Sunday, 9 December 2012

80 Kerajaan dan Lembaga Adat Se-Indonesia Ikut Musyawarah Kerajaan

80 Kerajaan dan Lembaga Adat Se-Indonesia Ikut Musyawarah Kerajaan



KRISHNA AHADIYAT/"PRLM"
PESERTA berbincang bersama pada acara Saresehan Sejarah Kerajaan dan Kesultanan Nusantara di Gedung Merdeka Jln. Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (9/12). Acara yang bertujuan menjalin persahabatan dan silaturahmi seluruh nusantara itu dihadiri sejumlah perwakilan dari berbagai kerajaan-kerajaan di daerah.*

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 80 kerajaan dan lembaga adat Se-Indonesia mengadakan musyawarah agung dan sarasehan di Gedung Merdeka Bandung, Jalan Asia Afrika, Minggu (9/12/12). Musyawarah dan sarasehan diadakan dengan maksud untuk melestarikan nilai-nilai budaya serta membangun komitmen bersama dalam program pemeliharaan dan pengembangan budaya antardaerah.
"Acara ini terselenggara oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FKSN) dengan difasilitasi Yayasan Pamanah Rasa Nusantara yang merupakan majelis musyawarah persaudaraan keraton, kesultanan dan lembaga adat nusantara Jawa Barat (Jabar),"ucap RA Ikke Dewi Sartika selaku Ketua Panitia musyawarah agung dan sarasehan saat ditemui di Gedung Merdeka. Menurutnya, dari 156 kerajaan anggota FKSN hanya 80 kerajaan yang hadir dalam musyawarah agung dan sarasehan tersebut.
"Yang hadir bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga ada yang berasal dari luar negeri. Seperti kerajaan Selangor dan Brunei Darusalam. Mereka berstatus sebagai tamu saja,"ucap Ika. Sementara beberapa kerajaan daerah di Indonesia yang hadir adalah Gowa, Bali, Bone, Sinjai serta Yogyakarta. Dia mengatakan,yang hadir bukan hanya raja, tetapi juga perwakilannya baik keluarga kerajaan maupun lembaga adat.
Acara dimulai sejak Sabtu (8/12) dengan rangkaian acara sarasehan, Prosesi musyawarah agung serta pembacaan hasil musyawarah serta penutupan dengan pembacaan rajah penutup pada Minggu (9/11). Kendati rangkaian acara berjalan lancar, Ikka mengeluhkan tak adanya alokasi dana dari Pemerintah Kota Bandung dan Pemerinta Provinsi Jabar untuk berlangsungnya acara."Tidak ada bantuan dari APBD, kami mengadakan acara secara swadaya bersama anggota,"katanya.
Ke depan, Ikka menyatakan, tindak lanjut dari musyawarah dan sarasehan adalah pemembuatan buku terkait keraton kesultanan dan lembaga adat Nusantara serta komitmen bersama untuk mengusung Konferensi Asia Afrika Royal Meeting mengenai pemuliaan budaya daerah. Dari pemantauan, para peserta dari berbagai kerajaan tampak menggunakan pakaian adat masing-masing daerah. Mereka saling bersalaman serta berfoto bersama seusai penutupan acara. (A-201/A-26).***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/214415

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907