Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Tuesday, 29 June 2010

Inggris, Kanada Tak Sependapat Tentang Retribusi Bank

http://www.antaranews.com/berita/1275605774/inggris-kanada-tak-sependapat-tentang-retribusi-bank

London (ANTARA News/AFP) - Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kamis mengatakan, bahwa Inggris dan tuan rumah KTT G20 Kanada berbeda dalam pendekatan mereka terhadap retribusi perbankan global.

Berbicara setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang mengunjunginya, Cameron berkata: "Ada perbedaan pada masalah ini, tetapi Kanada dan Inggris memiliki pengalaman yang berbeda tentang masalah ini, kami memiliki bailout (dana talangan) sangat besar oleh pembayar pajak dari bank-bank.

"Saya pikir itu cukup sah untuk orang-orang mengatakan dalam waktu mendatang apa yang kita butuhkan adalah retribusi bank untuk memastikan bahwa bank-bank membayar tagihan, khususnya untuk pinjaman tanpa jaminan."

Cameron mengatakan Inggris akan berdebat untuk pendekatan itu pada KTT Kelompok 20 negara-negara maju dan berkembang terkemuka di Toronto bulan ini dan berharap orang lain akan mengikutinya.

Pemerintahan Harper bersikeras menentang proposal untuk pajak (retribusi) bank global, mengatakan bahwa pungutan tersebut pada akhirnya akan disampaikan kepada nasabah melalui biaya tinggi perbankan.

"Apa yang paling penting adalah bahwa G20 terus bekerja pada pelaksanaan reformasi ini," katanya.

"Sangat penting bagi kita untuk pertama melakukan hal-hal yang kita sudah setujui."

Awal bulan ini, Harper menulis kepada para pemimpin G20 menyuarakan penentangan terhadap pajak bank -- pendapat para pejabat itu mengatakan "sangat diterima dengan baik."

Upaya untuk mencapai kesepakatan internasional tentang pajak bank terkoordinasi di pertemuan G20 dan IMF pada April terdampar.

Negara-negara termasuk Kanada dan Brasil, yang sektor perbankannya sebagian besar bangkit selamat dari krisis keuangan global, keberatan dengan rencana tersebut, mendukung kebutuhan cadangan modal yang lebih tinggi daripada hal itu.

Tapi Uni Eropa telah mendesak maju pada masalah ini, meluncurkan sebuah proposalnya untuk retribusi pada bank-bank, dengan hasilnya akan digunakan untuk menyelamatkan bank-bank dalam kesulitan.

Amerika Serikat juga mendukung pajak bank. (A026/K004)

COPYRIGHT © 2010

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907