Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Sunday, 28 June 2015

Sundapura: Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pajajaran




Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya, Tarumanagara. Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13 ingin mengembalikan keharuman Tarumanagara yang semakin menurun di purasaba (ibukota) Sundapura. Pada tahun 670M ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda (selanjutnya punya nama lain yang menunjukkan wilayah/pemerintahan yang sama seperti Galuh, Kawali, Pakuan atau Pajajaran).


Wilayah Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh
Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Maharaja Tarusbawa menerima tuntutan Raja Galuh. Akhirnya kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batas (Cianjur ke Barat wilayah Sunda, Bandung ke Timur wilayah Galuh).

Menurut sejarah kota Ciamis pembagian wilayah Sunda-Galuh adalah sebagai berikut:
  • Pajajaran berlokasi di Bogor beribukota Pakuan
  • Galuh Pakuan beribukota di Kawali
  • Galuh Sindula yang berlokasi di Lakbok dan beribukota Medang Gili
  • Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan
  • Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan
  • Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan
  • Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman
  • Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan
  • Galuh Tanduran berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo
  • Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medangkamulyan
Tarusbawa bersahabat baik dengan raja Galuh Bratasenawa atau Sena. Purbasora –yang termasuk cucu pendiri Galuh– melancarkan perebutan tahta Galuh di tahun 716M karena merasa lebih berhak naik tahta daripada Sena. Sena melarikan diri ke Kalingga (istri Sena; Sanaha, adalah cucu Maharani Sima ratu Kalingga).

Sanjaya, anak Sena, ingin menuntut balas kepada Purbasora. Sanjaya mendapat mandat memimpin Kerajaan Sunda karena ia adalah menantu Tarusbawa. Galuh yang dipimpin Purbasora diserang habis-habisan hingga yang selamat hanya satu senapati kerajaan, yaitu Balangantrang.
Sanjaya yang hanya berniat balas dendam terpaksa harus naik tahta juga sebagai Raja Galuh, sebagai Raja Sunda ia pun harus berada di Sundapura. Sunda-Galuh disatukan kembali hingga akhirnya Galuh diserahkan kepada tangan kanannya yaitu Premana Dikusuma yang beristri Naganingrum yang memiliki anak bernama Surotama alias Manarah.

Premana Dikusuma adalah cucu Purbasora, harus tunduk kepada Sanjaya yang membunuh kakeknya, tapi juga hormat karena Sanjaya disegani, bahkan disebut rajaresi karena nilai keagamaannya yang kuat dan memiliki sifat seperti Purnawarman. Premana menikah dengan Dewi Pangreyep –keluarga kerajaan Sunda– sebagai ikatan politik.

Di tahun 732M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Medang dari orang tuanya. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara putranya, Tamperan dan Resiguru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resiguru Demunawan.

Premana akhirnya lebih sering bertapa dan urusan kerajaan dipegang oleh Tamperan yang merupakan ‘mata dan telinga’ bagi Sanjaya. Tamperan terlibat skandal dengan Pangreyep hingga lahirlah Banga (dalam cerita rakyat disebut Hariangbanga). Tamperan menyuruh pembunuh bayaran membunuh Premana yang bertapa yang akhirnya pembunuh itu dibunuh juga, tapi semuanya tercium oleh Balangantrang.

Balangantrang dengan Manarah merencanakan balas dendam. Dalam cerita rakyat Manarah dikenal sebagai Ciung Wanara. Bersama pasukan Geger Sunten yang dibangun di wilayah Kuningan Manarah menyerang Galuh dalam semalam, semua ditawan kecuali Banga dibebaskan. Namun kemudian Banga membebaskan kedua orang tuanya hingga terjadi pertempuran yang mengakibatkan Tamperan dan Pangreyep tewas serta Banga kalah menyerah.

Perang saudara tersebut terdengar oleh Sanjaya yang memimpin Medang atas titah ayahnya. Sanjaya kemudian menyerang Manarah tapi Manarah sudah bersiap-siap, perang terjadi lagi namun dilerai oleh Demunawan, dan akhirnya disepakati Galuh diserahkan kepada Manarah dan Sunda kepada Banga.

Konflik terus terjadi, kehadiran orang Galuh sebagai Raja Sunda di Pakuan waktu itu belum dapat diterima secara umum, sama halnya dengan kehadiran Sanjaya dan Tamperan sebagai orang Sunda di Galuh. Karena konflik tersebut, tiap Raja Sunda yang baru selalu memperhitungkan tempat kedudukan yang akan dipilihnya menjadi pusat pemerintahan. Dengan demikian, pusat pemerintahan itu berpindah-pindah dari barat ke timur dan sebaliknya. Antara tahun 895M sampai tahun 1311M kawasan Jawa Barat diramaikan sewaktu-waktu oleh iring-iringan rombongan raja baru yang pindah tempat.

Dari segi budaya orang Sunda dikenal sebagai orang gunung karena banyak menetap di kaki gunung dan orang Galuh sebagai orang air. Dari faktor inilah secara turun temurun dongeng Sakadang Monyet jeung Sakadang Kuya disampaikan.

Hingga pemerintahan Ragasuci (1297M–1303M) gejala ibukota mulai bergeser ke arah timur ke Saunggalah hingga sering disebut Kawali (kuali tempat air). Ragasuci sebenarnya bukan putra mahkota. Raja sebelumnya, yaitu Jayadarma, beristrikan Dyah Singamurti dari Jawa Timur dan memiliki putra mahkota Sanggramawijaya, lebih dikenal sebagai Raden Wijaya, lahir di Pakuan. Jayadarma kemudian wafat tapi istrinya dan Raden Wijaya tidak ingin tinggal di Pakuan, kembali ke Jawa Timur.

Kelak Raden Wijaya mendirikan Majapahit yang besar, hingga jaman Hayam Wuruk dan Gajah Mada mempersatukan seluruh nusantara, kecuali kerajaan Sunda yang saat itu dipimpin Linggabuana, yang gugur bersama anak gadisnya Dyah Pitaloka Citraresmi pada perang Bubat tahun 1357M. Sejak peristiwa Bubat, kerabat keraton Kawali ditabukan berjodoh dengan kerabat keraton Majapahit.
Menurut Kidung Sundayana, inti kisah Perang Bubat adalah sebagai berikut (dikutip dari JawaPalace):
Tersebut negara Majapahit dengan raja Hayam Wuruk, putra perkasa kesayangan seluruh rakyat, konon ceritanya penjelmaan dewa Kama, berbudi luhur, arif bijaksana, tetapi juga bagaikan singa dalam peperangan. Inilah raja terbesar di seluruh Jawa bergelar Rajasanagara. Daerah taklukannya sampai Papua dan menjadi sanjungan empu Prapanca dalam Negarakertagama. Makmur negaranya, kondang kemana-mana. Namun sang raja belum kawin rupanya. Mengapa demikian? Ternyata belum dijumpai seorang permaisuri. Konon ceritanya, ia menginginkan isteri yang bisa dihormati dan dicintai rakyat dan kebanggaan raja Majapahit. Dalam pencarian seorang calon permaisuri inilah terdengar khabar putri Sunda nan cantik jelita yang mengawali dari Kidung Sundayana.
Apakah arti kehormatan dan keharuman sang raja yang bertumpuk dipundaknya, seluruh Nusantara sujud di hadapannya. Tetapi engkau satu, jiwanya yang senantiasa menjerit meminta pada yang kuasa akan kehadiran jodohnya. Terdengarlah khabar bahwa ada raja Sunda (Kerajaan Kahuripan) yang memiliki putri nan cantik rupawan dengan nama Diah Pitaloka Citrasemi.
Setelah selesai musyawarah sang raja Hayam Wuruk mengutus untuk meminang putri Sunda tersebut melalui perantara yang bernama tuan Anepaken, utusan sang raja tiba di kerajaan Sunda. Setelah lamaran diterima, direstuilah putrinya untuk di pinang sang prabu Hayam Wuruk. Ratusan rakyat menghantar sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai, tapi tiba-tiba dilihatnya laut berwarna merah bagaikan darah. Ini diartikan tanda-tanda buruk bahwa diperkirakan putri raja ini tidak akan kembali lagi ke tanah airnya. Tanda ini tidak dihiraukan, dengan tetap berprasangka baik kepada raja tanah Jawa yang akan menjadi menantunya.
Sepuluh hari telah berlalu sampailah di desa Bubat, yaitu tempat penyambutan dari kerajaan Majapahit bertemu. Semuanya bergembira kecuali Gajahmada, yang berkeberatan menyambut putri raja Kahuripan tersebut, dimana ia menganggap putri tersebut akan “dihadiahkan” kepada sang raja. Sedangkan dari pihak kerajaan Sunda, putri tersebut akan “di pinang” oleh sang raja. Dalam dialog antara utusan dari kerajaan Sunda dengan patih Gajahmada, terjadi saling ketersinggungan dan berakibat terjadinya sesuatu peperangan besar antara keduanya sampai terbunuhnya raja Sunda dan putri Diah Pitaloka oleh karena bunuh diri. Setelah selesai pertempuran, datanglah sang Hayam Wuruk yang mendapati calon pinangannya telah meninggal, sehingga sang raja tak dapat menanggung kepedihan hatinya, yang tak lama kemudian akhirnya mangkat. Demikian inti Kidung.
Sunda-Galuh kemudian dipimpin oleh Niskala Wastukancana, turun temurun hingga beberapa puluh tahun kemudian Kerajaan Sunda mengalami keemasan pada masa Sri Baduga Maharaja, Sunda-Galuh dalam prasasti disebut sebagai Pajajaran dan Sri Baduga disebut oleh rakyat sebagai Siliwangi, dan kembali ibukota pindah ke barat.
Menurut sumber Portugis, di seluruh kerajaan, Pajajaran memiliki kira-kira 100.000 prajurit. Raja sendiri memiliki pasukan gajah sebanyak 40 ekor. Di laut, Pajajaran hanya memiliki 6 buah Jung (kapal laut model Cina) untuk perdagangan antar-pulaunya (saat itu perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4000 ekor/tahun).
Selain tahun 1511 Portugis menguasai Malaka, VOC masuk Sunda Kalapa, Kerajaan Islam Banten, Cirebon dan Demak semakin tumbuh membuat kerajaan besar Sunda-Galuh Pajajaran semakin terpuruk hingga perlahan-lahan pudar, ditambah dengan hubungan dagang Pajajaran-Portugis dicurigai kerajaan di sekeliling Pajajaran. Stop.

Lanjut!

Setelah Kerajaan Sunda-Galuh-Pajajaran memudar kerajaan-kerajaan kecil di bawah kekuasaan Pajajaran mulai bangkit dan berdiri-sendiri, salah satunya adalah Kerajaan Sumedang Larang (ibukotanya kini menjadi Kota Sumedang). Kerajaan Sumedang Larang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Adji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan kembali ke Pakuan Pajajaran, Bogor.

Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama (terutama penyebaran Islam), militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putranya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata/Rangga Gempol I atau yang dikenal dengan Raden Aria Suradiwangsa naik tahta. Namun, pada saat Rangga Gempol memegang kepemimpinan, pada tahun 1620M Sumedang Larang dijadikan wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung, dan statusnya sebagai ‘kerajaan’ diubah menjadi ‘kabupaten’.
Sultan Agung memberi perintah kepada Rangga Gempol I beserta pasukannya untuk memimpin penyerangan ke Sampang, Madura.

Sedangkan pemerintahan sementara diserahkan kepada adiknya, Dipati Rangga Gede. Hingga suatu ketika, pasukan Kerajan Banten datang menyerbu dan karena setengah kekuatan militer kabupaten Sumedang Larang diberangkatkan ke Madura atas titah Sultan Agung, Rangga Gede tidak mampu menahan serangan pasukan Banten dan akhirnya melarikan diri. Kekalahan ini membuat marah Sultan Agung sehingga ia menahan Dipati Rangga Gede, dan pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada Dipati Ukur. Sekali lagi, Dipati Ukur diperintahkan oleh Sultan Agung untuk bersama-sama pasukan Mataram untuk menyerang dan merebut pertahanan Belanda di Batavia (Jakarta) yang pada akhirnya menemui kegagalan. Kekalahan pasukan Dipati Ukur ini tidak dilaporkan segera kepada Sultan Agung, diberitakan bahwa ia kabur dari pertanggungjawabannya dan akhirnya tertangkap dari persembunyiannya atas informasi mata-mata Sultan Agung yang berkuasa di wilayah Priangan.

Setelah habis masa hukumannya, Dipati Rangga Gede diberikan kekuasaan kembali untuk memerintah di Sumedang, sedangkan wilayah Priangan di luar Sumedang dan Galuh (Ciamis) dibagi kepada tiga bagian; Pertama, Kabupaten Bandung, yang dipimpin oleh Tumenggung Wiraangunangun, kedua, Kabupaten Parakanmuncang oleh Tanubaya dan ketiga, kabupaten Sukapura yang dipimpin oleh Tumenggung Wiradegdaha atau R. Wirawangsa atau dikenal dengan “Dalem Sawidak” karena memiliki anak yang sangat banyak.

Selanjutnya Sultan Agung mengutus Penembahan Galuh bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III (anak Prabu Dimuntur, keturunan Geusan Ulun) untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa, karawaan.
Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putra Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, pada Tahun 1656M. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Panembahan Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug. Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putra Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679M dan 1721M ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang. Stop.

Jadi nama jalan Sawunggaling, Mundinglaya, Ranggagading, Ranggamalela, Suryakancana, Ariajipang, Bahureksa, Gajah Lumantung, Sulanjana, Badaksinga dan Bagusrangin belum saya temukan dongeng atau sejarahnya, sebagian –kalau tidak salah ingat– adalah tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Lutung Kasarung.

Sumber :  http://yulian.firdaus.or.id/2005/09/23/sundapura/

BACA JUGA :
http://indonesian-treasury.blogspot.com/2015/01/kelahiran-nabi-muhammad-saw-dan-gunung.html

Tuesday, 16 June 2015

DUNIA MENUJU KEHANCURAN


Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

نَّ اللهَ زَوَى لِي اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا 

“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Inilah Penyebab Hitler NAZI Membunuh Kaum Zionis Bani Israil﴾ Al Israa’:4 ﴿
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

Tafsiran : Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka. Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi, tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh idza, sebab lafazh tersebut mengandung makna zharfiyah (keterangan waktu) dan syarthiyah (syarat) untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga katalatufsidunna (Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan), huruf laam dan nuun berfungsi sebagai ta’kid(penegasan) pada masa mendatang.

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924 (28th Rajab 1342AH), dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraan nya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya.Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,” Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan islam.”Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. 

Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan IslamTahun 1875 “Persekutuan Rahasia” dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam.

Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.
Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata: ”Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”

Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler

Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.
Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. 

Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata, “Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.”
Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
  1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.
  2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah , yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.
  3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.
  4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.
  5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.
  6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.
  7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.

Walaupun ada rintangan-rintangan, persengkongkolan dan rencana semacam itu, pendirian Khilafah sekali lagi akan menjadi kenyataan dalam Dunia Islam. Kita harus mengambil kesempatan ini di saat hari peringatan kehancuran Khilafah untuk merefleksikan situasi saat ini dari kaum muslimin dan memastikan bahwa hanya dengan berusaha untuk mengembalikan Khilafah lah kita dapat mencapat kesuksesan yang sesungguhnya dalam kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang.

PERANG DUNIA 1 DAN 2 DARI HAMBA ALLAH HITLER YANG DIKEHENDAKI ALLAH SWT.

﴾ Al Israa’:5 ﴿
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
Tafsiran : penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas : “Kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala (hitler bukanlah seorang katolik/nashrani). Demikian pula firman Allah : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana. Pernyertaan kata “Kami” dalam kalimat di atas sebagai bentuk tasyrif (penghormatan). Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman.

Perang Dunia I (PDI) adalah sebuahperang global terpusat di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Perang ini sering disebut Perang Dunia atau Perang Besar sejak terjadi sampai dimulainyaPerang Dunia II pada tahun 1939, danPerang Dunia Pertama atau Perang Dunia I setelah itu. Perang ini melibatkan semua kekuatan besardunia,[5] yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu(berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania RayaPerancis, dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (terpusat padaAliansi Tiga yang terdiri dari Jerman,Austria-Hongaria, dan Italia; namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas. Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeriimperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman,Kekaisaran Austria-Hongaria,Kesultanan UtsmaniyahKekaisaran RusiaImperium BritaniaRepublik Perancis, dan ItaliaPembunuhan tanggal 28 Juni 1914 terhadap Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria, pewaris tahta Austria-Hongaria, oleh seorang nasionalis Yugoslavia diSarajevo, Bosnia dan Herzegovinaadalah pencetus perang ini. Pembunuhan tersebut berujung padaultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia.[10][11] Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu semua kekuatan besar terlibat dalam perang; melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia. (Wikipedia)

ZIONIS BERKUASA ATAS HARTA, PEMERINTAHAN DEMOKRASI DIMANA-MANA, PERGAULAN ANAK2 ZIONIS YANG MERUSAK AKHLAK.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar

Tafsiran : Dalam aksi pengerusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan (harta kekayaan) yang menjulang tinggi (gedung pencakar langit). Sejarah tidak menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut, kecuali pada zaman ini.

Harta Kesombongan Bank Sentral Keluarga Rotschild (Illuminati)
adapun cerita yang telah kita dengar, pada saat masa inilah sejarah kehancuran peradaban manusia pun dimulai. 1869: Dalam kaitan persekongkolan ini, menarik untuk dicermati pernyataan Rabi Reichorn di pemakaman Rabi Besar Simeon Ben-Iudah:
“Berkat kekuatan dahsyat bank-bank internasional kita, kita telah memaksa orang Kristen berperang tanpa jumlah. Perang punya nilai istimewa bagi orang Yahudi, karena orang Kristen saling membantai sehingga ada ruang lebih luas bagi kita orang Yahudi. Perang adalah panen Yahudi, dan bank-bank Yahudi menjadi gemuk saat orang Kristen berperang. Lebih dari 100 juta orang Kristen telah tersapu dari muka bumi berkat perang, dan ini belum berakhir”.

Pemerintahan Demokrasi Melahirkan Orang-orang yang  Sombong
Siapa saja yang membuat aturan Hidup untuk manusia tanpa didasari nilai-nilai kemanusiaan maka dia telah berlaku seperti Fir’aun. Tanpa Mereka sadari MPR/DPR berkata,” Tap MPR (HUKUM DPR/MPR) adalah hukum tertinggi, siapa yang melanggar maka akan menjadi salah seorang yang dipenjarakan! ini MIRIP SEPERTI ucapan Fir’aun. inilah salah satu cabang reinkarnasi Fir’aun versi modern. Padahal pada prakteknya Hukum Tertinggi saat ini adalah Kekuasaan, Money Politic dan lain-lainya. dan sudah ada faktanya bahwa kadang Hukum dipermainkan dengan seenaknya.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliah yg mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yg lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang² yg yakin?” [TQS. al-Maaidah (5): 50]

Berhati-hatilah dengan Kesombonganmu karena tanpa kita sadari dapat berujung pada akar kemusyrikan. “Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum.” (QS. al-Kahfii: 26)

 فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan engkau dengan badanmu ( Fal yauma nunajjiika bi badanika ), supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”
[TQS. Yunus (10): 92]
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud (ra), bahwa Rasulullah (saw) bersabda: “Tidak akan masuk syurga seorang yang dalam hatinya terdapat sifat kesombongan, walaupun hanya seberat debu.”
kemudian ada orang berkata: “Sesungguhnya seorang itu ada yang senang jikalau pakaiannya itu baik dan terompahnya (sendal-sepatunya) pun baik.”

Beliau (saw) lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. kesombongan itu ialah menolak kebenaran (Batharul-haqqi) dan menghinakan orang banyak (Ghamtunnaasi).” (HR Muslim)

Qarinah dari sikap sombongan itu memiliki dua konteks:
1. Bathaqul-haqqi ialah menolak kebenaran dan mengembalikannya kepada orang yang mengucapkannya itu — yakni memberikan bantahan pada kebenaran tadi.
2. Ghamtunnaasi ialah menghinakan sesama manusia — merendahkan manusia atas kekurangannya. Ibnu Abbas rahimahullah berkata, “Terlaknatlah orang menghormati orang lain karena kekayaannya, dan menghina orang lain sebab kemiskinannya.”

“DEMOKRASI, MENCIPTAKAN MANUSIA-MANUSIA SOMBONG” — Pernahkah kita bertanya pada diri kita? patutkah manusia yang diciptakan Allah (swt) kemudian menggelar sebuah majelis (PARLEMEN) yang di dalamnya diajukan proposal mengenai perlu-tidaknya Hukum Allah (Syariah al-Khilafah) diberlakukan? Perlukah dilakukan Voting?

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman:6)

Anak-anak Kaum Zionis Menyebarkarkan Kesesatannya Melalui Pergaulan yang Melegalkan Musik Di tengah-tengah generasi Kaum Muslimin. 

Adapun dalil larangan alat-alat musik disebutkan oleh banyak hadits, antara lain sebagai berikut:“Dari Abdurrahman bin Ghanm al-Asy’ari, dia berkata: “Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari telah menceritakan kepadaku, demi Alloh dia tidak berdusta kepadaku, dia telah mendengar Nabi shallallahu’laihi wa sallam bersabda: “Benar-benar akan ada beberapa kelompok orang dari umatku akan menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan beberapa kelompok orang benar-benar akan singgah ke lereng sebuah gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang miskin mendatangi mereka untuk satu keperluan, lalu mereka berkata: “Kembalilah kepada kami besok.” Kemudian Alloh membinasakan mereka pada malam hari dan menimpakan gunung (kepada sebagain mereka), serta merobah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari Kiamat. (HR. Bukhari)dari Hadist diatas jika orang2 telah menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera, khamr, dan alat-alat musik.  Kita semua akan mengungsi ke lereng sebuah gunung, mungkin maksud hadist ini orang2 yg kafir munafik (yg menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera, khamr, dan alat-alat musik.dan para zionis akan memerangi kita kaum muslimin, sehingga akhirnya datanglah azab ALLAH SWT melalui gunung yg menimpakan mereka yaitu 
gunung meletus, dan mengutuk yg lainnya menjadi kera2 dan babi2, Naudzubillahimindzalik..
Rosululloh shallallahu’laihi wa sallam bersabda: 
“Sekelompok orang dari umatku benar-benar akan minum khamr, dan merekaakan menamakan khamr dengan nama lain. Di atas kepala mereka akan dimainkan alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita. Alloh akan mem-benamkan mereka ke dalam bumi, dan menjadikan yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)

Rosululloh shallallahu’laihi wa sallam bersabda:Dari Imran bin Hushain, bahwa Rosululloh shallallahu’laihi wa sallam bersabda; 
“Pada umat ini akanterjadi khosf (tanah tenggelam), mash (wajah dan tubuh manusia dirobah jadi binatang) dan qadzf (hujan batu).” Seorang laki-laki dari kaum muslimin bertanya: “Wahai Rosululloh, kapan itu terjadi?” Beliau menjawab, “Jika muncul penyanyi-penyanyi dari wanita, alat musik dari jenis apa saja, dan khamr telah diminum secara merata.” (HR. Tirmidzi)

Alat Musik yang DiperbolehkanTelah berlalu dalil-dalil umum yang mengharamkan musik. Dengan demikian hukum asal musik adalah haram, kecuali yang diperbolehkan oleh syari’at. Alat musik yang dikecualikan dari hukumnya yang haram, hanyalah duff saja, (Duff adalah: rebana tanpa lonceng/suara pada ling-karannya; jika ada loncengnya namanya dalam bahasa Arab adalah muzhir, demikian yang disebutkan dalam Fathul Bari yang dimainkan adalah :

Nabi shallallahu’laihi wa sallam bersabda:“Batasan antara yang halal dan haram adalah duff dan suara di dalam pernikahan.” (HR. Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim)

Adapun dalil pengecualian di atas adalah sebagai berikut:”Dari Aisyah , ia berkata: “Rasulullah shallallahu’laihi wa sallam masuk menemuiku, sedangklan di dekatku ada dua jariyah (gais kecil yang belum baligh) yang sedang menyanyi-nyanyian bu’ats. Lalu beliau tidur di atas kasur dan memalingkan wajahnya. Dan Abu Bakar masuk, lalu dia menghadirkku dan mengatakan: “Seruling setan di dekat Rasulullah menghadapkan wajahnya kepada Abu Bakar lalu bersabda: “Biarkan keduanya.” Ketika beliau tidak memperhatikan, aku cubit keduanya, maka keduanya keluar.” (HR. Bukhari)

(Sekarang) Perang Dunia ke-3 (Perang Armageddon/Perang Akhir Zaman).
Reuters: Inggris menegaskan bahwa sampel yang diambil dari Suriah menunjukkan penggunaan gas sarin

Penghakiman atas peleburan raja Yordania ke 22 tahun penjara dan denda sebesar $ 400 juta setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi
Protes Turki Baru meletus pagi ini di Ankara, Istanbul dan HatayPersentase peringkat atas wanitaTentang 3380 orang di Suriah MeiDari korban pembantaian pasukan reguler yang dituduh melakukan bulan lalu di Banias (pulau – Arsip)Jaringan dikonfirmasi Suriah Hak Asasi Manusia 3379 orang tewas di Suriah pada bulan Mei / Mei ini, termasuk 2.663 warga sipil, termasuk 368 anak-anak dan 303 wanita, dan 134 disiksa sampai mati, di samping 716 dari oposisi bersenjata.Menurut laporan organisasi yang bulan lalu mencatat tingkat jajaran pembunuhan perempuan tertinggi pada tingkat sepuluh wanita setiap hari, dan bahwa sejak pecahnya pemberontakan rakyat melawan rezim Bashar al-Assad lebih dari dua tahun yang lalu.Menurut laporan itu, korban tewas akibat penembakan sehari-hari bagi pasukan reguler dan serangan, pembantaian dan penyiksaan terhadap para tahanan sampai mati, dan menunjukkan bahwa yang tewas termasuk 716 anggota pasukan oposisi bersenjata, tanpa menyebutkan jajaran mati pasukan reguler dengan tidak adanya informasi dari tentara reguler kerugian dalam jajarannya.Selain tingkat jajaran pembunuhan tinggi wanita, bulan lalu melihat kematian dari 368 anak, rata-rata 13 anak setiap hari, sebesar 16%, “indeks terlalu tinggi dan bukti kekuatan teratur sipil sengaja dibunuh,” menurut laporan tersebut. Di bawah penyiksaan

Hal ini juga di antara orang mati, 134 meninggal karena disiksa, pada tingkat lima orang hampir setiap hari, disiksa di pusat penahanan, resmi dan non-resmi sampai mati.Laporan tersebut menunjukkan bahwa tujuh orang tewas setelah menargetkan daerah pemukiman mereka dengan gas kimia, semua di Damaskus.Juga melihat pembantaian bulan ini dilakukan oleh pasukan daerah provinsi Banias dari rezim Tartous, menurut jaringan, mengacu pada jatuhnya 265 zona mati Beida, termasuk 42 anak-anak dan 28 perempuan pada 2 Mei / Mei tahun lalu, menewaskan 198 orang di bagian atas musim semi di Banias, termasuk 63 anak-anak dan 43 perempuan 4 Mei / May.Penderitaan apa yang mereka hadapi ini??
Apakah kita merasakannya sepanjang bulan Mei ini?
Kita hanya menjalani kehidupan normal sepanjang bulan mei, sehingga hampir lupa ada saudara-saudaranya yang sedang menderita dan dibunuhi.

﴾ Al Hajj:38 ﴿ Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.

﴾ Al Hajj:39 ﴿ Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

﴾ Al Hajj:40 ﴿ (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,

﴾ Al Hajj:41 ﴿ (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

﴾ Al Hajj:45 ﴿Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.

﴾ Al Hajj:46 ﴿maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

AHLUL BAIT PALSU AKAN BANYAK BERKELIARAN DIMASA-MASA
AKHIR ZAMAN

Dari Abdullah Bin Umar Radhiallaahu ‘Anhu, Bahwasanya Suatu Ketika Kami Duduk-duduk Di Hadapan Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam Memperbincangkan Masalah Berbagai Fitnah…. Beliau-pun Banyak Bercerita Mengenainya, Sehingga Beliau Juga
Menyebut FITNAH AHLAS…. Maka Seseorang Bertanya, Apa Yang Dimaksud Dengan Fitnah Ahlas.….. Beliau Menjawab :

” Yaitu Fitnah Pelarian Dan Peperangan. …. Kemudian fitnah SARRA, Kotoran Atau Asapnya Berasal Dari AHLUL BAIT-ku. Ia Mengaku Dariku (KETURUNANKU), Padahal Bukanlah Dariku. Karena Sesungguhnya WALI-ku Hanyalah Orang-orang Yang Bertaqwa.

… Kemudian Manusia Bersepakat Pada Seseorang Seperti Bertemunya Pinggul Di Atas Tulang rusuk. Kemudian Fitnah DUHAIMA, Yang Tidak Membiarkan Seseorang Dari Ummat Ini Kecuali Dihantamnya. Jika Dikatakan ia Telah Selesai, Maka ia Justru Berlanjut. Di Dalamnya Seorang Pria Pada Pagi Hari Beriman, Tetapi Pada Sore Harinya ia Menjadi Kafir. Sehingga
Manusia Menjadi Dua Kelompok. (Yaitu) Kelompok Keimanan Yang Tidak Mengandung Kemunafikan….. Dan Kelompok Kemunafikan Yang Tidak Mengandung Keimanan….. Jika Itu Sudah Terjadi, Maka Tunggulah Kedatangan Dajjal Pada Hari Itu Atau Esok Hari.”
[ HR. Abu Dawud ]

Apakah di Indonesia ini banyak yg mengaku habib yg dari keturunannya rosulullah SAW?? ketahuilah, ahlul bait yg sebenarnya ialah imam mahdi dan keluarganya di akhir zaman ini, berfikirlah jika mereka yg mengaku-ngaku dari ahlul bait, pasti mereka akan di bunuh atau difitnah bukan malah didekati oleh pejabat2 pemerintah dan oknum2 lainnya, karena mereka semua adalah kaki tangan zionis, dan zionis sangat membenci kepada nabi muhammad SAW dan keluarganya, karena di fikiran mereka kehidupan mereka akan terancam jika ada ahlul bait asli yaitu imam mahdi dan keluarganya yg akan membantai semua orang kafir zionis..

Abdullah bin Amr bin Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Kebaikan itu ada sepuluh persepuluh (10/10). Sembilan persepuluhnya (9/10) berada di Syam, sepersepuluhnya (1/10) untuk selain Syam. Kejahatan itu sepuluh persepuluh. Sepersepuluhnya berada di Syam dan sembilan persepuluhnya di seluruh negeri. Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan lagi padamu.” (HR. Ibnu ‘Asaakir, 1/154)Abdullah bin Amr berkata, “Akan datang satu masa tidak ada seorang mukmin pun kecuali ia akan bergabung ke Syam.”
(HR. Ibnu Abi Syaibah no. 19791)

Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata, “Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka maupun tidak mau mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” Malik bin Yakhamir menyahut: Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa mereka berada di Syam.” Mu’awiyah berkata, “Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam.
(HR. Bukhari: Kitabul Manaqib no. 3369 dan Muslim: Kitabul Imarah no. 3548)

Percayalah Sebentar lagi dunia menuju khilafah, dan Imam Mahdi akan segera muncul, dan negeri Syam dan khusaran itu ialah negeri ini INDONESIA yg penuh dengan perselisihan dan mayoritas umat muslim terbesar di Dunia….(dari ahli Kitab yg telah diberi petunjuk dariNYA, Mujahidin anonymous)

China Launching Gold Backed Global Currency



According to the article, China is recasting all of their gold reserves into small one kilo bars in order to issue a new “gold-backed” currency. Many say this will disrupt global trade and will eventually cause a collapse of the US dollar.

There can be no doubt that the US dollar will soon be history. China is recasting all of their gold reserves into small one kilo bars in order to issue a new ‘gold backed’ global currency. This is surely a strategic part of their recent push to sign new trade agreements with Russia, Japan, Chile, Brazil, India, and Iran. The cat is now out of the bag, the US will be given the ‘bums rush’ by the largest trading nations in the world and the dollar will go down in flames. GATA now estimates that 80% of the gold that investors believe they have in allocated accounts is long gone, the majority of it probably wound up in China.

Here is an excerpt from Jim Willie’s ‘Hat Trick Letter’
Jims recent article starts out with…

Many are the events, signals, and telltale clues of a real live actual systemic failure in progress. Until the last several months, such banter was dismissed by the soldiers in the financial arena. But lately, they cannot dismiss the onslaught of evidence, a veritable plethora of ugly symptoms of conditions gone terribly wrong and solutions at best gone awry and at worst never intended in the first place.

CHINA RECASTS GOLD BARS

China is well along an ambitious plan to recast large gold bars into smaller 1-kg bars on a massive scale. A major event is brewing that will disrupt global trade and assuredly the global banking system. The big gold recast project points to the Chinese preparing for a new system of trade settlement. In the process they must be constructing a foundation for a possible new monetary system based in gold that supports the trade payments. Initally used for trade, it will later be used in banking. The USTBond will be shucked aside. Regard the Chinese project as preliminary to a collapse in the debt-based USDollar system. The Chinese are removing thousands of metric tons of gold bars from London, New York, and Switzerland. They are recasting the bars, no longer to bear weights in ounces, but rather kilograms. The larger Good Delivery bars are being reduced into 1-kg bars and stored in China. It is not clear whether the recast project is being done entirely in China, as some indication has come that Swiss foundries might be involved, since they have so much experience and capacity.

The story of recasting in London is confirmed by my best source. It seems patently clear that the Chinese are preparing for a new system for trade settlement system, to coincide with a new banking reserve system. They might make a sizeable portion of the new 1-kg bars available for retail investors and wealthy individuals in China. They will discard the toxic USTreasury Bond basis for banking. Two messages are unmistakable. A grand flipped bird (aka FU) is being given to the Western and British system of pounds and ounces and other queer ton measures. But perhaps something bigger is involved. Maybe a formal investigation of tungsten laced bars is being conducted in hidden manner. In early 2010, the issue of tungsten salted bars became a big story, obviously kept hush hush. The trails emanated from Fort Knox, as in pilferage of its inventory. The pathways extended through Panama in other routes known to the contraband crowd, that perverse trade of white powder known on the street as Horse & Blow, or Boy & Girl.

source : http://worldtruth.tv/china-launching-gold-backed-global-currency/

The World's Next Gold Standard Will Come Through China And Africa, Not America

see Images name
see Images name (Photo credit: Wikipedia)
The thoughtful piece, “China Should Issue Gold Bullion Coins That Aren’t As Practical In The U.S.” by Nathan Lewis allows me an opportunity to re-visit my growing conviction that the world’s next great episode in currency stability will come through the symbiotic relationship that exists between China and Africa, rather than from the United States of America.
There are a few reasons for this.

First, the China-Africa engagement has reached a plateau in its second phase which centered around infrastructure-for-oil arrangements.  Chinese investment in Africa’s physical capital is increasingly frowned upon and in order to successfully navigate a growing horizon of dissatisfaction in African nations where electorates feel exploited, the Chinese diplomatic onslaught and African leadership will have to find a new point of engagement – human capital.  It appears that both sides are getting closer to recognizing the estimated $700 billion gap in the financing of African Small and Medium sized enterprises (SMEs) as the way to go.

In a Forbes column last year I presented a path by which China could facilitate the usage of its currency, the yuan, throughout Africa .  The formula combined top-down incentives such as providing seigniorage to African governments with bottom-up steps like making yuan-denominated loans to entrepreneurs and SMEs.  Something related to the latter emerged in Tanzania in August with the National Bank of Commerce (jointly owned by Barclays, the International Finance Corporation, and the Government of Tanzania) enabling its banking customers to do business with Chinese partners directly in yuan, avoiding intermediate transactions in other currencies.  The bank proudly places the announcement front and center on its website, “Speaking during the launch, NBC’s Head of Treasury, Pius Tibazarwa said, ‘We have decided to launch the Chinese Currency offering, after realizing the need for this offering, owing to the growing business between Tanzania and China. We believe that this offering will ease the way our customers do business with their partners in China and vice versa.’”

Next door, Kenya is now determined to provide Africa’ first yuan clearing house which would allow the renminbi currency, of which yuan is the unit, to be utilized as a settlement currency.
With China as the only rational economic actor on the continent with deep and patient enough pockets for risk finance and Africa as the world’s largest laboratory of unbacked talent, and desperate to address its volatile population pyramids, the marriage is obvious.  And once the Federal Reserve finally tapers its quantitative easing, the largest African economies like Nigeria, now dependent upon hot money flows (but who already want to hold 10% of their foreign exchange in renminbi) will increasingly be incentivized to turn East.

And that raises another issue – why a national gold standard is less likely in the United States.
Nathan Lewis notes, “Despite promising moves on the state level, such as Texas’ recent move to remove taxes and endorse the use of gold and silver as money, the U.S. Federal government will probably remain opposed to any viable alternative to the now-dominant fiat dollar.”
And there is another barrier – the partisan divide.

The Federal Reserve remains the greatest impediment to currency stability and it can only be effectively opposed by a Left-Right, Progressive-Populist coalition as I noted in my recent column, “Senator Rand Paul Is Right To Hold Up Janet Yellen’s Federal Reserve Nomination, And Democrats Should Support Him.”
However, even though the Tea Party and Occupy Wall Street advance authentic points of grievance with the Fed, because so much of today’s ‘grassroots activism’ sells out to partisan affiliation, the Left and Right are controlled more by their reactions to one another than across-the-aisle points of agreement.  An understanding of why the country is so divided would require the reading of an excellent 400-plus page book – Avi Tuschman’s Our Political Nature: The Evolutionary Origins of What Divides Us, which of course most Americans aren’t going to do.  My humble contribution is an in-depth interview with him about the ideological partisan divide .

So, Afro-Optimism contrasts with American-Pessimism and the continued U.S. anti-China angst and unbridled military operations in Africa only contribute to a deeper China-Africa embrace that will impact dollar hegemony.

So how will it all happen?
I believe by this decade’s end we’ll see a gold-backed currency in Africa in one of three ways- through a common market optimal currency area; a series of regional parallel currency regimes which will lead to single currency; or through a local gold-backed currency which becomes so attractive in a multi-currency environment that it compels regional and continental embrace.

As I advised the African Union in 2008, Africa is definitely an optimal currency area as defined by Nobel Prize Economist Robert Mundell – it has the necessary GDP, currency reserves, and improving labor and capital mobility to be sturdy enough to survive speculative attack and the ebb and flow of demographic changes.

But 53-African nations agreeing on a common market with a single currency has been a challenge with nothing concrete established since the 1991 Abuja Treaty which intended it all.  And regional monetary unions like the West African Monetary Zone (WAMZ) – the one with the most potential – have languished, continually postponing currency issuance.

So, it now seems far more likely that the process will be bottom-up with the central bank of a single African nation issuing a 100% gold-backed currency that would not initially replace any other currency as legal tender.

By allowing the electorate to freely choose to use the new currency in a multi-currency environment, good money would likely win over bad and over time a young gold medium of exchange would become the ‘people’s money.’  Seeing its success, neighboring governments would throw in enough reserves to make it a credible regional currency.

Where does China fit into this?
It could either provide aid in the form of gold bullion or give an implicit indication of its support to African nations who take this route or it could make millions and billions in yuan-denominated loans to African entrepreneurs in a gold-based currency of its own.

Is this any more of a long-shot than seeing the dollar tied once again to gold?
I don’t think so.


source : http://www.forbes.com/sites/cedricmuhammad/2013/11/01/the-worlds-next-gold-standard-will-come-through-china-and-africa-not-america/
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907