Friday, 9 March 2012

Misteri Sejarah Merah Putih

Bila kita melihat deretan bendera yang dikibarkan dari berpuluh-puluh bangsa di atas tiang, maka terlintas di hati kita bahwa masing-masing warna atau gambar yang terdapat di dalamnya mengandung arti, nilai, dan kepribadian sendiri-sendiri, sesuai dengan riwayat bangsa masing-masing.

Demikian pula dengan bendera merah putih bagi Bangsa Indonesia. Warna merah dan putih mempunyai arti yang sangat dalam, sebab kedua warna tersebut tidak begitu saja dipilih dengan cuma–cuma, melainkan melalui proses sejarah yang begitu panjang dalam perkembangan Bangsa Indonesia.
1. Menurut sejarah, Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan. Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan Austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik.


Sekitar 4000 tahun yang lalu terjadi perpindahan kedua, yaitu masuknya orang Indonesia kuno dari Asia Tenggara dan kemudian berbaur dengan pendatang yang terlebih dahulu masuk ke Nusantara. Perpaduan dan pembauran inilah yang kemudian melahirkan turunan yang sekarang kita kenal sebagai Bangsa Indonesia.
Pada Zaman itu ada kepercayaan yang memuliakan zat hidup atau zat kesaktian bagi setiap makhluk hidup yaitu getah-getih. Getah-getih yang menjiwai segala apa yang hidup sebagai sumbernya berwarna merah dan putih. Getah tumbuh-tumbuhan berwarna putih dan getih (dalam Bahasa Jawa/Sunda) berarti darah berwarna merah, yaitu zat yang memberikan hidup bagi tumbuh-tumbuhan, manusia, dan hewan. Demikian kepercayaan yang terdapat di Kepulauan Austronesia dan Asia Tenggara.
2. Pada permulaan masehi selama 2 abad, rakyat di Kepulauan Nusantara mempunyai kepandaian membuat ukiran dan pahatan dari kayu, batu, dan lainnya, yang kemudian ditambah dengan kepandaian mendapat pengaruh dari kebudayaan Dong Song dalam membuat alat-alat dari logam terutama dari perunggu dan besi. Salah satu hasil yang terkenal ialah pembuatan gendering besar dari perunggu yang disebut nekara dan tersebar hampir di seluruh Nusantara. Di Pulau Bali gendering ini disebut Nekara Bulan Pajeng yang disimpan dalam pura. Pada nekara tersebut diantaranya terdapat lukisan orang menari dengan hiasan bendera dan umbul-umbul dari bulu burung. Demikian juga di Gunung Kidul sebelah selatan Yogyakarta terdapat kuburan berupa waruga dengan lukisan bendera merah putih berkibar di belakang seorang perwira menunggang kerbau, seperti yang terdapat di kaki Gunung Dompu.
Sejak kapan bangsa-bangsa di dunia mulai memakai bendera sebagai identitas bangsanya? Berdasarkan catatan sejarah dapat dikemukakan bahwa awal mula orang menggunakan bendera dimulai dengan memakai lencana atau emblem, kemudian berkembang menjadi tanda untuk kelompok atau satuan dalam bentuk kulit atau kain yang dapat berkibar dan mudah dilihat dari jauh. Berdasarkan penelitian akan hasil-hasil benda kuno ada petunjuk bahwa Bangsa Mesir telah menggunakan bendera pada kapal-kapalnya, yaitu sebagai batas dari satu wilayah yang telah dikuasainya dan dicatat dalam daftar. Demikian juga Bangsa Cina di zaman kaisar Chou tahun 1122 sebelum masehi.
Bendera itu terikat pada tongkat dan bagian puncaknya terdapat ukiran atau totem, di bawah totem inilah diikatkan sepotong kain yang merupakan dekorasi. Bentuk semacam itu didapati pada kebudayaan kuno yang terdapat di sekitar Laut Tengah. Hal itu diperkuat juga dengan adanya istilah bendera yang terdapat dalam kitab Injil. Bendera bagi raja tampak sangat jelas, sebab pada puncak tiang terdapat sebuah symbol dari kekuasaan dan penguasaan suatu wilayah taklukannya. Ukiran totem yang terdapat pada puncak atau tiang mempunyai arti magis yang ada hubungnnya dengan dewa-dewa. Sifat pokok bendera terbawa hingga sekarang ini.
Pada abad XIX tentara napoleon I dan II juga menggunakan bendera dengan memakai lambang garuda di puncak tiang. Perlu diingat bahwa tidak semua bendera mempunyai arti dan ada hubungannya dengan religi. Bangsa Punisia dan Yunani menggunakan bendera sangat sederhana yaitu untuk kepentingan perang atau menunjukkan kehadiran raja atau opsir, dan juga pejabat tinggi negara. Bendera Yunani umumnya terdiri dari sebuah tiang dengan kayu salib atau lintang yang pada puncaknya terdapat bulatan. Dikenal juga perkataan vaxillum (kain segi empat yang pinggirnya berwarna ungu, merah, atau biru) digantung pada kayu silang di atas tombak atau lembing.
Ada lagi yang dinamakan labarum yang merupakan kain sutra bersulam benang emas dan biasanya khusus dipakai untuk Raja Bangsa Inggris menggunakan bendera sejak abad VIII. Sampai abad pertengahan terdapat bendera yang menarik perhatian yaitu bendera “gunfano” yang dipakai Bangsa Germania, terdiri dari kain bergambar lencana pada ujung tombak, dan dari sinilah lahir bendera Prancis yang bernama “fonfano”.
Bangsa Viking hampir sama dengan itu, tetapi bergambar naga atau burung, dikibarkan sebagai tanda menang atau kalah dalam suatu pertempuran yang sedang berlangsung. Mengenai lambang-lambang yang menyertai bendera banyak juga corak ragamnya, seperti Bangsa Rumania pernah memakai lambang burung dari logam, dan Jerman kemudian memakai lambang burung garuda, sementara Jerman memakai bendera yang bersulam gambar ular naga.

Tata cara pengibaran dan pemasangan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung, kibaran bendera putih sebagai tanda menyerah (dalam peperangan) dan sebagai tanda damai rupanya pada saat itu sudah dikenal dan etika ini sampai sekarang masih digunakan oleh beberapa Negara di dunia.


3. Pada abad VII di Nusantara ini terdapat beberapa kerajaan. Di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya yang pada hakikatnya baru merupakan kerajaan dengan kekuasaan terbatas, satu sama lainnya belum mempunyai kesatuan wilayah. Baru pada abad VIII terdapat kerajaan yang wilayahnya meliputi seluruh Jawa yaitu Kerajaan Mataram Kuno yang berlangsung sampai abad XII. Salah satu peninggalannya adalah Candi Borobudur , dibangun pada tahun 824 Masehi dan pada salah satu dindingnya terdapat “pataka” di atas lukisan dengan tiga orang pengawal membawa bendera merah putih sedang berkibar. Kata dwaja atau pataka sangat lazim digunakan dalam kitab jawa kuno atau kitab Ramayana. Gambar pataka yang terdapat pada Candi Borobudur, oleh seorang pelukis berkebangsaan Jerman dilukiskan dengan warna merah putih. Pada Candi Prambanan di Jawa Tengah juga terdapat lukisan Hanoman terbakar ekornya yang melambangkan warna merah (api) dan warna putih pada bulu badannya. Hanoman = kera berbulu putih. Hal tersebut sebagai peninggalan sejarah di abad X yang telah mengenal warna merah dan putih.

Prabu Erlangga, digambarkan sedang mengendarai burung besar, yaitu Burung Garuda yang juga dikenal sebagau burung merah putih. Denikian juga pada tahun 898 sampai 910 Raja Balitung yang berkuasa untuk pertama kalinya menyebut dirinya sebagai gelar Garuda Muka, maka sejak masa itu warna merah putih maupun lambang Garuda telah mendapat tempat di hati Rakyat Indonesia.

4. Kerajaan Singosari berdiri pada tahun 1222 sampai 1292 setelah Kerajaan Kediri, mengalami kemunduran. Raja Jayakatwang dari Kediri saat melakukan pemberontakan melawan Kerajaan Singosari di bawah tampuk kekuasaan Raja Kertanegara sudah menggunakan bendera merah – putih , tepatnya sekitar tahun 1292. Pada saat itu tentara Singosari sedang dikirim ke Semenanjung Melayu atau Pamelayu. Jayakatwang mengatur siasat mengirimkan tentaranya dengan mengibarkan panji – panji berwarna merah putih dan gamelan kearah selatan Gunung Kawi. Pasukan inilah yang kemudian berhadapan dengan Pasukan Singosari, padahal pasukan Singosari yang terbaik dipusatkan untuk menghadang musuh di sekitar Gunung Penanggungan. Kejadian tersebut ditulis dalam suatu piagam yang lebih dikenal dengan nama Piagam Butak. Butak adalah nama gunung tempat ditemukannya piagam tersebut terletak di sebelah selatan Kota Mojokerto. Pasukan Singosari dipimpin oleh R. Wijaya dan Ardaraja (anak Jayakatwang dan menantu Kertanegara). R. Wijaya memperoleh hadiah sebidang tanah di Desa Tarik, 12 km sebelah timur Mojokerto. Berkibarlah warna merah – putih sebagai bendera pada tahun 1292 dalam Piagam Butak yang kemudian dikenal dengan piagam merah – putih, namun masih terdapat salinannya. Pada buku Paraton ditulis tentang Runtuhnya Singosari serta mulai dibukanya Kerajaan Majapahit dan pada zaman itu pula terjadinya perpaduan antara Ciwaisme dengan Budhisme.

5. Demikian perkembangan selanjutnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, menunjukkan bahwa putri Dara Jingga dan Dara Perak yang dibawa oleh tentara Pamelayu juga mangandung unsur warna merah dan putih (jingga=merah, dan perak=putih). Tempat raja Hayam Wuruk bersemayam, pada waktu itu keratonnya juga disebut sebagai keraton merah – putih, sebab tembok yang melingkari kerajaan itu terdiri dari batu bata merah dan lantainya diplester warna putih. Empu Prapanca pengarang buku Negarakertagama menceritakan tentang digunakannya warna merah – putih pada upacara kebesaran Raja Hayam Wuruk. Kereta pembesar – pembesar yang menghadiri pesta, banyak dihiasi merah – putih, seperti yang dikendarai oleh Putri raja Lasem. Kereta putri Daha digambari buah maja warna merah dengan dasar putih, maka dapat disimpulkan bahwa zaman Majapahit warna merah – putih sudah merupakan warna yang dianggap mulia dan diagungkan. Salah satu peninggalan Majapahit adalah cincin warna merah putih yang menurut ceritanya sabagai penghubung antara Majapahit dengan Mataram sebagai kelanjutan. Dalam Keraton Solo terdapat panji – panji peninggalan Kyai Ageng Tarub turunan Raja Brawijaya yaitu Raja Majapahit terakhir. Panji – panji tersebut berdasar kain putih dan bertuliskan arab jawa yang digaris atasnya warna merah. Hasil penelitian panitia kepujanggaan Yogyakarta berkesimpulan antara lain nama bendera itu adalah Gula Kelapa . dilihat dari warna merah dan putih. Gula warna merah artinya berani, dan kelapa warna putih artinya suci.
6. Di Sumatra Barat menurut sebuah tambo yang telah turun temurun hingga sekarang ini masih sering dikibarkan bendera dengan tiga warna, yaitu hitam mewakili golongan penghulu atau penjaga adat, kuning mewakili golongan alim ulama, sedangkan merah mewakili golongan hulu baling. Ketiga warna itu sebenarnya merupakan peninggalan Kerajaan Minang pada abad XIV yaitu Raja Adityawarman. Juga di Sulawesi di daerah Bone dan Sopeng dahulu dikenal Woromporang yang berwarna putih disertai dua umbul – umbul di kiri dan kanannya. Bendera tersebut tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga di samudera , di atas tiang armada Bugis yang terkenal. Bagi masyarakat Batak terdapat kebudayaan memakai ulos semacam kain yang khusus ditenun dengan motif tersendiri. Nenek moyang orang Batak menganggap ulos sebgai lambang yang akan mendatangkan kesejahteraan jasmani dan rohani serta membawa arti khusus bagi yang menggunakannya. Dalam aliran animisme Batak dikenal dengan kepercayaan monotheisme yang bersifat primitive, bahwa kosmos merupakan kesatuan tritunggal, yaitu benua atas dilambangkan dengan warna merah dan benua bawah dilambangkan dengan warna hitam. Warna warna ketiga itu banyak kita jumpai pada barang-barang yang suci atau pada hiasan-hiasan rumah adat. Demikian pula pada ulos terdapat warna dasar yang tiga tadi yaitu hitam sebagai warna dasar sedangkan merah dan putihnya sebagai motif atau hiasannya. Di beberapa daerah di Nusantara ini terdapat kebiasaan yang hampir sama yaitu kebiasaan memakai selendang sebagai pelengkap pakaian kaum wanita. Ada kalanya pemakaian selendang itu ditentukan pemakaiannya pada setiap ada upacara – upacara, dan sebagian besar dari moti-motifnya berwarna merah dan putih.

7. Ketika terjadi perang Diponegoro pada tahun 1825-1830 di tengah – tengah pasukan Diponegoro yang beribu – ribu juga terlihat kibaran bendera merah – putih, demikian juga di lereng – lereng gunung dan desa – desa yang dikuasai Pangeran Diponegoro banyak terlihat kibaran bendera merah – putih. Ibarat gelombang samudera yang tak kunjung reda perjuangan Rakyat Indonesia sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, putra – putra Indonesia yang dipimpin Sultan Agung dari Mataram, Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten, Sultan Hasanudin, Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Pangeran Antasari, Pattimura, Diponegoro dan banyak lagi putra Indonesia yang berjuang untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, sekalipun pihak penjajah dan kekuatan asing lainnya berusaha menindasnya, namun semangat kebangsaan tidak terpadamkan.


Pada abad XX perjuangan Bangsa Indonesia makin terarah dan menyadari akan adanya persatuan dan kesatuan perjuangan menentang kekuatan asing, kesadaran berbangsa dan bernegara mulai menyatu dengan timbulnya gerakan kebangsaan Budi Utomo pada 1908 sebagai salah satu tonggak sejarah.

Kemudian pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri sebuah perguruan nasional Taman Siswa dibawah pimpinan Suwardi Suryaningrat. Perguruan itu telah mengibarkan bendera merah putih dengan latar dasar warna hijau yang tercantum dalam salah satu lagu antara lain : Dari Barat Sampai ke Timur, Pulau-pulau Indonesia, Nama Kamu Sangatlah Mashur Dilingkungi Merah-putih. Itulah makna bendera yang dikibarkan Perguruan Taman Siswa.

sumber : http://beritaaneh.com/2010/08/misteri-sejarah-merah-putih/

Wednesday, 7 March 2012

Negara akan kolaps jika bbm tidak naik

detikFinance: Jero Wacik: Jika BBM Tidak Naik, Negara akan Kolaps




Jakarta - Pemerintah mengaku terpaksa menaikan harga bahan bakar (BBM) yang diajukan dalam Rancangan APBN Perubahan 2012. Jika BBM tidak dinaikan segera maka negara bisa kolaps (bangkrut).

Demikian disampaikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada kepada wartawan seusai Sidang Paripurna ke-1 Dewan Energi Nasional (DEN) di Kementerian ESDM, Rabu (7/3/2012)

"Kenaikan harga BBM ini terpaksa, karena jika tidak dilakukan dapat berakibat negera akan kolaps, pemerintah akan kolaps dan rakyat pun akan kolaps," katanya.

Pasalnya menurut Jero, keputusan menaikan harga BBM ini dikarenakan harga minyak dunia yang terus melonjak. "Bahkan mantan Menteri ESDM yang hadir di rapat paripurna DEN memprediksi harga minyak dunia dapat mencapai US$ 150 per barel bahkan bisa melonjak US$ 200 per barel. Jika hal itu terjadi maka keuangan negara atau APBN kita akan kolaps karena harus terus mensubsidi minyak," yakin Jero.

Jero mengharapkan rakyat hendaknya mengerti keputusan yang diambil pemerintah ini. "Jangan nilai ini dikarenakan partai politik, buat pemilu, saya tegaskan, kenaikan ini untk melindungi negara ini dan rakyat juga," tegas Jero.

Seperti diketaui, Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah minta harga bensin premium dan solar naik Rp 1.500/liter. "Ada 2 opsi, pertama kenaikan harga jual eceran premium dan solar sebesar Rp 1.500 per liter," tegas Jero.

Selain itu, opsi keduanya adalah memberikan subsidi secara konstan atau tetap Rp 2.000 per liter untuk bensin premium dan solar. Jadi jika ada lonjakan harga, subsidi tak berubah dan yang berubah hanya harga jualnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menyatakan jika harga BBM subsidi naik Rp 1.500 maka pemerintah akan mendapat penghematan Rp 57 triliun dengan dampak inflasi di kisaran 1,6%.

ANTARA GHAIB dan KLENIK

 Dalam sejarah dunia perklenikan, Indonesia pernah mengalami masa-masa "keemasannya", yaitu pada zaman bangsa ini masih dikuasai oleh kerajaan-kerajaan yang terdapat hampir di seluruh pelosok tanah air. Ketika itu, banyak sekali orang-orang sakti mandraguna dengan berbagai ilmu kedigdayaan, ajian-ajian, dan senjata-senjata andalan yang dimiliki.

Namun ternyata, segala macam ilmu klenik itu tidak berkutik ketika berhadapan dengan Belanda. Ilmu-ilmu yang konon sangat ampuh itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi penjajah Belanda. Mereka tidak mempan oleh ilmu-ilmu klenik. Bahkan kemudian, bangsa ini takluk di bawah penjajahan Belanda hingga 350 tahun lamanya. Sungguh ironis, karena tatkala Belanda menjajah, Indonesia masih berada dalam masa-masa "keemasan" di dunia perklenikannya!

Selanjutnya, lebih ironis lagi. Sudah tahu ilmu-ilmu klenik tidak mempan melawan Belanda, anak bangsa ini masih saja banyak yang mempelajari dan percaya pada hal-hal yang berbau klenik. Dan itu berlangsung terus hingga masa kita sekarang ini. Masa dimana kita sudah merdeka dan modern.

Dunia klenik sangat berkaitan erat dengan dunia ghaib. Meskipun tentu saja ada sedikit perbedaan. Atau mungkin bisa dikatakan bahwa klenik adalah sub bagian dari masalah ghaib. Atau bisa juga dikatakan, bahwa klenik adalah penyelewengan non-ilmiah dari sesuatu yang bernama ghaib. Dan, sebagai seorang mukmin, kita harus percaya kepada yang ghaib. Tetapi untuk klenik, nanti dulu.

*   *   *

Bicara soal klenik, tidak bisa lepas dari bicara soal jin. Dan bicara soal jin, mau tak mau harus menyinggung masalah ghaib. Nah, tentang hal ini ada empat macam kelompok menyangkut hubungan antara manusia dengan dunia ghaib dan klenik ini.

Kelompok pertama; Adalah mereka yang tidak percaya sama sekali kepada dunia ghaib, hal-hal yang berbau klenik, dan termasuk juga tidak percaya akan adanya jin. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sangat mendewa-dewakan akal dan para pemuja logika. Mereka menyebut dirinya sebagai orang yang yang berpikiran rasional. Atau, mungkin lebih tepat jika dikatakan rasio minded.

Mereka yang masuk dalam kelompok ini selalu menilai segala permasalahan dan mengamati semua fenomena yang ada hanya berdasarkan logika an sich. Sedikit saja ada yang tidak bisa diterima akal, langsung mereka tolak. Akan tetapi, biasanya orang-orang semacam ini akan berbalik seratus delapan puluh derajat apabila kena batunya. Dalam arti kata, sekali saja di antara mereka ada yang mengalami sendiri peristiwa ini, atau melihat langsung dengan mata kepalanya, niscaya dia akan menjadi orang yang akan sangat percaya kepada hal-hal yang berbau klenik, mistik, dan yang semacamnya. Karena, dia sudah kena batunya!

Kelompok kedua; Adalah mereka yang kelewat percaya kepada hal-hal seperti ini. Siapa pun bisa masuk ke dalam kelompok ini. Entah itu, pejabat, artis, seniman, intelektual, atau bahkan ustadz dan kyai sekalipun. Karena memang negara ini sudah terlalu dalam terjerumus ke jurang perklenikan, mistik, dan kemusyrikan. Sehinga orang-orang yang dikenal sebagai orang pandai dan tokoh publik pun terkadang masih saja percaya kepada klenik dan mistik.

Orang semacam mereka ini, selalu mengait-ngaitkan suatu masalah atau kejadian dengan hal-hal yang berbau klenik dalam berbagai kisi kehidupannya. Seolah-olah jika tidak berklenik-ria, hidup mereka menjadi tidak afdhal. Bahkan tidak jarang untuk melakukan sesuatu atau mengambil satu keputusan penting pun, mereka menunggu wangsit atau mimpi terlebih dulu. Dan, fenomena semacam inilah yang paling banyak berada di sekitar kita.

Kelompok ketiga; Hampir sama dengan sebelumnya, akan tetapi kelompok ini jauh lebih parah lagi. Karena mereka adalah orang-orang yang sudah diperbudak oleh klenik. Mereka adalah para dukun, tukang sihir, tukang santet, �orang pintar�, paranormal, dan yang satu species dengan mereka. Sejatinya, mereka adalah para budak setan dan jin. Mereka sadar ataupun tidak, mengaku maupun tidak, telah mengadakan perjanjian tertentu dengan jin untuk melakukan hal-hal yang dikehendaki oleh sang tuan jin. Sebagai imbalannya, mereka mendapatkan kelebihan dan daya linuwih di atas rata-rata manusia. Bentuknya macam-macam. Ada yang ahli di bidang pengobatan. Ada yang pakar santet. Ada yang jago meramal. Ada yang buka biro jodoh. Dan paling banyak adalah yang jago tipu!

Anggota kelompok ini, yakni dukun and his gank, mempunyai andil sangat besar dalam memperparah keterpurukun bangsa ini ke dalam jurang perklenikan dan segala hal yang beraroma mistik. Merekalah yang turut berperan menambah kebodohan bangsa yang sudah terlanjur bodoh ini. Korban mereka beraneka ragam. Dari yang katanya cerdas, hingga yang benar-benar bodoh. Dari elit politik, sampai orang yang benar-benar tidak tahu politik. Dari mereka yang ahli berakting di sinetron, sampai orang yang sama sekali tidak tahu apa itu sinetron. Dan akhirnya, jadilah bangsa ini menjadi bangsa klenik yang selamanya tidak akan pernah maju (jika terus berklenik-ria). Bagaimana mau maju, wong Menteri Agama yang katanya pintar agama saja percaya sama klenik!

Adapun kelompok yang keempat, adalah kaum muslimin yang percaya kepada kepada hal-hal ghaib sebatas yang diberitahukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam kitab-Nya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sunnahnya. Ini adalah kelompok Ahlu sunnah wal jama�ah, dan inilah yang benar (semoga kita termasuk di dalamnya. Amin). Merekalah orang Islam dalam arti kata yang sesungguhnya. Bukan Islam-islaman, dan bukan pula Islam abangan. Apalagi Islam klenik. Bagaimanapun juga, sebagai orang Islam harus percaya kepada yang ghaib. Karena agama memang memerintahkan demikian. Misalnya, dalam Al-Qur`an disebutkan, �� Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, menegakkan shalat, dan menginfakkan dari sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.� (Al-Baqarah: 3)

Akan tetapi, ghaib bukan berarti klenik. Ghaib adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat. Namun ia dapat dirasa, didengar, dan diketahui. Meskipun tidak selalu demikian. Allah adalah Ghaib, malaikat adalah ghaib, surga dan neraka adalah ghaib, masa lalu adalah ghaib, masa akan datang adalah ghaib, sesuatu yang sedang terjadi di tempat lain adalah ghaib, dan jin juga merupakan bagian dari yang namanya ghaib.

Apabila seorang muslim percaya kepada hal-hal ghaib dan memahami secara benar apa yang dimaksud dengan ghaib, niscaya dia tidak akan terperosok ke dalam dunia klenik dan mistik. Karena, sebenarnya klenik-klenik dan mistik-mistik itu tak lain dan tak bukan adalah ulah jin juga. Itu semua adalah tipu daya setan (jin kafir) yang memang selalu ingin menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Dengan segala kelebihan dan kelicikannya, setan-setan brengsek ini bisa melakukan apa pun demi memperdaya manusia.

Setan bisa membisiki manusia, lalu dikira wangsit (dasar orang goblok, bisikan setan dikira wangsit). Setan dapat datang kepada manusia lewat mimpi dengan mengubah wujudnya dalam rupa seorang syaikh dan mengaku-ngaku sebagai syaikh fulan. Setan sanggup masuk ke dalam tubuh manusia untuk menyakiti dari dalam dan dapat juga masuk ke tubuh manusia untuk mengambil suatu penyakit, yang bisa jadi dia-dia juga biang keroknya. Lalu terkenallah apa yang disebut sebagai pengobatan alternatif. Setan dapat memberitahukan hal-hal yang tidak diketahui (baca; ghaib) manusia, lalu terkenallah si anu dengan kemampuannya membaca alam ghaib! Setan bisa melindungi seseorang dari serangan senjata tajam, sehingga orang pun merasa dirinya memiliki ilmu kebal. Padahal tanpa disadari, dia telah melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan syarat dari setan untuk mendapatkan ilmu kebal tersebut. Setan dapat menyakiti dan membunuh orang, lalu terkenallah apa yang disebut sebagai santet. Padahal, percayalah, si tukang santet tak akan mampu melakukannya tanpa melakukan syarat-syarat tertentu yang diminta setan. Demikian dan seterusnya.

Sebagai muslim. Kita harus percaya kepada hal ghaib. Tapi jangan mau kalau Anda disuruh percaya kepada klenik dan mistik. Itu adalah tipu daya setan!

 *     *     *

Catatan : Tulisan ini pernah dimuat di majalah SABILI dalam salah satu edisinya di tahun 2002 M/1423 H.

sumber : http://assunnah.jeeran.com/klenik.htm

Tuesday, 6 March 2012

CIRI CIRI RATU ADIL :



CIRI CIRI RATU ADIL :

1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan, ketenteraman dan kebahagiaan.

2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’

3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirullah (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.

4. Di bawah payung kuning; keberanian berdiri di atas dasar kebenaran yang bersifat universal.

5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.

6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Tuhan YME, sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup di muka bumi (nusantara) agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap ipokrit. Minimal di bumi nusantara.

7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg wajahnya tampan rupawan sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.

8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dlm kandungan rahim ibu, badan halus/ruhnya, sudah digembleng oleh para leluhur eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula makna makrifat islam dan hakikat dari semua agama yang ada di bumi nusantara. Ruh calon ratu adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; atas dasar ketajaman

RAHSA SEJATI

Monday, 5 March 2012

Dialog DPRD Jabar dengan Keraton dan Masyarakat Cirebon


Dialog DPRD Jabar dengan Keraton dan Masyarakat Cirebon




 Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. H.Uu Rukmana, M.Si mengungkapkan keraton-keraton yang ada di wilayah Cirebon bukan hanya merupakan budaya lokal, namun sudah menjadi kekayaan budaya nasional bahkan internasional karena itu sudah sewajarnya bila keberadaan keraton-keraton tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah.Terkait dengan hal tersebut menurut Uu, DPRD Provinsi Jawa Barat sangat membutuhkan masukan-masukan serta pendapat dari seluruh elemen masyarakat di Cirebon agar pemerintah bisa membuat kebijakan yang benar-benar mengedepankan pelestarian budaya keraton.
   " Karena itulah melalui kegiatan dialog hearing ini silahkan sampaikan aspirasi serta masukan-masukan kepada kami dan kami akan memperjuangkan agar nantinya pelestarian keraton tidak saja membawa manfaat bagi sektor  budaya namun memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar," demikian dikatakan Uu Rukmana pada acara dialog hearing DPRD Provinsi Jawa Barat dengan tokok-tokoh Keraton, budayawan serta pelaku usaha di Cirebon (3/3).
   Sultan Keraton Kacirebonan PR. Abdul Gani Natadiningrat selaku tuan rumah mengemukakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan dialog/hearing DPRD Provinsi Jawa Barat di Keraton Kacirebonan dan mengharapkan melalui kegiatan ini perhatian pemerintah terhadap keraton dapat lebih ditingkatkan.
   " Saya berharap keraton dapat menjadi pusat budaya yang juga membawa manfaat perekonomian bagi masyarakat sekitarnya."
   Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon Nasarudin Azis yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengharapkan agar pihak Pemprov Jabar dapat melakukan pembinaan kepada keraton-keraton yang ada di Cirebon sehingga dapat ditumbuhkembangkan menjadi tujuan wisata yang menarik banyak wisatawan yang akhirnya memberi manfaat bagi masyarakat.
   Terkait dengan upaya pelestarian budaya ini, Uu Rukmana memandang perlunya regulasi berupa peraturan daerah  mengenai cagar budaya yang mengatur kewenangan provinsi, kab/kota dengan lengkap dengan aturan reward dan punishment serta mekanisme pemberian bantuan agar jumlah cagar budaya di Jawa Barat tidak berkurang karena kurangnya perhatian pemerintah.
   Dialog hearing merupakan kegiatan rutin DPRD Provinsi Jawa Barat yang bertujuan menjaring aspirasi, masukan serta pendapat dari masyarakat dan juga dalam rangka sosialisasi kegiatan DPRD. Kegiatan dialog hearing yang kali ini dilaksanakan di Keraton Kacirebonan ini berthemakan  "Upaya Peningkatan Sektor Perekonomian yang Berbasis Budaya Lokal". Selain dihadiri oleh kalangan keraton, budayawan serta pelaku usaha  dan masyarakat  di Cirebon juga dihadiri oleh Anggota DPRD dari Komisi B dan E serta Anggota DPRD Jabar asal daerah pemilihan Jabar VIII (Kab/Kota Cirebon).


 

Wikipedia

Search results

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907