Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Sunday, 1 April 2012

Susul Venezuela, Swiss dan Jerman Mau Tarik Emas

Susul Venezuela, Swiss dan Jerman Mau Tarik Emas

Bersiap-siap akan kolapsnya dolar AS atau euro dua negeri utama Eropa ini ingin memulangkan cadangan emasnya.

Tindakan Presiden Venezuela, Hugo Chaves, menarik pulang cadangan emas negaranya secara fisik rupanya mengilhami rakyat negara lain untuk melakukan hal yang sama. Tindakan ini juga membuka kenyataan bagi masyarakat fakta yang tak banyak dketahui bahwa cadangan emas milik berbagai negara itu berada dalam kekuasaan perusahaan pencetak uang di AS, yaitu the Federal Reserve of America. Ribuan ton emas itu ditimbun-timbun di gudang the Fed di New York, AS.

Venezuela telah menarik pulang emasnya sebanyak 200 ton belum lama ini. Kini pihak Jerman mulai mengkhawatirkan cadangan emasnya, sebanyak 3.400 ton, yang ada di gudang the Fed, di New York. Mereka mulai tidak yakin apakah benar-benar ada fisik emasnya, ataukah hanya dalam secarik kertas. Pihak Jerman secara resmi akan menanyakan status emasnya tersebut.

Dan, ternyata, Jerman tidak sendiri: rakyat Swiss juga mulai curiga dan khawatir. Maka, sejumlah anggota Parlemen Swiss mengajukan 'Unser Rettet Schweizer Gold' sebuah petisi atau 'Inisiatif Emas': Sebuah Inisiatif Swiss untuk Mengamankan Cadangan Emas Nasional Swiss'. Warga Swiss akan diminta memilih tiga hal sederhana: i) menyimpan emas Swiss secara fisik di Swiss, ii) melarang Swiss National Bank (SNB) menjual cadangan emasnya, dan iii) SNB harus mewujudkan paling sedikit 20% dari aktivanya dalam bentuk emas. Demikian diberitakan oleh www.goldsilver.com (7 Maret 2012).

Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sudah semakin luntur. Mereka semakin tidak percaya bahwa cadangan emas yang acap disebut-sebut oleh para bankir itu benar-benar itu ada. Dan bisa dibayangkan, bila penarikan cadangan emas secara fisik itu tarus membesar, nasib the Fed dan dolar AS-nya boleh jadi tak kan lama lagi. Dan ketika dolar AS kolaps, uang kertas lainnya pun niscaya akan kolaps juga.

Dalam kasus Bank Indonesia emas yang dimiliki bank sentral kita ini sangat sedikit, yaitu hanya Rp 29,7 trilyun, tidak sampai 2.52% dari total aset. Itu pun yang nyata-nyata berwujud emas batangan jumlahnya di bawah angka tersebut. Dan, emas yang cuma sedikit itu pun, boleh jadi adanya di gudang the Fed, New York, juga? Kalau pakai harga emas hari ini, Rp 500 juta/kg, maka cadangan emas BI ini totalnya hanya kurang dari 30 ton - sebagian besarnya berupa sertifikat emas belaka.

Karena itu, tak ada waktu banyak lagi bagi kaum Muslim, untuk segera menerapkan Dinar dan Dirham secara lebih luas. Anda yang telah mengerti ini, dan menjalankannya, harus mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama: air bah telah dekat, ajaklah masyarakat segera naik dalam bahtera penyelamat ini. 



sumber : http://www.wakalanusantara.com/detilur/Susul.Venezuela,.Swiss.dan.Jerman.Mau.Tarik.Emas/1123
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907