Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Sunday, 4 September 2011

Wow! Masyarakat Belanja Rp 14,7 Triliun Per Bulan Via Kartu Kredit


Minggu, 04/09/2011 13:06 WIB
Wow! Masyarakat Belanja Rp 14,7 Triliun Per Bulan Via Kartu Kredit 
Herdaru Purnomo - detikFinance




Foto : dok detikFinance

Jakarta - Total aset atau pembiyaan yang dikucurkan melalui kartu kredit selama semester I-2011 mencapai Rp 40 triliun. Setiap bulannya jumlah transaksi kartu kredit mencapai 17,1 juta transaksi atau 396 transaksi per menit dengan rata-rata belanja masyarakat mencapai Rp 14,7 triliun per bulannya.

Demikian diungkapkan oleh Dewan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (4/9/2011).

"Aset atau total kredit yang dikucurkan oleh 20 bank penerbit kartu kredit sampai Juni 2011 menembus angka Rp 40 triliun. Sedangkan jumlah transaksi kartu kredit semester I-2011 sebesar 102,7 juta atau naik 6,8% dibanding 2011. Setiap bulannya, rata-rata jumlah transaksi kartu kredit sebesar 17,1 juta atau 396 transaksi per menit," ungkap Dodit.

Menurut Dodit, jumlah kartu kredit yang beredar juga naik secara secara year on year sebesar 11% dari 12,8 juta di Juni 2010 menjadi 14,2 juta di Juni 2011.

"Nilai transaksi (sales volume) sepanjang semester I-2011 sebesar Rp 88,0 triliun atau naik sebesar 14,4% dibanding periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 76,9 triliun. Ini artinya rata-rata belanja pemegang kartu kredit di Indonesia sebulan sebesar Rp 14,7 triliun," tambahnya.

Dodit berpendapat, kasus yang terjadi pada salah satu penerbit kartu di akhir bulan Maret 2011 lalu yang menyebabkan kematian pada nasabahnya hanya berdampak sementara, dan sejak Mei 2011, pertumbuhan kartu kredit telah kembali normal, sejalan dengan tujuan Bank Indonesia untuk menciptakan less cash society.

Saat ini, kartu kredit tidak saja digunakan sebagai payment instrument, tetapi juga untuk belanja rutin bulanan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti travel and entertainment, wellness and spa, fashion, Dan tentunya, food and dining. Kartu kredit sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari life style masyarakat.

Lebih jauh General Manajer Kartu Kredit BNI ini juga mengungkapkan, BNI sendiri sebagai salah satu penerbit kartu kredit terbesar, mencatat pertumbuhan diatas rata-rata industri.

"Jumlah kartu kredit BNI sampai dengan Juni 2011 sebesar 1,82 juta atau meningkat 28% dibanding 2010. Nilai transaksi mencapai pertumbuhan 46% atau sebesar Rp 7,3 triliun sampai Juli 2011, dan asset growth mencapai pertumbuhan 27% menjadi Rp 3,7 triliun sampai Juli 2011," pungkasnya.

Link terkait :
http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8088108906520819551#editor/target=post;postID=2132127704883290357
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907