Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Friday, 18 February 2011

Kredit Bank Rp 300 Triliun Masih 'Nganggur'

sumber : http://www.detikfinance.com/read/2011/02/18/123334/1573601/4/ri-dijanjikan-investasi-besar-besaran-oleh-perusahaan-as?f9911023

Kredit Bank Rp 300 Triliun Masih 'Nganggur'
Romika Junaidi - detikFinance



Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan porsi kredit belum cair alias 'kredit nganggur' atau undisbursed loan mencapai Rp 300 triliun. Porsi kredit ini terus menunjukkan penurunan dibandingkan dengan akhir tahun 2010 yang masih berada di kisaran Rp 500 triliun.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah ketika ditemui disela acara Asbanda di Hotel Gren Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

"Angka undisbursed loan terus turun saat ini atau Februari 2011 sudah sekitar Rp 300 triliun dan tidak ada hal yang extraordinary," ujar Halim.

Menurutnya, undisbursed loan yang masuk kategori uncommited masih lebih besar dibandingkan commited. Dijelaskan Halim, porsi undisbursed loan tersebut terbagi menjadi dua komponen berdasarkan penerapan standar akuntansi keuangan (PSAK) 50-55.

Komponen undisbursed loan terdiri dari commited dimana dalam perhitungannya sudah memasukkan porsi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan uncommited yang belum memasukkan ATMR.

Per Desember 2010, porsi kredit belum cair mencapai Rp 556,8 triliun. Porsi undisbursed loan yang termasuk katagori uncommited mencapai Rp 368,2 triliun dan untuk commited mencapai Rp 188,5 triliun.

Pada bagian lain, Halim mengakui terdapat 15 bank yang rasio kredit bermasalah (NPL) yang diatas rata-rata 5%. Namun Halim menjelaskan, NPL tersebut merupakan NPL gross. "Jadi BI kan memang melihat NPL Nett-nya. NPL Nett itu sekitar 1% sehingga tidak ada bank yang masuk pengawasan intensif," jelasnya.

Rendahnya NPL, lanjut Halim dikarenakan pencadangan yang disiapkan oleh bank cukup besar. Selain itu, Halim mengatakan terdapat bank yang melakukan restrukturisasi kredit sehingga NPL-nya turun.

(dru/ang)
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907