua buku berbahasa Arab yang menguraikan tentang agama Islam dengan cara membakarnya habis.

Pada saat yang sama dibentuk Mahkamah Pengadilan Katolik untuk mengadili ummat Islam yang masih tinggal di negeri itu. Belum puas dengan cara ini, maka pada tahun 1504 raja mengeluarkan perintah resmi agar semua kaum muslimin berpindah agama.

Di bawah raja Philip II, pada tahun 1556 dikeluarkan perintah agar bahasa, agama, adat-istiadat, dan cara hidup Islam dibuang jauh-jauh. Perintah ini kemudian ditegaskan lagi oleh raja Philip III, 1609 dengan tindakan nyata, yaitu mengusir seluruh kaum muslimin dari Spanyol. Dalam jangka waktu 25 tahun sejak tentara Kristen menguasai Granada, tidak kurang dari 3 juta ummat Islam dibantai secara massal. Tidak saja orangnya yang dibakar, tapi semua peninggalan sejarah dan peradaban Islam juga dibumihanguskan. Hanya satu yang tersisa, yaitu masjid Cordova.

 PROLOG

Yahudi adalah satu bangsa dari 12 bangsa bani Israil. Dulu mereka mendapat banyak pertolongan Allah, bahkan mereka dimuliakan oleh Allah (QS. 45:16). Tetapi sekarang mereka menjadi umat yang dimurkai Allah karena perbuatan mereka sendiri. Mereka ingkar kepada Allah dan sangat mengagungkan kehidupan dunia. Secara garis besar orang Yahudi dibagi 2 :
1. Orang Yahudi yang bodoh (akidahnya), buta thd agamanya, taklid thd rahibnya dan nenek moyang mereka.
2. Orang Yahudi yang memperalat kebodohan orang golongan pertama, dengan memutarbalikan fakta atau membuat ayat-ayat tentang Taurat untuk orang-orang bodoh atau menyelewengkan maknanya.

SIFAT-SIFAT YAHUDI
1. Buta Huruf Agama
Disini diartikan bahwa orang-orang Yahudi itu buta akan kitabnya, tidak mengerti isinya, atau bahkan tidak dapat membacanya. Kebodohan ini disebabkan karena ketidakmautahuan mereka, karena sudah merasa benar. Mereka tidak tahu diri, sudah bodoh, tidak tahu, bahkan tidak mau tahu pula.

2. Taklid terhadaap Pemimpinnya
Mereka selalu mematuhi pemimpin mereka tanpa tahu dasarnya. Di sisi lain, pemimpin-pemimpin mereka berusaha membuat orang-orang yang taklid tersebut sesat dengan sesat yang sebenar-benarnya, jadi “simbiosis parasitisma” ini melahirkan sebuah tim yang sesat yang pasti dimurkai Allah.

3. Merasa Diri Paling Benar
Orang Yahudi merasa merekalah yang paling benar, sedang yang lain salah, merasa diri merekalah yang bakal masuk syurga, sedangkan lain Yahudi tidak (QS. 2:80). Mereka merasa benar dengan pemahaman mereka sendiri.
Coba kita pikir, bagaimana mereka merasa benar dan bakal masuk surga, sedangkan kitab saja mereka tidak tahu ??

4. Cinta Dunia dan Takut Mati
Umat yang jumlahnya sedikit tetapi sangat mengausai dunia ini, sangat cinta dunia. Mereka menggunakan segala cara untuk mendapatkan keni’matan di dunia. Setelah mendapatkan keni’matan, mereka takut mati, takut meninggalkan semua kesenangan ini, mereka ingin hidup 1000 tahun lagi. Padahal kalau mereka merasa benar-benar yakin dapat masuk surga, kenapa mereka tidak minta mati saja ?! (QS. 2:95-96)

 SEBAB-SEBAB YAHUDI MEMUSUHI ISLAM

Yahudi bagi Islam adalah musuh terbesar, begitu pula sebaliknya. Masalah sekarang yang timbul adalah “ mengapa yahudi membenci Islam, bahkan memeranginya ?”

1. Sejak sebelum jaman Nabi Muhammad SAW, orang-orang Yahudi sudah merasa yakin akan kedatangan Nabi terkahir. Ketika saatnya tiba, ternyata Nabi tersebut bukan dari suku Bani Israil, tetapi dari Bani Hasyim, maka mereka mengingkarinyaa dan membencinya, dan lalu benci kepada Islamnya.
2. Dahulu, gelar umat terbaik dimiliki Yahudi, tetapi setelah banyak keingkaran Yahudi kepada Allah, gelar tersebut dicabut dan diberikan kepada umat Islam, jadilah Yahudi benci Islam.
Masalah kedua dalam bagian ini adalah mengapa pula Islam memusuhi Yahudi :
1. Yahudi sendiri sangat membenci Islam dan berusaha menghancurkan Islam dengan segala cara. Maka wajar bila Islam membneci Yahudi.
2. Sifat-sifat Yahudi yang buruk, dan bahkan bangga dengan keburukannya.
3. Sikap Yahudi yang membuat kerusakan di muka bumi.

 MAKAR-MAKAR YAHUDI

Sebenarnya Yahudi sudah menjalankan makar-makarnya sejak dulu, hanya saja masih bersifat klasik dan perorangan, tetapi sejak abad 16 Masehi, mereka mulai mempergunakan cara-cara modern dan praktek ilmiah yang terkoordinasi dengan baik.

I.Sarana yang Dipakai
1. Westernisasi (menyebarkan pola hidup barat, serta berusaha menjadikan barat sebagai kiblat).
2. Sekularisasi (membuang agama jauh-jauh, menumbuhkan cara hidup yang sekuler).
3. Kristenisasi (mengeluarkan umat Islam dari agamanya dan dikristenkan)
4. Orientalisasi.

II.Cara
1. Menjauhkan umat Islam dari diennya.
2. Mengeluarkan umat Islam dari diennya.
3. Memerangi Islam secara fisik.

I. Program 5S dan 3F
1. 5S
a. Sex
- Menyebarluaskan free sex, terutama untuk pemuda-pemuda Islam. Buktinya pacaran di depan umum pun tidak tabu lagi.
- Menyebarluaskan pergaulan bebas lawan jenis dan sesama jenis.
- Dan lain-lain
b. Song
- Memasarkan lagu-lagu barat yang sekuler, bahkan lagu-lagu domestik.
- Menyebarkan lagu-lagu Islam yang tidak menambah keimanan, memolesnya menjadi seperti lagu gereja.
c. Show (TV atau film)
- Menampilkan film-film dengan adegan yang vulgar.
- Menampilkan film-film yang mendiskreditkan Islam.
- Acara-acara yang dapat membuat sekuler.
- Jam tayang yang diletakkan pada waktu shalat.
d. Science
- Membuat pola pikir Yahudi.
- Mempopulerkan ilmuwan Yahudi
- Memutarbalikkan fakta tentang ilmu-ilmu yang ada saat ini.
e. Story
- Memutarbalikan fakta.
- Menenggelamkan tokoh-tokoh sejarah Islam.
2. 3F
a. Fun
- Menyebarkan paham life for fun
b. Food
- Membuat makanan-makanan yang syubhat.
c. Fashion
- back to nature : menggunakan kulit dan bagian binatang sebagai bahan pakaian.
- Mengaburkan kewajiban Muslimah untuk memakai jilbab, bahkan mengumbar aurat.

 ANTISIPASI MUSLIM

I. Terhadap Sifat-sifat yahudi
1. Buta Huruf
Bisa jadi banyak orang Islam yang seperti ini, oleh karena itu jangan mau menuruti sifat Yahudi. Tuntutlah ilmu tak jemu-jemu dan usahakan berantas buta huruf Al-Qur’an.

2. Taklid terhadap pemimpin
Tanpa tahu dasar, kita mengikuti mengikuti kata-kata orang lain (pemimpin). Kita sebagai orang Islam tidak boleh taklid terhadap orang, boleh taklid itu terhadap pemahaman yang benar.

3. Merasa Diri Paling Benar
Ini penyakiit yang sangat berbahaya, sadar atau tidak, mungkin kita pernah melakukannya. Kita tidak mau menerima pendapat orang lain, “ salah benar itulah pendapat saya”, ini slogan yang sangat tidak masuk akal. Kalau sudah salah usahakanlah untuk membenarkannya.

4. Cinta dunia dan takut mati
Sangatlah rugi jika waktu kita dipergunakan untuk mencari kesenangan dunia. Ini akan menyebabkan kita takut mati, padahal umur panjang tidak akan menunda kita dari azab,
dan lagi belum tentu umur panjang itu akan membuat kita lebih sholeh.

5. Menuruti adat nenek moyang
Lihat upacara kematian suku Toraja atau pemberian sesajen kepada ratu laut kidul. Ini merupakan contoh umat Islam yang taat nenek moyang walaupun itu sesat.

6. Rasialis
Islam tidak dibatasi oleh ruang yang sempit, sebab Islam mendunia, tidak pandang bulu, warna kulit, suku, dsb.Maka jangan sampai diantara kita masih ada yang suka pilih-pilih teman, sbg sesama muslim kita semua bersaudara.

II. Terhadap Makar Yahudi
1. Back to Islam
Semuanya dikembalikan kepada Islam, yang dititikberatkan disini adalah aqidah, karena kalau aqidah kita kuat, orang Yahudi tidak akan mampu memusnahkan kita dengan cara apapun, ini berarti kita harus :

A. Belajar Islam dengan benar, kembalikan Islam kepada fitrahnya. Benar disini artinya luas, baik benar objek yang dipelajarinya, maupun benar dari cara belajarnya.
B. Bangga akan keIslaman kita, tidak malu-malu untuk menunjukkan keIslaman kita pada orang lain. Bangga disini adalah bangga yang terkendali, bukan bangga akan amalan yang telah dilakukan dan menunjukkan pada orang lain.
C.Perangi hawa nafsu.

2. Back To Al-Quran dan As-Sunnah
Dengan kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah kita dapat membentengi diri kita dari makar-makar kaum Yahudi. Kita dapat menjalani kehidupan sesuai tuntunan Al-Quran dan As Sunnah. Dan kita pun harus menyakini bahwa Al Quran dapat menjadi solusi atas segala permasalahan.

Maka kita sebagai seorang muslim harus buka mata dan buka telinga kita sama usaha-usaha kaum Yahudi buat menghancurkan umat Islam. Nggak rela khan ??? Dan mulai untuk perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kita yang banyak membuang waktu, ex : nonton TV berjam-jam, main PS, maen game, dll deh. Mari kita isi sisa usia kita dengan hal-hal yang bermanfaat agar Islam kembali jaya

YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA - WILLIAM G. CARR

Rothschild, Bank Inggris, dan The Federal Reserve

http://konspirasi.com/sejarah/rothschild-bank-inggris-dan-the-federal-reserve/

ImageRothschild adalah dinasti Yahudi Bavaria (Jerman) yang memiliki arti sebagai “Tameng Merah”. Dalam bahasa Inggris disebut “Red-Shield”. Dinasti Rothschild yang melegenda dan sangat berkuasa hingga kini berawal dari sejarah Eropa di abad ke-18 Masehi dengan kelahiran seorang bayi Yahudi Jerman yang kemudian diberi nama Mayer Amshell Bauer.

Mayer Amshell Bauer lahir di tahun 1743 di sebuah perkampungan Yahudi di Frankfurt, Bavaria. Ayahnya bernama Moses Amschell Bauer yang bekerja sebagai rentenir dan tukang emas yang berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari kota yang satu ke kota lainnya. Bakat Moses sebagai rentenir kelak akan diteruskan dan dikembangkan oleh anak-cucunya. Kelahiran Mayer membuat Moses menghentikan bisnis ‘nomaden’nya dan menetap di sebuah rumah agak besar dipersimpangan Judenstrasse (Jalan Yahudi) kota Frankfurt. Di rumah itu, Moses membuka usaha simpan-pinjam uangnya. Di pintu masuk kedai renten-nya, Moses menggantungkan sebuah Tameng Merah sebagai merk dagangnya: Rothschild.

Sedari kecil Mayer Amshell dikenal sebagai anak yang cerdas. Dengan tekun sang ayah mengajari Mayer segala pengetahuan tentang bisnis rentennya. Moses juga sering menceritakan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dari berbagai sumber. Moses sebenarnya ingin menjadikan Mayer sebagai pendeta Yahudi. Namun ajal keburu menjemputnya sebelum sang anak tumbuh dewasa. Sepeninggal ayahnya, Mayer sempat meneruskan usaha ayahnya di rumah. Namun tidak lama kemudian Mayer ingin belajar lebih mendalam tentang bisnis uang. Akhirnya ia bekerja di sebuah bank milik keluarga Oppenheimer di Hanover.

Di bank ini, Mayer dengan cepat menyerap semua aspek bisnis perbankan modern. Kariernya pun melesat, bahkan sang pemilik bank yang terkesan dengan Mayer menjadikannya sebagai mitra muda dalam kepemilikian bank tersebut.

Setelah merasa cukup banyak menimba ilmu tentang bisnis perbankan, Mayer kembali ke Frankfurt, meneruskan usaha ayahnya yang sempat dilepaskannya untuk beberapa waktu. Mayer telah berketetapan hati, bisnis uang akan dijadikan sebagai bisnis inti keluarga ini. Ia akan mendidik anak-anaknya kelak dengan segala pengetahuan tentang bisnis penting tersebut dan menjadikannya keluarga besar penguasa bisnis perbankan Eropa dan juga dunia.

Salah satu langkah yang diambil Mayer adalah dengan mengganti nama keluarga ‘Bauer’ yang dalam bahasa Jerman berarti ‘Petani’ dengan merk dagang usahanya, yakni ‘Tameng Merah’ (Rothschild). Mayer sendiri memakai gelar Baron Rothschild I.

Masuk Kalangan Istana

Berkat kepiawaiannya, usaha rumahan ini berkembang pesat. Rotshchild I mulai melobi kalangan istana. Orang yang pertama ia dekati adalah Jenderal von Estorff, bekas salah satu pimpinannya ketika masih bekerja di Oppenheimer Bank di Hanover. Rothschild I mengetahui benar, sang jenderal memiliki hobi mengumpulkan koin-koin kuno dan langka. Dengan jeli Rothschild memanfaatkan celah ini untuk bisa dekat dengan sang jenderal.

Untuk menambah perbendaharaan koin-koin kuno dan langka, Rotshchild menghubungi sesama rekannya dalam jaringan orang Yahudi yang dalam waktu singkat berhasil mengumpulkan benda-benda tersebut. Sambil membawa barang yang sangat diminati Jenderal von Estorff, Rothschild I menemui sang jenderal di rumahnya dan menawarkan semua koin itu dengan harga sangat murah.

Jelas, kedatangan Rotshchild disambut gembira sang jenderal. Bukan itu saja, rekan-rekan dan teman bisnis sang jenderal pun tertarik dengan Rothschild dan kemudian jadilah Rotshchild diterima sepenuh hati dalam lingkaran pertemanan dengan Jenderal von Estorff.

Suatu hari, tanpa disangka-sangka, Rothschild I dipertemukan oleh Jenderal von Estorff kepada Pangeran Wilhelm secara pribadi. Pangeran ternyata memiliki hobi yang sama dengan jenderal. Wilhelm membeli banyak medali dan koin langka dari Rotshchild dengan harga yang juga dibuat miring. Inilah kali pertamanya seorang Rotshchild bertransaksi dengan seorang kepala negara.

Dari perkenalannya dengan Wilhelm, terbukalah akses Rothschild untuk membuat jaringan dengan para pangeran lainnya. Untuk membuat pertemanan bisnis menjadi pertemanan pribadi, Rotshchild menulis banyak surat kepada para pangeran yang berisi puji-pujian dan penghormatan yang begitu tinggi atas kebangsawanan mereka. Rothschild juga memohon agar mereka memberi perlindungan kepadanya.

Pada tanggal 21 September 1769, upayanya membuahkan hasil. Pangeran Wilhelm dengan senang hati memberikan restu atas kedainya. Rothschild pun memasang lambang principalitas Hess-Hanau di depan kedainya sebagai lambang restu dan perlindungan Sang Pangeran. Lambang itu bertuliskan huruf emas dengan kalimat, “M.A.Rothschild. Dengan limpahan karunia ditunjuk sebagai abdi istana dari Yang Mulia Pangeran Wilhelm von Hanau.”

Keluarga Talmudian

Tahun 1770, saat berusia 27 tahun, Rothschild menikahi Guetele Schnaper yang masih berusia tujuhbelas tahun. Dari perkawinannya, mereka dikarunia sepuluh orang anak. Putera-puteranya bernama Amshell III, Salomon, Nathan, Karlmann (Karl) dan Jacob (James). Kepada anak-anaknya, selain mendidik mereka dengan keras soal pengetahuan bisnis perbankan dan aneka pengalamannya, Rothschild I juga menanamkan kepada mereka keyakinan-keyakinan Talmudian (bukan Taurat) dengan intensif.

Frederich Morton, penulis biografi Dinasti Rothschild menulis, “Setiap Sabtu malam, usai kebaktian di sinagoga, Amshell mengundang seorang rabi ke rumahnya. Sambil duduk membungkuk di kursi hijau, mencicipi anggur, mereka berbincang-bincang sampai larut malam. Bahkan pada hari kerja pun Amshell sering terlihat mendaras Talmud …dan seluruh keluarga harus duduk dan mendengarkan dengan tertib.”

Keluarga Rotschild merupakan keluarga Yahudi yang berpandangan Talmudian. Mereka sangat percaya bahwa tuhan, sesuai keyakinan dalam ayat-ayat Talmud, telah memilih bangsa Yahudi sebagai manusia super, satu-satunya ras manusia, sedangkan orang lain yang bukan Yahudi merupakan ras yang derajatnya sama dan setara dengan hewan. Mereka sama sekali tidak perduli dengan orang lain, dan hanya perduli dengan kepentingan sesama Yahudi Talmudian.

ImageWilhelm von Hanau merupakan seorang kepala negara yang kaya raya dan berpengaruh. Bisa jadi, bisnis utama Wilhelm yang memiliki sepasukan tentara sewaan (bisnis ini juga berasal dari bisnis para Templar!) membuatnya disegani tidak saja di Jerman tetapi juga di wilayah-wilayah sekitarnya. Wilhelm juga memiliki kekerabatan dengan sejumlah keluarga kerajaan Eropa lainnya. Inggris merupakan salah satu langganan setia dalam bisnis tentara sewaannya. Harap maklum, daerah koloni Inggris di seberang lautan sangat luas dan banyak.

Dalam bisnis ini, Rothschild bertindak sebagai dealernya. Karena kerja Rothschild begitu memuaskan, maka Wilhelm pernah memberinya hibah uang sebanyak 600.000 pound atau senilai tiga juta dollar AS dalam bentuk deposito. Dari usahanya ini, Wilhelm memiliki banyak uang. Ketika meninggal, Wilhelm meninggalkan warisan terbesar dalam rekor warisan raja Eropa yakni setara dengan 200 juta dollar AS! (Maulani; 2002)

Sumber lainnya mengatakan bahwa uang sebesar tiga juta dollar AS itu sebenarnya berasal dari pembayaran sewa tentara kerajaan Inggris kepada Wilhelm, namun digelapkan oleh Rothschild (Jewish Encyclopedia, Vol. 10, h.494).

Dengan bermodalkan uang haram inilah Rothschild membangun kerajaan bisnis perbankannya yang pertama dan menjadi bankir internasional yang pertama. Sebenarnya, Rothschild I ini tidak membangun kerajaannya sendiri. Beberapa tahun sebelumnya ia telah mengirim anak bungsunya, Nathan Rothschild yang dianggap paling berbakat ke Inggris untuk memimpin bisnis keluarga di wilayah tersebut. Di London Nathan mendirikan sebuah bank dagang dan modalnya diberikan oleh Rothschild I sebesar tiga juta dollar AS yang berasal dari uang haram itu.

Di London, Nathan Rothschild menginventasikan uang itu dalam bentuk emas-emas batangan dari East India Company. Berasal dari uang haram, diputar dengan cara yang penuh dengan tipu daya, memakai sistem ribawi yang juga haram, kian berkembanglah bisnis keuangan keluarga Rothschild ke seluruh Eropa. Berdirilah cabang-cabang perusahaan Rothschild di Berlin, Paris, Napoli, dan Vienna. Rothschild I menempatkan setiap anaknya menjadi pemimpin usaha di cabang-cabangnya itu. Karl di Napoli, Jacob di Paris, Salomon di Vienna, dan Amshell III di Berlin. Kantor pusatnya tetap di London.

Rothschild I meninggal dunia pada 19 September 1812. Beberapa hari sebelum mangkat, ia menulis sebuah surat wasiat yang antara lain berbunyi:

* Hanya keturunan laki-laki yang diperbolehkan berbisnis. Semua posisi kunci harus dipegang oleh keluarga.
* Anggota keluarga hanya boleh mengawini saudara sepupu sekali (satu kakek) atau paling jauh sepupu dua kali (satu paman). Dengan demikian harta kekayaan keluarga tidak jatuh ke tangan orang lain. Awalnya aturan ini dipegang ketat, tapi ketika banyak pengusaha Yahudi lainnya bermunculan sebagai pengusaha dunia, aturan ini dikendurkan, walau demikian hanya boleh mengawini anggota-anggota terpilih.

Dinasti Rothschild tidak punya sahabat atau sekutu sejati. Baginya, sahabat adalah mereka yang menguntungkan kantongnya. Jika tidak lagi menguntungkan maka ia sudah menjadi bagian masa lalu dan dimasukkan ke dalam tong sampah. Pangeran Wilhelm sendiri akhirnya dilupakan oleh Rothschild setelah ia berhasil menilep uangnya. Ketika Inggris dan Perancis berperang dengan memblokade pantai lawan masing-masing, hanya armada Rothschild yang bebas keluar masuk pelabuhan karena Rothschild telah membiayai kedua pihak yang berperang tersebut.

Bank Sentral Inggris dan Utang Sebagai Alat Penjajahan

Beberapa orang menyangka jika pendirian Bank of England, bank sentral pertama di dunia, juga akibat campur tangan dari Dinasti Rothschild. Anggapan ini sebenarnya tidak tepat karena Rothschild I sendiri baru lahir di Bavaria pada tahun 1743, sedangkan Bank of England berdiri pada 27 Juli 1694.

Sebelum Dinasti Tameng Merah lahir, jaringan Luciferian yang terdiri dari tokoh-tokoh Yahudi berpengaruh dunia yang dikenal dengan istilah “Para Konspirator”, para pewaris Templar, Orde Militeris yang kaya raya, telah mencanangkan untuk menguasai England yang menjadi Inggris sekarang dengan strategi lidah ular: Pertama, merekayasa pernikahan keluarga raja Inggris sehingga nantinya para Raja Inggris berdarah Yahudi, dan yang kedua lewat provokasi perang melawan Perancis agar Inggris memerlukan uang yang banyak di mana pihak Konspirasi akan memberi utang kepada Raja Inggris. Dengan utang, diharapkan kerajaan besar itu akan takluk.

Inilah fakta sejarah jika jaringan Yahudi Dunia sejak dulu telah menggunakan utang sebagai alat penakluk suatu negeri. Sekarang, Indonesia yang kaya raya, juga telah ditaklukkan dan dijajah oleh utang. Para tokoh Neo-Liberal di negeri ini yang gemar mengundang utang imperialis masuk ke negeri ini merupakan pelayan-pelayan kepentingan Luciferian. Banyak orang yang mengaku Islam menjadi pendukung kelompok Luciferian ini disebabkan mereka malas berpikir sehingga mudah ditipu mentah-mentah.

Perjalanan para Konspirator dalam menaklukan Keraaan Inggris diawali dari suatu pertemuan sejumlah petinggi Ordo Kabbalah di Belanda. Mereka menggelar pertemuan dan sepakat untuk menguasai Tahta Kerajan Inggris sepenuhnya dengan cara menurunkan Dinasti Stuart dan menggantikannya dengan seseorang yang mereka bina dari Dinasti Hanover dari Istana Nassau, Bavaria.

Kala itu, Tahta Kerajaan Inggris tengah diduduki King Charles II (1660-1685). Raja Inggris ini masih kerabat dekat Duke of York. Mary adalah anak sulung dari Duke of York. Diam-diam, kelompok Konspirator mengatur strategi agar Mary yang masih gadis itu bertemu dengan ‘Sang Pangeran’ bernama William II, salah seorang pangeran kerajaan Belanda dan pemimpin pasukan kerajaan. Mary dan William II pun bertemu dan saling tertarik. Pada tahun 1674 mereka menikah. Tahun 1685 King Charles II meninggal dan digantikan oleh James II yang memerintah sampai tahun 1688.

Dari hasil perkawinan antara William II dan Mary, lahir seorang putera yang kemudian dikenal sebagai William III, yang kemudian menikah dengan seorang puteri dari King James II bernama Mary II. William III yang berdarah campuran antara Dinasti Stuart dengan Dinasti Hanover ternyata menurut kelaziman tidak bisa menjadi Raja Inggris disebabkan ia bukan berasal dari garis keturunan laki-laki Inggris, melainkan dari garis perempuan. Mary II, isterinyalah, yang lebih berhak menyandang gelar Queen.

Di sinilah para petinggi Yahudi melancarkan konspirasi dengan mengobarkan ‘Glorious Revolution’ dan akhirnya berkat Partai Whig yang melakukan kerjasama diam-diam dengan tokoh-tokoh Yahudi dan Partai Tory yang bersikap pragmatis, revolusi tanpa darah ini berhasil menaikkan William III sebagai Raja Inggris. Beberapa tahun sebelumnya, lewat tangan Oliver Cromwell, kekuatan Yahudi juga telah ‘menyikat’ King Charles I dan menguasai lembaga-lembaga keuangan di kerajaan itu. Dengan berkuasanya William III maka Inilah awal hegemoni Dinasti Hanover bertahta di Kerajaan Inggris sampai sekarang. Apalagi Dinasti Windsor yang berkuasa di Kerajaan Inggris sekarang merupakan keturunan langsung dari King Edward III (Prince of Wales) yang merupakan keturunan Hanover.

ImagePada tahun 1689, Raja Inggris, King William III mendirikan Loyal Orange Order yang begitu fanatik mendukung gerakan pembaruan Gereja yang dipimpin Martin Luther. Ordo ini menyatakan dengan tegas akan menjadikan Inggris sebagai basis bagi gerakan Protestan. Pernyataan ini memiliki pesan yang jelas terhadap Gereja Katolik: “Kami akan melawanmu!”

Sejarah memang telah mencatat jika Gereja Katholik merupakan musuh bebuyutan para Templar. Para Templar, dan juga para pewarisnya seperti kaum Mason dan Rosikrusian, masih sangat ingat bagaimana Paus Clement IV berkomplot dengan King Philip V dari Perancis pada Jumat, 13 Oktober 1307 menumpas dan membantai Templar dari seluruh Eropa. Perlawanan dan penghancuran Gereja (Katolik Roma) merupakan salah satu tujuan utama kelompok Luciferian ini yang berasal dari dendam sejarah yang kesumat.

Loyal Orange Order sampai hari ini masih bertahan di Irlandia Utara dengan jumlah anggota tak kurang dari angka 100 ribuan. Kelompok inilah yang senantiasa mengobarkan api permusuhan terhadap kaum Katolik sehingga sampai sekarang kehidupan masyarakat di sana tidak pernah sepi dari konflik Protestan-Katolik.

King William III sendiri menceburkan diri dalam peperangan melawan Perancis yang mayoritas Katolik. Inggris menderita kerugian yang banyak. Utang pun menumpuk. Inilah awal berdirinya Bank of England sebagai bank sentral swasta pertama di dunia, seperti yang telah disinggung di muka.

William G. Carr dalam bukunya “Yahudi Menggenggam Dunia” (Pustaka Alkautsar, 1991) mencatat kronologi perjalanan petualangan Oliver Cromwell sebagai kaki tangan tokoh Yahudi-Inggris setelah kematian King Charles I pada 30 Januari 1649. Inilah kronologinya singkatnya:

* 1649, Cromwell menyerbu Irlandia dengan dukungan dana dari lobi Yahudi internasional sehingga terjadi peperangan antara Inggris Protestan melawan Irlandia Katolik.
* 1651, Charles II, putera King Charles I, memerangi Cromwell tapi gagal. Ia dibuang ke Perancis.
* 1652, Inggris melibatkan diri berperang melawan Belanda.
* 1653, Cromwell mengangkat dirinya sebagai The Lord Defender of Great Britain.
* 1654, Inggris terlibat perang Eropa lagi.
* 1656, Amerika yang masih menjadi jajahan Inggris bergolak dan akhirnya menjadi negara merdeka.
* 1657, Cromwell meninggal dunia. Puteranya, Richard, menjadi penguasa Inggris.
* 1659, Richard mengakhiri persekongkolan dengan Yahudi Internasional, ia mengundurkan diri dari kekuasaan.
* 1660, Jenderal monk dari angkatan bersenjata Inggris menduduki London. Charles II diangkat menjadi raja Inggris.
* 1661, Skandal persekongkolan antara Cromwell dengan kubu Yahudi Internasional terungkap. Warga London geger dan marah. Makam Cromwell dibongkar paksa.
* 1662, Gereja resmi Inggris, Anglikan, menindas umat Protestan.
* 1664, Inggris kembali berperang melawan Belanda.
* 1665, Krisis ekonomi melanda Inggris. Pengangguran dan kelaparan merebak. Di tahun itu juga terjadi kebakaran besar yang menghanguskan sebagian kota London, disusul wabah penyakit lepra.
* 1666, Inggris terlibat perang dengan Belanda dan Perancis.
* 1667, Ordo Kabbalah yang secara rahasia masih eksis di Inggris melancarkan gerakan sabotase ke kalangan elit pemerintahan. Sejarah Inggris mengenalnya sebagai gerakan Kabal. Akibatnya muncul gelombang baru penindasan agama dan politik di Inggris.
* 1674, Setelah menggelar pertemuan internal di Belanda, Kelompok Yahudi Internasional sepakat menguasai Kerajaan Inggris sepenuhnya dengan melengserkan King Charles II dan menaikkan seseorang yang bisa dikendalikan. Pada tulisan di muka hal ini telah disinggung, yakni penobatan King William III yang masih berdarah Dinasti Hanover.
* 1683, Konspirasi berupaya membunuh King Charles II dan Duke of York tapi gagal.
* 1685, King Charles II meninggal dunia. Duke of York yang beragama Katolik naik tahta dengan gelar King James II. Konspirasi menyebarkan desas-desus untuk menentang raja baru itu. Rakyat banyak yang termakan isu ini. Akibatnya banyak rakyat yang ditangkap pihak kerajaan. Nama King James II menjadi tidak popular di mata rakyat.
* 1688, setelah King James II sudah tidak lagi mendapat dukungan rakyatnya, Konspirasi Yahudi Internasional memprovokasi pangeran William of Orange dari Belanda untuk menyerbu Inggris, dengan dukungan kapal-kapal perangnya menuju pantai Inggris. King James II akhirnya turun tahta dan kabur ke Perancis.
* 1689, William of Orange atau William III dan Queen of Mary –keduanya Protestan—mengukuhkan diri sebagai Raja dan Ratu Inggris. Sementara itu James II kabur lagi ke Irlandia, sebuah wilayah Katolik. Pasukan Inggris sendiri terpecah antara yang Protestan dengan yang Katolik. Yang Protestan mendukung William III sedang yang Katolik berupaya mengembalikan James II ke tahtanya. Perang saudara pun tak terelakkan pada 12 Juli 1689.

Sampai sekarang, rakyat Inggris masih mengenang peristiwa tersebut tanpa banyak yang menyadari bahwa perang saudara itu sesungguhnya sengaja dibuat oleh Konspirasi Yahudi Internasional, untuk menguasai perekonomian negara besar Eropa itu. Hasilnya, berdirilah Bank of England, bank sentral swasta pertama di dunia (1694), yang dimiliki Konspirasi Yahudi tersebut.

Inggris terus dibuat untuk berperang, sehingga kas kerajaan terkuras dan hutang bertambah banyak. Jerat yang dipasang para pemilik modal Yahudi kini telah mengikat mangsanya. Kian lama kian kuat, mencekik. Inggris pun jatuh ke dalam kekuasaan mereka hanya dengan modal awal £1.250.000!

Dari Inggris Mendirikan AS

Setelah menaklukkan kerajaan Inggris, pihak Konspirasi Yahudi Internasional kini mengarahkan wajahnya ke sebuah benua baru yang masih menjadi koloni Inggris di seberang Samudera Atlantik: Amerika. Jauh-jauh hari sebenarnya mereka telah mempersiapkan hal ini lewat salah seorang agennya bernama Christopher Colombus. Orang ini merupakan anggota Knights of Christ, pelaian Templar yang mukim di Italia, Portugis, dan Spanyol. Semasa remajanya, Colombus malah menjadi orang kepercayaan Rene de Anjou, Grand Master Persaudaraan di Italia.

Demikianlah, Amerika Serikat memang dipersiapkan jauh-jauh hari sebagai The Second Promise Land, selain Yerusalem, bagi bangsa Yahudi. Nama lain kota New York saja adalah The New Jerusalem. Pada 4 Juli 1776, tokoh-tokoh Mason Amerika menandatangani Declaration of Independence. Berdirilah satu negara Masonik yang dipersiapkan sebagai The Headquarter, markas besar, gerakan Ordo Kabbalah dalam menaklukkan dunia kelak, menuju tatanan dunia baru yang sepenuhnya sekular. Suatu cita-cita Masonik yang ditorehkan pada lambang negara AS: Novus Ordo Seclorum.

ImageTidak seperti sekarang, Eropa waktu itu merupakan sebuah benua yang terbagi dalam banyak kerajaan besar kecil, serta sejumlah wilayah kecil otonom (Principalis), semacam kabupaten yang merdeka, seperti Monaco dan Lechtenstein. Saat itu Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan yang paling berpengaruh. Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Baron Rothschild merupakan salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional untuk menaklukkan Perancis.

Tahun 1773, Baron Rothschild dan 12 tokoh Yahudi lainnya berkumpul di kediamannya di Bavaria. Mereka membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan inilah, nama Adam Weishaupt disebut oleh Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.

Dalam pertemuan itu, Baron Mayer juga membacakan 25 butir strategi penguasaan dunia yang kelak dalam Kongres Zionis Internasional I di Basel-Swiss tahun 1897 disahkan dengan nama Protocolat Zionis.

Baron Mayer atau Rothschild I juga mengatakan jika Konspirasi dianggap terlalu lamban dalam melakukan program yang direncanakan untuk Inggris, akibatnya penguasaan Inggris secara total terhambat oleh hal-hal kecil. Namun hal-hal kecil ini bisa dianggap tidak berpengaruh besar bagi upaya penguasaan oleh Konspirasi. Walau demikian, hal-hal kecil ini dianggap tidak boleh dibiarkan. Beberapa kelompok berpengaruh di Inggris ada yang masih mampu bertahan menghadapi Konspirasi.

Rothschild segera memerintahkan agar pelaksanaan program dipercepat dan menyingkirkan oposisi secepatnya dengan segala cara yang bisa diambil. Jika perlu, segenap lapisan masyarakat Inggris harus dikuasai dengan jalan teror atau kekerasan.

Dalam pertemuan itu, Rothschild juga menekankan kepada para undangan bahwa apa-apa yang telah dihasilkan di Inggris sesungguhnya bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang akan mereka perbuat atas Perancis. Skema besar untuk meletupkan Revolusi Perancis pun di bahas dengan serius.

Ini merupakan satu mata rantai dari sejumlah pertemuan para Konspiran untuk menggodok Revolusi Perancis. Dalam pertemuan di Frankfurt ini, agenda yang telah dirancang dipermatang dan upaya penggalangan dana pun di mulai dari ‘markas’ Rothschild tersebut. Menurut penilaian sosiologis dan psikologi massa yang dilakukan Konspirasi, situasi yang tengah dihadapi Perancis saat itu memang menggambarkan dengan baik apa yang sebenarnya tengah terjadi di Eropa: perekonomian tengah lesu, utang menumpuk, pengangguran di mana-mana, lapangan pekerjaan nyaris tidak bergerak, sektor industri macet, dan bencana kelaparan di ambang pintu.

Jurang kesenjangan ekonomi yang terjadi antara buruh dan rakyat kebanyakan dengan para bangsawan, pemilik modal, dan raja-raja demikian besar dan dalam. Menurut teori revolusi, dalam kondisi demikian buruk, massa rakyat telah siap untuk menyambut siapa pun yang tampil secara meyakinkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Massa rakyat telah menjadi semacam tumpukan jerami kering yang hanya dengan percikan api sedikit saja akan bisa terbakar dan meluas dengan sangat cepat. Kondisi di Perancis merupakan yang terparah.

Di tengah kondisi demikian, lewat corong media yang dikuasainya, Konspirasi meniupkan aneka slogan yang muluk-muluk dan melemparkan semua kesalahan kepada penguasa dan orang-orang kaya, sehingga rakyat Perancis kian membenci mereka. Kehancuran dan kerusuhan tinggal menunggu hitungan hari. Sebuah rencana besar siap digelindingkan oleh Konspirasi.

Salah satu rumus baku dalam gerakan massa adalah: menjelek-jelekkan masa sekarang, di saat bersamaan mengingatkan massa rakyat akan kegemilangan masa lampau dan meyakinkan massa rakyat bahwa masa depan akan bisa menjadi lebih gemilang, mengulangi masa-masa keemasan di zaman silam, jika massa rakyat mau dan siap bergerak menumbangkan status-quo. Ini berlaku di mana saja.

Untuk menyatukan langkah gerakan massa, Konspirasi menciptakan tiga slogan gerakan: Liberté, Egalité, dan Fraternité (Kemerdekaan, Persamaan, dan Persaudaraan). Sebuah slogan yang mampu membius massa rakyat Perancis sehingga rela mengorbankan apa saja demi memenuhinya. Slogan ini secara terus-menerus diperdengarkan ke telinga rakyat Perancis sehingga setiap orang Perancis saat itu sangat hapal dengan tiga istilah di atas saat itu, bahkan kemudian dunia juga hafal.

Walau terdengar sangat indah, namun tiga istilah di atas bagi Konspirasi Yahudi Internasional memiliki arti yang sama sekali beda. Bagi kelompok ini, Liberté sesungguhnya berarti Kemerdekaan bagi mereka, kebebasan bagi mereka, bagi para pemilik modal, untuk berbuat apa saja terhadap Perancis.

Egalité yang sesungguhnya bermakna Persamaan, bagi Konspirasi diartikan sebagai persamaan di kalangan mereka untuk bisa bersama-sama, gotong royong, di dalam usahanya menguasai perekonomian Perancis.

Sedangkan Fraternité memiliki arti sebagai Persaudaraan antara kelompok mereka sendiri, di mana di dalam setiap usahanya, mereka harus saling tolong-menolong, bantu-membantu, agar kepentingan kelompok mereka bisa dicapai. Inilah hakikat tiga slogan Revolusi Perancis. Jadi Persaudaraan hanya terbatas pada kelompoknya saja.

Pada 14 Juli 1789, massa rakyat berbondong-bondong menuju penjara Bastille, perancis. Penjara yang bagaikan benteng itu dibakar. Para narapidana melarikan diri dan menimbulkan kerusuhan dan perampokan di mana-mana. Penyerbuan ke penjara benteng Bastille ini menandai di mulainya Revolusi Perancis. Hari demi hari berjalan dengan perkmebangan yang tidak bisa diduga. King Louis XVI dan Marie Antoinette ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Tidak lama kemudian keduanya dihukum mati, di pancung di atas Guilotin.

Mirabeau yang awalnya didukung Konspirasi, kini malah diburu. Dia sebenarnya seorang yang cerdas, dan menjadi curiga dan dengan cepat ia menyadari akan bahaya yang mengancam dirinya. Namun Mirabeau terlambat, mesin propaganda Konspirasi telah bekerja begitu cepat dan efektif melancarkan fitnah terhadapnya. Gagal menyeret Mirabeau ke pengadilan, akhirnya pihak Konspirasi meracuni Mirabeau hingga tokoh ini menemui ajal. Jenazah Mirabeau diatur sedemikian rupa untuk mengesankan dia bunuh diri. Sejumlah selebaran dan berita-berita yang mendukung ‘bunuh diri’ Mirabeau ini dicetak dan disebarluaskan ke Eropa.

Kematian Mirabeau kemudian diikuti dengan berkuasanya pemerintahan teror di Perancis. Pada masa ini, tiap hari rakyat Perancis menyaksikan ribuan orang tiap hari digiring menuju pisau Guilotin. Roberspierre dan Danton ditugaskan Konspirasi untuk menjadi algojonya. Setelah dianggap menyelesaikan tugasnya, kedua orang ini, Roberspierre dan Danton pun dibunuh dengan keji. Pemerintahan teror mencapai puncaknya antara tanggal 27 April hingga 27 Juli 1794.

ImageSatu hari sebelum Roberspierre diseret ke tempat hukuman mati, di depan Majelis Nasional, Roberspierre sempat menyampaikan orasi yang menyerang Konspirasi dan membuka tirai mereka dengan mengatakan ada sebuah organisasi rahasia yang bekerja dan menjadi dalang Revolusi Perancis. Roberspierre dengan tegas mengatakan, “Aku tidak berani menyebut nama mereka di tempat ini dan disaat ini pula. Aku juga tidak bisa membuka tirai yang menutupi kelompok ini sejak awal terjadinya peristiwa revolusi. Akan tetapi, aku bisa meyakinkan anda sekalian, dan aku percaya sepenuhnya, bahwa di antara penggerak revolusi ini ada kaki tangan yang diperalat dan melakukan kegiatan amoral dan penyuapan besar-besaran. Kedua sarana itu merupakan taktik yang paling efektif untuk menghancurkan negeri kita yang kita cintai ini…”

Roberspierre, seorang Mason yang diberi kesempatan lebih untuk mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya, ternyata dinilai 13 petinggi Konspirasi Yahudi Internasional telah bertindak melampaui batas. Mereka menetapkan jika Roberspierre harus mati. Maka dalam waktu dekat, Roberspierre pun diseret ke tempat hukuman mati dengan tuduhan yang dibuat-buat.

Sejarah mencatat bahwa di tengah kondisi Perancis yang porak-poranda dan berkecamuknya kerusuhan serta situasi yang tidak menentu, muncullah Napoleon Bonaparte yang penuh kharismatik lewat sebuah kudeta. Sebagai seorang pemimpin militer, Napoleon meyakini kerusuhan di dalam negeri harus diakhiri. Caranya adalah dengan menciptakan satu musuh dari luar yang mampu menjadi musuh bersama bagi rakyat Perancis (The Common Enemy). Ide besar Napoleon ini didukung oleh Konspirasi.

Naiknya Napoleon dalam peta politik Perancis didukung speenuhnya oleh Konspirasi. Demikian pula dengan tumbangnya Napoleon yang juga dimanfaatkan oleh Konspirasi. Bagi Konspirasi Yahudi Internasional, kesetiaan pada kepentingan adalah yang utama, bukan kepada personal.

ImageSalah satu peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan Eropa, terutama bagi Inggris dan Perancis adalah Palagan Waterloo, yang yang terjadi pada tanggal 18 Juni 1815 di sebuah wilayah yang kini berada di Belgia, antar pasukan Napoleon Bonaparte melawan pasukan Eropa yang dipimpin Panglima Perang Kerajaan Inggris, Wellington.

Hasil dari pertempuran besar ini akan sangat berpengaruh pada Eropa di masa depan. Jika Napoleon keluar sebagai pemenang, maka Perancis akan menjadi tuan atas seluruh daratan Eropa. Namun jika Napoleon bisa dikalahkan maka Inggris akan menjadi penguasa keuangan Eropa yang tak kan tergoyahkan.

Ketika dua kekuatan saling berhadapan di medan perang, pasar bursa saham di London benar-benar seperti orang yang sedang demam, panas dingin dengan keringat yang terus keluar, menantikan hasil akhirnya. Betapa tidak, jika Grande Armee de France Napoleon Bonaparte menang maka bisa dipastikan perekonomian Inggris akan hancur. Namun jika Wellington menang, perekonomian negara itu akan melonjak drastis, meroket ke puncak kejayaan dengan menguasai Perancis.

Hal ini diketahui Nathan Rothschild dan segera mengumpulkan agen-agen terbaiknya dan mengirim mereka ke Waterloo untuk mengumpulkan informasi seakurat mungkin. Agen-agen tambahan ditempatkan di beberapa pos komando yang mampu bergerak cepat kapan saja untuk memberi bantuan, dukungan, maupun segi-segi teknis lainnya.

Tanggal 15 Juni 1815, tiga hari sebelum D-Day, seorang agen kepercayaan Rothschild dengan langkah tergesa menaiki sebuah perahu cepat melalui Selat Channel menuju Pantai Dover di Inggris. Orang itu membawa laporan intelijen dari agen-agen Rothschild di lapangan terkait perkembangan terakhir di lapangan. Agen khusus itu tiba di Folkstone dini hari dan dijemput oleh Rothschild pribadi. Dengan cepat dan seksama Rothschild membaca seluruh isi laporan tersebut dan langsung bergegas ke pasar bursa London. Di pasar bursa itu Rothschild sudah menaruh banyak agennya yang telah siap diperintah kapan pun.

Dengan wajah dingin dan kaku seperti biasanya, Nathan Rothschild memasuki gerbang pasar bursa. Seperti biasa, ia berdiri di dekat ‘Pilar Rothschild’ kesukaannya. Agen-agen Rothschild yang sudah berada di pasar bursa sejak beberapa hari lalu, dengan wajah yang juga dingin menunggu isyarat dari bosnya. Entah isyarat apa yang diberikan Rothschild, tiba-tiba saja orang-orang Rothschild ini mulai menumpahkan surat-surat berharga senilai ratusan ribu dollar ke pasar. Begitu kertas-kertas berharga ini dilempar ke pasar dalam jumlah besar, nilainya dengan cepat merosot tajam.

Nathan tetap diam di pilarnya. Ia terus menjual, dan menjual. Nilai kertas-kertas berharga ambruk tidak tertolong. Pialang-pialang lain mulai gelisah melihat sikap Rothschild yang begitu berani melepas semua saham-sahamnya tanpa ampun bagai membuang kertas-kertas yang tidak ada harganya sama sekali. Mereka mulai berspekulasi, bisik-bisik mulai menyebar di antara mereka. Pasar bursa London berdengung bagai suara lebah, “Rothschild sudah tahu! Rothschild sudah tahu! Wellington kalah di Waterloo! Napoleon menang!”

Kepanikan meletus di lantai bursa. Semua pialang mengikuti ulah Rothschild, menumpahkan kertas-kertas berharganya ke pasar tanpa peduli menjadi berapa pun harganya. Tak hanya uang, logam mulia seperti emas dan perak pun dilepas dengan harga obral besar. Hanya satu harapan mereka: berupaya sekuat tenaga mempertahankan kekayaan yang masih tersisa di tangannya. Semuanya terus menukik tajam. Kertas-kertas berharga berserakan di lantai bursa bagaikan gunungan sampah.

Setelah semua harga saham jatuh, dengan wajah tetap dingin, Nathan memberi isyarat lain kepada para agennya. Bandul mulai bergerak berlawanan. Dengan sangat cepat, para agen Rothschild yang tadinya melepas sahamnya, sekarang melesat ke tiap meja yang ada dan memborong seluruh kertas berharga yang teronggok di atas meja dan bertebaran di lantai. Kepanikan telah menyebabkan banyak pialang dan pengusaha tidak lagi bisa berpikir jernih. Mereka tidak lagi melihat perubahan sikap dari Rothschild. Dalam hitungan menit, semua saham, kertas berharga, emas, perak, dan sebagainya kini telah jatuh ke tangan satu orang: Rothschild. Dia menjadi penguasa tunggal dengan modal yang tidak seberapa.

Beberapa hari kemudian berita yang sesungguhnya tentang Palagan Waterloo tiba di London. Wellington menang! Wellington menang! Harga saham, kertas berharga, dan sebagainya yang tadinya begitu murah, dengan cepat melesat meninggi. Kekayaan Rothschild dalam waktu hanya semalam menjadi berlipat-lipat jumlahnya. Tak kurang dari duapuluh kali lipat! Rakyat kebanyakan meloncat-loncat kegirangan di jalanan. Sedang para pengusaha banyak yang merasakan mati sebelum waktunya. Mereka kini telah menjadi budak dari Tuan Rothschild, sang penguasa Inggris dan Eropa yang sesungguhnya. Perekonomian Inggris jatuh ke bawah sepatu Nathan Rothschild pada tahun 1815. Tiga tahun kemudian Perancis menyusul Inggris dan jatuh ke bawah sepatu yang sama.

Frederich Morton, penulis Biografi Dinasti Rothschild menulis, jika dahulu mereka sangat terbuka dalam berbisnis dan menjadi pusat pemberitaan selebritis dunia, maka kini hal itu tidak lagi menjadi kebiasaan keluarga kaya raya tersebut. “Setelah itu mereka menyelimuti kehadirannya dengan kesenyapan, tak terdengar dan tak terlihat…” Menurut Morton, hal ini dilakukan sebagai strategi baru keluarga ini untuk tetap eksis dalam tujuan utamanya memonopoli dunia, menciptakan The New World Order.

Rothschild dan Pendirian Federal Reserve

Ketika Amerika masih terbagi dalam 13 koloni Inggris, Benjamin Franklin mengunjungi London dan menemui sejumlah pemodal Yahudi berpengaruh di sana. Dalam pertemuan yang dicatat dalam Dokumen Senat Amerika halaman 98 butir 33, yang ditulis Robert L. Owen, mantan kepala komisi bank dan keuangan Kongres AS, dilaporkan bahwa wakil-wakil perusahaan Rothschild di London menanyakan kepada Benjamin Franklin hal-hal apa saja yang bisa membuat perekonomian koloni Inggris di seberang lautan itu bisa maju.

Franklin yang masih tercatat sebagai anggota Freemasonry Inggris menjawab, “Masalah itu tidak sulit. Kita akan mencetak mata uang kita sendiri, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh industri yang kita miliki.”

Insting bisnis Rothschild segera bekerja. Ini merupakan satu kesempatan besar untuk menangguk untung di koloni Inggris ini. Namun sebagai langkah awal, hak untuk mencetak uang sendiri bagi koloni di seberang lautan tersebut masih dilarang oleh Inggris sampai waktu yang ditentukan. Namun persiapan ke arah itu sudah dijalankan. Inggris saat itu memang sudah jatuh dalam pelukan Konspirasi.

Amshell Mayer Rothschild sendiri saat itu masih sibuk di Jerman mengurus bisnisnya, yang salah satu cabang usahanya adalah mengorganisir tentara bayaran (The Mercenaries) Jerman bagi Inggris untuk menjaga koloni-koloni Inggris yang sangat luas. Usulan mencetak mata uang sendiri bagi Amerika, lepas dari sistem mata uang Inggris, akhirnya tiba di hadapan Rothschild. Setelah memperhitungkan segala laba yang akan bisa diperoleh, demikian pula dengan penguasaan politisnya, maka Rothschild akhirnya menganggukkan kepalanya. Dengan cepat lahirlah sebuah undang-undang yang memberi hak kepada pemerintah Inggris di koloni Amerika untuk mencetak mata uangnya sendiri bagi kepentingan koloninya tersebut. Seluruh asset koloni Amerika pun dikeluarkan dari Bank Sentral Inggris, sebagai pengembalian deposito sekaligus dengan bunganya yang dibayar dengan mata uang yang baru. Hal ini menimbulkan harapan baru di koloni Amerika. Tapi benarkah demikian?

Dalam jangka waktu setahun ternyata Bank Sentral Inggris—lewat pengaruh pemodal Yahudi—menolak menerima pembayaran lebih dari 50% dari nilai mata uang Amerika, padahal ini dijamin oleh undang-undang yang baru. Dengan sendirinya, nilai tukar mata uang Amerika pun anjlok hingga setengahnya. “…Masa-masa makmur telah berakhir, dan berubah menjadi krisis ekonomi yang parah. Jalan-jalan di seluruh koloni tersebut kini tidak lagi aman,” demikian paparan Benjamin Franklin yang tercatat dalam Dokumen Kongres AS nomor 23.

Belum cukup dengan itu, pemerintah pusat Inggris memberlakukan pajak tambahan kepada koloninya tersebut yakni yang dikenal sebagai Pajak Teh. Keadaan di koloni Amerika bertambah buruk. Kelaparan dan kekacauan terjadi di mana-mana. Ketidakpuasan rakyat berbaur dengan ambisi sejumlah politikus. Situasi makin genting. Dan tangan-tangan yang tak terlihat semakin memanaskan situasi ini untuk mengobarkan apa yang telah terjadi sebelumnya di Inggris dan Perancis: Revolusi.

Dalam sejarah dunia, revolusi merupakan hal yang dibutuhkan tokoh-tokoh dalam bayangan gelap untuk menguasai suatu negara atau suatu wilayah dengan cepat. Tak perduli berapa juta rakyat menjadi korbannya.

ImageSejarah mencatat, bentrokkan bersenjata antara pasukan Inggris melawan pejuang kemerdekaan Amerika Serikat terjadi pada 19 April 1775. Jenderal George Washington diangkat menjadi pimpinan kaum revolusioner. Selama revolusi berlangsung, Konspirasi Yahudi Internasional seperti biasa bermain di kedua belah pihak. Yang satu mendukung Inggris, memberikan utang dan senjata untuk memadamkan ‘pemberontakan kaum revolusioner’, sedang yang lain mendukung kaum revolusioner dengan uang dan juga senjata. Tangan-tangan Konspirasi menyebabkan Inggris kalah dan pada 4 Juli 1776, sejumlah tokoh Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya.

Merdeka secara politis ternyata tidak menjamin kemerdekaan penuh secara ekonomis. Kaum pemodal Yahudi dari Inggris masih saja merecoki pemerintahan yang baru saja terbentuk. Rothschild dan seluruh jaringannya tanpa lelah terus menyusupkan agen-agennya ke dalam tubuh Kongres. Dua orang agen mereka, Alexander Hamilton dan Robert Morris pada tahun 1783 berhasil mendirikan Bank Amerika (bukan bank sentral), sebagai ‘wakil’ dari Bank Sentral Inggris.

Melihat gelagat yang kurang baik, Kongres membatalkan wewenang Bank Amerika untuk mencetak uang. Pertarungan secara diam-diam ini berlangsung amat panas. Antara kelompok pemodal Yahudi dengan sejumlah tokoh Amerika, yang herannya banyak pula yang merupakan anggota Freemasonry, untuk menguasai perekonomian negara yang baru ini.

Thomas Jefferson menulis surat kepada John Quincy Adams, “Saya yakin sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristokrat kaya yang kekuasaannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak.”

Mengetahui surat ini, para pemodal Yahudi amat marah. Nathan Rothschild secara pribadi mengancam Presiden Andrew Jackson akan menciptakan kondisi Amerika yang lebih parah dan krisis berkepanjangan. Tapi Presiden Jackson tidak gentar. “Anda sekalian tidak lain adalah kawanan perampok dan ular. Kami akan menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian semua!”

Pemodal Yahudi benar-benar marah sehingga mendesak Inggris agar menyerbu Amerika dan terjadilah perang lagi pada tahun 1816.

William Guy Carr telah merinci kejadian demi kejadian ini dengan sangat bagus. Presiden Abraham Lincoln sendiri pada malam tanggal 14 April 1865 dibunuh oleh seorang Yahudi bernama John Dickles Booth. Konspirasi memerintahkan pembunuhan ini karena mengetahui bahwa Presiden Lincoln akan segera mengeluarkan sebuah undang-undang yang akan menyingkirkan hegemoni Konspirasi terhadap Amerika. Si pembunuh Lincoln, Dickles Booth, berhubungan dengan Yahuda B. Benjamin, seorang agen Rothschild di Amerika. Booth sendiri tertangkap dan dihukum, sedangkan pihak Konspirasi tetap aman.

Bagi yang tertarik mendalami masa-masa awal berdirinya negara Amerika Serikat, pertarungan antara pihak Kongres-Nasionalis dengan para pemodal Yahudi Internasional dalam menguasai perekonomian AS hingga The Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika berdiri, yang lucunya dimiliki oleh swasta bukan pemerintah, bisa membaca buku William Guy Carr yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Pustaka Alkautsar berjudul “Yahudi Menggenggam Dunia”, sebuah buku lagi yang juga saya rekomendasikan adalah The Creature From Jekyll Island: A Second Look at the Federal Reserve (American Opinion Publishing, Inc; 1994) karya Edward Griffin, yang edisi Indonesianya telah diterbitkan oleh Esok Press dengan judul “Serial The Fed 1: Monster dari Jekyll Island, Sebuah Studi Mendalam Tentang The Federal Reserve” yang didistribusikan oleh LSM PaRaM. Dalam kedua buku tersebut, kita akan bisa memahami bahwa sesungguhnya bangsa Amerika sekarang ini telah menjadi kuda tunggangan, sedang dijajah, oleh satu kekuatan bayangan yang disebut Konspirasi Yahudi Internasional. Bahkan kita akan mendapat kesimpulan yang kuat dan mengagetkan: Negara Amerika Serikat serta seluruh warganegara dan asset-asetnya sebenarnya milik dari The Federal Reserve.

Dalam salah satu kertas presentasinya, seorang profesor Amerika dengan nama samaran “Aristoteles”, menguraikan sebab-sebab kebangkrutan pemerintah Amerika Serikat berjudul “U.S Government Bankruptcy Proceedings”. Walau hanya berisi pokok-pokok peristiwa, namun makalah tersebut sangat penting untuk diketahui. Inilah salinannya:

* Sebelum tahun 1913, pemerintah Amerika memperoleh dana dari tarif impor. Pada saat itu belum ada pajak dikenakan pada warganegara. Mata uang Amerika dibuat dari logam asli atau yang bisa dihargai/dikembalikan sebagai logam—dikenal sebagai “uang asli”.
* Pada tahun 1913 para bankers memutuskan bahwa telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika dan pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.
* Agar ada sirkulasi tambahan uang, kelompok orang mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York”.
* Kemudian Federal Reserve Bank di New York menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450.000.000 melalui bank-bank sebagai berikut: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam (Keluarga Warburg mengontrol German Reichsbank bersama Keluarga Rothschild), Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.
* Karena bank-bank tersebut mempunyai cadangan emas yang besar, maka bank tersebut dapat mengeluarkan mata uang yang dengan jaminan emas tersebut dan mata uang tersebut disebut “Federal Reserve Notes”. Bentuknya sama dengan mata uang Amerika dan masing-masing dapat saling tukar.
* Untuk membayar bunga, pemerintah Amerika menciptakan pajak. Jadi sebenarnya warganegara Amerika membayar bunga kepada Federal Reserve. Pajak ini dimulai tahun 1913, pada tahun yang sama Federal Reserve Bank didirikan. Seluruh pajak yang terkumpul dibayarkan ke Federal Reserve sebagai bunga atas pinjaman.
* Awal tahun 1929, Federal Reserve berhenti menerima uang emas sebagai bayaran. Yang berlaku hanya ‘uang resmi’. Federal Reserve mulai menarik uang kertas yang dijamin emas dari sirkulasi dan menggantinya dengan ‘uang resmi’.
* Sebelum tahun 1929 berakhir, ekonomi Amerika mengalami malapetaka (dikenal dengan masa ‘Great Depression’).
* Tahun 1931, Presiden Amerika Hoover mengumumkan kekuarangan budjet sebesar US$ 902.000.000.
* Tahun 1932 Amerika menjual emas senilai US$ 750.000.000 yang digunakan untuk menjamin mata uang Amerika. Ini sama dengan ‘penjualan likuidasi’ sebuah perusahaan bermasalah. Emas yang dijual ini dibeli dengan potongan (discount rates) oleh bank internsional/bank asing (persis keadaannya seperti di Indonesia sekarang ini), dan pembelinya adalah pemilik Federal Reserve di New York.
* Presiden Roosevelt mengalahkan Presiden Hoover di tahun 1932. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Satu-satunya hal yang harus kita takutkan adalah ketakutan itu sendiri.” Roosevelt melakukan serangkaian keputusan untuk melakukan reorganisasi pemerintahan Amerika sebagai suatu perusahaan. Perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan. Amerika bangkrut karena tidak bisa membayar bunganya akibat berhutang kepada Federal Reserve. Akibat bangkrutnya Amerika, maka bank-bank yang merupakan pemilik Federal Reserve sekarang memiliki SELURUH Amerika, termasuk warganegaranya dan asset-assetnya. Negara Amerika bentuknya adalah anak perusahaan Federal Reserve.

altar_rotshcild

ImageFederal Reserve telah membangkrutkan seluruh asset Amerika Serikat. Seminggu kemudian, di Parlemen, dilakukan tuntutan impeachment terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve, kebanyakan agen-agen Federal Reserve dan para manajer dari Departemen Keuangan Amerika dengan tuduhan “kejahatan luar biasa dan penyalahgunaan wewenang”, termasuk pencurian lebih dari US$ 80.000.000.000 pertahun selama lima tahun (total US$ 400.000.000.000!)

Tahun 1934 Roosevelt memerintahkan seluruh bank di Amerika untuk tutup selama satu minggu dan menarik dari masyarakat emas dan mata uang yang diback-up emas dan menggantinya dengan “seolah-olah uang” yang dicetak Federal Reserve. Tahun itu dikenang sebagai ‘Liburan Bank Nasional’.

Rakyat mulai menahan emasnya karena mereka tidak mau menggunakan kertas tak bernilai “seolah-olah uang”. Karena itu Roosevelt pada tahun 1934 mengeluarkan perintah bahwa setiap warganegara dilarang memiliki emas, karena illegal. Para hamba hukum mulai melakukan penyelisikan pada orang-orang yang memiliki emas, dan segera menyitanya jika ditemukan. (Catatan: Pada saat itu rakyat yang ketakutan berbondong-bondong menukar emasnya dengan sertifikat/bond bertuliskan I.O.U yang ditandatangani oleh Morgenthau, Menteri Keuangan Amerika). Hal ini merupakan perampokan emas besar-besaran yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Tahun 1976 Presiden Carter mencabut aturan ini.

Tahun 1963 Presiden Kennedy memerintahkan Departemen Keuangan Amerika untuk mencetak uang logam perak. Langkah ini mengakhiri kekuasaan Federal Reserve karena dengan memiliki uang sendiri, maka rakyat Amerika tidak perlu membayar bunga atas uangnya sendiri. Lima bulan setelah perintah itu dikeluarkan, Presiden Kennedy mati dibunuh.

Langkah pertama Presiden Johnson adalah membatalkan keputusan Presiden Kennedy dan memerintahkan Departemen Keuangan Amerika untuk menghentikan pencetakan mata uang perak sekaligus menarik mata uang perak dari peredaran untuk dimusnahkan.

Pada hari yang sama Kennedy dimakamkan, Federal Reserve Bank mengeluarkan uang ‘no promise’ yang pertama. Uang ini tidak menjanjikan bahwa mereka akan membayar dalam mata uang yang sah secara hukum, tetapi mata uang ini merupakan alat pembayaran yang berlaku.

Presiden Ronald Reagan merencanakan memperbaiki pemerintahan Amerika sesuai dengan aturan konstitusi. Ia ditembak beberapa bulan kemudian oleh anak dari teman dekatnya, Wakil Presiden George Bush. Reagan bia diselamatkan, dan dia tidak mengeluarkan perintah baru dan pada tahun 1987 untuk melaksanakannya namun perintah tersebut tidak ditanggapi oleh pemerintah Amerika.

Tahun 1993, James Traficant dalam pidatonya yang terkenal di Parlemen mengutuk sistem Federal Reserve sebagai suatu penipuan besar-besaran. Tak lama setelah itu ia menjadi korban penyelidikan korupsi sekali pun tidak ada tuntutan kepadanya selama bertahun-tahun.

Uang dollar yang dicetak sebelum tahun 2000 tertera kata-kata Federal Reserve Bank cabang mana yang mengeluarkan dan menjamin uang tersebut. Pada cetakan tahun 2000 dalam desain mata uang yang baru hanya tertera Federal Reserve System.

Pada tahun 2002, Traficant akhirnya terbukti korupsi. Ia mengatakan bahwa saksi-saksi yang melawan dia semuanya dipaksa untuk berbohong. Ia juga mengeluh karena tidak diperkenankan menghubungi semua orang yang menyelidikinya, sebagai saksi.

Henry Ford pernah berkata, “Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal-usul uang, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi.”

Dinasti Rothschild dan Al-Aqsha

Dinasti Rothschild, selain menguasai The Federal Reserve dan sejumlah bank paling berpengaruh dunia, ternyata juga berjasa besar dalam membangun The Temple Mount dan kota Yerusalem serta bangsa Yahudi pada umumnya. Dengan demikian Rothschild juga harus bertanggungjawab atas kerusakan Masjidil Aqsha sekarang ini.

Rothschild merupakan sponsor utama pembangunan Haikal Sulaiman ketiga yang direncanakan akan berdiri di atas reruntuhan Masjid al-Aqsha. Haikal Sulaiman atau Bait Suci, dalam sejarahnya pernah dua kali dibangun. Yang pertama dibangun oleh Hiram Abiff (Raja Titus, pengikut Lucifer), yang kedua dibangun oleh Raja Herodes (Romawi). Dan untuk yang ketiga, dinasti Rothschild membangun bait ini kembali atas mandat Illuminaty.

Selain Bait Suci, Gedung Mahkamah Agung Israel (The Supreme Court Building) yang arsitektur bangunannya sarat dengan simbol Luciferian, juga dibangun Rothschild. Posisi bangunan-bangunan yang berada di dalam kompleks Knesset ini tersusun dalam garis-garis sejajar berbentuk dua persilangan simbol salib terbalik (inverted cross), sebagaimana tanda salib yang terdapat di dalam gereja setan. Gedung Parlemen dan Gedung Mahkamah Agung berada di garis pendek. Garis panjang yang memotong garis pendek (membentuk salib) akan berakhir di Rockefeller Museum di utara Gunung Moriah. Tarikan garis-garis ini membentuk “anak kunci”. Segala sesuatu mengenai gedung Mahkamah Agung ini berkaitan dengan detail-detail perhitungan matematika yang berunsurkan angka-angka magic yang secara umum disebut “diabolical” (the cult calculation).

Para insinyur yang dipilih untuk pekerjaan pembangunan gedung Supreme Court ini ditentukan oleh Dorothy Rothschild. Yang terpilih kemudian adalah cucu laki-laki dan cucu perempuan Ben-Zion Guine dari Turkey, orang kepercayaan Baron Rothschild : Ram Kurmi, lahir di Yerusalem (1931) dan Ada Karmi Melanede, lahir di Tel Aviv (1936). Mereka adalah orang-orang yang sangat ahli dalam ilmu matematika diabolical dan Ley Lines. Adalah sangat penting bagi para perancang bangunan ini untuk memiliki keahlian seperti itu supaya mereka mampu menyelesaikan bangunannya dalam perhitungan angka-angka religious/spiritual yang tepat di suatu wilayah geografi.

Untuk keseluruhan gedung ada 1000 lembar proyek perencanaan, 1200 tumpukan semen, waktu bekerja adalah 3 tahun (750 hari), dan hanya 20 pekerja ditetapkan untuk bekerja setiap hari selama 200.000 hari kerja, 250.000 batu bangunan yang harus diletakkan dengan tangan dalam posisi-posisi ritual yang penuh arti. Secara utuh bentuk gedung ini menggambarkan T-cross (salib Tau = symbol okultisme bagi dewa-dewa Mesir).

Dalam kompleks ini terdapat “Rothschild emblem” yang merupakan simbol peringatan dan penghargaan kepada dinasti Rothschild generasi pertama, Rothschild dan lima anak laki-lakinya, sebagai pelopor berdirinya bank-bank central di hampir semua Negara Eropa.

Keluarga Rothschild membuat beberapa kesepakatan dengan pemerintah Israel sebelum mereka membangun gedung-gedung di kompleks Knesset, khususnya The Supreme Court. Kesepakatan tersebut antara lain memberikan ijin kepada Rothschild untuk membangun The Supreme Court dengan arsitek sendiri, dan biaya pembangunan seluruhnya ditanggung oleh Rothschilds (tidak seorangpun tahu berapa nilainya). Satu gedung ini saja menghabiskan waktu pembangunan selama tiga tahun ditambah satu tahun untuk mengerjakan begitu banyak “rahasia” di dalamnya.

Memasuki gedung ini, setelah melewati pemeriksaan sekuriti, hal yang pertama bisa dilihat adalah foto besar di dinding sebelah kiri. Di bagian kiri foto itu terlihat Teddy Kollek, kemudian Lord Rothschild, disebelah kanan berdiri Shimon Peres, di bawah kiri adalah Yitzhak Rabin. Yang lainnya adalah keluarga Rothschild yang terlibat dalam pembangunan The Supreme Court.

Dinasti Rothschild merupakan salah satu dinasti terkuat Luciferian di dunia sejak dulu hingga kini. Kelimpahan materi yang sangat banyak, juga kehidupannya, semata-mata dipersembahkan bagi agama Luciferiannya. Dalam hal ini Rothschild jauh lebih saleh ketimbang orang-orang yang mengaku beragama monotheisme namun malah memperdagangan agama itu sendiri demi mengambil keuntungan materi bagi diri pribadi dan keluarganya. Wallahu’alam bishawab. (Tamat/ridyasmara)

Diambil dari: http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/rothschild-bank-inggris-dan-the-federal-reserve-1.htm

Obama Nilai Penting Peran Indonesia di Dunia

http://international.okezone.com/read/2010/11/10/18/391757/18/obama-nilai-penting-peran-indonesia-di-dunia

Rabu, 10 November 2010 - 11:12 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Presiden Obama di kampus UI (Foto: Reuters)

DEOPK - Presiden Amerika Serikat (AS) yang memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok hari ini, mengisyarakat peran penting Indonesia di dunia internasional.


Salah satu yang menjadi perhatian Presiden Obama atas peran Indonesia adalah penegakan HAM di ASEAN. Kembali Presiden kulit hitam pertama AS tersebut mengecam hasil Pemilu Myanmar, yang dinilainya tidak jujur dan tidak adil.

"Kami (AS) mengecam hasil pemilu di Myanmar, untuk itu kami berharap Indonesia dapat membantu perkembangan demokrasi di kawasan Asia Tenggara," ucap Presiden Obama dalam kuliah umumnya.

Di mata Presiden Obama, Indonesia dinilai sangat spiritualis. "Negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Di masa lalu, hubungan AS dengan dunia Muslim amatlah buruk. Sebagai Presiden AS saya akan memulai untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam," lanjut Obama.

Obama juga menegaskan, jika AS tidak akan pernah berperang melawan Islam. Tetapi dia menganggap penting seluruh dunia akan ancaman teroris. Dunia internasional harus bekerja sama untuk memerangi teroris, khususnya AL Qaeda.

Presiden AS ke-44 ini juga menyatakan akan bekerja keras untuk membantu perdamaian di Israel dan Palestina. Pembentukan dua negara adalah tujuan utama dalam perundingan perdamaian Timur Tengah.

Obama Nilai Penting Peran Indonesia di Dunia

Rabu, 10 November 2010 - 11:12 wib
Fajar Nugraha - Okezone


Presiden Obama di kampus UI (Foto: Reuters)

DEOPK - Presiden Amerika Serikat (AS) yang memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok hari ini, mengisyarakat peran penting Indonesia di dunia internasional.


Salah satu yang menjadi perhatian Presiden Obama atas peran Indonesia adalah penegakan HAM di ASEAN. Kembali Presiden kulit hitam pertama AS tersebut mengecam hasil Pemilu Myanmar, yang dinilainya tidak jujur dan tidak adil.

"Kami (AS) mengecam hasil pemilu di Myanmar, untuk itu kami berharap Indonesia dapat membantu perkembangan demokrasi di kawasan Asia Tenggara," ucap Presiden Obama dalam kuliah umumnya.

Di mata Presiden Obama, Indonesia dinilai sangat spiritualis. "Negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Di masa lalu, hubungan AS dengan dunia Muslim amatlah buruk. Sebagai Presiden AS saya akan memulai untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam," lanjut Obama.

Obama juga menegaskan, jika AS tidak akan pernah berperang melawan Islam. Tetapi dia menganggap penting seluruh dunia akan ancaman teroris. Dunia internasional harus bekerja sama untuk memerangi teroris, khususnya AL Qaeda.

Presiden AS ke-44 ini juga menyatakan akan bekerja keras untuk membantu perdamaian di Israel dan Palestina. Pembentukan dua negara adalah tujuan utama dalam perundingan perdamaian Timur Tengah.

Wikipedia

Search results

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907