Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Saturday, 1 May 2010

IMF: Ekonomi Asia Berisiko 'Overheating'

http://www.detikfinance.com/read/2010/04/29/104633/1347634/4/imf-ekonomi-asia-berisiko-overheating

Kamis, 29/04/2010 10:47 WIB

IMF: Ekonomi Asia Berisiko 'Overheating'
Nurul Qomariyah - detikFinance

Shanghai
- Dana Moneter Internasional (IMF) memperingkatkan ekonomi Asia berisiko mengalami overheating alias kepanasan. Kuatnya aliran modal masuk ke kawasan ini dikhawatirkan bisa memicu tekanan inflasi dan meningkatkan risiko pecahnya gelembung perekonomian.

"Prospek ekonomi yang cerah dan melebarnya selisih suku bunga dengan negara-negara maju sepertinya akan terus menarik aliran modal yang lebih banyak ke kawasan Asia," jelas IMF dalam laporan terakhirnya mengenai Asia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (29/4/2010).

"Hal ini dapat menyebabkan overheating di beberapa negara dan meningkatkan kerentanan pada booming pasar kredit dan harga aset-aset dengan risiko terjadinya pembalikan secara tiba-tiba," imbuh IMF.

Karena itu, IMF mendesak para pemimpin negara-negara Asia untuk kembali ke kebijakan moneter yang 'lebih normal' setelah sempat diterpa badai krisis finansial tahun lalu. IMF juga mendesak negara-negara Asia untuk meningkatkan fleksibilitas mata uangnya guna mengatasi aliran dana yang sifatnya spekulatif ke kawasan tersebut.

IMF baru saja menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia menjadi 7,1% pada 2010 dan 2011. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi awal IMF sebesar 6,9% pada tahun 2010 dan 7% pada 2011.

Namun IMF mengingatkan, negara-negara Asia yang tergantung pada ekspor tetap rentan dengan pemulihan lebih lambat dari yang diperkirakan. IMF mendesak pemerintahan di Asia mengurangi ketergantungannya pada ekspor dan mendongkrak konsumsi domestik.

Para pembuat kebijakan di negara-negara Asia juga didesak untuk membuat semacam safeguard untuk melawan ketidakseimbangan aset dan pasar perumahan yang disebabkan melimpahnya likuiditas, sekaligus untuk mengadopsi mata uang yang lebih fleksibel.

"Membuarkan mata uang mengalami apresiasi dapat mencegah aliran modal jangka pendek. Tanpa apresiasi mata uang, tekanan untuk melakukan sterilisasi dampak pasokan uang akan terus berlanjut," demikian laporan IMF. (qom/dnl)
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907