Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Tuesday, 26 October 2010

Kunjungan George Soros

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/05/10/5412.html

Presiden SBY menerima Member of UN Secretary Genderal High Level Advisory Group on Climate Change George Soros, di Kantor Presiden, Senin (10/5) siang. (foto: abror/presidensby)
Presiden SBY menerima Member of UN Secretary Genderal High Level Advisory Group on Climate Change George Soros, di Kantor Presiden, Senin (10/5) siang. (foto: abror/presidensby)

Jakarta: Senin (10/5) pukul 14.30 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima member of UN Secretary General High Level Advisory Group on Climate Change George Soros, di Kantor Presiden. Pertemuan ini merupakan tindak lanjiut dari Pertemuan Kopenhagen, Denmark, Desember 2009.

Presiden SBY berharap dengan pertemuan ini akan meningkatkan kerjasama yang selama ini telah terbina dengan baik. "Terutama hal-hal yang terakit tantangan global yang baru, yaitu perubahan iklim global," ujar Presiden.

SBY menjelaskan, Indonesia sangat fokus terhadap perubahan iklim global dan mempunyai agenda pemerintahan yang terkait perlawanan terhadap ilegal logging, mengurangi kebakaran hutan, dlan lain-lain.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menhut Zulkifli Hasan, Menkeu Sri Mulyani, Seskab Dipo Alam. Sedangkan ikut dalam rombongan George Soros, antara lain, Executive Director Climate Policy Initiative Tom Heller, Director for Indonesia and South Africa Project, Open Society Institute Zohra Dawood. (dit)

Monday, 25 October 2010

Buku Tahun 2015 Indonesia "pecah"




INDONESIA PECAH TAHUN 2015

http://www.yaswarau.com/index.php?option=com_content&task=view&id=912&Itemid=207

(Resensi Buku)

Oleh

Hugo Warami *)

Judul Buku : Tahun 2015 Indonesia “Pecah”

Penulis : Djuyoto Sutani

Penerbit : Pustaka Perdamaian

ISBN/KTD : 978-979-15527-1-4

Cetakan : Pertama

Tahun : 2007/2008

indoTahun 2015 Indonesia ”Pecah” ini merupakan hasil buah pikir dari seorang anak bangsa yang memiliki reputasi sebagai tokoh yang disegani di dunia internasional. Buku ini menyajikan perpaduan materi antara pengetahuan yang luas tentang konspirasi dunia internasional, kecermatan membaca perputaran alam, pemahaman mendalam tentang siklus sejarah, ketajaman analisis, visioner, kemampuan memprediksi masa depan, serta memberikan solusi cerdas untuk mengantisipasi multi krisis, sekaligus upaya membangun spirit bangsa agar Indonesia menjadi besar yang menghormati dunia internasional.

Buku ini menjadi primadona kaum politisi karena merupakan satu-satunya karya terbaik bangsa yang jeli mengupas perjalanan Indonesia sebagai bangsa, dan juga sebagai antisipasi kemungkinan terburuk yang bakal menimpa NKRI, yaitu bubar sebagai bangsa. Bercerainya negara-negara di Eropa itu terjadi pada abad moderen. Sebagai negara yang berasal dari kumpulan beragam etnis, kemampuan bertahan dalam ‘satu bangsa’ rata-rata hanya selama 70-an tahun. Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki kumpulan suku paling heterogen di dunia, yaitu memiliki sekitar 300-an suku besar dan sub suku, 600-an bahasa daerah, 17.504 pulau. Jika sedikit salah mengurusnya, maka berakibat fatal. Fakta membuktikan bahwa lepasnya Provinsi ke-27 Timor Timur pada tahun 1999 menjadi negara Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) dari ikatan NKRI.

Bagian pertama memuat Konspirasi Global Hancurkan Indonesia. Eksistensi Indonesia sebagai negara Islam terbesar dengan kekayaan alam terlengkap di dunia, mendorong kekuatan global berkepentingan menciptakan multi krisis bagi bangsa ini. Strategi yang dilakukan sangat rapi, nyaris tidak terdeteksi. Bersatu dan bersatu. Bersatu merupakan kunci utama, kunci sukses sebuah bangsa. Ketika Amerika Serikat punya agenda terselubung untuk mengacak-acak dunia, mereka menciptakan ’musuh bersama’ melalui serangan World Trade Centre (WTC) 11 September dijadikan sarana pemersatu bagi seluruh negeri demi kepentingan politik.Konspirasi global itu meliputi: serangan Jumat, Pecah Belah antar pemimpin, penyesatan opini, dan punya musuh bersama.

Bagian kedua memuat Strategi ”Satu Dolar” menguasai dunia. Strategi itu mencakup: Blok Pertama ’Supertop leader’, Blok Kedua ‘Dewan Strategi’, Blok Ketiga ‘Dewan Politik Global’, Blok Keempat ‘Dewan Keuangan Dunia’, Blok Kelima ‘Politik Luar Negeri’ Blok Keenam ’Globalisasi Ekonomi’, Blok Ketujuh ’Kapitalisme’, Blok Kedelapan ’Paham Babilonia’, Blok Kesembilan ’Metamorfosa Modernisasi’, Blok Kesepuluh ’Kemerosotan Moral Generasi Muda’, Blok Kesebelasan ’Occultisme, Blok Keduabelas Sekulerisme Agama Universal, Blok Ketiga Belas United Nations/PBB.

Bagian ketiga memuat Tujuh Strategi Dunia Menghancurkan Indonesia. Gerakan Illuminati International sebagai sumber kehancuran bangsa Indonesia, telah menetapkan (7) strategi kebijakan dasar meliputi: 1) memperlemah Negara Kesatuan (NKRI); 2) menghapus Ideologi Pancasila, 3) menempatkan uang sebagai dewa, 4) menghapus Rasa Cinta Tanah Air, 5) menciptakan sistem Multi Partai, 6) menumbuhkan sekularisme, dan 7) membentuk tata dunia baru.

Bagian keempat Posisi Geostrategis Indonesia memuat posisi Indonesia dalam peta dunia bagaikan ‘jantung’ kehidupan Planet Bumi. Indonesia melalui pulau Kalimantan dan Papua adalah ‘paru-paru’ yang memberi nafas bagi umat manusia di seluruh penjuru dunia. Tuhan telah menganugerahkan potensi sumberdaya alam laing lengkap kepada persada nusantara.

Bagian kelima Menyatukan Para Pemimpin Bangsa memuat hasil penelitian 10 tahun terakhir sejak jaringan Illmuminati Internasional yang sukses menciptakan krisis menghancurkan Indonesia, salah satu penyebab kenapa Indonesia sulit bangkit kembali dari keterpurukan, karena di antara para pemimpin susah bersatu.

Bagian keenam Rakyat Rindukan Pemimpin ‘Bergandengan Tangan’ memuat hasil penelitian para pakar di seluruh dunia disertai bukti yang ada kesebaran suatu negara ditentukan oleh kekuatan persatuan. Hancurnya suatu bangsa bersumber dari perpecahan. Suatu bangsa dapat menjadi besar bila seluruh pemimpin dan rakyat bersatu. Negeri ini ada karena para pejuang kemerdekaan dulu bersatu, punya tekad satu: merdeka atau mati. Mereka bersatu melawan penjajah.

Bagian ketujuh Bangsa Tiga Kali Bersatu memuat tentang: 1) Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda, 2) Belajar dari Sriwijaya dan Majahpahit. Berbagai peninggalan masa silam telah menunjukkan nenek moyang dulu sudah memiliki peradaban yang jauh lebih unggul dibanding bangsa Eropa. Fenomena perpecahan bagi Republik Indonesia sudah tampak di depan mata, melalui semangat Otonomi Daerah, para Bupati dan Wali Kota menjelma menjadi ”Raja-Raja Kecil’ di daerah. Mereka sering memandang sebelah mata keberadaan pemerintah pusat.

Bagian kedelapan ”Gong Perdamaian Nusantara” Sarana Pemersatu dan Spirit Bangsa memuat semangat reformasi yang menggelora menuntut segala bentuk perubahan dibarengi kelahiran UU Otonomi Daerah, menyebabkan terjadinya semacam erosi nasionalisme di sebagian warga masyarakat. Rasa cinta tanah air kebanggan sebagai bangsa Indonesia mengalami dekadensi.

Bagian kesembilan ”Gong Perdamaian Dunia” Mengangkat Martabat Indonesia memuat beberapa fakta seperti: 1) Gunung Perdamain dari Gunung Muria, 2) Menyatukan Manusia di Planet Bumi, 3) GPD pertama dipasang di negera China, 4) GPD kedua di Negara India, 5) GPD dipasang di Bulan, 6) Tahun 2015 di Pasang di seluruh Dunia.

Bagian kesepuluh Jaringan Super Rahasia Misteri ’666’ memuat konspirasi global yang berusaha menghancurkan bangsa Indonesia agar pecah menjadi 17 Negara Merdeka, yang dikomando oleh suatu gerakan Illmuniati International melalui jaringan The Luciferians Consoiration dengan operator lapangan Fremansaory. Jaringan tingkat tinggi dunia yang kini berkuasa mengendalikan bumi dengan kata sandi ’666’. Kantor pusat didirikan di Brussel-Belgia berbentuk salib terbalik dengan sandi puncak angka ’666’.

Bagian kesebelas Peta Indonesia tahun 2015 memuat tatanan dunia baru. Peta dunia diredesign untuk menyusun negara-negara baru. Dengan patron dunia berada dalam satu sistem, satu mata uang dan satu agama, jaringan Illmuniati International sangat yakin mampu mengubah peta dunia sesuai konspirasinya. Peta Republik Indonesia telah di-redisgn dengan memecah menjadi ’17 Negera baru” (Provinsi Timor-Timur sudah dilepas menjadi negara merdeka sendiri).

Bagian keduabelas memuat Penyebab 2015 Indonesia ’Pecah’, yakni kepingan-kepingan negara kecil itu didasarkan atas: 1) Ikatan primordial (kesamaan etnis), 2) ikatan ekonomis (kepentingan bisnis), 3) ikatan kultural (kesamaan budaya), 4) ikatan ideologis (kepentingan politik), dan 7) ikatan religius (kesadaran membangun negara berdasarkan agama). Penyebab lain Indonesia bakal ’pecah’ karena a) telah kehilangan figur tokoh pemersatu dan menunggu kelahiran tokoh seperti Bung Karno dan Bung Harto, mungkin baru tiba ’Tujuh Abad Mendatang’, b) pertengkaran berkepanjangan sesama anak bangsa, c) pengaruh konspirasi global, d) faktor NAMA. Nama adalah doa, pengharapan atau bahkan obsesi dan Kalah Pilpres 2014, ’Bikin Negara baru’.


*) staf Peneliti Pusbadaya Unipa



Buku Tahun 2015 Indonesia "pecah"

http://ipambigz.multiply.com/journal/item/2/Buku_Tahun_2015_Indonesia_pecah


Pernah baca buku berjudul : Tahun 2015 Indonesia "pecah" karangan Djuyoto Suntani? Kalau belum, wajar.
Buku ini memang baru beredar dipasar, launchingnya saja baru beberapa minggu yang lalu, dengan launching yang lumayan besar.
Judul buku sempat buat geger di beberapa kalangan, karena judulnya sebuah prediksi jauh kedepan tentang ngeri Indonesia.
Penulis buku ini mencoba meramalkan kondisi Indonesia sekarang dan Indonesia yang akan pecah pada 2015.
Namun isi buku ini kebanyakan hanya membahas tentang gong perdamaian yang dibuat oleh Indonesia untuk misi perdamaian dunia yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Pembahasan tentang mengapa Indonesia akan pecah di 2015 malah dibahas pada bab-bab akhir buku ini. Mustinya, isi sebuah buku harus sesuai dengan judulnya.
Buku ini juga membahas tentang rongrongan asing dalam berbagai bentuk kepada Indonesia, dengan tujuan memecah belah Indonesia. Diantaranya tentang jaringan iluminati dan freemasonri.
Rongrongan asing yang dibahas di buku ini menurut saya bedasarkan teori konspirasi yang mengandalkan intuisi tanpa bukti konkrit. Sah-sah saja menggunakan teori konspirasi, tapi sertakan juga bukti yang menguatkan teori tersebut.
Dalam buku ini Djuyoto Suntani mengatakan kalau Yahudi, freemasonri berniat memecah belah Indonesia, tapi ia juga menyatakan kalau freemasonri juga menyerang yahudi.
Untuk Yahudi memang ada fakta yang mendukung hal tersebut, tapi tentang freemasonri yang menyerang yahudi, apa itu tidak salah? freemasonri itu ya yahudi, hampir semua kalangan tahu akan hal tersebut. freemasonri juga tumbuh subur di Amerika Serikat. ko bisa dibilang freemasonri menyerang yahudi, sedangkan di amerika sendiri yahudi begitu dilindungi oleh freemasonri, dan diduga freemasonri adalah pemerintah bayangan di amerika yang memutuskan semua keputusan negara tersebut.
Djuyoto Suntani juga menyebutkan Indonesia akan pecah pada 2015 berdasarkan siklus tatanan dunia baru, dimana teori ini menyatakan bila sebuah negara besar akan pecah setiap 70 tahun sekali.
Menurut saya ini mengada-ngada, karena banyak negara besar yang tidak pecah walaupun telah berumur lebih dari 70 tahun, seperti Amerika, Cina, Inggris dan lain sebagainya.
Saya kira perlu dilakukan riset yang mendalam terhadap kebenaran teori ini.
Secara keseluruhan, isi buku ini menurut saya terlalu mengambang dan terlalu campur aduk karena pecahnya Indonesia pada 2015 dibahas dari berbagai sisi termasuk sisi supranatural. Campur aduk dan tidak fokusnya dasar pembahasan buku ini, menjadikan buku ini terbilang aneh.
Tapi secara keseluruhan, buku ini bisa dijadikan sebagai early warning bagi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk.
Jangan biarkan negeri kita tercinta pecah hanya karena pemerintah dan pejabat wakil rakyat yang korup dan tidak punya hati nurani merusak bangsa.
Kita juga jangan lengah atas ancaman nyata dari pihak asing yang menginginkan terpecah belah dan mudah unutk dihasut.

Salam perjuangan.


Wednesday, 20 October 2010

Freemason dan Yahudi di Indonesia, Jejak Langkah


Freemason dan Yahudi di Indonesia, Jejak Langkah 

Saya sungguh terkejut, ternyata organisasi Freemason (Tarekat Mason Bebas)-organisasi rahasia Yahudi- itu telah bercokol lama di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, bahkan salah satu tokoh utama Freemason ini adalah tokoh-tokoh yang dianggap sebagai tokoh pergerakan nasional. Penampakan Freemason ini pada awalnya mengibarkan propaganda sebagai sebuah organisasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan.
Kita dapat simak dalam salah satu anggaran dasar dari Freemason di Indonesia ini:
“Tarekat Mason Bebas adalah pandangan hidup jiwa yang timbul dari dorongan batin, yang mengungkapkan dirinya dalam upaya berkesinambungan untuk mengembangkan semua sifat roh dan hati nurani, yang dapat mengangkat manusia dan umat manusia ke tingkat susila dan moral yang lebih tinggi. Ia terapkan dalam pelaksanaan seni hidup yang lebih tinggi.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 5).
Selanjutnya Freemason ini meluaskan sayap-sayapnya di berbagai elemen masyarakat untuk dapat menyebarkan paham-paham terselubung dari agama Yahudi ke berbagai lapisan masyarakat. Freemason ini tak lupa juga menyisipkan ritual-ritual islam di dalam pengajaran dari freemason. Kita dapat saksikan dalam kutipan berikut ini:
“Situasi yang baru sama sekali tercipta ketika muncul anggota-anggota Indonesia (dan Tionghoa) di loge-loge. Pakaian tradisional dari kalangan elit Jawa, penggunaan Al Quran sebagai Kitab Suci pada pertemuan-pertemuan formal di Rumah Pemujaan…memberikan wajah baru kepada kegiatan-kegiatan loge.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 28).
Loge dan Rumah Pemujaan yang dimaksud pada kutipan diatas bukanlah masjid maupun gereja, merupakan sebuah tempat pertemuan anggota Freemason Indonesia untuk mengadakan pemujaan kepada kepada Yang Maha Terang, yang dalam ritualnya para anggota Mason tersebut membacakan sebuah nyanyian kerohanian. Loge yang pertama kali dibangun di Batavia oleh Albertus van der Parra (1761-1775), yang bernama “La Choisie (Terpilih) atas prakarsa Joan Cornelis Radermacher. Setelah itu di bangun pula pada bulan November 1767 di Batavia sebuah loge baru bernama “La Fidele Sincerite”.

Tahun 1767 pada umunya dianggap sebagai awal kehadiran Tarekat Mason Bebas yang terorganisir di Jawa. Selain melakukan pertemuan di loge-loge, mereka juga kerap melakukan pertemuan rahasia di Amanusgracht (Jl. Kopi/Jl. Bandengan Jakarta) dan di kawasan Molenvliet (Jl. Gajah Mada/ Hayam Wuruk). Selain di kedua daerah diatas, seorang pakar Hukum yang namanya diakui dalam ilmu Hukum Indonesia, yaitu Jacob Van Vollenhoeven, ternyata memainkan peranan penting terhadap pendirian Loge Matahari di Padang pada tahun 1858 yang beberapa bulan sebelumnya pada tanggal 11 Desember 1857 berkumpul dirumahnya untuk me,bahas mengenai pendirian Loge tersebut.

Loge terakhir yang didirikan terakhir sebelum tahun 1890 di Jawa adalah Loge “Veritas” di Probolinggo Jawa Timur.


Tokoh-Tokoh Indonesia Yang Terlibat di dalam Freemason

  1. Raden Saleh dilantik pada tahun 1836 di loge Den Haag “Endracht Maakt Macht”
  2. Abdul Rachman, keturunan dari Sultan Pontianak, dilantik tahun 1844 di Loge di Surabaya “De Vriendschap” dan Gedenkboek tahun 1917 terdapat keterangan bahwa dia adalah Mason pertama yang beragama Islam.
  3. Pangeran Ario Soeryodilogo (1835-1900) menjadi anggota loge Mataram di Yogyakarta
  4. Pangeran Ario Notokusuma (Paku Alam VI)
  5. Pangeran Arionotodirojo (1858-1917). Masuk keanggotaan loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jwa. Notodirojo seorang yang disegani dan dianggap sebaga pergerakan rakyat Jawa.
  6. R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, yang pada awal abad ke 20 memangku jabatan bupati Semarang dan Salatiga. Bukunya yang terkenal adalah Wat ik als Javaan voor geest en gemoed in de Vrijmetselarij heb gevonden.
  7. Raden Adipati Tirto Koesoemo Bupati Karanganyar. Anggota Loge Mataram sejak tahun 1895. ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda.
  8. A.H. van Ophusyen S.H. (1883-1956). Notaries dan anggota Dewan kota Batavia. Salah seorang pendiri dari indo Europees Verbond-Ikatan Indo Eropa. Wakil Suhu Agung untuk Indonesia.
  9. Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha, 1882-1955, putra dari Pakoe Alam V. menjadi anggota loge Mataram pada tahun 1909 dan berkali-kali memegang jabatan kepengurusan. Pada tahun 1930 menjadi Anggota Pengurus Pusat.
  10. Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat), 1879-1952. antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada keratin Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat ketua Boedi Oetomo 1914-1915. pada tahun 1945 memaainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bersama Soekarno dan Hatta pergi mnemui Marsekal Terauchi dalam pembicaraan kemerdekaan Indonesia.Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Bogor, 1908. dalam tahun 1952 menjadi anggota dari loge Indonesia Purwo Daksia. Ia menjabat sebaia Kepala kepolisian RI . Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.
  11. R.A.S Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, menjadi Ketua Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia pada 7 April 1955 (Hari berdirinya Tarekat Mason Indonesia).
  12. R.A. Pandji Tjokronegoro, terdaftar sebagai anggota pada tahun 1908, hal ini dikuatkan dengan bukti dia merayakan Yubelium Mason Bebas pada 50 tahunnya Mason Bebas.

Tokoh Penjajah Belanda dalam Sejarah Indonesia yang Merupakan Member Freemason

  1. Herman Willem Daendels, dilantik di Loge Kampen “Le Profond Silence”.
  2. Thomas Stamford Raffles, pada tanggal 26 Juni 1813 diterima di dalam Tarekat oleh Engelhard, sedangkan diplomasinya ditandatangani oleh mason-mason bebas yang terkenal dan penguasa-penguasa colonial.
  3. Johannes Van Den Bosch, dilantik di Loge De Vriendschap pada tahun 1830.


Loge-Loge atau Loji Yang Ada di Indonesia

  1. Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)
  2. Loge La Fidele Sincerite (1767)
  3. Loge La Virtuese (1769)
  4. Loge La Constante et Fidele (1801) di Semarang
  5. Loge De Vriendschap (1809) di Surabaya
  6. Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)
  7. Loge Matahari di Padang (1858)
  8. Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)
  9. Loge L Union Frederic Royal di Surakarta (1872)
  10. Loge Prins Frederik di Kota Raja Aceh pada tahun 1880
  11. Loge Veritas di Probolinggo
  12. Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)
  13. Loge Excelsior di Bogor (1891)
  14. Loge Tidar di Magelang (1891)
  15. Loge St. Jan di Bandung (1896)
  16. Loge Fraternitas di Salatiga (1896)
  17. Loge Humanitas di Tegal (1898)
  18. Loge Malang (1901)
  19. Loge Blitar (1906)
  20. Loge Kediri (1918)
  21. Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)
  22. Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)
Selain pendirian Loge sebagai sarana untuk menyampaikan misinya, para Freemason ini juga mendirikan sekolah-sekolah dan kesempatan belajar keluar negeri, berikut kita dapat kutip dari keterangan Dr. Th. Steven:
“Kaum Mason Bebas tidak hanya mendirikan sekolah-sekolah untuk kaum Indo yang miskin, tetapi juga memberi kesempatan kepada kaum muda Jawa yang berbakat untuk mengembangkan diri lebih lanjut melalui pendidikan di Eropa”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 47).
Adapun tahun-tahun pendirian sekolah-sekolah Mason tersebut adalah sebagai berikut:
1875 di Semarang
1879 di Batavia
1885 di Yogyakarta, dua sekolah
1887 di Surakarta dan Magelang
1888 di Buitenzorg (Bogor)
1889 di Padang dan Probolinggo
1892 di Semarang, sekolah kedua
1897 di tegal
1898 di Bandung dan Manado
1899 di Aceh
1900 di Malang
1903 di Malang, sekolah kedua
1905 di Bandung, sekolah kedua
1907 di Blitar
1908 di Surabaya
1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri
1926 di Malang, sekolah ketiga

Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut “De Verlichting” dan pada tahun 1917 ditempatkan di Peprustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian:

1878 di Yogya
1879 di Surabaya
1882 di Salatiga
1889 di Probolinggo
1890 di Buitenzorg (Bogor)
1891 di Bandung
1892 di Menado
1895 di Manado
1897 di Tegal
1899 di Medan
1902 di Ambon
1902 di Malang
1908 di Magelang
1907 di Blitar

Eksisnya Yahudi di Indonesia Pasca Kemerdekaan
Jika Yahudi pra kemerdekaan yang tergabung di dalam Freemason itu hengkang setelah keputusan Presiden tentang organisasi terlarang Freemason, ternyata di kemudian hari Freemason ini kembali eksis setelah sembunyi-sembunyi. Modus operandi mereka mengaku sebagai keturunan Arab, umat awam pasti akan terkecoh karena Yahudi dan Arab dalam segi fisik tak jauh berbeda. Bukti eksisnya Yahudi ini dapat kita telusuri. Contoh paling mudah tentang eksisnya Yahudi serta Sinagognya, dapat kita lihat pada daerah Surabaya, tepatnya Jalan Kayon no. 4 Surabaya (dekatnya Delta Plaza Surabaya). Jika amati seksama bangunan di Kayon ini, maka kita dapat teliti bahawa gambar Bintang David itu sangat jelas terpampang pada bagian pagar dari sinagoga tersebut.

Bangunan yang sekilas tampak “sepuh” ini menurut keterangan warga pada hari Sabtu Agung, selalu dinyanyikan lantunan lagu rohani berbahasa Ibrani. Selain itu eksisnya sebuah Sinagoga di daerah Kembang Jepun (jika malam pusat kuliner :"Kiyaki”) pada nomor 4-6 , kita akan dapati sebuah Sinagoga terbuka yang sangat jelas. Dulu Sinagoga ini dipakai oleh Rita Aaron (peragawati dan model Surabaya) yang Yahudi untuk beribadat menyembah Yahweh (sebutan Tuhan oleh orang Yahudi).


KH. Ahmad Dahlan: Melawan Freemasonry dan Kristenisasi

Sepulang dari Makkah, KH Ahmad Dahlan bergabung dalam organisasi Boedi Oetomo pada 1909. Namun keberadaanya dalam organisasi yang berada dalam pengaruh kuat Gerakan Freemason ini tak lama.

Kiai Dahlan melihat Boedi Oetomo tak mempunyai kepedulian terhadap Islam. Para aktivisnya ketika itu lebih kental mengamalkan kebatinan, dibandingkan menjalankan ajaran-ajaran Islam.

Sejak awal berdiri, Boedi Oetomo sudah didekati oleh kelompok Freemason, yang pada masa lalu disebut oleh orang Jawa sebagai “Gerakan Kemasonan”. Ketua pertama Boedi Oetomo, Raden Mas Tirtokoesoemo, adalah seorang Mason, begitu pun ketua-ketua selanjutnya.

Selama di Boedi Oetomo, Kiai Dahlan pernah berupaya mengadakan pengajian keislaman, namun usaha itu ditolak oleh para anggota lainnya yang kebanyakan para penganut kejawen.
Kiai Dahlan juga gencar melakukan dakwah kepada tokoh-tokoh lain di kalangan Kemasonan dan Kristen, seperti Dirk van Hinloopen Labberton (Tokoh Theosofi-Freemasonry) dan Van Lith (Tokoh Katolik Serikat Jesuit), juga dikalangan elit keraton Jawa seperti Ki Ageng Soerjomentaram.

Pada masa itu, kelompok kebatinan-kejawen dan sekular seperti para aktivis Boedi Oetomo memang seringkali menyerang ajaran-ajaran Islam. Bahkan, pelecehan terhadap ajaran Islam dilakukan secara terbuka lewat rapat-rapat umum (openbare) dan media massa.


Sumber :
Freemason dan Yahudi di Indonesia, Jejak Langkah

Wednesday, 13 October 2010

UGM Usul "Monarki Konstitusional" di Yogya

http://politik.vivanews.com/news/read/180531-ugm-usul--monarki-konstitusional--di-yogya

Tim UGM merancang, Pengageng dilarang menjadi pengurus dan anggota partai politik

VIVAnews - Kepemimpinan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi polemik sentral dalam penyusunan Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta. Muncul berbagai usulan, termasuk salah satunya seperti diusulkan Universitas Gadjah Mada, memberlakukan sistem ala monarki konstitusional.


Sejak Republik Indonesia berdiri, Kepala Daerah di Yogyakarta dipimpin oleh penguasa Keraton Yogyakarta. Posisi istimewa ini diakui oleh konstitusi dan disahkan oleh undang-undang.

Di masa Orde Baru, keistimewaan Yogyakarta ini diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974. Aturan peralihan di Pasal 91 mengatur, "Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wakil Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tidak terikat pada ketentuan masa jabatan, syarat, dan cara pengangkatan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah lainnya."

Ketika Reformasi bergulir, bagian penjelasan Pasal 122 Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 22 Tahun 1999 mengatur "Pengakuan keistimewaan Propinsi Istimewa Yogyakarta didasarkan pada asal-usul dan peranannya dalam sejarah perjuangan nasional, sedangkan isi keistimewanya adalah pengangkatan Gubernur dengan mempertimbangkan calon dari keturunan Sultan Yogyakarta dan Wakil Gubernur dengan mempertimbangkan calon dari keturunan Paku Alam yang memenuhi syarat sesuai dengan undang-undang ini."

Undang-undang 22/ 1999 ini kemudian direspons dengan keinginan untuk membentuk suatu undang-undang tersendiri untuk Yogyakarta pada tahun 2002. Namun RUU ini kandas.

Kemudian pada 2004, UU 22/1999 direvisi dengan UU Nomor 32 Tahun 2004. Pasal 226 mengatur, "Ketentuan dalam Undang-Undang ini berlaku bagi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Papua, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang tidak diatur secara khusus dalam Undang Undang tersendiri."

Undang-undang ini baru jelas semakin mensyaratkan kebutuhan Yogyakarta akan sebuah undang-undang tersendiri. Berbagai pihak kemudian menyusun RUU sendiri seperti Pemerintah Yogyakarta dan Departemen Dalam Negeri. Nah, Departemen Dalam Negeri pada 2007 kemudian menunjuk sekelompok dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gadjah Mada menyusunnya.

Tim dosen dari jurusan Ilmu Pemerintahan UGM itu secara umum mengonsep sebuah sistem ala monarki konstitusional di Yogyakarta. Mereka menyusun, Pemerintahan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengageng Keistimewaan Yogyakarta.

Pengageng Keistimewaan Yogyakarta adalah lembaga yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam sebagai satu-kesatuan yang mempunyai fungsi sebagai simbol, pelindung dan penjaga budaya, serta pengayom dan pemersatu Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengageng adalah Sri Sultan Hamengku Buwono dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Adipati Paku Alam dari Kadipaten Pakualaman yang bertahta secara sah.

Sementara Pemerintah Daerah dipimpin oleh Gubernur dan Wakil Gubernur yang dipilih secara langsung berdasarkan Undang-undang Pemerintahan Daerah. Namun, istimewanya, Pengageng memiliki hak memberikan persetujuan atau penolakan terhadap perorangan bakal calon atau bakal-bakal calon Gubernur dan/atau Wakil Gubernur yang dinyatakan telah memenuhi syarat kesehatan dan adminisitratif oleh Komisi Pemilihan Umum. Kemudian juga Pengageng berhak mengusulkan pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga dirancang wajib mengikuti arahan umum Pengageng dan berkonsultasi dengan Penageng untuk sejumlah urusan.

Namun, Pengageng juga memiliki keterbatasan. Tim dari UGM ini merancang, Pengageng dilarang menjadi pengurus dan anggota partai politik; melakukan kegiatan bisnis yang terkait dengan kewenangannya; dan membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan bagi diri, anggota keluarga, kroni, atau golongan tertentu.

Namun, usulan Tim UGM ini hanya menjadi sekadar rancangan. Sampai DPR periode 2004-2009 berakhir, RUU Keistimewaan Yogyakarta gagal diundang-undangkan.

Dan untuk DPR periode 2009-2014 ini, menurut Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo, pemerintah belum memasukkan lagi usulan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Ganjar sendiri sudah menyilakan pemerintah kembali memasukkan rancangan yang sama. (sj)

• VIVAnews


UGA SILIWANGI :
.....
Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa. Tapi mémang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar hésé apes ku rogahala! Ti harita, ganti deui jaman. Ganti jaman ganti lakon! Iraha? Hanteu lila, anggeus témbong bulan ti beurang, disusul kaliwatan ku béntang caang ngagenclang. Di urut nagara urang, ngadeg deui karajaan. Karajaan di jeroeun karajaan jeung rajana lain teureuh Pajajaran.
....
selengkapnya :
http://wikisource.org/wiki/Uga_Wangsit_Siliwangi
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907