Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Friday, 19 August 2011

Paus Tuding Sistem Ekonomi yang Hanya Kejar Laba Penyebab Krisis Eropa

sumber : http://www.voanews.com/indonesian/news/Paus-Tuding-Sistem-Ekonomi-Berbasis-Laba-Penyebab-Krisis-Eropa-128020338.html

Paus Benediktus mengatakan ekonomi harus dipandu oleh etika dan melayani kepentingan umum, bukannya semata 'maksimalisasi keuntungan.'

Foto: AP
Paus Benediktus XVI (kanan) disambut oleh Raja Spanyol Juan Carlos dan Ratu Sofia saat tiba di bandara Madrid (18/8).

Paus Benediktus menuding ekonomi yang semata-mata didorong oleh laba sebagai penyebab kesengsaraan ekonomi Eropa.

Paus berbicara kepada wartawan di pesawat sebelum tiba di Madrid Kamis untuk menghadiri sebuah festival pemuda Katolik yang berlangsung selama empat hari.

Dia mengatakan ekonomi harus dipandu oleh etika dan melayani kepentingan umum, bukannya didasarkan pada "maksimalisasi keuntungan."

Kunjungan Paus Benediktus ke Spanyol adalah yang ketiga sejak menjadi Paus dan datang saat tingkat pengangguran negara itu telah melonjak hingga 21 persen. Krisis pekerjaan khususnya telah memukul pemuda Spanyol, dan paus mendesak kerumunan anak muda yang menyambutnya di bandara untuk mempertahankan iman mereka.

Paus juga disambut oleh Raja Juan Carlos dan pejabat tinggi lainnya. Paus Benediktus akan bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero, yang pemerintahnya telah dipromosikan beberapa kebijakan yang ditentang oleh gereja, termasuk melonggarkan hukum perceraian Spanyol, mengurangi pembatasan pada aborsi, legalisasi pernikahan sejenis dan memungkinkan pasangan gay mengadopsi anak.

Acara utama Hari Pemuda Sedunia itu termasuk pengakuan dosa secara massal dan doa renungan pada hari Sabtu dan perayaan Misa Minggu pagi bersama Paus.

Lebih dari satu juta pemuda Katolik dari seluruh dunia diperkirakan mengikuti acara di Spanyol itu bersama Sri Paus.


There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907