Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Friday, 18 March 2011

Imam Mahdi : Rahasia Kegemilangan Umat Islam pada Zaman Modern (edisi Indonesia)

http://buku2gratis.blogspot.com/2009/12/imam-mahdi-rahasia-kegemilangan-umat.html


Kita telah melihat hadist-hadist tentang Kebangkitan Islam kedua. Hadist-hadist itu menyebutkan janji Tuhan tentang kebangkitan Islam kedua di akhir zaman ini. Kita telah ketahui bahwa ciri-ciri zaman zekarang adalah telah memenuhi ciri-ciri akhir zaman. Kerusakan ada dimana-mana. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah jauh dari Tuhan. Islam sudah tidak memiliki jati dirinya. Islam sudah dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh Islam. Bukan karena besarnya musuh-musuh Islam, tapi karena lemahnya umat Islam itu sendiri. Kita telah ketahui bahwa banyak negara-negara Islam yang kaya raya, menjadi “ceti dunia” atau dengan kata lain negara donor. Tapi apa yang terjadi? Mengapa Islam tidak dipandang megah? Hal itu terjadi karena umat Islam sudah seperti buih di lautan dan telah terkena penyakit Al Wahan. Seperti hadist Rasulullah SAW :

Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati".

Tetapi dengan keadaan seperti itu Tuhan berjanji melalui lidah Rasulullah bahwa Islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya di akhir zaman ini. Hadist Rasulullah SAW :

Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.

Bagaimana pun kerusakan di dunia, Tuhan telah berjanji melalui Rasulullah SAW, Islam pasti akan kembali bangkit untuk kedua kalinya.

Di hadist lain disebutkan bahwa :

Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”

Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda :

Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah olah hati mereka kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak diatas salju. (dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Hadist-hadist diatas, kebangkitan Islam kedua ternyata akan dimulai dari Timur. Tetapi pertanyaanya Timur sebelah mana? Jika kita melihat pola penyebaran Islam ketimur oleh para sahabat dan para tabiin, tabiut tabiin serta para pejuang-pejuang dahulu, kita akan melihat bahwa mereka bergerak kearah Timur hingga berhenti ke wilayah Asia Tenggara ini. Telah kita ketahui menurut sejarah bahwa PengIslaman Indonesia banyak dilakukan oleh saudagar-saudagar dari hujurat. Tapi sebenarnya pedagang-pedagang dari hujurat itulah utusan-utusan dari khalifah-khalifah Islam zaman itu untuk mengislamkan timur. Rasulullah memang tidak menyebutkan Timur sebelah mana. Tetapi jika kita kaji, kita lihat sejarah dengan teliti maka kita akan dapat melihat suatu pola yang cukup memberi alasan logis mengapa Asia Tenggara adalah Timur yang dimaksudkan.

Contoh saja Jawa atau Nusantara secara umumnya. Sebelum Islam masuk, Nusantara adalah daerah beragama budha-hindu dan menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Lalu datanglah beberapa gelombang wali-wali yang langsung berasal dari timur tengah. Mereka terkenal dengan sebutan wali songo. Banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia makam para wali-wali. Bahkan di daerah Barus, Sumatra Utara, ditemukan makam Sahabat Rasulullah yang di nisan tersebut bernama Syeikh Rukunuddin.

Jika kita cermati lagi setelah Indonesia dijajah selama 350 Tahun oleh penjajah Belanda saat itu yang salah satu misinya adalah mengkafirkan umat Islam di Nusantara, tetapi ternyata umat Islam dia Asia Tenggara tidak dapat di musnahkan, malah semakin membesar. Hal ini tidak terjadi di Afrika. Penjajahan di Afrika dapat mengubah agama di sana yang semula Islam menjadi bukan Islam. Kita bisa melihat sejarah Senegal, Mali, Nigeria dan sebagainya.

Selain itu, di tanah Nusantara ini kepercayaan terhadap Imam Mahdi sangat kuat. Mereka mengenalnya dengan nama Ratu Adil. Hal ini berkat dari para wali dan juga kitab-kitab yang ada di nusantara ini yaitu Joyoboyo, babad cirebon.

Mengapa hal itu terjadi? Mengapa para wali atau yang disebut oleh ahli sejarah sebagai pedagang dari Hujarat itu datangnya ke Tanah Air, tidak ke China, ke Roma, atau Persia yang waktu itu menjadi Empire. Jawabannya adalah karena mereka menagih janji Tuhan melalui Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya di bumi sebelah Timur. Hati mereka digerakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan timur ini. Kita adalah orang Timur. Sebenarnya ini adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Hanya Melayu/bani jawi lah bangsa yang belum pernah memegang kekuasaan dunia. Tetapi Tuhan menjanjikannya melalui Kebangkitan Islam kedua.


Mau Ebook ini? download disini!!!

Sahabat Nabi SAW yang Meriwayatkan Hadis Mengenai Mahdi


http://kawansejati.ee.itb.ac.id/0104-sahabat-nabi-saw-yang-meriwayatkan-hadis-mengenai-mahdi

Berdasarkan hadis-hadis yang telah diriwayatkan, terdapat empat puluh empat nama para sahabat RA yang pernah menyampaikan kepada kita hadis-hadis mengenai Imam Mahdi, seperti yang mereka pernah dengar daripada Nabi SAW sendiri. Sebagian mereka adalah merupakan sahabat utama Baginda SAW, yaitu orang-orang yang sudah mendapat jaminan syurga daripada Rasulullah SAW. Ada yang meriwayatkan sebuah hadis dan ramai pula yang meriwayatkan beberapa buah hadis mengenai Imam Mahdi daripada Rasulullah SAW.

Ada yang meriwayatkan sebuah hadis daripada Rasulullah SAW mengenai Imam Mahdi, ada yang banyak, dan selain dari itu, ada yang bercerita mengenai Imam Mahdi berdasarkan kasyaf yang mereka terima daripada sisi Allah. Kasyaf ini jelas dapat dilihat jika kita rajin meneliti dan menghalusi kata-kata para sahabat RA ini, tanpa terburu-buru menolaknya. Perkabaran ini adalah sokongan atau tambahan daripada apa yang telah diberitakan oleh Rasulullah SAW kepada mereka sebelumnya. Hal ini tidak sekali-kali boleh dikatakan bahwa mereka itu seperti memandai-mandai atau berlebih-lebih dalam penerangan mereka. Hal ini dikarenakan mereka memang mendapat ilmu seperti yang demikian itu lalu mereka sampaikan pula kepada generasi tabiin, dan seterusnya sampai kepada kita hari ini.

Jumlah mereka yang seramai ini, memang jika dilihat dari segi rawi dan syarat untuk menjadi mutawatir, memang sudah lebih daripada mencukupi untuk kita mengisytiharkannya sebagai mutawatir mutlak. Hanya mengenangkan soal ini adalah soal furuk dalam ilmu tauhid, maka tidaklah dirasakan perlu berbuat demikian. Namun jika ada pihak yang mau berbuat demikian, dipersilakanlah. Berikut adalah sahabat RA yang namanya dimasukkan sebagai periwayat hadis mengenai Imam Mahdi:

  1. Sayidatina Aisyah, Ummul Mukminin RA.
  2. Sayidatina Ummu Salamah, Ummul Mukminin RA.
  3. Sayidatina Maimunah, Ummul Mukminin RA.
  4. Sayidatina Ummu Habibah RA, Ummul Mukminin RA.
  5. Sayidina Ali bin Abi Talib KMW.
  6. Sayidina Ali al-Hilali RA.
  7. Sayidina Abdullah ibnul Abbas RA.
  8. Sayidina Abdullah ibnu Umar RA.
  9. Sayidina Abdullah ibnu Mas’ud RA.
  10. Sayidina Abdullah bin Amru bin al-As RA.
  11. Sayidina Abdullah bin Busri RA.
  12. Sayidina Abdullah bin Al-Haris RA.
  13. Sayidina Abdul Rahman bin Auf RA.
  14. Sayidina Al-Abbas bin Abdul Muttalib RA.
  15. Sayidina Amru bin Al-As RA.
  16. Sayidina Amru bin Murrah al-Juhani RA.
  17. Sayidina Amru bin Taghlib RA.
  18. Sayidina Ammar bin Yasir RA.
  19. Sayidina Abi at-Tufail RA.
  20. Sayidina Abu Said al-Khudri RA.
  21. Sayidina Abu Hurairah RA.
  22. Sayidina Abu Ayub al-Ansari RA.
  23. Sayidina Abu Umamah al-Bahili RA.
  24. Sayidina Anas bin Malik RA.
  25. Sayidina Auf bin Malik RA.
  26. Sayidina Buraidah RA.
  27. Sayidina Husain bin Ali bin Abi Talib RA.
  28. Sayidina Huzaifah bin Al-Yaman RA.
  29. Sayidina Imran bin Husain RA.
  30. Sayidina Jabir bin Abdullah RA.
  31. Sayidina Jabir bin Samurah RA.
  32. Sayidina Jabir bin Majid as-Sadafi RA.
  33. Sayidina Jubair bin Nufair RA.
  34. Sayidina Kirrah al-Muzani RA.
  35. Sayidina Mustaurid al-Qurasyi RA.
  36. Sayidina Muaz bin Jabal RA.
  37. Sayidina Nafik bin Uqbah bin Abi Waqqas RA.
  38. Sayidina Osman bin Affan RA.
  39. Sayidina Qais bin Jabir RA.
  40. Sayidina Salman Al-Farisi RA.
  41. Sayidina Sauban RA.
  42. Sayidina Talhah bin Ubaidillah RA.
  43. Sayidina Tamim ad-Dari RA.
  44. Sayidina Zubair bin Al-Awwam RA.

Riwayat mengenai Imam Mahdi turut disebut oleh lima orang tabiin melalui hadis-hadis mursal. Mereka yang berlima itu adalah;

  1. Said bin Al-Musayyab RH.
  2. Imam Al-Hasan Al-Basri RH.
  3. Qatadah RH.
  4. Syahar bin Haushab RH.
  5. Mumar RH.

Seluruh nama sahabat RA yang meriwayatkan hadis mengenai Imam Mahdi ini dikumpulkan daripada hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam as-Suyuti RH, Imam Ibnu Hajar al-Haitami RH, Imam Abu Nuaim RH dan Grand Muhaddith Syeikh Abdullah bin Sadek, Ph.D. Oleh karena mereka semuanya adalah ahli hadis yang pakar-pakar pada zaman masing-masing serta diakui pula oleh seluruh umat Islam akan kealiman mereka, maka hadis-hadis yang mereka riwayatkan dan nama-nama sahabat RA yang dibawakan itu kita terima, kita susun dan disenaraikan.

Maka hasilnya adalah seperti yang telah disenaraikan di atas. Jika para pembaca maukan lebih keyakinan, dan jika masa mengizinkan, eloklah membuat rujukan dan semakan semula kepada kitab-kitab yang dikarang oleh keempat-empat orang ulama yang penulis jadikan sandaran rujukan itu. Hal ini adalah baik juga sebagai suatu usaha untuk memantapkan lagi ilmu kita yang sebenarnya masih amat cetek ini.


link terkait :

http://kawansejati.ee.itb.ac.id/book/export/html/16962

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907