Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Friday, 12 August 2011

Kebijakan The Fed Bikin RI Kebanjiran Dana Asing

sumber : http://finance.detik.com/read/2011/08/10/151919/1700884/5/kebijakan-the-fed-bikin-ri-kebanjiran-dana-asing


Foto: Dok detikFinance

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai keputusan pemerintah AS dan The Federal Reserve (The Fed) jika kembali menerapkan quantitative easing untuk mendorong perekonomian justru akan membuat aliran masuk modal asing (capital inflow) semakin besar ke Indonesia. Pasalnya, RI menawarkan imbal hasil yang menarik serta memiliki fundamental perekonomian lebih bagus.

"Kalau hanya tingkat bunga yang rendah, tidak terlalu meningkatkan capital inflow, paling-paling iramanya sama kaya yang sekarang. Tapi kalau ditetapkan quantitative easing yang memompakan dana itu tentu akan mendorong capital inflow lagi," ujar Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (10/8/2011).

Dikatakan Darmin, BI sendiri telah menyiapkan bauran kebijakan untuk menghadapi besarnya capital inflow. Terkait dengan nilai tukar rupiah BI menegaskan tetap bisa dijaga volatilitasnya.

"Kami tetap berusaha mengurangi volatilitas melalui bauran kebijakan," kata Dia.

Terkait dengan kebijakan quantitative easing, Darmin mengatakan, akan menjadi pilihan terakhir ketika kebijakan fiskal sudah kehabisan ruang untuk mendorong perekonomian.

"Saya tadinya mengharapkan kalau fiskal yang bisa diandalkan tidak akan akibatkan capital inflow terlalu besar, karena insentif fiskal lebih terarah. Tapi kalau lewat bank sentral, enggak bisa terlalu diarahkan, dananya akan langsung jatuh ke pemilik aset-aset besar, terutama surat-surat berharga. Dalam waktu cepat disalurkan ke wilayah yang imbal hasilnya lebih bagus," jelasnya. (dru/ang)

terkait :
indonesia-menuju-babak-baru-mulai-2011
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907