Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Wednesday, 31 October 2012

Melihat Nabi Muhammad SAW di Alam Nyata, Mungkinkah?

Mungkinkah melihat Nabi SAW dalam keadaan terjaga (sadar) setelah beliau wafat?
Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam tidur, maka ia akan melihatku ketika terjaga, dan setan tidak bisa menyerupaiku.”

Ulama berbeda pendapat mengenai maksud sabda beliau “maka ia akan melihatku ketika terjaga”. Sebagian mengatakan bahwa maksudnya adalah “ia akan melihatku pada hari kiamat nanti”. Tapi pendapat ini dikritik, karena kalau demikian maka tidak ada gunanya pengkhususan bagi orang yang melihatnya di alam tidur, karena seluruh umatnya akan melihatnya pada hari kiamat kelak, baik yang pernah melihat sebelumnya ataupun yang tidak.

Ada pula yang mengatakan bahwa maksudnya adalah orang yang beriman kepadanya dan belum pernah melihatnya karena saat itu ia sedang tidak hadir bersamanya, maka hadits ini menjadi kabar gembira baginya, yakni ia akan melihatnya di alam sadar sebelum mati.

Sebagian lagi mengartikannya secara zhohir (letterlek), yakni barangsiapa melihatnya di alam tidur, maka ia pasti akan melihatnya di alam sadar dengan kedua mata kepalanya. Ada juga yang menafsirkan dengan mata hatinya seperti dikatakan Qadhi Abu Bakr bin Al-Arabi.
Sedangkan Abu Bakr bin Abi Jamrah mengatakan dalam catatannya terhadap hadits-hadits yang ia pilih dari Shahih Bukhari: “Hadits ini menunjukkan bahwa barangsiapa melihat Nabi SAW dalam mimpi, maka ia akan melihatnya di alam sadar. Apakah ini dipahami secara umum yaitu sebelum dan sesudah wafatnya, ataukah secara khusus sebelum wafatnya saja? Apakah itu juga mencakup semua orang yang melihatnya sacara mutlak ataukah khusus bagi yang memiliki ahliah (kapabilitas) dan ittiba’ (pelaksanaan) terhadap sunnah-sunnahnya saja?

Teks hadits itu memberikan pengertian umum, maka barangsiapa mengklaim kekhususan tanpa adanya indikasi pengkhususan, maka ia telah melanggar. Sebagian orang ada yang tidak mempercayai keumuman teks hadits itu. Ia mengatakan - sesuai dengan kadar akalnya, “Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal dapat dilihat orang yang masih hidup di alam nyata?”

Sebenarnya, ucapan ini mengandung dua konsekuensi berbahaya. Pertama, tidak percaya terhadap sabda Nabi SAW sedangkan beliau tidak pernah berkata-kata dari hawa nafsunya sendiri. Kedua, tidak mengetahui kemampuan Sang Pencipta dan mukjizat-Nya, seakan-akan ia belum mendengar ayat dalam surat Al-Baqarah yang berbunyi, “Pukullah ia dengan sebagiannya. Demikianlah Allah menghidupkan yang sudah mati.” Begitu juga dengan kisah Ibrahim bersama burung yang terbagi menjadi empat dan juga kisah Aziz. Allah yang telah menghidupkan semua itu mampu menjadikan mimpi melihat Nabi SAW sebagai penyebab melihatnya di alam nyata. Menurut riwayat dari sebagian sahabat -sepertinya Ibnu Abbas, bahwa ia melihat Nabi SAW dalam mimpi, lalu ia teringat hadits ini dan selalu memikirkannya lalu ia pergi menemui sebagian istri Nabi SAW -sepertinya Maimunah, lalu menceritakan mimpinya padanya. Lalu Maimunah berdiri mengambil cermin Nabi dan memberikannya kepada Ibnu Abbas. Lalu Ibnu Abbas berkata, “Aku melihat bayangan Nabi SAW dalam cermin itu, bukan bayanganku.”

Menurut riwayat dari sebagian salaf dan khalaf juga demikian, mereka melihat Nabi SAW dalam mimpi seraya membenarkan hadits ini, lalu mereka pun melihatnya di alam nyata. Mereka menanyakan berbagai persoalan yang mereka bingung menyikapinya, lalu Nabi pun memberitahu solusinya.

Orang yang mengingkari semua ini ada dua kemungkinan, ia termasuk orang yang percaya terhadap karomah wali atau termasuk orang yang tidak percaya terhadapnya. Kalau ia termasuk orang yang tidak percaya terhadap karomah wali, maka selesai masalah, tidak perlu dibahas, karena ia mengingkari sesuatu yang telah ditetapkan oleh sunnah dengan bukti-bukti yang jelas. Jika ia termasuk orang yang percaya terhadap karomah wali, maka ini adalah salah satunya, karena para wali sering ditampakkan melalui kejadian luar biasa pada dua alam, atas dan bawah. Maka, tidak selayaknya mengingkari hal semacam ini selama ia percaya terhadap karomah wali. Demikian perkataan Ibnu Abi Jamrah.

Al-Qadhi Abu Bakr bin Al-Arabi, salah seorang ulama Malikiyah terkemuka, beliau mengatakan, “Melihat nabi dan malaikat serta mendengar ucapan mereka adalah mungkin bagi orang beriman sebagai bentuk karomah (kemuliaan) baginya, adapun bagi orang kafir sebagai hukuman.”
Ibnul Haaj mengatakan dalam Al-Madkhal sebagaimana dinukil oleh Izzuddin bin Abdissalaam dalam Al-Qawa’id Al-Kubra bahwa melihat Nabi SAW dalam keadaan sadar (di alam nyata) adalah suatu kejadian langka yang jarang dialami oleh manusia kecuali bagi orang yang memiliki sifat-sifat yang langka dimiliki oleh orang-orang di zaman ini, bahkan mungkin telah musnah kebanyakan, meskipun kami tidak mengingkari orang yang mengalami hal tersebut dari kalangan para tokoh besar yang dijaga oleh Allah, lahir dan batin mereka.

Al-Yafi’i mengatakan, “Sesuatu yang mungkin dialami oleh para nabi sebagai bentuk mukjizat mungkin pula dialami oleh para wali sebagai bentuk karomah, selama tidak ada unsur menantang.”
Utsman bin Affan ketika rumah beliau di kepung oleh para pemberontak, beliau menyendiri di dalam kamar lalu melihat Rasulullah SAW di situ bersabda, “Kalau mau, kamu bisa ditolong atas mereka, atau kalau mau, kamu bisa juga kamu berbuka bersamaku.” Lalu Utsman memilih berbuka bersama Rasulullah SAW. Di hari itulah Utsman terbunuh sebagai syahid sebelum matahari terbenam.
Al-Aluusi berkata dalam tafsirnya, Ruhul Ma’ani, ketika bercerita tentang turunnya Nabi Isa AS:
“Ada pendapat yang mengatakan bahwa Isa AS mengambil hukum-hukum dari Nabi SAW secara langsung dari mulut ke mulut setelah ia turun (ke bumi) sedangkan Nabi SAW berada dalam kuburnya yang mulia. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits Abu Ya’la berbunyi: Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, Isa Putra Maryam akan turun kemudian berdiri pada kuburanku lalu berkata: Wahai Muhammad, sungguh aku akan menjawabnya.

Boleh jadi hal itu terjadi dengan cara berkumpulnya dua ruh. Tidak ada bid’ah sama sekali dalam masalah ini. Sungguh melihat Nabi SAW setelah wafat telah dialami oleh lebih dari satu para makhluk sempurna dari umat ini, juga mereka mengambil langsung dari Nabi SAW.”
Lalu beliau menyebutkan kisah-kisah nyata para ulama dan wali yang pernah mengalami kejadian melihat Nabi SAW dalam keadaan sadar.

Imam Al-Qurthubi berkata dalam kitabnya, At-Tadzkiroh fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhiroh:
“Syaikh kami, Syaikh Ahmad bin Umar telah berkata: Kematian para nabi itu berarti tertutupnya mereka dari kita sehingga kita tak dapat mengetahui mereka, meskipun mereka sendiri sebenarnya masih ada dan hidup. Kondisi itu mirip seperti malaikat, mereka ada dan hidup tapi tidak satu pun orang seperti kita ini yang melihatnya kecuali bagi orang tertentu yaitu wali-Nya yang diberi kekhususan oleh Allah berupa karomah.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata dalam Fathul Baari:
“Orang yang melihat Nabi SAW setelah beliau wafat dan sebelum dikebumikan, maka yang paling benar adalah ia tidak termasuk sahabat. Jika tidak demikian, maka (niscaya akan disebut sahabat) setiap orang yang melihat jasad beliau yang mulia itu di dalam kuburannya meskipun di zaman ini, atau para wali yang dibukakan baginya tabir penutup lalu melihat Nabi SAW sebagai karomah. Hujjah yang dipakai oleh yang menetapkan status sahabat ketika Nabi SAW belum dikebumikan adalah karena beliau masih tetap hidup, padahal kehidupan ini bukan kehidupan duniawi melainkan kehidupan ukhrowi, tidak terkait dengan hukum-hukum dunia.”

Penegasan Ibnu Hajar di atas sekaligus menjawab pertanyaan, “Apakah orang yang pernah melihat Nabi SAW setelah beliau wafat disebut sahabat?”

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami ketika ditanya, “Mungkinkah berkumpul dan bertemu dengan Nabi SAW dalam keadaan terjaga?” beliau menjawab: “Ya, mungkin itu. Sejumlah ulama telah menegaskan bahwa hal itu termasuk karomah para wali.” (Al-Fatawa Al-Haditsiyah halaman 297)
Imamul Qurro’ wal Muhadditsin Imam Ibnul Jazari mengatakan dalam mukaddimah kitabnya, Al-Hishnul Hashin, bahwa beliau pernah melihat dan berdialog dengan Rasulullah dalam keadaan terjaga.

Sumber: Forum Diskusi Hadits (facebook)
Referensi:
Tanwirul Halak karangan Imam Suyuthi

Ru’yatun Nabiyyi Yaqazhah



sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/18/melihat-nabi-muhammad-saw-di-alam-nyata-mungkinkah/

Monday, 29 October 2012

Bukti Tenggelamnya Firaun Dan Tentaranya


 

Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 mendakwa bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Fir’aunyang tenggelam di lautan tersebut ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya. Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.Penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir’aun yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam. Menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.

Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Fir’aun sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.

Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut perkiraan, diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

sumber : http://ldkbabussalam.wordpress.com/2012/10/29/bukti-tenggelamnya-firaun-dan-tentaranya/

Saturday, 27 October 2012

Indonesia Historical Time Line


Indonesia Historical Time Line





Pangeran Wangsakerta Sejarawan Pertama Indonesia


Pangeran Wangsakerta Sejarawan Pertama Indonesia

















Pangeran Wangsakerta dari Cirebon mungkin merupakan orang Indonesia yang pertama kali berusaha menyusun sejarah bangsanya selengkap mung­kin. Untuk keperluan penyusunan “buku induk” sejarah itu, ia melaku­kan hal-hal positif yang bahkan menurut penilaian orang Indonesia se­karang masih terlalu “ilmiah” sehingga diragukan (Ayotrohaedi 1981).


Apalagi karena secara kebetulan usaha untuk lebih memperkenalkannya baru dilakukan setelah muncul ihwal pemalsuan catatan harian Adolf Hitler di Jerman. Apakah naskah yang disusun Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawannya, juga hanya karya orang iseng setelah tahun 1950?
Usaha memperkenalkan karyanya, walaupun sedikit demi sedikit, sudah dilakukan sejak tahun 1981 yang lalu (Ayatrohaedi 1981, 1981a, 1983, 1983a, 1983b, 1983c, 1983d, 1983e, 1983f, 1983g, 1984, 1984a, 1984b; Yoseph Iskandar 1983, Saleh Danasasmita 1982) sedemikian jauh, jus­tru usaha untuk memperkenalkan sang sejarawan sendiri belum pernah dilakukan.
PANGERAN TANPA WILAYAH

Wangsakerta adalah anak ketiga Panembahan Girilaya dari Cirebon. Girilaya yang meninggal tahun 1662 adalah cucu Sunan Gunung Jati dan ber­kuasa di Cirebon menggantikan kakeknya, karena ayahnya sendiri sudah meninggal ketika Sunan Gunung Jati masih berkuasa.
Girilaya menikah dengan seorang putri Mataram, dan perkawinan itu menghasilkan tiga anak lelaki.

1. Anak sulung bernama Pangeran Martawijaya yang kemudian menjadi Sultan Sepuh I dan menurunkan para penguasa kesepuhan,
2. anak kedua bernama Pangeran Kartawijaya yang menjadi Sultan Anom I dan menjadi leluhur para sultan Kanoman,
3. sedangkan anak ketiga Pangeran Wangsakerta, tidak memperoleh warisan daerah. Ia kemudian menjadi “tangan kanan” abangnya, Sultan Sepuh I (Kosch 1979; 85; PS Sulendraningrat 1974; 66).
Hubungan baik dengan Mataram berkat perkawinan Girilaya dengan putri Mataram itu rupanya tidak berjalan mulus. Sultan Mataram tidak urung mencurigai Panembahan Girilaya sehingga akhirnya berhasil menawan Girilaya dan kedua anaknya di Mataram. Girilaya diundang ke Mataram, disertai Martawijaya dan Kartawijaya, tetapi sesampai disana tidak diper­bolehkan kembali ke Cirebon. Karena Wangsakerta tidak ikut ke Mataram, ia pun tidak ditawan (Edi S Ekajati 1984…).
Setelah Panembahan Girilaya meninggal di Mataram, kedua anaknya kem­bali ke Cirebon, dan dengan persetujuan Sultan Banten, Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman. Walaupun Wangsakerta juga menpero­leh daerah, ia tidak diangkat sebagai sultan.
PUSTAKA RAJYARAJYA I BHUMI NUSANTARA

Pangeran Wangsakerta seorang “kutu buku”. Petunjuk kearah itu kita peroleh dari jilid terakhir karya utamanya yang bernama Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara (‘Kitab tentang kerajaan-kerajaan di Nusantara’). Jilid terakhir yang merupakan daftar pustaka itu menyebut­kan tidak kurang dari 1.700 judul naskah atau karangan yang pada masa itu terdapat di perpustakaan kerajaan Cirebon, terutama Kasepuhan, me­ngingat Wangsakerta menjadi pembantu utama Sultan Sepuh I (Ayatrohaedi 1983.. ).
Usahanya menyusun buku induk itu pun nampaknya didasari oleh kegemar­annya membaca itu. Disamping itu, ada alasan lain yang secara resmi dikemukakannya dalam Purwaka ‘Kata pengantar’ tiap jilid karyanya itu. Menurut kata-katanya sendiri, karya itu dikerjakan karena :
“ …… di­nawuhan de ning ayayahku yata pangeran rasmi kawan namasidam panembahan adiningratkusuma athawa panembahan girilaya ngaranya waneh ri kala sang rama ta tan angemasi. Mangkang juga ngwang dinawuhan anyerat iti pustaka de ning sultan banten yata pangeran adulpatha abdulpatah lawan pramanaran abhiseka sultan ageng tirtayasa. Kumwa juga susuhunan mataram yata pangeran arya prabhu adi mataram i kang ngaran ira susuhunan amangkurat mahyun i mangkana, kumwa jugakweh manih sang pinakadi i bhumi swarnadwipa mwang jawadwipanung mahgyung ing mangkana”.

Jadi, menurut Wangsakerta, sekurang-kurangnya ada tiga orang penguasa di Jawa yang menugasinya menyusun naskah itu, yaitu :
1. Panembahan Girilaya (Cirebon),
2. Sultan ageung Tirtayasa (Banten),
3. dan Sultan Amangkurat II (Mataram).

Disamping itu para penguasa daerah lain yang lebih kecil di Jawa dan Sumatra pun menunjang usaha tersebut.
Ketiga penguasa Jawa itu berkuasa sekitar paro-akhir abad ke-17. Me­ngingat keterangan Wangsakerta sendiri yang menyebutkan bahwa kedua abangnya masing-masing menjadi Sultan Sepuh dan Sultan Anom, dapat dipastikan bahwa tugas yang diterima sebelum ayahnya meninggal (1662) itu, baru dilaksanakannya pada masa pemerintahan abangnya.
Berdasarkan kolo­fon yang tercantum pada akhir setiap jilid memang dapat diketahui bahwa seluruh naskah itu disusun selama 21 tahun (1670-91 Masehi) (Ayatroha­edi 1983 …).
Pangeran Wangsakerta mempunyai nama lain, al :
- Abdulkamil Muhammad Nasaruddin, yaitu namanya setelah ia berkedudukan sebagai Panembahan Car­bon.
- Nama lainnya lagi, yang kurang dikenal, ialah Panembahan Agong Gus­ti Carbon
- dan Panembahan Tohpati.

Di kalangan Cirebon sendiri, Wangsa­kerta lebih dikenal sebagai pangeran Arya Carbon yang menyusun naskah Purwaka Caruban Nagari (1720).
PANITIA WANGSAKERTA ; TUGAS NYA

Untuk melaksanakan tugas dari ketiga sultan itu, Pangeran Wangsakerta meminta bantuan tujuh orang pemuka dan ahli di Cirebon. Mereka itulah yang pada hakekatnya bertindak sebagai “Panitia Wangsakerta” dengan tugas yang cukup berat itu. Para anggota itu ialah :
- Ki Raksanagara,
- Ki Ang­gadiraksa,
- Ki Purbanagara,
- Ki Singhanagara,
- Ki Anggadiprana,
- Ki Angga­raksa,
- dan Ki Neyapati.

Kesejarahan tokoh-tokoh itu seharusnya tidak usah diragukan, mengingat enam orang diantara mereka tercatat namanya dalam Dagregister (Atja 1984)
Pangeran Wangsakerta bertindak selaku penanggungjawab, pengambil kepu­tusan terakhir, dan penyusun tunggal naskah akhir naskah setelah “bahan baku”nya tersedia. Bahan baku itu diperoleh dengan berbagai macam ca­ra, antara lain :
- dengan pengumpulan sumber di lapangan,
- wawancara dengan para ahli,
- kajian kepustakaan,
- dan seminar atau lokakarya khusus.
- Ki Raksanagara bertugas sebagai penulis naskah dan mengurus keperluan para ahli yang dikumpulkan di Cirebon. Sebagai penulis ia mempunyai wakil, yaitu Ki Anggadiraksa yang juga bertindak sebagai bendahara proyek itu.
- Ki Purbanagara bertugas untuk mengambil dan mencari semua naskah yang terdapat di berbagai negara, sekaligus memilih mana yang meme­nuhi syarat untuk dipergunakan sebagai sumber penulisan.
- Ki Sanghana­gara bertugas sebagai kepala rumah tangga keraton dan menempatkan para duta selama mereka berada di Cirebon, ia mempunyai anak buah sebanyak 70 orang.
- Ki Anggadiprana bertugas sebagai duta keliling ke berbagai negara, mengundang mereka untuk mengikuti pertemuan di Cirebon, dan ju­ga menjadi juru bahasa dalam pertemuan.
- Ki Anggaraksa, bertugas mengurus jamuan dan hidangan,
- sedangkan Ki Nayapati bertanggungjawab atas pemon­dokan, pengangkutan, dan keamanan.

Tugas utama Panitia Wangsakerta ialah menyusun “buku induk” sejarah Nusantara. Untuk maksud tersebut, panitia menempuh tahap-tahap pengum­pulan bahan, penyaringan sumber, penyusunan naskah. Jadi, sama halnya dengan kegiatan yang pasti dilakukan oleh para sejarawan modern seka­rang ini.
Tahap pengumpulan sumber mencakup kegiatan-kegiatan pengumpulan sumber di lapangan, wawancara dengan para ahli, kajian kepustakaan, dan penyelenggaraan seminar atau lokakarya sejarah. Pengumpulan sumber di la­pangan terutama dilakukan oleh Ki Purbanagara, yang tugasnya memang me­ngambil dan mencari semua naskah yang terdapat di berbagai negara. Ki Purbanagara jugalah yang rupanya diberi tugas untuk mengundang para ahli untuk turut berperan dalam seminar atau lokakarya yang diselenggarakan di Cirebon.
Kajian kepustakaan menjadi tugas Pangeran Wangsakerta, se­suai dengan pengakuannya sendiri :
“…. karana mami wus akweh mangajya sarwasastra katha ning rajya-rajya i bhumi nusantara ….” “…. karena saya sudah banyak mempelajari segala macam kitab kisah kerajaan-kerajaan di Nusantara …. ”.

Wawancara dengan para ahli dilakukan terutama bersamaan waktunya de­ngan penyelenggaraan lokakarya. Kegiatan itu dipusatkan di paseban keraton Kasepuhan, Cirebon. Pesertanya berasal dari seluruh Nusantara, terdiri dari :
- para mahakawi,
- para duta yang ada di Cirebon,
- mantri pa­tih,
- senapati,
- ulama (dang accaryagama),
- ahli kemasyarakatan (widya­janapada),
- ahli ilmu agama (widyagama),
- dan ahli ilmu politik (widyanagara).

Tercatat tidak kurang dari 70 daerah yang mengirimkan utusan ke loka­karya tersebut, disamping “hana juga pirang amatyanung tan taka” ada juga (banyak) ahli yang tidak datang. Mereka berkumpul di Cirebon, selain untuk bersawala dalam lokakarya, juga menulis bermacam monografi mengenai daerahnya masing-masing. Itulah sebabnya, mengapa di per­pustakaan keraton Kasepuhan pada akhir abad ke-17 itu, terdapat tidak kurang dari 1.700 buah naskah yang sempat tercatat oleh Pangeran Wang­sakerta dalam jilid terakhir karyanya.
Diantara naskah itu, ada yang isinya tentang bahasa, penduduk, para pahlawan, para raja dan penguasa yang memerintah di daerah masing-masing.
Tahap penyaringan rupanya menjadi tugas khusus panitia, terutama ketu­anya, Pangeran Wangsakerta. Penyaringan pertama juga dilakukan oleh Ki Purbanagara, yang dalam kegiatan mencari dan mengumpulkan naskah di berbagai negara, sekaligus juga sudah memilih naskah yang memenuhi syarat untuk dipergunakan sebagai sumber penulisan.
Tetapi jelas, pe­nyaringan itu terutama dilakukan oleh Pangeran Wangsakerta sendiri, apalagi jika terjadi sawala yang panas dan berkepanjangan diantara para peserta lokakarya. Jika suasana panas itu memuncak, Pangeran Wang­sakerta menutuskan untuk mengambil alih masalah dan menentukan pilihan terakhir, karena bukankah dengan pengetahuannya yang luas mengenai se­gala macam kitab itu ia “angasoraken sira kabeh” “mengalahkan mereka semua”?
Pilihan terakhir itu biasanya merupakan lampah tengah! “jalan tengah”, dengan senantiasa mengingatkan para peserta akan tujuan uta­ma pertemuan mereka, yaitu menyusun “buku induk” sejarah. Namun Pa­ngeran Wangsakerta tetap mengakui adanya kemungkinan kesalahan menyu­sun, dan karenanya ia meminta maaf jika sampai terjadi hal semacam itu, “yadyapin mangkana waraksamakena yan hanekang salah atau kaluputan ing panusun iti pustaka”.
Tahap penyusunan akhir menjadi tugas Pangeran Wangsakerta sendiri, dibantu oleh para anggota panitia, terutama Ki Raksanagara dan Ki Anggadiraksa sebagai penulis dan wakil penulis naskah. Nampaknya penyusunan itu memang merupakan tugas yang sangat sukar, antara lain sebagai akibat munculnya berbagai beda pendapat di antara para peser­ta lokakarya yang cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap dirinya paling baik.
Rupanya kegiatan penyaringan itulah yang ber­langsung lama. Akibatnya, penyusunan naskahnya pun menjadi berkepan­jangan juga. Seluruh naskah yang terdiri dari 25 jilid itu baru sele­sai digarap dalam waktu 21 tahun. Dengan catatan bahwa ada masa-teng­gang selama 12 tahun antara penyusunan jilid terakhir parwa keempat (jilid 20) dengan seluruh parwa, kelima (jilid 21-5). Masa tenggang itu dipergunakan oleh Pangeran Wangsakerta untuk menyusun sejumlah naskah lain yang diantaranya bersumber kepada naskah utama itu juga.
KARYA PANGERAN WANGSAKERTA

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara dapat diketahui bahwa Pangeran Wangsakerta sangat rajin me­nulis. Disamping menyusun naskah Pustaka tersebut, ia juga menulis sejumlah naskah yang lain, terutama pada masa tenggang 12 tahun (1680-91). Selama itu ia menulis karya sejarah yang lain, semuanya tidak kurang dari 18 jilid. Disamping itu, ada sebuah naskah lain yang ditulisnya pada waktu yang lebih kemudian, yaitu Pustaka Purwaka Caruban Nagari (1720).
Dengan demikian, seluruh naskah yang ditulisnya selama 50 tahun ialah :
- Pustaka Rajya-rajya i bhumi Nusantara (25 jilid),
- Naga­rakertabhumi (8 jilid),
- Pustaka Pararatwan (Jawamandala, Sundamandala, daerah lain, 10 jilid.),
- dan Purwaka Caruban Nagari (1 jilid).

Dibandingkan dengan kebiasaan menulis “kisah sejarah” yang terdapat pada umumnya orang Indonesia masa itu, gaya Wangsakerta jelas sekali berbeda. Tidak seperti karya “sejarah” yang lain (babad, hi­kayat, sejarah, kisah, tambo, atau carita) banyak sekali mengandung unsur mitos, dongeng, atau legenda yang berada “di luar akal sehat”/tidak masuk akal.
Hal itu menyebabkan tugas ahli sejarah untuk menyaring sumber-sumber tersebut (babad, hi­kayat, sejarah, kisah, tambo, atau carita) cukup berat. Sejarawan dihadapkan kepada suatu suasana yang mencampur-adukan dongeng dan peristiwa sejarah.
Keadaan seperti itu tidak terdapat didalam karya Wangsakerta. Ia me­nyusun karyannya berdasarkan sumber sejarah yang (menurut hematnya) benar-benar dapat dipercaya. Karena itu, hasilnya pun tentu saja sebuah karya yang dapat dipercaya juga. Karya itu, terutama Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara, oleh sebagian sarjana Indone­sia dianggap “terlalu sejarah” untuk masyarakat Indonesia 300 tahun yang lalu. Rupanya mereka lupa bahwa sebelum tahun 1000 pun orang In­donesia sudah “terlalu maju teknologi” sehingga menghasilkan Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Ratubaka!
MASA HIDUP WANGSAKERTA

Sedemikian jauh belum diperoleh data yang pasti mengenai usia Wangsa­kerta. Ada dua titimasa yang dapat dipergunakan untuk mencoba memperkirakan kapan Wangsakerta hidup.
- Titimasa pertama ialah tahun kematian Panembahan Girilaya, ayahnya,
- sedangkan titimasa kedua ada­lah tahun penyusunan Purwaka Caruban Nagari.

Menurut catatan yang ada, Panembahan Girilaya meninggal tahun 1662, dan ia meninggalkan tiga orang anak lelaki. Wangsakerta sebagai anak ketiga (bungsu), tentunya harus sudah lahir sebelum tahun itu. Jika disesuaikan dengan pernyataannya sendiri bahwa ayahnyalah yang menu­gasinya. Menyusun sejarah, berarti ketika menerima perintah itu ia su­dah cukup dewasa. Karena tugas itu baru dilaksanakan pada masa kekua­saan Sultan Sepuh I, abangnya, itu berarti bahwa kegiatan lokakarya itu seharusnya berkangsung antara tehun 1662 (kematian Girilaya) dan 1669 (selesai penyusunan jilid pertama).
Mengingat bahwa ketika pemerintahan Sultan Sepuh I, Wangsakerta menja­di tangan kanan dan pembantu utama Sultan, seharusnya ketika itu ia sudah cukup matang di sidang pemerintahan dan bacaan. Jika dianggap bahwa usia 25 tahun merupakan kemungkinan paling muda untuk mengukur kedewasaan kejiwaan seseorang, berarti Wangsakerta lahir sekitar tahun 1645, tahun terakhir pemerintahan Sultan Agung di Mataram. Dugaan ini cocok, mengingat bahwa dua orang sultan yang memberinya perintah (Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten dan Sultan Amangkurat II dari Mataram) juga berkuasa sesudah tahun 1650. Artinya, pada masa pemerintahan ke­dua orang sultan itu, Wangsakerta memang sudah menjadi seorang yang dewasa dan matang.
Titimasa penulisan Purwaka Caruban Nagari dapat dipergunakan untuk memperkirakan tahun akhir hayatnya. Mengingat bahwa naskah itu disusun tahun 1720, dapat dipastikan bahwa sampai tahun itu Wangsakerta masih hidup. Itu berarti bahwa Wangsakerta sedikit-dikitnya hidup selama 75 tahun (1645-720), dan 50 tahun terakhir dari usianya itu selalu diper­gunakan untuk mempelajari, menyusun, dan menulis karya sejarah. Sungguh suatu prestasi yang sukar dicari bandingannya, & semua karyanya itu benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dari kacamata modern.

Naskah Wangsakerta


Naskah Wangsakerta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Naskah Wangsakerta adalah istilah yang merujuk pada sekumpulan naskah yang disusun oleh Pangeran Wangsakerta secara pribadi atau oleh "Panitia Wangsakerta". Menurut isi Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa (bagian) V sarga (jilid/naskah) 5 yang berupa daftar pustaka, setidaknya perpustakaan Kesultanan Cirebon mengoleksi 1703 judul naskah, yang 1213 di antaranya berupa karya Pangeran Wangsakerta beserta timnya.
Naskah kontroversial ini kini tersimpan di Museum Sejarah Sunda "Sri Baduga" di Bandung.[1]

Daftar isi

Panitia Wangsakerta

Dalam pengantar setiap naskah Wangsakerta selalu diinformasikan mengenai proses dibuatnya naskah-naskah tersebut. Panitia--yang dipimpin oleh Pangéran--Wangsakerta ini dimaksudkan untuk memenuhi permintaan/amanat ayahnya, Panembahan Girilaya, agar Pangeran Wangsakerta menyusun naskah kisah kerajaan-kerajaan di Nusantara. Panitia didirikan untuk mengadakan suatu gotrasawala (simposium/seminar) antara para ahli (sajarah) dari seluruh Nusantara, yang hasilnya disusun dan ditulis menjadi naskah-naskah yang sekarang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta. Gotrasawala ini berlangsung pada tahun 1599 Saka (1677 M), sedangkan penyusunan naskah-naskahnya menghabiskan waktu hingga 21 tahun (selesai 1620 Saka, 1698 M).

Karya Panitia Wangsakerta

Naskah-naskah yang dihasilkan oleh Panitia Wangsakerta bisa digolongkan menjadi beberapa judul:
  • Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara
  • Pustaka Pararatwan
  • Pustaka Carita Parahyangan i Bhumi Jawa Kulwan
  • Pustaka Nagarakretabhumi
  • Pustaka Samastabhuwana
  • Salinan kitab-kitab hukum Majapahit
  • Kumpulan carita, katha, dan itihasa
  • Pustaka mengenai raja desa dan raja kecil
  • Salinan beberapa naskah Jawa Kuna
  • Mahabharata
  • Kumpulan kathosana
  • Salinan prasasti
  • Salinan surat-surat perjanjian persahabatan
  • Naskah mengenai cerita para pedagang
  • Naskah dalam berbagai bahasa daerah lain dan bahasa asing
  • Kumpulan widyapustaka (aneka ilmu)
  • Pustaka keislaman
  • Sarwakrama raja-raja Salakanagara
  • Sarwakrama raja-raja Tarumanagara
  • Sarwakrama raja-raja Galuh dan Pajajaran
  • Sarwakrama raja-raja Galuh
  • Sarwakrama raja-raja Jawa Tengah dan Timur
  • Raja-raja dan pembesar Majapahit
  • Raja-raja dan pembesar Bali
  • Raja-raja dan pembesar Janggala dan Kadiri
  • Raja-raja dan pembesar Sriwijaya
  • Raja-raja daerah Bali, Kadiri, dan Janggala
  • Salinan naskah-naskah karya Prapanca

Kontroversi

Ditemukannya naskah Wangsakerta pada awal tahun 1970-an, selain menimbulkan kegembiraan dan kekaguman akan kelengkapannya, untuk banyak pihak justru menimbulkan keraguan dan kecurigaan, bahkan para sarjana dan ahli sejarah menduga bahwa naskah ini aspal (asli tapi palsu). Di antara alasan-alasan yang meragukan naskah ini, yaitu:
  • terlalu historis, isinya tidak umum sebagaimana naskah-naskah sezaman (babad, kidung, tambo, hikayat);
  • cocoknya isi naskah dengan karya-karya sarjana Barat (J. G. de Casparis, N. J. Krom, Eugene Dubois dsb.), sehingga ada dugaan bahwa naskah ini disusun dengan merujuk pada karya para ahli tersebut (tidak dibuat abad ke-17);
  • keadaan fisik naskah (kertas/daluang, tinta, bangunan aksara) menunjukkan naskah yang dijadikan rujukan merupakan salinan dan tulisannya kasar, tidak seperti naskah lama pada umumnya.[2]

Catatan kaki

Rujukan

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Naskah_Wangsakerta

jagat laduni: TRISULA KARARA REKSA


Apa yang disebut sebagai Trisula Karara Reksa merupakan sebuah pusaka sakti yang tersimpan di Istana laut Kidul. Benarkah pusaka ini banyak diburu oleh kalangan paranormal? Dan, seperti apa pula kisahnya…?

Pengantar:
Tulisan bersambung ini sama sekali tak ada unsur rekayasa di dalamnya. Sang penulis menyebut tulisan ini sebagai suatu pengalaman pribadi yang tak pernah bisa dilupakannya. Seperti apakah urutan kisahnya? Simak saja dari awal hingga akhir. Selamat mengikuti…!
Tulisan berikut ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Rahasia Kekuatan Batu merah Delima” (Lihat Misteri No. 0421). Disebutkan oleh para gaib yang berhubungan dengan Misteri, bahwa: “Pada tahun 2009 nanti, saat kursi pemimpin negara Indonesia sedang mulai diperebutkan, maka pada saat itu pula seluruh kekuatan dari benda bertuah akan menjadi perioritas utama. Namun, hanya ada satu pusaka pilih tanding yang sedang diburu oleh seluruh paranormal sebagai raja dari semua pemimpin gaib. Pusaka tersebut adalah Trisula Karara Reksa.”

Seperti apakah sesungguhnya yang disebut sebagai pusaka Trisula Karara Reksa tersebut?

Menyelusuri keberadaan pusaka yang satu ini memang tidaklah mudah, melainkan sebuah pekerjaan yang teramat sulit. Mengapa demikian? Sekedar informasi, pusaka ini memang berada di dasar Laut Kidul. Tepatnya di istana agung Kanjeng Ibu Ratu Laut Kidul. Karena begitu istimewanya, Trisula Karara Reksa ditempatkan di dalam apa yang disebut sebagai “ruangan khusus tingkat ke lima.”
Pusaka ini juga sebagai bentuk dari kebesaran kursi para pembesar istana bawah laut, disamping juga kebesaran para raja Majapahit dan Mataram. Bahkan dalam dunia pawayangan, pusaka ini digambarkan pada gunungan dengan bentuk menyerupai rumpun padi atau bentuk rambut bergerigi. Hal ini berarti lambang dari kemakmuran, pangkat, kesuksesan, kedudukan dan kepercayaan seluruh wadyabala atau lapisan masyarakat luas.


Bercerita tentang karomah atau kesaktian pusaka Trisula Karara Reksa, tentu sudah tidak diragukan lagi sebagai tameng dari berbagai ilmu santet, teluh dan sebagainya. Bahkan dalam hal memuluskan suatu jabatan, Syekh Abdul Karim, Benda Kerep (kini sudah alamarhum) yang semasa hidupnya menjadi guru besar para Habaib se-Indonesia disebut-sebut pula sebagai orang yang tahu secara persis mengenai keampuhan pusaka ini. 


“Pada masa itu, seorang intelektualis bernama Ir. Soekarno, sebelum menjadi pemimpin negara, meminta pendapat pada Kyai yang satu ini tentang sebuah jalan menuju derajat mulia di tengah banyaknya manusia yang mengharapkan.” Demikian kisah sebuah sumber.
Lalu Kyai tersebut (maksudnya Syekh Abdul Karim) berkata; “Dunia adalah derajat dan derajat adanya di dunia. Keberkahan Allah SWT yang punya, namun harus dicari pangkal ujungnya. Segala upaya ada jalannya, carilah karomah yang bersifat raja.”
Dengan penghayatan seksama, Ir. Soekarno lalu bertanya, “Dimana gerangan harus aku cari suatu karomah bersifat raja?” Sang Kyai menjawabnya, “Bersatulah lahir dan batinmu untuk sejalan beriringan, sesungguhnya derajat duniawiyah banyak dimiliki makhluk kasat mata, pintar-pintarlah dalam mencari derajat, karena di tengah derajat akan ada tipu muslihat. Ambillah pusaka raja TRISULA KARARA REKSA. Mintalah izin dari sang murid Nabi Khidir AS (yang dimaksud dengan murid di sini adalah Kanjeng Ibu Ratu Kidul), sebab sesungguhnya karomah raja (pusaka raja) ada padanya.”
Dikisahkan, setelah itu Ir. Soekarno pamit diri dari hadapan sang Kyai untuk menjalankan suatu perintah mulia lewat jalan bertirakat. Dalam suatu kontemplasinya, Ir. Soekarno mendapat suatu wangsit untuk bertirakat/bersemedi di puncak Gunung Penjalu, Tasikmalaya, Jawa Barat.


Lewat suatu perjalanan, Bung Karno akhirnya tiba di puncak gunung tersebut, tepatnya diatas puncak bebatuan yang bernama Harja Mukti atau Pataka Harja. Dengan berbagai amalan dan petunjuk yang diberikan oleh Syekh Abdul Karim, mulailah Bung Karno melakukan tirakatnya. Tepat hari ke-41 dari semedinya di puncak Gunung Penjalu, akhirnya Bung Karno mendapatkan apa yang diinginkannya, yaitu pusaka TRISULA KARARA REKSA, yang langsung diberikan oleh Kanjeng Ibu Ratu Kidul sendiri.
Demikianlah sepenggal kisah perjalanan gaib Bung Karno dalam mendapatkan pusaka langka tersebut. Nah, bercerita tentang pusaka Trisula Karara Reksa, Misteri dalam hal ini mempunyai kisah tersendiri. Berikut Misteri tuturkan secara lengkap, dan dalam penuturan ini sengaja Misteri mengubah kata ganti dirinya menjadi aku, dengan maksud agar cerita lebih mengalir dan mudah dicerna. Selamat mengikuti…! 


Ketika itu aku sama sekali tak menyangka, kalau pusaka yang ada di tanganku adalah pusaka nomor satu yang sedang diperebutkan banyak paranormal. Kedatangan pusaka itu bermula dari suatu tirakat. Tepatnya saat aku tengah memperdalam suatu ilmu karuhun bernama Aji Wijaya Kusuma. Tirakat aku lakukan di salah satu peninggalan bersejarah, yaitu sebuah rumah tinggal seorang waliyullah sakti, Raden Mas Kuncung Anggah Buana. Tepatnya berlokasi di desa Trusmi, Kecamatan Plered, Cirebon, Jawa Barat.
Sekedar diketahui, dalam sejerah masyarakat Cirebon, tokoh bernama Raden Mas Kuncung Anggah Buana ini dilahirkan tanpa seorang ayah seperti pada umumnya. Tapi dari suatu keajaiban dan kebesaran Allah SWT terhadap seorang hamba pilihannya. Hal ini seperti kisah Nabiyullah Isa AS. 


Ada suatu kisah menarik tentang silsilah Raden Mas Kuncung Anggah Buana Disebutkan, suatu ketika Desa Trusmi mengalami masa kekeringan yang begitu panjang. Seorang puteri cantik jelita, Ratu Ayu Roro Jati, selalu bersedih hati dengan keadaan ini. Karenya sang puteri sering menyendiri di sebuah taman keputren, sambil menatap tanaman yang tinggal tangkai tanpa satu pun daun yang bertengger di atasnya. Dengan melihat kondisi seperti ini, sang puteri sering menangis sambil melantunkan seuntai syair keprihatinan, diantaranya; “Wahai Dewata Agung, tidaklah kau turunkan seseorang yang mampu merubah taman kering ini menjadi subur kembali. Sesungguhnya aku hidup tanpa punya kesenangan lani kecuali keasrian tamanku pulih kembali. Wahai Dewata Agung, aku bersumpah dengan segala kerendahan hatiku. Siapapun yang mampu menghidupkan taman kesayanganku ini, bila orang itu laki-laki, aku kan jadikan dia suamiku. Tapi bila dia seorang perempuan, akan kujadikan keluargaku yang paling dekat.”
Pada esok harinya, seorang pemuda yang entah dari mana datangya, tiba-tiba muncul dengan kondisi dan mimik wajah kelelahan sehabis perjalanan jauh. Rupanya, si pemuda langsung beristirahat sambil mandi di pancuran taman keputren Trusmi, yang sedang dilanda kekeringan. Dengan rasa tergesa-gesa, pemuda itu langsung menanggalkan bajunya di antara ranting pohon yang sudah teramat kering. Terlihat kesegaran di wajah pemuda itu, setelah merasakan sejuknya air pancuran keputren.
Bertepatan saat pemuda tadi selesai mandi, tanpa disengaja puteri Roro Jati masuk ke dalam taman keputren. Sang puteri langsung terkejut dan juga tercengang takjub. Ya, sang puteri benar-benar terkesima melihat dua hal yang belum pernah dilihatnya semasa hidupnya. Kedua hal tersebut adalah:

  1. Di saat pemuda tadi mengambil bajunya yang tergelak di atas ranting kering, tiba-tiba pohon itu mengeluarkan daun yang begitu lebatnya serta bermunculan beragam bunga dengan beraneka warna yang sungguh indah di pandang mata. Bukan hanya itu saja, seluruh pohon yang ada di taman semua ikut subur seperti sedia kala.
  2. Saat berpandangan mata, sang puteri langsung terpesona dengan ketampanan pemuda tadi yang tak lain adalah Sunan Gunung Jati. Konon, saking terpesonanya sampai sang puteri tak sadar kalau betisnya tersingkap lebar-lebar, dan pada saat itu Sunan Gunung Jati melihatnya, hingga terbukah sir kelakiannya.
Setelah kejadian itu, Sunan Gunung Jati pergi meninggalkan sang puteri seorang diri, sementara sang puteri masih dalam keadaan terbengong-bengong. Nah, sejak saat itulah, kehidupan sang puteri mulai berubah. Dia benar-benar jatuh hati pada pemuda yang diilhatnya. Begitu hebat cintanya, sehingga tingkah laku sang puteri mulai aneh. Dia selalu datang ke taman untuk sekedar mencium tanah bekas telapak kaki berdirinya Sunan Gunung Jati, persisnya tanah di samping air pancuran tamannya.
Beberapa waktu lamanya sejak hadirnya Sunan Gunung Jati dalam pikirannya, maka selama waktu itu pula sang putri tergila-gila dan terus menciumi bekas telapak kaki Sunan Gunung Jati. Keanehan pun terjadi. Tanpa disadari oleh sang putri, dia akhirnya hamil. Hal ini terjadi tentu semata-mata berkat kebesaran dan keagungan Allah SWT.


Waktu terus berlalu. Di saat kandungan nya telah mencapai 9 bulan, Nyi Mas Ayu Roro Jati, akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang memancarkan sinar terang dari wajahnya. Dengan rasa suka cita sang puteri dan ayahandanya langsung datang menghadap Prabu Panatagama alias Sunan Gunung Jati Cirebon. Konon pada masa itu nama Sunan Gunung Jati sudah tersohor kemana-mana.


Dihadapan seorang raja Islam Cirebon pertama itu, ayah dan sang puteri Roro Jati lalu menceritakan hal ikhwal siapa diri mereka. Dengan senyum yang menawan Sunan Gunung Jati menerima tamunya dengan riang gembira. Dan akhirnya Puteri Roro Jati dinikahinya menjadi salah satu isteri yang paling setia.
Sedangkan sang bayi yang lahir dari rahun sang putrid, oleh Sunan Gunung Jati menamainya Raden Mas Kuncung Anggah Buana. Konon dalam sejarah Cirebon, Raden Mas Kuncung Anggah Buana menjadi seorang pilih tanding dengan ribuan muridnya yang tersebar di berbagai penjuru angina. Di antara muridnya yang sampai sekarang masih terkenal namanya adalah Kanjeng Ibu Ratu Laut Kidul.


Nah, kita lanjutkan kembali kisah hidupku yang bersinggungan dengan pusaka Trisula Karara Reksa. Dalam suatu malam, tepatnya selasa kliwon. Malam itu, ruangan paseban Raden Mas Kuncung Anggana Buana begitu gelapnya karena aliran listerik padam akibat hujan lebat yang sejak sore telah mengguyur daerah Trusmi dan sektirnya.


Mungkin faktor cuaca yang sangat dingin, malam itu tanpa sadar aku terlelap tidur di serambi pintu ukir yang sudah berabada-abad usianya dan tidak pernah direnovasi oleh masyarakat setempat. Entah berapa jam lamanya aku tertidur di tempat itu. Aku baru terbangun karena terkejut akibat satu lemparan benda yang mengenai tubuhku.


Belum lagi rasa terkejutku hilang, tiba-tiba dari dalam pintu ukir keluarlah selarik sinar yang amat terang benderang. Sinar itu lalu berputar mengelilingi tubuhku sampai lima puteran, dan seterusnya sinar itu redup, lalu kembali ada sesuatu yang jatuh di hadapanku.


Dengan dibantu keremangan cahaya yang masuk ke dalam pelataran itu, aku mengambil benda apakah gerangan yang jatuh di hadapanku tadi. Setelah kuperhatikan secara seksama maka muncullah perasaan aneh. Benda itu sepertinya terbuat dari bahan tulang dengan bentuk tujuh tangkai yang saling menyatu dan semuanya bergerigi seperti bentuk padi. Tapi bila diperhatikan lagi, benda tersebut sangat mirip dengan bentuk tombak yang lepas dari gagangnya. Sungguh sangat unik dan belum pernah kulihat sebelumnya.
Malam itu juga, aku sudahi tirakatku dengan membawa sebuah kenang-kenangan dari bangsa gaib, yaitu berupa pusaka aneh. Setidaknya begitu menurutku.


Walau kegunaan dan manfaat pusaka tersebut sama sekali belum aku ketahui, demikian pula kunci pembuka gaibnya, namun aku patut bersyukur sebab telah mendapatkan hadiah yang sungguh sangat berharga itu. Mengapa?Sejak adanya pusaka tersebut di rumahku, lambat laun aku mulai kedatangan rizki dari berbagai tamu yang membutuhkan pertolongan supranaturalku.


Bahkan tak tanggung-tanggung, para pengusaha dan pejabat tinggi negara datang pula dengan berbagai persoalan dan masalah yang tentunya sangat rahasia sebab bersinggungan dengan privasi mereka. Namun, setengah tahun sejak mendapatkan pusaka aneh tersebut, pada suatu hari benda itu kubuang karena suatu alas an yang tak dapat aku ceritakan dalam tulisan ini mengingat aspek kerahasiaannya.
Lantas, apa yang terjadi setelah itu? Untuk mengetahinya, simaklah terus kisah perjalanan supranaturalku ini di edisi berikutnya…..

 
sumber : jagat laduni: TRISULA KARARA REKSA

Friday, 26 October 2012

Hadis Nabi Berkenaan Panji Hitam Ufuk Timur

 

Hadis Nabi Berkenaan Panji Hitam Ufuk Timur



1. Sabda Nabi SAW:

Al-Mahdi akan datang setelah muncul Panji-panji Hitam dari sebelah Timur yang mana pasukan itu selalu tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun. (Ibnu Majah)

2. Sabda Nabi SAW:

Orang ramai daripada Timur akan muncul, kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada al-Mahdi.

3. Sabda Nabi SAW:

Panji-panji Hitam akan keluar dari Khurasan (Setelah Pemuda Bani Tamim bertemu al-Haris Harras dan pada masa itu juga kawan-kawan al-Mahdi (tentera-tenteranya) keluar menuju Baitulmaqdis.

4. Sabda Nabi SAW:

Al-Mahdi akan dibaiat di antara Hajar Aswad dan Makam Ibrahim oleh sejumlah orang yang mengikuti Perang Badar (iaitu Pemuda Bani Tamim dan pasukannya), kemudian datang kumpulan orang dari Iraq, dan para Wali Abdal dari penduduk Syam untuk berikrar kepadanya. Dan akan datang pula pasukan daripada Syam (sufyani) yang kemudiannya ditelan bumi di al-Baidak dekat Zul Hulaifah. Semuanya binasa melainkan si pembawa berita sahaja.
(Abu Daud & Al-Hakim)

5. Sabda Nabi SAW:

Tiga ratus empat belas orang yang di antaranya adalah perempuan, bergabung dengan al-Mahdi yang akan bertindak ke atas setiap pemimpin yang berbuat zalim dan menegakkan keadilan seperti yang diharap-harapkan oleh semua orang. Setelah itu, tidak ada kebaikan lagi di muka bumi ini yang melebihi kebaikan pada masa al-Mahdi.

6. Sabda Nabi SAW:

Pembawa bendera al-Mahdi adalah seorang lelaki daripada suku Tamim yang datang dari Timur.

7. Sabda Nabi SAW:

Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk. Maksudnya ialah al-Mahdi.
(Ibnu Majah, Abu Nuaim & Al-Hakim)


8. Sabda Nabi SAW:

Sebelum al-Mahdi (muncul), As-Sufyani akan muncul dengan 360 pasukan berkuda. Kemudian dengan diiringi 30,000 pasukan yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. As-Sufyani kemudian mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini, 100,000 orang terbunuh di Zaura iaitu suatu bandar di Timur. Setelah itu mereka menyerang Kufah pula. Ketika itu muncullah Panji-panji (Hitam) dari Timur. Lantas ada satu pertanyaan, wahai Rasullulah, bagaimana kami dapat mengenalinya? Nabi SAW menjawab, Dia adalah dari keturunanku, perawakannya mirip kepada Bani Israel, seolah-olah wajahnya bercahaya-cahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam. Dia tampan orangnya, yang berusia 40 tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, tokoh-tokoh Nujabat dari Mesir, Asoib dari Timur dan para pengikutnya.

9. Sabda Nabi SAW:

Sentiasa akan ada satu toifah dari kalangan umatku yang sanggup menzahirkan kebenaran. Mereka tidak dapat dirosakkan (dikalahkan) oleh orang-orang yang menentangnya, hinggalah datang perintah Allah (hari kiamat).

10. Sabda Nabi SAW:

Dari Ibnu Masud RA, katanya, ketika kami berada di sisi Rasullulah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat mereka, maka kedua-dua mata banginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai? Baginda menjawab, Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dari penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalan mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti halnya bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya. Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka itu, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.
(Ibnu Majah)

11. Sabda Nabi SAW:

Daripada al-Hasan, bahawa Nabi SAW menyebut bala yang akan menimpa kaum keluarganya, hinggalah Allah mengutuskan Panji-panji Hitam dari Timur. Sesiapa yang menolongnya akan ditolong pula oleh Allah. Sesiapa yang menghinanya akan dihinakan pula oleh Allah, hinggalah mereka mendatangi seorang lelaki yang namanyna seperi nama aku. Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka Allah pun membantu dan menolongnya.
(Nuaim bin Hammad)


12. Sabda Nabi SAW:

Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun merangkak di atas salji.
(Al-Hafiz Abu Naim)

13. Sabda Nabi SAW:

Akan keluar seorang lelaki dari seberang sungai yang dikatakan Al-Haris bin Harras, yang di hadapannya ada seorang lelaki yang dikatakan al-Mansur, dialah yang akan memudahkan urusan atau membela keluarga Nabi SAW seperti pihak Quraisy yang membela Rasulullah SAW. Wajib setiap mukmin menolongnya atau baginda bersabda, Wajib setiap orang mukmin menerimanya. (Abu Daud, an-NasaâI, al-Baihaqi & al-Husin)


14. Sabda Nabi SAW:

Sesungguhnya ketika zahir al-Mahdi, menyerulah malaikat dari atas kepalanya, Ini al-Mahdi Khalifah Allah, maka kamu ikutilah dia. Seluruh manusia tunduk dan patuh kepadanya dan mengecapi kasih sayangnya. Sesungguhnya al-Mahdi itu menguasai Timur dan Barat. Dan adalah yang berbaiat kepadanya di antara Rukun dan Maqam, yang pertama adalah sejumlah pasukan Badar (314 orang). Kemudian Abdal dari Syam mendatanginya, dikuti oleh Nujabak dari Mesir dan Asoib dari Timur. Setelah itu Allah mengutuskan kepadanya tentera dari Khurasan dengan Panji-panji Hitam dan mereka menuju ke Syam. Allah menutus kepadanya 3,000 malaikat dan ahli (Ashabul) Kahfi adalah antara pembantunya.


15. Sabda Nabi SAW:

Sesiapa yang berpegang (teguh) dengan sunnahku ketika umatku sedang rosak, baginya seratus pahala syahid.
(Iman Muslim)

16. Sabda Nabi SAW:

Ada tiga orang adik-beradik yang saling berperang sesama sendiri berhampiran tempat simpanan Kaabah kamu. Ketiga-tiganya adalah anak seorang khalifah. Kemudian tidak seorang pun antara mereka yang menjadi khalifah. Kemudian muncullah Bendera Hitam dari arah Timur, lalu mereka membunuh kamu semua (yang sedang berperang saudara itu) dengan satu pembunuhan yang (sangat banyak) belum pernah berlaku sebelum ini oleh sesuatu kaum. Kemudia baginda menuturkan sesuatu yang tidak saya ingatinya. Kemudian baginda bersabda, apabila kamu semua melihatnya, hendaklah berbaiat kepadanya walaupun terpaksa merangkak di atas salji kerana dia adalah Khalifah Allah, iaitu al-Mahdi.
(Ibnu Majah)

17. Sabda Nabi SAW:

Akan ada orang-orang yang keluar dari sebelah Timur, lalu mereka mempersiapkan segala urusan untuk al-Mahdi, yakin pemerintahnya.
(Ibnu Majah)

18. Sabda Nabi SAW:

Apabila keluar Panji-panji Hitam dari arah Khurasan, tidak akan ada sesuatu apa pun yang dapat menolaknya hinggalah dipacakkan di Ilya.
(At-Tarmizi)

Panji Hitam Ufuk Timur



Panji Hitam Ufuk dari Ufuk Timur...
satu perkara yg dijanjikan oleh Allah di akhir zaman ini...
tp.. apakah itu Panji Hitam Ufuk Timur...???

sumber :  http://selendangmerah.blogspot.com/2009/08/1.html

Thursday, 25 October 2012

PESAN-PESAN DARI PENGHUNI PLANET-PLANET LAIN YANG BERSAHABAT DAN INGIN MEMBANTU MANUSIA BUMI MENINGKATKAN DIRI AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI MENUJU ZAMAN BARU DENGAN AMAN

PESAN UNTUK PARA PENGHUNI BUMI DARI KOMANDO ASHTAR

 
Komando Ashtar adalah sekelompok entiti (spiritual beings) di bawah pimpinan ASHTAR yang mempunyai tugas dan dedikasi untuk membantu planet bumi. Mereka berasal dari berbagai sektor di alam semesta.

Pesawat antariksa komando Ashtar itu sejak beberapa tahun senantiasa “stand by” atau siap di sekitar bumi untuk berjaga-jaga dan memantau keadaan bumi. Kalau perlu mereka siap mengevakuasi penduduk bumi yang terpilih, untuk diselamatkan.


Sebuah brosur yang ditujukan kepada “PENDUDUK BUMI” (People of Earth), disebarluaskan oleh GUARDIAN ACTION INTERNATIONAL, USA, memuat suatu pemberitahuan bahwa planet humi mendekati masa peningkatan dari dimensi ke-3 masuk ke dimensi-4. Akan terjadi perubahan pada kehidupan mental, spiritual dan fisik, hal mana berpengaruh juga pada keadaan planet humi.


“Bumi menghadapi bahaya “katalis matik” karena telah terjadi kerusakan-*kerusakan pada medan magnetik yang mengitari bumi. Hal itu antara lain disebabkan oleh getaran-getaran negatif yang dipancarkan oleh manusia selama berabad-abad.


Manusia bumi perlu menyadari bahwa kekalutan di dunia dan bahaya yang mengancam bumi adalah akibat dari ulah dan perilaku manusia sendiri. Karena itu, manusia harus mawas diri, harus mengubah diri, harus berupaya untuk hidup dengan penuh asih kepada sesama. Hidup damai dan berusaha mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama (bukan hanya untuk diri sendiri).


Nasib planet bumi dan isinya tergantung pada manusia sendiri. Jika tidak berubah, dikhawatirkan akan ada pembersihan secara besar-besaran. Kami telah mencapai dimensi ke-4 dan ke-5, dan menunggu dengan sabar sampai bangsa manusia bumi mencapai tingkat yang sama, di mana kelak kami akan menuntun anda untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.


Kami tidak mau mencampuri dan mengingkari ‘free will” (hak pilih) anda. Itu merupakan hukum, karena itu kami hanya memperhatikan dan menunggu, kadang-kadang kami memperlihatkan diri untuk merangsang pikiran anda. Karena anda tidak memahami hukum kosmik dan fakta-fakta alam, maka kini hidup anda sedang terancam.


KOMANDO ASHTAR mewakili KONFEDERASI PLANET-PLANET yang telah lama menghindari kekerasan dan perang untuk menyelesaikan masalah*-masalah. Mereka datang untuk menunaikan tugas yang diberikan oleh ALIANSI PERDAMAIAN, mewakili DEWAN INTERGALATIK yang berada di bawah pimpinan Hierarki Spiritual dari tata surya. Bumi anda adalah sebuah planet yang amat indah, yang ditakdirkan untuk menjadi satu bintang yang paling cemerlang di alam semesta ini. Semoga Berhasil……!!!”


PESAN-PESAN DARI PENGHUNI PLANET-PLANET LAIN YANG BERSAHABAT DAN INGIN MEMBANTU MANUSIA BUMI MENINGKATKAN DIRI AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI MENUJU ZAMAN BARU DENGAN AMAN


Oleh : SITA SUDJONO



1. MAKHLUK DAN MANUSIA


PLANET LAIN SERING BERKUNJUNG DAN MENELITI BUMI SEJAK ZAMAN PURBAKALA


Alam Semesta Raya ciptaan SANG MAHA PENCIPTA dipenuhi oleh berbagai macam kehidupan. Amat sombong kiranya jika manusia bumi berpikir bahwa bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni oleh bangsa manusia.


Di planet- planet, bintang-bintang yang bertebaran di alam semesta yang amat luas itu hidup ciptaan-ciptaan yang beraneka ragam, berbeda warna kulitnya, berlainan jenis dan bentuk, ada yang kerdil, ada juga yang besar tinggi seperti raksasa. Berlainan pula densitas atau kepadatan raganya, sesuai dengan tingkatan evolusi dan perkembangan spiritualnya.


Tidak semua memiliki bentuk dan tubuh jenis humanoid seperti manusia bumi, yaitu yang disebut jenis ADAM KADMON. Di antara mereka itu ada yang bisa terlihat oleh kita, penghuni alam dimensi ke-3, ada juga yang tidak terlihat karena mereka hidup di alam dimensi yang berbeda. Namun mereka yang non-fisik dan berasal dari dimensi lebih tinggi, ada yang bisa memanifestasikan diri secara fisik bila dikehendakinya.


Dorothy Roeder

Sebagai contoh tentang beda bentuk dan rupa, ada keterangan dari makhluk yang menamakan dirinya RANOASH dari planet ATAIEN melalui DR. DOROTHY ROEDER, seorang “Channel” bangsa Amerika, bahwa bentuk tubuhnya mirip seekor belalang kacung (praying mantis), tinggi 6 kaki dan berjalan tegak. Dijelaskan pula bahwa bentuk fisiknya itu senantiasa mengalami perubahan*-perubahan untuk menampung kesadaran dirinya sesuai perkembangan evolusinya, dan juga diselaraskan dengan keadaan habitatnya.

Banyak di antara penghuni planet lain yang sejarah perkembangannya jauh lebih tua dan pengetahuan teknologinya jauh lebih canggih. Bahkan sebelum manusia bumi mengenal ilmu matematika, ada makhluk planet lain yang sudah mampu melakukan perjalanan antar planet dengan menggunakan energi kosmik sebagai tenaga penggeraknya.


Tidak heran jika penghuni planet lain memandang peradaban teknologi manusia bumi masih dalam tingkat primitif dan infantil atau kekanak-kanakan. Namun ada pula di antara mereka yang teknologinya canggih tetapi kesadaran spiritualnya masih rendah.


* * * 



Terlihat salah-satu bukti artifak disebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi dengan antena dikepalanya peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu.

Sejak zaman purbakala, bahkan sebelum kehidupan bumi diciptakan sekitar 600 juta tahun yang lalu (menurut keterangan manusia asal Pleiades), banyak makhluk planet lain sudah sering berkunjung ke bumi, bahkan secara berkala bermukim di sini.

Bukti-*bukti dan tanda-tanda kunjungan mereka telah banyak ditemukan oleh para ilmuwan, pakar arkeologi, dan tak sedikit buku-buku telah ditulis mengenai penemuan-penemuan mereka, antara lain dapat dibaca karya ERICH VON DANIKEN dan ZECHARIA SITCHIN.


Salah satu buku Erich Von Daniken yang menghebohkan dunia dan telah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul: Nenek moyang kita dikunjungi astronaut bintang lain, keluaran tahun 80-an.

ERICH VON DANIKEN dalam tulisan-tulisannya antara lain “chariots of the Gods” dan “Gods from Outer Space”, berdasarkan hasil penelitiannya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah ada makhluk-makhluk cerdik pandai di kosmos yang mendarat di bumi ribuan tahun yang lalu? Siapa yang membuat piramid dan sphinx di Mesir, patung-patung batu raksasa di kepulauan Easter.

Siapa yang membuat baterai listrik yang ditemukan ternyata sudah berumur ribuan tahun..? Dinilai dari sebutannya yaitu “gods“, manusia luar angkasa itu tentunya memiliki potensi luar biasa.


Sedangkan SITCHIN , juga seorang ilmuwan yang selama puluhan tahun meneliti monumen-monumen, arca-arca dan benda-benda kuno, hasil galian arkeologi, teks purbakala dan lain-lain berhasil menelusuri sejarah kuno bangsa manusia, mendapatkan bukti-bukti bahwa manusia bumi pertama diciptakan oleh makhluk-makhluk dari planet lain yang memiliki kemampuan-kemampuan ilahi dan merupakan leluhur manusia bumi. (When Time Began, The 12th Planet, Cosmic Code)


Terlihat salah-satu artifak peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu di sebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi memakai pakaian astronaut lengkap dengan helm dikepalanya

Di zaman modern, penampakan piring terbang banyak terjadi sesudah Amerika menjatuhkan bom atom pada tahun 1945 di Jepang, lalu makhluk dan manusia dari planet lain (E.T. = Extra Terrestrial) atau makhluk asing (Alien) banyak diberitakan mendarat di bumi sejak sekitar tahun 1950 .

Mereka yang melakukan kegiatan menculik hewan ternak dan manusia untuk keperluan penelitian, adalah makhluk dari planet peripheral (pinggiran alam semesta). Mereka mempunyai kepentingan tertentu, kebanyakan datang dari planet ZETA RETICULUM. Biasa disebut “The Greys” karena memakai seragam warna kelabu.


Mereka itu tidak termasuk jenis humanoid. “The Greys” melakukan penelitian terhadap hewan dan manusia bumi terutama karena sangat ingin tahu tentang keadaan tubuh manusia. Di mana letak jiwa dan emosi manusia secara biologis, bagaimana perkembangan spiritual manusia bumi.


The Greys

Mereka juga melakukan “cross-breeding“, mencoba berkembang biak dengan manusia bumi dengan tujuan memperbaiki jenis bangsa mereka. Mereka mempunyai keinginan menjadi seperti manusia bumi, karena mereka sendiri sudah sulit berkembang biak, antara lain akibat “cloning“.

Konon “The Greys” dikabarkan telah membuat suatu pakta perjanjian dengan pemerintah Amerika Serikat, yang memberi ijin melakukan penelitian-penelitian dengan imbalan mereka memberi pengetahuan tentang teknologi canggihnya. Dua pangkalan udara di Amerika Serikat disediakan untuk melakukan penelitian bersama.


Namun akhirnya kegiatan mereka melampaui batas, tidak terkendali dan mereka mengingkari perjanjian. Ribuan orang menjadi korban penculikan dan perlakuan tidak manusiawi. Walaupun mereka mampu menghapus memori pengalaman buruk dari ingatan korban, namun banyak orang tidak dapat menghilangkan rasa takut dan traumanya.


Pemerintah Amerika Serikat berupaya keras untuk menutup-nutupi hal-ichwal kerjasama itu. Mass media dan penduduk dilarang keras menyiarkan berita tentang pertemuan dengan makhluk asing, tentang pengalaman diculik agar tidak menimbulkan panik di kalangan masyarakat. Bahkan dibentuk sebuah pasukan khusus terdiri dari petugas-petugas yang berpakaian hitam-hitam (the men in black) yang mengancam dan menteror warga Amerika yang menyiarkan pengalaman-pengalaman mereka. Padahal kantor-kantor pemerintahan dan badan-*badan intelejen penuh dengan laporan-laporan, namun hanya dapat dibaca oleh segelintir orang saja.


EDGAR MITCHELL adalah salah satu dari 12 astronot yang pernah berjalan di bulan. Ia menyatakan di dalam suatu konfrensi tentang UFO (Oktober 1998) bahwa ia telah melihat bukt-bukti otentik bahwa makhluk asing itu benar-benar ada. Pembicaraan- pembicaraan dengan pejabat-pejabat pemerintah dan Angkatan Udara A.S. yang menangani kasus-kasus penampakan piring terbang dan kegiatan makhluk-makhluk asing di bumi telah meyakinkan Mitchell bahwa laporan-laporan tersebut bukan sekedar omong kosong atau khayalan dari orang-orang yang mengaku pernah melihat dan bertemu makhluk atau manusia dari angkasa luar. Edgar Mitchell pernah bekerja sebagai konsultan pada perusahaan film yang membuat film seri “The X-Files”.


Mantan kepala bagian komunikasi dan perancang pesawat antariksa bernama MAURICE CHATELAIN, setelah pensiun dari NASA mengungkapkan bahwa semua penerbangan APOLLO dan GEMINI dibuntuti oleh sejumlah piring terbang, kadang-kadang sangat dekat. Ketika astronot NEIL AMSTRONG dan BUZZ ALDRIN mendarat di bulan mereka menyaksikan sebuah pesawat antariksa asing di tepi salah satu kawah bulan. Namun semua informasi tentang hal-hal seperti itu dilarang disiarkan oleh Mission Control. CHATELAIN adalah penulis buku berjudul : “OUR ANCESTORS CAME FROM OUTER SPACE” — 1979 (Leluhur kita berasal dari angkasa luar).


Banyak sekali hal ikhwal dan penemuan-penemuan tentang kehidupan di angkasa luar yang dirahasiakan oleh para ilmuwan. Hingga kini belum banyak orang mengetahui bahwa di planet MARS terdapat piramida yang mirip seperti piramida di Mesir, dan juga bahwa di planet merah itu terdapat pula sebuah bangunan raksasa berbentuk wajah manusia.


2. PENGHUNI PLANET LAIN YG BERSAHABAT INGIN MEMBANTU DAN SELAMATKAN MANUSIA BUMI DARI BENCANA DAN KEHANCURAN


Billy Meier dan Semjase (ilustrasi)

Dewasa ini makhluk planet lain dari kelompok “The Greys” sudah meninggalkan planet bumi karena mereka sudah tahu bahwa bumi akan mengalami suatu perubahan besar (menuju dimensi lebih tinggi), lalu mereka menyingkir karena kuatir terkena dampaknya. Sebaliknya masih banyak makhluk dan manusia planet lain yang bersahabat, berjaga-jaga di sekitar bumi dan menghalau makhluk-makhluk yang mengganggu atau mempunyai itikad buruk.

Ciptaan-ciptaan (makhluk dan manusia) dari planet lain yang bersahabat itu tergabung dalam KONFEDERASI GALAKTIKA, dan mempunyai misi yang disebut Operasi Peningkatan Manusia (Operation Lift Man), yaitu : misi meningkatkan kesadaran spiritual manusia bumi.


Billy Meier, yang hanya memiliki satu tangan dan satu tangannya lagi buntung, mengaku beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.

Manusia asal gugus bintang PLEIADES mengaku telah memperhatikan bumi sejak ribuan tahun.

Dari zaman ke zaman mereka berkunjung dan mengadakan kontak dengan penduduk bumi. Mereka telah datang di zaman Alantis, Mesir, Mexico, Peru dan lain-lain tempat.


Sejak 300 tahun terakhir mereka meneliti secara seksama kehidupan di bumi, mempelajari perilaku manusia, bahkan sudah mengetahui semua bahasa yang digunakan oleh penduduk bumi.


Mereka memiliki basis di berbagai negara, antara lain di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Mt. Shasta, California, USA.


Semjase sang alien

Seorang petani bangsa Swiss bernama EDUARD BILLY MEIER, sejak masih kanak*-kanak sampai tua mengadakan kontak dengan utusan dari bintang PLEIADES, seorang wanita bernama SEMJASE disekitar tahun 1975.

Meier beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan ia diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.


Mereka meminta supaya keterangan-keterangan itu disebarluaskan, namun ternyata Meier kurang berani melakukannya.


Dilihat dari kacamata bangsa PLEIADES, manusia bumi merupakan bangsa yang masih sangat terbelakang.


Hidup dalam kebingungan, sering mengambil tindakan-*tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian dan kehancuran.

Menurut mereka itu, keterbatasan pengetahun dan pengertian tentang tujuan hidup manusia yang diberikan oleh berbagai pihak klan otoritas tertentu, membuat manusia hidup dalam kegelapan, menimbulkan kekacauan pikiran, mendorong timbulnya perang dan pertumpahan darah selama ribuan tahun. 



3. TUJUAN MANUSIA PLEIADES MENGADAKAN KONTAK DENGAN MANUSIA BUMI

Berhubung manusia Pleiades mengetahui bahwa planet bumi dan penghuninya akan menghadapi suatu perubahan besar, maka kiranya menjadi tugas mereka untuk menyampaikan informasi, antara lain :


Tentang kehidupan di alam semesta raya, bahwa manusia bumi tidak hidup sendiri.

Bahwa ada penghuni planet tertentu yang berniat menduduki bumi
Nafsu rendah dan sifat-sifat hewani manusia merusak ekologi dan lingkungan hidup.
Manusia Pleiades ingin membimbing manusia bumi meningkatkan kesadaran diri spiritual dan memberi pengetahuan teknologi demi kesejahteraan hidup hangsa manusia bumi.
Pengetahuan paling penting yang perlu mereka sampaikan untuk membantu manusia bumi adalah mengenal jati diri, mengetahui maksud dan tujuan hidup. Hendaknya setiap manusia merenung dan memikirkan hal itu, serta mencari tahu tentang kebenaran hidupnya.
Oleh karena perubahan besar akan dialami oleh manusia dengan datangnya zaman Aquarius, maka dirasa lebih mendesak untuk memberitahu manusia tentang tujuan hidup sesuai dengan kehendak SANG PENCIPTA.

Manusia Pleiades menyadari kesulitan yang akan dialami oleh penghuni bumi dalam masa transisi karena mereka sudah pernah mengalaminya. Maka mereka sangat ingin membantu, bersama-sama makhluk dan manusia dari planet lain.


Manusia bumi harus dapat menciptakan rasa persaudaraan yang kuat antara sesama hidup berdasarkan “cinta kasih”, agar dapat diterima dalam lingkungan persaudaraan antar planet, yang kelak harus ditingkatkan lagi masuk ke dalam konfederasi galaktik, universal dan interdimensional.


Manusia Pleiades sangat perhatian dan mencemaskan nasib bumi serta penghuninya karena leluhur mereka dan leluhur manusia bumi adalah sama, yaitu keturunan manusia dari planet di rasi Lyra yang pernah menghuni bumi di masa lalu. Persamaan leluhur itu mendorong mereka untuk ingin membantu manusia bumi.


Mungkin keterangan itu sulit diterima, merupakan hal yang amat fantastik, mustahil dalam pikiran kita, namun para ilmuwan telah menemukan banyak bukti*-bukti keberadaan makhluk planet lain di bumi dan sejarah interaksi mereka dengan leluhur kita di zaman purbakala.


SEMJASE dan rekan-rekannya yang memberi bimbingan selama bertahun-tahun kepada Billy Meier juga mengungkapkan misteri tentang penciptaan alam semesta, asal-usul planet bumi, sejarah bangsa manusia, termasuk peradaban-peradaban sebelum kita.


Tentang proses perkembangan spiritual manusia, keberadaan manusia di zaman baru dan prediksi mengenai kehidupan manusia di masa depan. Semua itu dilaporkan oleh seorang peneliti fenomena UFO bernama RANDOLPH WINTERS, dalam bukunya berjudul “THE PLEIADIAN MISSION”



The Pleiades constellation stars also known as M45 or the Seven Sisters (background) with flying sources on the foreground (illustration)


4. PENGALAMAN DINO KRASPEDON BERTEMU PENJELAJAH ANTARIKSA


DINO KRASPEDON adalah seorang warga kota Sao Paolo, Brazil, yang bertemu seorang kapten pesawat antariksa pada tahun 1954. Rupanya makhluk planet lain yang peradaban dan evolusi spiritualnya tinggi memiliki bentuk tubuh seperti manusia. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi, memilik kepribadian sangat simpatik.


Menurut manusia antariksa yang dijumpai oleh Kraspedon berambut pirang mirip bangsa Swedia, dan mengaku berasal dari salah satu satelit planet Jupiter. Menurut keterangannya, planet-planet yang ada penghuninya adalah: Merkurius, Venus, Mars, Uranus, Neptune dan Pluto. (manusia bumi tak dapat melihat mereka dengan mata kasar, karena beda dimensi).


Didampingi oleh dua orang rekannya, seorang Profesor ilmu fisika dan seorang Profesor ilmu matematika, KRASPEDON mengadakan diskusi dan tanya jawab dengan kapten pesawat antariksa itu mengenai hukum alam, hukum fisika, tentang perputaran planet-planet, pergerakan galaksi dan sebagainya. Diperoleh pula keterangan tentang bagaimana caranya pesawat antariksa atau piring terbang mampu bergerak tanpa suara, bisa berhenti mendadak lalu melesat lagi dengan kecepatan tinggi dan lain-lain.


Manusia dari satelit planet Jupiter itu menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya datang ke bumi untuk tujuan penelitian, tetapi juga untuk menghimbau kepada manusia bumi untuk mencegah kehancuran dan mengajak hidup damai. Jika manusia mau berubah, SANG PENCIPTA akan melimpahkan rahmatnya.


“Tidak sulit untuk menjadi orang baik, cukup berusaha menghindari tindakan jahat dan TUHAN akan melakukan selebihnya”.


Ia juga mengatakan “Kami telah lama memperhatikan pembunuhan yang dilakukan oleh manusia bumi dan mengharapkan semoga manusia lebih memahami pekerjaan TUHAN dan bertaubat”.


“Kami menunggu terjadinya transformasi ini, tetapi rupanya sia-sia belaka. Manusia menganjurkan perdamaian, tetapi hatinya penuh kebencian dan rasa dendam. Mereka menghendaki kemajuan (progress) tetapi mengabaikan budi luhur dan menjadi makhluk yang lebih ganas dari hewan. Kalau saja manusia bumi berhenti berperang kami akan menunjukkan bagaimana cara mengendalikan energi, apa itu energi atom, matahari, magnetik, bahkan energi kosmik sekalipun. Bila manusia mau belajar untuk menjadi insan-insan yang cinta damai dan penuh kasih sayang, saudara-saudara dari tata surya akan menunjukkan bagaimana caranya mengubah bumi menjadi Taman Firdaus”.


Jika Billy Meier dan Dino Kraspedon bertemu dengan manusia antariksa secara pribadi, di masa kini dengan alasan keselamatan, kebanyakan dari mereka memilih melakukan hubungan secara tidak langsung, yaitu melalui telepati atau cara yang disebut “channeling“. Hal itu disebabkan karena pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, di mana sering terjadi konfrontasi dan saling melukai satu sama lain. Rasa takut dan curiga manusia bumi ketika bertemu makhluk angkasa luar mengakibatkan tindakan penyerangan yang berakibat fatal.


In March 1997, UFO sighting over Phoenix, Arizona
 
5. KOMUNIKASI MELALUI “CHANNELING”

“Channeling” adalah suatu proses dimana seorang manusia membiarkan dirinya menjadi perantara (channel, mediator) dari entity atau energi non-fisik dari dimensi lain yang ingin menyampaikan informasi, ajaran atau pesan-pesan. Disampaikan secara telepatis lalu manusianya meneruskan secara lisan (direct channeling) atau secara tertulis (automatic writing). Channeling ini merupakan fenomena zaman baru, kebanyakan memenuhi keinginan dari entity atau energi dari dimensi lebih tinggi yang ingin membantu manusia dalam masa transisi demi keselamatan bumi dan isinya.


Seorang wanita bangsa Amerika bernama Dr. DOROTHY ROEDER, chiropractor dan juga penyembuh spriritual dari Arizona menjadi “channel” dari 360 cosmic beings (entiti kosmik) Malaikat Agung, Ascended Masters, makhluk-makhluk dan manusia planet lain yang tergabung, dalam Komando Antariksa (Space Command).


Pesan-pesan mereka itu dirangkum dalam sebuah buku berjudul “REACH FOR US”, artinya “Gapailah (atau hubungilah) kami”. Isinya berupa himbauan dari para aulia, manusia-manusia planet lain yang telah mencapai dimensi tinggi, bahkan malaikat-malaikat, antara lain RAPHAEL, MICHAEL, SERAPIS BEY, EL, ELOHIM, MAITREYA, SANAT KUMARA, EL MORYA, DJWAL KHUL, ST. GERMAIN, KHUTUMI, dan lain-lain.


Pada intinya, pesan-pesan mereka ditujukan untuk menimbulkan kesadaran bahwa di luar dunia fisik ada dunia non-fisik (metafisik), dan kedua dunia ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.


Pengetahuan dan pemahaman tentang alam non-fisik (metafisik) akan sangat membantu peningkatan kesadaran manusia dan akan dapat dipetik pelajaran bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih layak di alam dunia. Kini mereka turun ke bumi untuk membantu manusia mengembangkan pengertian tentang jati diri dan mengenal kemampuan spiritualnya. Dengan begitu manusia akan lebih memahami rencana agung SANG PENCIPTA. Kuncinya adalah mengenal kemampuan terpendam dan kesadaran kreatif yang dimiliki oleh setiap manusia agar dapat membebaskan diri dari keterbatasan kehidupan dunia fisik (dimensi 3).


JOSHUA DAVID STONE, seorang konsultan psikologi transpersonal bangsa Amerika yang menyandang gelar Ph.D., telah membuat risalah dari informasi-*informasi yang diterima melalui berbagai channel, antara lain dan makhluk-makhluk dan manusia-manusia dari PLEIADES, SIRIUS, ORION, UMMO, IARGA, VENUS, ARCTURUS, LYRA, ALPHA CENTAURI, ANTARES, dan sejumlah planet-planet lain yang jarang kita dengar namanya. Rangkuman risalah David Stone dapat dibaca dalam bukunya berjudul “HIDDEN MYSTERIES” (Misteri Tersembunyi).


Dinyatakan bahwa tata surya kita akan pindah (bergeser) ke sektor lain di alam semesta yang frekuensi getarannya lebih tinggi dan berdampak peningkatan dalam segala bidang. Sayang bumi merupakan satu dari dua planet yang belum sinkron atau belum harmonis dengan planet-planet lain dalam tata surya kita ini.


Karena itu, dibutuhkan teknologi canggih untuk mengamankan bumi di saat terjadi transisi. Saudara-saudara antariksa kita dari planet-planet lain siap membantu. Namun tugas mereka diperkirakan sangat berat karena sebagian besar penduduk bumi tidak mengetahui dan tidak menyadari apa yang menghadangnya.


Real UFO, Photograph ©copyrights by Billy Eduard Albert Meier (BEAM) a.k.a. Billy Meier

6. INFORMASI YANG DITERIMA OLEH KELOMPOK RAMALA (DI INGGRIS)


Di Glastonburry, Somerset, Inggris, terdapat suatu kelompok orang-orang yang selama lebih dari 20 tahun menerima ajaran-ajaran dan informasi dari penuntun spiritual (spiritual guides) melalui sepasang suami isteri sebagai channelnya. Kelompok ini membentuk suatu ajang pertemuan yang disebut RAMALA CENTRE.


Kelompok ini juga menerima keterangan mengenai “the space people” atau manusia-manusia antariksa.


Dinyatakan bahwa:


“Saudara-saudara dari angkasa luar datang untuk menyelamatkan bumi. Mereka telah berkali-kali melenyapkan getaran-getaran yang menghambat evolusi anda. Mereka memancarkan sinar-sinar khusus dari planet-planet mereka untuk memperbaiki keadaan atmosfer dan strata-strata yang rusak di sekitar bumi”.


Ketika manusia pertama kali meledakkan bom atomnya, ia telah melepaskan energi yang terlalu kuat dan merusak keseimbangan sistim tatanan planet- planet. Ketika itu manusia dari planet MARS langsung menyiapkan suatu alat untuk menetralisir energi yang mengganggu itu.


Kemudian ketika manusia bumi meledakkan lagi senjata nuklir yang lebih dahsyat dan lebih berbahaya, radiasi dari ledakan-ledakan itu mulai mempengaruhi eksistensi planet-planet lain dan mengancam kelestarian seluruh tata surya kita. Penghuni planet VENUS dengan cepat bertindak mengirim pesawat-pesawat antariksa, memulihkan keseimbangan alam yang rusak itu. Piring-piring terbang yang terlihat di sekitar bumi dikirim untuk tujuan itu. Dan kini, ketika bumi menghadapi keadaan gawat menjelang perubahan besar, mereka datang lagi untuk membantu.


Seorang paranormal dan penulis terkenal di inggeris bernama PEGGY MASON pernah mencari konfirmasi tentang keberadaan dan misi manusia-manusia antariksa itu kepada orang suci SATYA SAI BABA di India, dan ia mendapat jawaban “Ya, semua itu benar…. dan mereka mengemban banyak tugas!”.


Flying sources above the sea level (illustration)
 
7. MENGENAL JATI DIRI DAN MENINGKATKAN KESADARAN AMAT PENTING AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI DENGAN AMAN DAN SELAMAT

Apakah dengan akan terjadinya trasnsisi itu manusia bumi akan mengalami kiamat?


Ayat-ayat di dalam AL QURAN menyatakan bahwa umat Islam harus meyakini datangnya hari kiamat. Terdapat banyak nubuat, ramalan dan visi paranormal yang menggambarkan kehancuran bumi.


Kaum ilmuwan memprediksi akan terjadi goncangan-goncangan alam setelah memasuki milenium baru, seperti kemungkinan pergeseran poros bumi, mencairnya gunung es di kutub-kutub, gempa bumi dahsyat yang akan menyebabkan perubahan peta bumi dan sebagainya. Kalender Maya dan petunjuk-*petunjuk di dalam piramida di Mesir memberi isyarat bahwa tahun 2012 merupakan awal dari tatanan baru menuju zaman keemasan. (Baca makalah penulis “Selayang Pandang Milenium Baru, THE NEW AGE”) .


Kalau kita menyimak ramalan dan prediksi-prediksi kuno, memang terlintas gambaran tentang masa depan manusia bumi yang suram dan mencemaskan. Namun jika memperhatikan informasi dan pesan-pesan masa kini yang disampaikan melalui “channeling”, terdapat harapan bahwa masa depan kita tidaklah seburuk yang digambarkan, asal saja manusia ikut berusaha. Tidak lagi mengabaikan keberadaan makhluk/manusia planet lain yang datang ke bumi dan ingin membantu. Dan kiranya tidak ada salahnya kita memperhatikan pesan-pesan yang bijaksana, demi kepentingan kita sendiri.


Seorang pengusaha bangsa America bernama LEE CAROLL yang menjadi channel dari entiti bernama KRYON, sudah 3 kali diundang ke PBB di New York, untuk mengadakan “live channeling’”(penyampaian pesan langsung), KRYON menyatakan bahwa semua negara di dunia seharusnya melakukan kerjasama mengumpulkan semua data dan informasi dari “space brothers” (saudara-saudara antariksa) kita, lalu memberi penjelasan kepada warga negaranya masing-masing mengenai kegiatan makhluk/manusia planet lain itu serta meneruskan pesan-*pesannya. Menurut KRYON, untuk waktu ini perdamaian tidak lagi merupakan suatu opsi (option), melainkan menjadi suatu keharusan jika bangsa manusia menginginkan peningkatan dan maju ke depan.


Planet bumi senantiasa mengalami proses evolusi, demikian pula penghuninya. Perubahan dan gejolak alam diperlukan untuk membawa kita pada suatu pembaharuan. Manusia yang masih rendah kesadaran spiritualnya tidak akan dapat menyelamatkan diri, sedangkan yang tersisa akan mendapat tugas untuk mengatur dan menciptakan kehidupan zaman baru. Di saat itu pula makhluk manusia antariksa yang peradaban dan teknologinya lebih tinggi akan datang guna membimbing, mengajar manusia bumi menciptakan kehidupan yang lebih bahagia dan sejahtera.


Sementara itu, apakah yang harus kita lakukan secara pribadi-pribadi? Yang pasti, manusia harus melakukan koreksi diri, mengubah perilaku dan gaya hiclup, menghentikan tindakan-tindakan yang membawa kematian, kehancuran dan kesengsaraan, sebanyak mungkin menebar asih kepada sesama, kepada siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, menghilangkan rasa iri cemburu, marah, dendam, mau menang sendiri dan sebagainya.


Setiap orang yang hidup dengan kesadaran baru akan memancarkan getaran positif yang mempengaruhi lingkungannya, ia juga akan membawa perubahan pada orang-orang di sekelilingnya. Energi pembaharuan akan bekerja melalui diri manusia-manusia baru itu.


Jika beberapa tahun yang lalu, KOMANDO ASHTAR sudah bersiap-siap untuk mengevakuasi sejumlah penghuni bumi dengan tujuan penyelamatan, lalu kelak akan dikembalikan lagi ke bumi setelah keadaan bumi cukup nyaman untuk dihuni lagi, komunikasi akhir memberitakan bahwa evakuasi tidak diperlukan lagi karena sudah banyak manusia bumi yang meningkat kesadaran spiritualnya, dan dengan bantuan makhluk/manusia dari planet-planet lain, bumi telah bisa dibuat lebih stabil dan kegoncangan alam bisa dikurangi, sehingga lebih banyak manusia akan bisa selamat.


Di dalam AL QURAN terdapat firman yang berhunyi : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri..” (Surat 13, ayat 11).


Jadi, nasib manusia terletak di tangan manusia itu sendiri. Dengan cara mengubah diri dan hidup sesuai kehendak. YANG MAHA PENCIPTA manusia akan dapat menciptakan kehidupan yang baik di masa depan.


Orang-orang yang mengenal jati dirinya akan menyadari bahwa di dalam dirinya terdapat potensi untuk mengatur realitas hidupnya sendiri. Ia pun akan lebih mudah melakukan hubungan langsung dengan SANG PENCIPTA, sehingga akan selalu digerakkan untuk berada di tempat yang tepat di saat yang tepat, demi keselamatan dirinya. Karena itu hendaknya kita semua berusaha meningkatkan kesadaran spititual kita, mengenal jati diri kita, agar berhasil melampani masa transisi dengan selamat dan selanjutnya dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan sejahtera di zaman baru.


(Tulisan ini pertama kali disajikan dalam sarasehan METAFISIKA STUDY CLUB, tahun 1998 * Direvisi dan disempurnakan , Desember 2008)


DAFTAR PUSTAKA

1. THE LIGHT OF EMMANUEL – Ananda
2. THE PLEIADIAN MISSION – Randoplh Winters
3. MY CONTACT WITH UFO’S – Dino Kraspedon
4. HIDDEN MYSTERIES – Joshua David Stone. Ph.D.
S. THE VISION OF RAMALA – The Ramala Source
6. PEOPLE OF EARTH – Ashtar
7. REACH FOR US – Dr. Dorothy Roeder
8. KRYON : PARTNERING WITH GOD – Lee Carroll
9. GODS FROM OUTER SPACE – Erich Von Daniken
10. THE 12th PLANET – Zecharia Sitchin

* * *

Tentang Penulis



Sita Sudjono adalah seorang pengamat pengetahuan tentang parapsikologi dan metafisika. Lahir di Tokyo, Jepang, tahun 1935, puteri mantan Duta Besar RI. Mr. R. Sudjono (alm), yang pernah bertugas di negara-negara Jepang, Brazil dan Swedia.

Sebagai puteri seorang diplomat, Sita memperoleh peluang untuk menghayati pergaulan luas dan kesempatan mengkoleksi berbagai buku dari manca negara. Sejak masa remaja sudah tertarik membaca buku-buku tentang agama-agama, ajaran spiritual kuno, mistik, metafisika dan sebagainya.


Ayahnya, seorang pengagum dari Sri Ramakrishna, Parahansa. Yagananda dan Sathya Sai Baba, serta ibunya Retnowati, dulu anggota perkumpulan spiritual “The Rosicrucian Order”, mendorong Sita untuk menekuni “self-study” dalam bidang parapsikologi dan metafisika.


Selama 11 tahun (1985-1996), Sita menjadi anggota staf pengajar di Sekolah Pengembangan Pribadi “JOHN ROBERT POWERS”, Jakarta, untuk mata pelajaran wiraga (visual poise) dan rata krama pergaulan (etiquette).


Di samping itu, sejak tahun 1968 hingga kini, Sita adalah pelatih dan sekretaris dari YAYASAN ORHIBA PUSAT, Jakarta, suatu organisasi non-komersial yang menyebarluaskan Olah Raga Hidup Baru (ORHIBA), yang membawa manusia pada keadaan sehat jasmani, rohani dan mental. Sita Sudjono adalah salah satu pendiri YAYASAN METAFISIKA SEMESTA. Indonesia (1999), selain itu menjadi pengurus dan penceramah di METAFIS1KA STUDY CLUB, Jakarta (sejak 1998).


(Nur Agustinus, BETA-UFO Indonesia • IndoCropCircles.wordpress.com)  

 

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907