Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Wednesday, 5 May 2010

Kesultanan Kanoman dan 21 Komunitas Kecam Pelelangan Harta Karun

Kesultanan Kanoman dan 21 Komunitas Kecam Pelelangan Harta Karun

CIREBON, (PRLM).- Setelah Keraton Kasepuhan, kini giliran Keraton Kanoman dan 21 komunitas dan lembaga menolak pelelangan harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon, Rabu (5/5).

Dalam petisi yang disampaikan juru bicara Kesultanan Kanoman, Ratu Raja (RR) Arimbi Nurtina, mereka mengecam pelelangan itu. "Kami prihatin dan mengecam kebijakan pemerintah yang melelang harta karun. Kami minta pemerintah mencabut kebijakan lelang benda cagar budaya yang seharusnya dilindungi," kata Arimbi saat membacakan petisi di Siti Hinggil Keraton Kanoman, Rabu (5/5).

Petisi tersebut, katanya, juga menuntut pemerintah bertanggungjawab penuh dalam pengangkatan harta karun. Pemerintah jangan malah melibatkan pihak asing dalam kegiatan tersebut.

Selain itu pemerintah diminta arif dan menjadikan harta karun dan benda-benda kuno sebagai kekayaan sejarah yang harus dilindungi dan dipelihara kelestariannya, dengan cara membuat museum untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan sejarah.

Boleh jadi harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon sudah ada sebelum lahirnya Kesultanan Cirebon. Namun sebagai masyarakat Cirebon dan keturunan Kesultanan Cirebon, tetap menyayangkan tindakan tersebut. Harta karun, lanjutnya, merupakan bukti sejarah perjalanan bangsa, yang sudah selayaknya dilestarikan.

Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer yang ikut menandatangani petisi menyatakan, pelelangan tersebut seharusnya tidak terjadi, karena benda cagar budaya masih dibutuhkan sebagai alat untuk pembelajaran bagi generasi mendatang. "Benda bersejarah sudah selayaknya berada di dalam museum, bukan malah dilelang. Apalagi, di Indonesia ini belum ada museum yang representatif untuk benda-benda temuan dari dasar laut," ujarnya.

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV P.R.A. Arief Natadiningrat bakal menyampaikan somasi kepada pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, terkait dengan pelelangan harta karun. Somasi akan disampaikan sendiri oleh Sultan Sepuh dalam minggu-minggu ini.

Sikap kami sudah jelas, sejak awal menolak pelelangan harta karun itu. Almarhum Sultan Sepuh XIII bahkan sudah melayangkan surat penolakan pelelangan. Surat tersebut sekaligus menawarkan tanah seluas 1 ha di kompleks Keraton Kasepuhan untuk museum, tapi nampaknya surat itu dicuekin, katanya. (A-92/A-93/das)***

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907