Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Tuesday, 8 December 2009

Presiden SBY Buka Asian Parliamentary Assembly

http://vibizdaily.com/detail/nasional/2009/12/08/presiden_sby_buka_asian_parliamentary_assembly

Selasa, 08 Desember 2009 | 08:41 WIB
Presiden SBY Buka Asian Parliamentary Assembly

(Vibizdaily - Nasional) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membuka sidang Asian Parliamentary Assembly (APA).? Pertemuan negara-negara Asia ini akan membahas sejumlah isu seperti terorisme, perubahan iklim dan krisis ekonomi global.

Asian Parliamentary Assembly (APA) berlangsung tanggal 8-10 Desember 2009 di Gedung Merdeka, Bandung. Sidang dibuka pukul 10.00 WIB. Presiden SBY bersama Ketua DPR Marzuki Alie dan presiden pertama APA Haddad Adel akan memberi sambutan.

Pengamatan di lokasi, sejak pukul 06.00 WIB di sekitar gedung tempat berlangsungnnya pertemuan sudah disterilkan oleh aparat kepolisian. Namun Jl Asia Afrika yang merupakan akses menuju tempat tersebut hingga kini masih belum ditutup.

Pertemuan ini akan dihadiri 192 orang dari 39 negara. Tuan rumah mengirim 12 utusan yang terdiri dari ketua DPR, ketua (Badan Kerjasama Antar Parlemen) BKSAP, dua anggota DPR RI bidang hukum dan politik serta beberapa anggota BKSAP.

Pertemuan akan membahas draf resolusi yang nanti akan dijadikan Deklarasi Bandung yang berisi pernyataan sikap bersama Parlemen Asia terkait sejumlah isu mulai dari terorisme, perubahan iklim, krisi ekonomi global dan berbagai isu politik dan ekonomi lainnya.

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907