Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Tuesday, 15 June 2010

Upacara ini adalah sebuah gelar seni sakral "Sunda-Nusantara-Buana"

Sampurasun

Asalamualaikum
om suastiastu
salam sejahtera
serta seluruh salam kedamaian dan kesucian bagi semua persaudaraan dan kemanusiaan

Upacara ini adalah sebuah gelar seni sakral "Sunda-Nusantara-Buana". Dimana diundang dan hadir saudara2 pemangku adat dan spiritualis dari daerah warga adat sunda dan berbagai tempat, khususnya dari Nusantara, atau bahkan saudara2 lain dari seluruh dunia.

Kita akan lakukan sebuah persembahan cinta kasih, untuk berterimakasih dan mendoakan seluruh isi dunia dengan ritual yang prinsipnya adalah membagi keindahan rasa yang dimulai dari ketulusan hati dan rasa kebersamaan.

menyusun persembahan berupa sesajen, pembacaan mantera, nyanyian suci, musik tradisional, tarian jiwa, meditasi, dengan tatacara masing-masing dan menggelarnya secara harmonis bersama-sama.

pada tanggal 25 jully 2010, kita akan bersama menikmati malam terang bulan purnama (tempat tergantung situasi, di Kota Bandung atau langsung di Gunung Tangkuban Parahu).

Kemudian tanggal 26 jully 2010, mulai dari ketika matahari terbit dan terang di awal pagi, kita bersama-sama melakukan ritual di Puncak Gunung Tangkuban perahu di sisi Kawah Putri.

Pengundang hanya mengajak para undangan bersama-sama melakukan ritual ini, tidak memfasilitasi secara khusus terutama untuk tiket masuk ke area Gunung Tangkuban Parahu (Daerah Wisata), Ransum atau makanan atau konsumsi, Tempat tinggal atau akomodasi. Pengundang hanya menyiapkan titik pertemuan sebagai tempat berkumpul dan mengumpulkan sesajen. (Yaitu di tempat dimana upacara yang ditujukan untuk tujuan yang sama pernah dilakukan tahun kemarin). Jadi para undangan bisa menyiapkan diri secara mandiri untuk memudahkan, akan lebih baik bila terketuk hati untuk membantu saudara yang lain yang perlu hadir.

Para undangan diharapkan benar mengenakan pakaian adatnya masing2, atau pakaian yang berhubungan dengan kebiasaan melakukan ritual suci. Juga diharapkan membawa sesajen berupa sesajen kebiasaan komunitas adatnya, atau buah2an, sayuran, benda pusaka, atau peralatan upacara masing-masing sesuai kebutuhan dari kebiasaan masing-masing.

Semoga kita mampu menghadirkan rasa terbaik, tulus dan kasih sayang yang paling mulia di dalam hati kita masing-masing

Semoga kebersamaan kita akan memberi kehidupan yang penuh damai dan cinta kasih bagi seisi dunia.

Saya berharap segala bantuan (pendanaan, ijin dan fasilitas di tempat, kendaraan, akomodasi, konsumsi, tenaga, pikiran dan lain-lain) bisa diberikan oleh para undangan agar semua yang perlu dilakukan menjadi lebih muda dan lancar

Rahayu, rahayu, rahayu
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907