Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Monday, 3 October 2011

WikiLeaks, China Hendak Hancurkan Dolar AS

China ingin negara-negara lain juga mengalihkan cadangan devisanya dari dolar AS dan euro ke emas.

Sebuah kabel dibocorkan oleh WikiLeaks, pertengahan September 2011 lalu, mengabarkan bahwa China secara sistematis berupaya untuk mengurangi peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia. 


'Mereka [AS dan Eropa] berniat untuk melemahkan fungsi emas sebagai cadangan mata uang internasional. Mereka tidak ingin melihat negara-negara lain beralih ke cadangan emas dari dolar AS atau Euro,' kata kabel 2009, mengutip China Radio International . Cadangan emas China terus meningkat sehingga akan menjadi model dan memimpin negara-negara lain memiliki lebih banyak emas.

Kabel WikiLeaks itu berjudul Cina meningkatkan cadangan emas dalam rangka untuk membunuh dua burung dengan satu batu'. Langkah itu memang disertai dengan pengumuman kebijakan baru dari pejabat perbankan China, yang menandakan langkah China untuk akhirnya menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.


Pekan lalu, pejabat bisnis Eropa mengumumkan bahwa Cina berencana untuk membuat mata uangnya, yuan, sepenuhnya bisa dikonversi untuk perdagangan di pasar internasional pada tahun 2015. Zhou Xiaochuan, Gubernur Bank Sentral China, mengatakan pasar luar negeri untuk yuan berkembang lebih cepat daripada yang kita bayangkan' tetapi tidak ada jadwal yang pasti untuk membuat mata uang ini sepenuhnya bisa dikonversi secara internasional. Saat ini, yuan tidak dapat dengan mudah dikonversi ke mata uang lainnya, sengaja dibatasi oleh pemerintah China.

Pembelian emas dan membiarkan yuan untuk bisa diperdagangkan secara bebas akan melemahkan dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan internasional. Langkah ini akan memiliki implikasi yang besar, sehingga lebih mahal bagi pemerintah AS untuk meminjam uang dan untuk menjalankan perdagangan dan defisit anggaran terus-menerus. Dengan berlakunya dolar AS sebagai cadangan devisa internasional, negeri in sangat diuntungkan, karena menjadikan dolar AS sangat aman.
Tapi, kini posisi dolar AS semakin lemah, kepercayaan terhadapnya semakin menurun. Langkah China ini, akan dengan sangat cepat membuat dolar AS runtuh. Sebab, perdagangan China saat ini hampir mendominasi perekonoimian dunia, sekali yuan yang dipakai, dan dolar AS ditinggalkan, rontoklah dolar AS.
Biarlah para bankster saling berkelahi sesamanya. Kita perluas saja pemakaian Dinar emas dan Dirham perak di kalangan masyarakat, sebagai cara paling aman dari segala hiruk-pikuk dan gonjang ganjing uang kertas dan turunannya.(001)
Bookmark and Share
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907