Monday, 31 May 2010

Negeri Emas yang Memudar

https://hurahura.wordpress.com/2010/02/26/negeri-emas-yang-memudar/

Oleh DJULIANTO SUSANTIO

Dulu, negeri Indonesia kaya akan emas, sebagaimana disebut-sebut berbagai sumber kuno. Emas telah dikenal masyarakat Indonesia ribuan tahun yang lalu dan semakin populer setelah masyarakat berhasil menyempurnakan teknik peleburan bijih logam.

Diperkirakan logam mulia tersebut telah ada sejak tradisi megalitik, sekitar tahun 3000 hingga 2000 SM. Pendukung tradisi itu antara lain ditemukan di Nias. Di sana emas dan perhiasan merupakan perangkat penting untuk mengadakan owasa (pesta) karena emas dianggap mempunyai hubungan erat dengan “dunia atas” (alam baka) dan sebagai “pemberi hidup”.

Bahkan emas dianggap mempunyai cahaya kuat dan magis. Setiap kesempatan owasa, apa pun tujuannya, sering kali berhubungan dengan pendirian berbagai monumen. Untuk itu selalu diperlukan emas, sehingga tradisi megalitik dan emas tidak dapat dipisahkan (Sejarah Nasional Indonesia Jilid I, 1984).

Barang-barang terbuat dari emas banyak dijumpai pada sejumlah situs arkeologi, terutama di Jawa Barat dan Bali. Di tempat lain emas dikenal lebih belakangan, yakni pada akhir masa perundagian atau pada masa logam akhir sekitar tahun 500 SM.

Di Kalimantan kemungkinan besar perhiasan emas pertama kali dikenakan oleh Suku Dayak Biaju, berasal dari sekitar tahun 2000 SM. Gelang dan cincin banyak ditemukan dalam situs-situs purba di daerah itu.

Kitab Kuno

Dari berbagai kitab agama dan karya sastra kuno, nama Indonesia sebagai “Negeri Emas” juga sering disinggung. Dalam kitab Perjanjian Lama disebutkan sekitar tahun 1500 SM, Raja Sulaiman pernah mengirimkan ekspedisi ke Ophir (Ofir). Dari situ ekspedisi membawa 420 talenta emas. Pada 945 Raja Sulaiman (berbeda dengan Raja Sulaiman di atas) mengirim lagi kapal-kapalnya ke Ofir untuk mencari emas.

Menurut geolog Prof. S. Sartono dalam sebuah tulisannya, Ofir dikenal sebagai daerah yang kaya akan emas dan juga dianggap suatu daerah emas milik Raja Sulaiman. Mungkin Ofir terletak di Sumatera karena di daerah Tapanuli Selatan terdapat pegunungan Ofir. Di sebelah Timur Ofir ditemukan lagi gunung lain, Gunung Amas (Gunung Emas).

Banyaknya emas di Indonesia, tak luput dari perhatian orang-orang Yunani. Kitab Periplous tes Erythras thalasses dari masa awal Masehi, menyebut suatu tempat bernama Chryse yang berarti emas. Negeri ini terletak di sekitar Samudera Hindia yang menurut para pakar tidak lain adalah Indonesia.

Berita lain berasal dari kitab Geographike Hyphegesis karya Ptolomeus. Sungguh menarik kajian dari kitab ini karena di dalamnya disebutkan nama-nama tempat, seperti Argyre Chora (Negeri Perak), Chryse Chora (Negeri Emas), dan Chryse Chersonesos (Semenanjung Emas). Kitab itu juga menyebutkan nama Iabadiou (Pulau Jelai). Dugaan kuat menyatakan istilah Iabadiou identik dengan Yawadwipa dalam bahasa Sansekerta. Yang belum jelas adalah Yawadwipa itu Pulau Jawa atau bukan.

Perdagangan

Sebagai negara kaya, waktu itu Indonesia banyak berhubungan dagang dengan India, China, dan banyak negara lain. Peranan Indonesia dinilai amat penting. Terbukti barang-barang Indonesia mendapat tempat di pasaran internasional.

Berita dari dinasti Tang di China (618-906) mengatakan daerah Ho-ling (mungkin kerajaan Kalingga) telah menjalin hubungan dagang dengan China mulai abad ke-5. Barang-barang dari Indonesia yang paling disukai masyarakat China adalah emas, perak, dan kulit penyu.

Adanya negeri penghasil emas juga pernah dikemukakan seorang musafir China, I-tsing. Emas terbanyak dihasilkan oleh kerajaan Sriwijaya, begitu katanya. Para pakar menafsirkan bahwa emas tersebut diperoleh dari Lang-p’o-lu-ssu (Barus). Selama beberapa abad Sriwijaya sering dijuluki Negeri Emas, Pulau Emas, dan Kota Emas.

Catatan China lainnya menyebutkan kerajaan Koying sebagai penghasil emas dan batu mulia. Koying, katanya, merupakan suatu pelabuhan yang terletak di tepi pantai teluk Wen, menjorok ke arah Bukit Barisan.

Dokumen Arab dan Portugis

Kekayaan emas Indonesia banyak terdengar ke mana-mana. Dokumen Arab mengatakan kalau kerajaan Zabag (Muara Sabak) dan Zarbosa menguasai pertambangan emas dan perak.

Diberitakan pula, Pulau Nias kaya akan emas sehingga para pedagang Portugis berusaha mencari emas di pulau itu. Kalah dan Sribuza, selain kaya tambang emas, juga penghasil timah terbesar.

Gambaran lain diberikan oleh sumber Portugis, terutama catatan Tome Pires. Konon Barus, Padir, Tikim, Indragiri, Pariaman, dan Kampar merupakan pelabuhan ekspor emas ke Portugis.

Ditambahkan oleh sumber itu, Pulau Sumatera sangat kaya akan emas sehingga orang China menjulukinya Kintcheou (Pulau Emas).

Dari berbagai sumber kuno tergambar jelas bahwa tambang emas ada di mana-mana. Ekspor emas ke mancanegara begitu banyak, sehingga negeri kita mendapat julukan Negeri Emas, Pulau Emas, atau Kota Emas. Sayang, julukan demikian makin hari makin meredup. Ini disebabkan emasnya juga makin hilang, sehingga tak ada lagi kemakmuran yang bisa dinikmati masyarakatnya. Malah sekarang tambang-tambang emas Indonesia dikuasai pihak asing, sehingga julukan yang pantas untuk negeri kita sekarang adalah “Negeri Emas yang Memudar”.***

DJULIANTO SUSANTIO
Arkeolog, tinggal di Jakarta

Monday, 24 May 2010

Perkembangan Alat Tukar dan Pembayaran Kuno di Nusantara

Tim Wacana Nusantara
22 May 2010

Sebelum muncul teknologi penempaan logam, manusia melakukan transaksi ekonomi melalui benda-benda alami. Barter antarbarang adalah langkah paling awal yang dilakukan manusia untuk memperoleh kebutuhan hidupnya. Di Tana Toraja kini masih terdapat sistem barter saat diadakan upacara kematian.
Begitu kebutuhan hidup makin kompleks dan jumlah manusia makin bertambah, manusia mulai memikirkan cara yang lebih efesien. Penemuan akan logam mulia, emas, mendorong tumbuhnya transaksi yang lebih elegan dan mudah. Nilai barang dipertukarkan dengan nilai emas. Namun, perputaran emas sebagai alat tukar tak serentak terjadi di semua belahan dunia. Di bagian bumi di mana emas jarang ditemukan, otomatis alat tukar pun masih berupa benda alam, seperti kerang kauri; atau benda olahan manusia yang nilainya lebih rendah dari emas, seperti keramik atau perunggu.
Dari semua jenis alat tukar, ada yang menentukan kegunaan mereka sebagai alat pembayaran: mahal. Mahal di sini bisa mengacu pula pada keindahan estetika seperti yang terdapat pada benda perunggu, motif keramik, atau keunikan pada kerang kauri.
Kerang, Perunggu, dan Keramik Cina
Asia Tenggara—yang sejak abad belasan menjadi lintasan kapal-kapal dagang—merupakan jalur persimpangan alat tukar dari berbagai jenis. Lombard mencatat (2008: 158), kerang kauri, yang kebanyakan berasal dari Maladewa dan dari Borneo, terutama diedarkan oleh pelabuhan-pelabuhan Bengali (India) yang meneruskannya ke wilayah Arakan, Pegu, hingga Yunnan, yang diteruskan ke Siam. Marcopolo pada abad ke-13 mencatat adanya kerang sebagai alat pembayaran di Yunnan. Di timur Asia Tenggara, persebaran benda keramik asal Cina telah menggeser pemakaian benda dari perunggu.
Mengenai pemakaian benda perunggu sebagai alat tukar, di Pulau Alor masih terdapat transaksi yang menggunakan genderang perunggu (sejenis moko). Ini mengingatkan kita pada jenis budaya Dongsong, yang merupakan jejaring sosial-budaya yang sangat kuno.

Tuesday, 18 May 2010

Ambisi Zionis Menguasai Harta Solomon

http://www.dinamikaebooks.com/resensi/572/ambisi-zionis-menguasai-harta-salomo.html


edisi 29-12-2009
Ambisi Zionis Menguasai Harta Solomon
Lampung Post, Minggu, 20 Desember 2009

"BAGAIMANA jika harta karun Nabi Sulaiman itu jatuh ke tangan orang-orang Zionis? Mereka pasti bertambah sombong..." Petikan di atas saya kira mewakili apa yang dibicarakan novel petualangan ini. Kisah yang menarasikan kekhawatiran beberapa muslim Indonesia yang kebetulan mengetahui rahasia penyimpanan The Lost Ark of Covenant atau Tabut Suci dan harta karun Nabi Sulaiman.

Adalah Heri, mahasiswa S-3 pada Monash University asal Indonesia yang mendalami filologi, menemukan lima lembar manuskrip kuno tentang rahasia orang-orang Beta-Israel. Manuskrip itu ditulis dalam Huruf Ge'ez kuno yang digunakan orang-orang Etiopia kuno yang dikenal dengan nama kaum Falasha. Heri mendapatkannya dari Indra, pedagang barang antik Australia kelahiran Medan. Indra mendapatnya dari tentara Amerika yang bertugas di Somalia.

Kegundahan pun segera menyergap keduanya, pasalnya lembar kelima dari manuskrip itu menyebut-nyebut letak Tabut Suci dan harta Sulaiman. Berbekal izin penelitian dari Monash University terkait disertasinya dan dukungan dana dari Towsend, ahli arkelogi Monash dan Moses Goldstein mereka pun pergi ke Axum, kota lama di Etiopia dan menemukan kunci penyimpanan Tabut berbentuk segitiga samasisi. Saat itulah mereka mulai sadar bahwa mereka dimanfaatkan oleh Towsend dan Goldstein yang ternyata agen Zionis, pengincar lama kunci itu.

Didorong kekhawatiran harta karun Sulaiman jatuh dan disalahgunakan oleh The Knight of Zion (agen Zionis), Indra dan Heri membakar kelima naskah itu. Isinya kini hanya ada dalam kepala mereka. Karena kalap, pasukan Golstein membunuh Heri. Sedang Indra bisa lari tapi menjadi buronan.

Esa, doktor Sastra jebolan Harvard yang mengajar di UPI Bandung dan Nisa yang merupakan teman Heri terseret ke masalah ini karena segitiga itu diberikan Indra pada Esa. Mereka pun tak terhindar untuk berpacu dengan waktu dan bayang-bayang Zionis untuk menemukan lokasi Tabut Suci. Tanpa diduga, di tengah perburuan hadirlah Yitro, seorang anggota The Knight of Zion, pejuang Zion yang membelot dan menjadi kawan. Walaupun ia Yahudi, ia tidak setuju dengan usaha Zionis yang ingin menggenggam dunia dengan segala cara. Akhir cerita, mereka sampai pada tempat penyimpanan harta Sulaiman dan Tabut Suci yang ternyata sudah dipindahkan. Orang-orang yang mengejar mereka mati terperangkap di dalamnya setelah mereka ledakan.

Menyimak novel ini, kita akan menemukan banyak spekulasi "nakal" yang bisa jadi merupakan kebenaran, misalnya Ratu Saba itu berkulit hitam, Tabut Suci dan The Kingdom Heaven itu berpindah dari Etiopia ke Mekah dan lain-lain. Menariknya, semua cerita yang ditampilkan oleh penulis berdasar fakta yang terungkap dari beberapa literatur kuno seperti Kebra Negas, (kitab silsilah kekaisaran Etiopia sejak Manelik, 3000 SM sampai generasi terakhir yang di kudeta pada 1976), Al Kitab dan Alquran.

Sayangnya penulis yang jebolan sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini kurang lihai memainkan kata. Banyak situasi-situasi emosional yang digambarkan datar saja, semisal saat menggambarkan kesedihan Ibu Heri saat anaknya mati (h.22), perasaan Indra, Esa dan Nisa saat melihat kematian Ibu Indra, Bayu dan yang lainnya (h.268).

Begitu juga dalam mendeskripsikan perasaan cinta antara Esa dan Nisa, kurang terasa. Banyak ditemui juga peristiwa yang menurut saya terlalu "kebetulan", contohnya saat Nisa kehabisan tiket pesawat di Yaman, ia tiba-tiba diberi tiket gratis oleh seseorang (h.110) dan lain-lain.

Terlepas dari kekurangan itu, karya mantan ketua kelompok Analis Kisah Sejarah dalam Kitab Suci (AKSi) ini tetap layak untuk dibaca. Di dalamya kita akan menemukan banyak fakta mengenai Yahudi, Bani Israel, Zionisme dan seluk beluknya. Berbagai kutipan literatur menjadikan novel ini terlihat nyata daripada fiksi. Tak salah kiranya jika novel yang dibuat berdasarkan riset selama 3 tahun ini disebut Seno Gumira Ajidarma--testimoninya di sampul--sebagai novel yang ensiklopedis.

Agus Hariyanto, penyuka buku, tinggal di Semarang.

Atlantis, The Lost Continent Finally Found

http://www.atlan.org/book/

Introduction

"Unlocking the Secrets of Plato’s Lost Continent"

Atlantis, The Lost Continent Finally Found, released on August 2005, is Prof. Arysio Santos' latest work. Following the same line of thought that made his homonymous website become the most popular in its category, having received more than 2.5 million visits within the past few years, he explains in this book his Theory on Atlantis, using an infinitude of arguments, which range from the strictly scientific (such as Geology, Linguistics, and Anthropology) to the more arcane and occult ones.

A professional scientist with a PhD in Nuclear Physics and Free-Docency in Physical-Chemistry, the author has dedicated himself intensely to the study of the Atlantis problem, for about 30 years now. Being the first one to ever link the catastrophic events of the end of the last Ice Age (11.600 years ago) with the world-wide traditions of the universal Flood and the destruction of Atlantis, Prof. Santos managed to find a perfect site for the location of the Lost Continent. Such site strives unrivaled as being the most logical one ever proposed, matching all the features mentioned by the Greek philosopher Plato, as well as those cited by other sources.

The reader will be confronted with strongly based evidence of all sorts to the existence of Atlantis, written by a reputed scientist, enough to shake the beliefs of the most hard-core skeptic. This book should also please the fans of the occult and symbolic disciplines, as the author frequently interconnects them with Atlantis and explains their meaning. Illustrated with over 30 line-art figures and printed in high quality white paper, Prof. Santos’ book is a must for everyone interested in the subject of Atlantis and lost civilizations.

Use the links above for more information about this book, such as page samples and excerpts. If you are a book reviewer or journalist and are interested in reviewing this book in your publication, please review our Information for the Press.

Monday, 17 May 2010

BUKTI KEBERADAAN SULAIMAN DI INDONESIA

https://astuy19.wordpress.com/2010/05/16/bukti-keberadaan-sulaiman-di-indonesia/


BUKTI KEBERADAAN SULAIMAN DI INDONESIA


Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanan (angin) di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan (Angin) di waktu sore sama dengan sebulan…”

(Q.S. Saba : 12/ 3412)

Dari keterangan ayat tersebut di atas (Q.S. Saba : 12) bahwa Nabi Sulaiman a.s. hidup di negeri yang perjalanan angin di waktu pagi sama dengan perjalanan selama satu bulan begitupun dengan perjalanan angin di waktu sore harinya, inilah yang kita kenal dengan Angin Muson yang terjadi di Indonesia, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.

AnginMuson (Monsun)

Angin muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah. Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.

Angin Muson bisa terjadi apabila suatu Negara berada diantara 2 (dua) kontinen/benua. Indonesia sendiri berada di antara dua benua,yaitu benua Asia dan Australia selain itu juga Indonesia berada di antara 2 (dua) samudera, yaitu samudera Pasifik dan samudera Atlantik.

Nama Sulaiman sendiri merupakan nama khas dari orang Jawa dan merupakan satu-satunya nabi dan Rasul (yang wajib diketahui) yang memiliki nama khas ini, yaitu perpaduan antara kata-kata Su-lai-man, sama halnya dengan nama-nama seperti Sudirman, Sukirman, Sutarman dll.

Selain itu kita sampai saat ini masih terdapat sebuah tempat/kota di Jogjakarta dengan nama Sulaiman yaitu Sleman, di daerah ini terdapat banyak sekali peninggalan dari masa lampau yang penuh misteri, diantaranya bangunan Borobudur, Prambanan, Situs Ratu Boko dll.

Dari beberapa sumber sejarah, Bangunan/candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra, namun itupun hanya sebatas perkiraan, karena tidak ada bukti autentik yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam bukunya “BOROBUDUR” pada halaman 43, menjelaskan makna dari kata Sailendra berasal dari kata Saila indra yang artinya Raja Gunung. Ini bisa difahami dalam beberapa kisah/legenda di tanah Jawa khususnya di Trowulan (ibukota Majapahit), bahwa Sailendra ini mampu menaklukkan gunung dan sanggup memutarnya saat melawan seorang raksasa.

Dalam sejarah Islam sendiri, kita mengenal satu-satunya nabi yang memiliki mu’jizat sanggup menaklukkan gunung adalah Nabi Daud a.s. dan dalam kisahpun Nabi Daud a.s. pernah mengalahkan seorang raksasa bernama Jalut. Dialah ayah dari Nabi Sulaiman a.s.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud” dan kami telah melunakkan besi untuknya.

(Q.S. Saba ; 10/ 3410)

Atau dari beberapa sumber, makna Sailendra inipun berasal dari kata Salin Indra yang artinya bisa menguasai/berganti-ganti alam, yaitu alam manusia , alam ghaib (jin/setan dll) dan alam binatang.

Satu-satunya Nabi yang menguasai alam-alam ini, sehingga mampu berkomunikasi bahkan menguasainya adalah Nabi Sulaiman a.s.

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; ‘Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua itu benar-benar suatu karunia yang nyata”

(Q.S. An Naml : 16/ 2716)


“Dan dikumpulkan bagi Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib”

(Q.S. An Naml : 17/2717)


Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanan (angin) di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan (Angin) di waktu sore sama dengan sebulan dan kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di bawah kekuasaannya dengan izin Tuhannya………..”

(Q.S. Saba : 12/ 3412)

Monday, 10 May 2010

sri mulyani managing director world bank

New World Order - Freemasonry - Masonic - From JFK until WTC 9/11

EXPOSED-Illuminati/Luciferian/Masonic/Occult Hollywood-

Friday, 7 May 2010

$100,000 Dollar Bill Series of 1934 Woodrow Wilson?

Wednesday, 5 May 2010

Sri Mulyani Managing Director di Bank Dunia tidaklah mudah

http://culas.blogspot.com/2010/05/sri-mulyani.html

Sri Mulyani

Sri Mulyani terpilih sebagai Managing Director World Bank ( Bank Dunia.) ditengah kecaman masyarakat terhadapnya dalam kasus bank Century. Terlepas dari kasus Bank Century, Sri Mulyani ( Ani ) memang pantas untuk terpilih sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia. Tokoh yang menempati posisi di Bank Dunia adalah tokoh dunia yang sangat berpengaruh. Posisi bergengsi bagi politisi maupun ekonom kelas dunia. Tak banyak orang tercatat untuk memimpin lembaga keuangan ini. Mereka adalah segelintir orang yang berada digaris depan mengendalikan financial resource dunia untuk stabiltitas ekonomi bagi kemakmuran manusia di planet bumi ini.

Untuk menjadi pimpinan sebagai Managing director di bank dunia tidaklah mudah, Para calon harus melewati seleksi ketat dari Advisory Group yang mendapat tugas dari Chief Executif. Anggota Advisory Group ini terdiri dari orang-orang terkemuka yang akrab dengan tujuan Bank Dunia dan diambil dari kalangan akademisi, diplomat hubungan internasional, dan pembangunan internasional, perbankan, dan lembaga pembiayaan internatioanl. Jadi untuk memilih calon direktur Bank Dunia saja dilakukan oleh orang orang terpilih dan dikenal luas intergritas dan dedikasinya. Kalau dulu kandidat direktur cukup mendapat restu dari AS sebagai pemegang kendali utama Bank Dunia tapi sekarang tidak cukup AS. Mereka juga harus mendapat dukungan dari China, Jepang, Jerman, Francis dan Inggris. Benar benar tidak mudah. Calon yang terpilih benar benar harus qualified dan world class.

Dulu ketika awal dibentuknya, World bank memang didesign untuk kepentingan politik AS kususnya ketika paska perang dunia kedua. Awalnya Bank Dunia disebut sebagai reconstruction bank sesuai dengan kesepakatan pada Konferensi Bretton Woods. Pimpinannya selalu dari AS. Sejak itu , Bank Dunia telah menjadi alat ampuh bagi Amerika Serikat untuk menentukan arah politik dunia. Menjadi kekuatan Amerika mengontrol kebijakan politik semua Negara. Berbagai kebijakan multilateral tak bisa dilepaskan dari keberadaan Bank Dunia sebagai undertaker. Tak ada Negara yang berani keras bila Bank Dunia bersikap. Kalau tidak maka Negara itu akan kehilangan akses pendanaan. Suara miring mengatakan bahwa World bank lebih sebagai alat imperialisme AS.

Namun belakangan tugas Bank Dunia bergeser kepada lebih humanioara. Ini berkat kontelasi politik dalam negeri AS dan keingin AS menciptakan tatanan dunia baru. Makanya issu kunci bank dunia mengarah kepada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lingkungan bisnis yang memungkinkan sebagai cara Membangun kapasitas , memperkuat pemerintah dan mendidik pejabat pemerintah, implementasi sistem hukum dan peradilan perlindungan individu dan hak pribadi, pembentukan sistem kuangan yang kuat guna mendukung usaha mikro menjadi perusahaan yang lebih besar. dukungan bagi "upaya pembrantasan korupsi. Bank Dunia juga menyediakan platform untuk penelitian tentang masalah-masalah pembangunan, bagi para akadaemi.

Paska global crisis tahun 2008, Bank Dunia telah di reformed dengan masuknya Negara China sebagai anggota control. Amerika Serikat hanya mengontrol suara 15% di Bank Dunia dan ini tidak significant lagi untuk menempatkan Bank Dunia dibawah kendali Amerika Serikat . Hadirnya China sebagai penyeimbang dan Rusia beserta Negara lain seperti Mexico, India dan Korea Selatan telah membuat Bank Dunia hadir dengan wajah baru. Program utama Bank Dunia kedepan lebih kepada pembrantasan kemiskinan dan ikut berperan aktif menciptakan system pemeritahan yang bersih serta mendorong terbentuknya dana untuk energy yang akrap lingkungan. Sri Mulyani adalah tokoh dari Indonesia yang berbicara didepan forum KTT G20 pada tanggal 15 November 2008 (paska global crisis ) di Wahsington untuk sebuah reformasi World Bank. Dan kini dia dipercaya untuk menjadi managing director. Congratulation , Ani.

Kesultanan Kanoman dan 21 Komunitas Kecam Pelelangan Harta Karun

Kesultanan Kanoman dan 21 Komunitas Kecam Pelelangan Harta Karun

CIREBON, (PRLM).- Setelah Keraton Kasepuhan, kini giliran Keraton Kanoman dan 21 komunitas dan lembaga menolak pelelangan harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon, Rabu (5/5).

Dalam petisi yang disampaikan juru bicara Kesultanan Kanoman, Ratu Raja (RR) Arimbi Nurtina, mereka mengecam pelelangan itu. "Kami prihatin dan mengecam kebijakan pemerintah yang melelang harta karun. Kami minta pemerintah mencabut kebijakan lelang benda cagar budaya yang seharusnya dilindungi," kata Arimbi saat membacakan petisi di Siti Hinggil Keraton Kanoman, Rabu (5/5).

Petisi tersebut, katanya, juga menuntut pemerintah bertanggungjawab penuh dalam pengangkatan harta karun. Pemerintah jangan malah melibatkan pihak asing dalam kegiatan tersebut.

Selain itu pemerintah diminta arif dan menjadikan harta karun dan benda-benda kuno sebagai kekayaan sejarah yang harus dilindungi dan dipelihara kelestariannya, dengan cara membuat museum untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan sejarah.

Boleh jadi harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon sudah ada sebelum lahirnya Kesultanan Cirebon. Namun sebagai masyarakat Cirebon dan keturunan Kesultanan Cirebon, tetap menyayangkan tindakan tersebut. Harta karun, lanjutnya, merupakan bukti sejarah perjalanan bangsa, yang sudah selayaknya dilestarikan.

Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer yang ikut menandatangani petisi menyatakan, pelelangan tersebut seharusnya tidak terjadi, karena benda cagar budaya masih dibutuhkan sebagai alat untuk pembelajaran bagi generasi mendatang. "Benda bersejarah sudah selayaknya berada di dalam museum, bukan malah dilelang. Apalagi, di Indonesia ini belum ada museum yang representatif untuk benda-benda temuan dari dasar laut," ujarnya.

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV P.R.A. Arief Natadiningrat bakal menyampaikan somasi kepada pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, terkait dengan pelelangan harta karun. Somasi akan disampaikan sendiri oleh Sultan Sepuh dalam minggu-minggu ini.

Sikap kami sudah jelas, sejak awal menolak pelelangan harta karun itu. Almarhum Sultan Sepuh XIII bahkan sudah melayangkan surat penolakan pelelangan. Surat tersebut sekaligus menawarkan tanah seluas 1 ha di kompleks Keraton Kasepuhan untuk museum, tapi nampaknya surat itu dicuekin, katanya. (A-92/A-93/das)***

Tuesday, 4 May 2010

Sri Mulyani ditunjuk Jadi Direktur Bank Dunia

http://www.detikfinance.com/read/2010/05/05/100147/1351359/4/sri-mulyani-ini-adalah-kehormatan-bagi-saya-dan-negara

abu, 05/05/2010 10:01 WIB
Ditunjuk Jadi Direktur Bank Dunia
Sri Mulyani: Ini adalah Kehormatan Bagi Saya dan Negara
Nurul Qomariyah - detikFinance



Jakarta
- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menduduki jabatan baru sebagai Managing Director Bank Dunia per 1 Juni 2010. Sri Mulyani merasa terhormat menduduki jabatan penting di Bank Dunia tersebut.

"Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya dan juga negara saya untuk mendapatkan kesempatan berkontribusi pada misi Bank Dunia yang sangat penting untuk mengubah dunia," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari situs Bank Dunia, Rabu (5/5/2010).

Presiden Bank Dunia, Robert B. Zoellick telah mengumumkan penunjukan Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia. Sri Mulyani dinilai telah mampu menggawangi perekonomian Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia hingga mampu melampaui krisis, mengimplementasikan reformasi dan mendapatkan respek dari berbagai belahan dunia.

"Saya senang bisa mengumumkan penunjukan Sri Mulyani. Dia telah menjadi menteri Keuangan dengan pengetahuan yang dalam baik dalam pengembangan isu dan peran Grup Bank Dunia," jelas Zoellick.

(qom/asy)

Rabu, 05/05/2010 17:23 WIB
Tugas Berat Bagi SBY untuk Memilih Menteri Keuangan Baru
Nurul Qomariyah - detikFinance

Jakarta
- Sri Mulyani Indrawati selama ini dikenal sebagai Menteri Keuangan yang sangat disegani oleh pasar. Dengan pengunduran dirinya, maka Presiden SBY mendapatkan tugas berat untuk mencari menkeu baru dengan kapabilitas yang tak kalah hebat.

"Merupakan tugas berat bagi Presiden SBY untuk memilih menteri keuangan baru dengan kapabilitas seperti Sri Mulyani," jelas analis dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Rabu (5/5/2010).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada hari ini memang memasuki masa kelam. Selain sentimen negatif dari masalah krisit utang Yunani, IHSG dan rupiah juga ikut tertekan oleh kabar pengunduran diri Sri Mulyani.

Pada perdagangan Rabu (5/5/2010), IHSG akhirnya ditutup merosot hingga 112,776 poin (3,81%) ke level 2.846,239. Indeks LQ 45 juga merosot 23,920 poin (4,18%) ke level 548,295.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup merosot ke level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.020 per dolar AS.

"Pasar jatuh awalnya memang karena anjloknya bursa Eropa (kasus utang Yunani). Tersiarnya kabar penunjukkan Sri Mulyani menjadi Managing Director di Bank Dunia menambah sentimen negatif terhadap bursa," jelas Purwoko.

Diluar kasus hukum yang tengah membelitnya, lanjut Purwoko, Sri Mulyani merupakan figur yang disukai oleh investor, tidak terkecuali di mata investor asing.

"Mereka sangat respek sekali dengan kepiawaian beliau dalam melakukan reformasi di Depkeu dan juga mengawal Indonesia 'selamat' dari krisis moneter Global. Setidaknya kenaikan pasar modal kita dalam 9-10 bulan terakhir merupakan indikasi bagaimana kepercayaan pasar akan prospek perekonomian Indonesia," urai Purwoko.

Kinerja pasar finansial Indonesia memang terus membaik, setelah sempat terkena hempasan badai krisis finansial sepanjang 2008 dan 2009 lalu. Perekonomian Indonesia yang semakin baik membuat aliran modal terus masuk ke Indonesia. Hal itu membuat IHSG bisa menembus rekor tertinggi barunya, sementara nilai tukar rupiah ikut menguat tajam.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar rupiah menguat sebesar 2,2% ke level 9.254 per dolar AS. Sedangkan IHSG tercatat menguat hingga 10,2% dan ditutup pada level 2.777,3 selama triwulan I-2010.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sembarangan Angkat "Harta Karun" Bawah Laut. Musnahkan Data Sejarah Budaya Bangsa*)

Sembarangan Angkat "Harta Karun" Bawah Laut. Musnahkan Data Sejarah Budaya Bangsa*)
Aryandini Novita

Wilayah laut Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah. Hal ini didasari atas luas, kedudukan, tatanan dan karakteristik fisik dari wilayah kelautan Indonesia. Selain sumberdaya alam tersebut, terdapat pula hasil budaya materi asal muatan kapal yang tenggelam sebelum abad XX atau yang lebih umum lagi dikenal dengan "harta karun" sebagai salah satu potensi kelautan yang belum dioptimalkan pemanfaatannya.
Inventarisasi yang dilakukan oleh Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (sekarang Departemen Kelautan dan Perikanan) terdata potensi kekayaan laut Indonesia yang berkaitan dengan benda berharga asal muatan kapal kuno yang tenggelam sebelum Perang Dunia II sekurangnya terdapat di 463 lokasi. Diketahui kapal-kapal tersebut tenggelam antara tahun 1508 sampai dengan tahun 1878. Umumnya kapal yang tenggelam adalah kapal dagang VOC; sedang selebihnya kapal Portugis, Amerika, Perancis, Jerman dan Belgia tetapi tidak tertutup kemungkinan jika kapal tersebut juga kapal-kapal dari Asia (Soesilo 2000).
Keberadaan kapal-kapal tersebut tersebar di kawasan perairan Sabang, Selat Malaka, Laut Jawa, Perairan Riau, Perairan Bangka-Belitung, Selat Karimata, Laut Flores, Perairan Halmahera dan Maluku. Benda-benda yang terdapat di dalam kapal tenggelam tersebut biasanya diistilahkan oleh masyarakat sebagai "harta karun" atau "benda berharga".
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terdapat dua pengertian 'harta karun' yaitu harta benda yang tidak diketahui pemiliknya dan harta benda yang didapat dengan tidak sah (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1996: 342). Terlepas dari pengertian tersebut dalam perspektif arkeologi, tidak dikenal istilah "harta karun" maupun "benda berharga". Mengacu pada UU Cagar Budaya tahun 1992 maka benda-benda yang terdapat di kapal tenggelam tersebut dikategorikan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB). Namun demikian, sebenarnya tidak hanya benda-benda yang terdapat di dalam kapal tenggelam itu saja yang dikategorikan sebagai BCB tetapi kapal yang tenggelam itu juga termasuk dalam kategori BCB.
II
Dewasa ini BCB telah menjadi berbagai macam simbol seperti kekayaan, kebesaran, martabat bahkan prestise seseorang sehingga menjadi komoditi dagang yang tinggi nilainya. Hal inilah yang selalu membuat BCB selalu diburu orang seperti yang sedang marak di tahun-tahun terakhir ini adalah BCB dari kapal tenggelam yang umumnya berupa keramik.
BCB yang berasal dari kapal tenggelam sebenarnya tidak hanya berupa barang-barang komoditi dagang masa lalu, tetapi dapat juga berupa wadah penyimpanan komoditi dagang atau wadah penyimpanan logistik selama pelayaran. Selain itu BCB tersebut dapat juga berupa milik pribadi awak kapal. BCB merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman, pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Selain itu BCB juga memiliki nilai ekonomis. Tinggi rendahnya nilai ekonomis suatu BCB sangat relatif antara lain dipengaruhi oleh kondisi dan jumlahnya. Semakin langka BCB tersebut maka semakin tinggi nilai ekonomisnya. Di sisi lain 'cerita' yang ada dibalik BCB juga mempengaruhi nilai ekonomisnya. Dalam hal ini disinilah peranan arkeologi dibutuhkan.
Ditinjau dari sudut pandang akademis, BCB bawah air mempunyai nilai informatif yang merupakan data penting untuk mengetahui gambaran kehidupan masyarakat masa lalu terutama masyarakat pendukung kebudayaan maritim. Selain itu BCB tersebut juga dapat digunakan sebagai data untuk membuktikan adanya interaksi antara kerajaan-kerajaan di nusantara dengan mancanegara.
Arkeologi bawah air di Indonesia secara instansional baru dimulai pada akhir dekade tujuhpuluhan, terhitung sejak diikutsertakannya arkeolog Indonesia untuk mengikuti program Arkeologi Bawah Air yang diadakan SPAFA di Thailand. Kegiatan penelitian arkeologi bawah air sendiri pertama kali dilakukan pada tahun 1981, yaitu di perairan Tuban dan Lamongan, Jawa Timur. Kemudian penelitian tersebut dilanjutkan pada tahun 1983 dan 1986 yang dipusatkan di Situs Bom Tuban dan Karangbeling, Jawa Timur (Warta Arkeologi 1991: 10).
Setelah itu kegiatan arkeologi bawah air di Indonesia mengalami 'masa kekosongan' dan 'kurang populer' di kalangan arkeolog sendiri. Keadaan ini disebabkan masih kurangnya tenaga peneliti dan tenaga teknis yang menguasai ketrampilan menyelam yang merupakan syarat pokok dalam kegiatan ini. Selain itu masalah 'klasik' yang menjadi kendala adalah pengadaan peralatan dan operasional arkeologi bawah air membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pada tahun 1996 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala kemudian mengembangkan kembali program arkeologi bawah air (Gunawan 1999: 30). Namun sesuai dengan tugas dan fungsi dari instansi tersebut kegiatan ini cenderung diarahkan pada aspek pelestarian dan pemanfaatan BCB dari situs bawah air. Sedangkan kegiatan penelitian, yang merupakan tugas dari Pusat Penelitian Arkeologi, sampai saat ini terlihat belum ada upaya untuk dikembangkan lagi.
Arkeolog bertugas menafsirkan pikiran-pikiran manusia, teknologi, dan perilaku manusia yang diwujudkan melalui BCB bawah air. Dalam mengungkapkan 'cerita' ini, arkeolog sangat tergantung pada konteks di mana BCB ditemukan. Tanpa diketahui konteksnya sulit bagi arkeolog dalam mengungkapkannya. Dengan demikian dalam suatu kegiatan pengangkatan BCB bawah air selayaknya didahului oleh kegiatan penelitian. Dalam penelitian ini , kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran keletakan BCB dalam koordinat tertentu, penggambaran serta memetakannya di dalam konteks. Selain itu juga harus dilakukan pencatatan mengenai bentuk, ukuran dan jenis kapal serta teknologi pembuatannya sehingga dapat diketahui asal kapal, besaran dan umur kapal tersebut.
III
Sudah menjadi rahasia umum bahwa BCB bawah air memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, karena itu BCB tersebut selalu diburu. Berkaitan dengan hal tersebut banyak berdiri perusahan yang bergerak di bidang pengangkatan BCB dari kapal tenggelam. Namun sangat disayangkan kegiatannya tidak dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah arkeologi bahkan cenderung mengarah kepada pengrusakan kelestarian BCB, artefak-artefak yang diambil umumnya hanya yang utuh sedangkan yang rusak, baik yang terjadi pada masa lalu atau pada saat proses pengangkatan dibiarkan begitu saja. Selain itu kegiatan pengangkatan tersebut juga tidak diikuti dengan proses perekaman, sehingga BCB tersebut tidak diketahui dengan pasti bagaimana keletakannya dan hubungannya dengan BCB lain. Kenyataan inilah yang sebenarnya membuat nilai informasi dari BCB tersebut menjadi semakin berkurang. Gambaran tentang kehidupan masa lalu tidak akan pernah diketahui selama kegiatan pengangkatan BCB bawah air dilakukan dengan cara yang sudah-sudah, padahal 'cerita' dibalik BCB tersebut juga merupakan sesuatu yang sangat penting.
Disamping melakukan kegiatan pengangkatan yang tidak sesuai dengan kaidah arkeologi, mereka juga terkadang tidak melaporkan hasil pengangkatannya melainkan langsung diekspor ke luar negeri. Keadaan ini kemudian diperparah lagi dengan adanya sekelompok orang yang melakukan pengangkatan BCB bawah air secara ilegal. Seperti yang terjadi di perairan Bangka-Belitung karena ingin meminimalisasikan biaya operasional, maka perusahaan-perusahan pengangkatan mengiming-imingi kompensasi yang sangat besar pada nelayan-nelayan tradisional jika menemukan lokasi keletakan kapal tenggelam serta memberdayakan para penyelam alam untuk mengangkat BCB bawah air. Terkadang juga para nelayan dan penyelam alam tersebut mengangkat BCB bawah air itu sendiri untuk kemudian dijual kepada penadah barang antik.
Mengantisipasi hal tersebut maka pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden no 107 tahun 2000 tentang Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam yang merupakan revisi dari Keppres sebelumnya yang telah dikeluarkan pada tahun 1989[1]. Dengan dikeluarkannya Keppres tersebut maka setiap kegitan pengangkatan dan pemanfaatan BCB bawah air berada di bawah pemantauan dan pengawasan panitia nasional tersebut.
Disamping proses pengangkatan yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah arkeologi, proses penanganan dan penyimpanan BCB bawah air terkadang juga tidak dilakukan sebenar-benarnya. Seringkali BCB bawah air tidak mendapat penanganan desalinasi sehingga mudah hancur, demikian juga sistem penyimpanannya yang terkesan sembarangan sehingga mengakibatkan BCB tersebut menjadi pecah (Rochmani 2000).
Pada dasarnya keadaan ini diakibatkan oleh keinginan untuk meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya. Hal ini juga berdampak pada pemanfaatan BCB bawah laut menjadi sembarangan. Situs-situs bawah air dieksploitasi sedemikian rupa tanpa memperhatikan kelestariannya sehingga nilai ideologis dan akademiknya menjadi hilang. BCB bawah air tersebut hanya dinilai dari sudut pandang ekonomi semata.
Sebenarnya pemanfaatan BCB bawah air untuk kegiatan ekonomi semata-mata tidak hanya sekedar dapat dijadikan komoditi dagang belaka tetapi dapat dimanfaatkan juga sebagai obyek wisata bawah air. Sisa-sisa kapal yang tenggelam seharusnya tidak dihancurkan begitu saja demi mengambil tinggalan-tinggalan di dalamnya, karena sisa-sisa kapal tersebut juga merupakan obyek yang tak kalah menarik selain terumbu karang dan obyek-obyek bawah air lainnya dalam kegiatan menyelam.

IV
Banyak hal yang dapat diceritakan dari hasil penafsiran terhadap BCB yang berasal dari kapal tenggelam. Tidak hanya mengenai BCB-nya itu sendiri tetapi dengan pengkajian yang lebih mendalam dapat diketahui pula kegiatan perdagangan pada masa lalu. Selain itu juga dapat diungkapkan tentang hubungan kebudayaan atau hubungan politik pada masa lalu yang terjadi antara kerajaan-kerajaan di nusantara dengan mancanegara. Karena itu dalam kegiatan pengangkatan BCB dari kapal tenggelam harus diawalii dengan kegiatan penelitian.
Pengangkatan BCB ke permukaan juga harus dilakukan dengan seksama karena tidak jarang akibat pengangkatan yang sembarangan menyebabkan BCB tersebut rusak. Karena itu jika pengangkatannya dilakukan sesuai prosedur arkeologi, maka kelestarian BCB - yang tergolong dalam sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui - dapat terjaga. Dengan demikian dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selama ini pemanfaatan BCB dari kapal yang tenggelam terasa berat sebelah. Hal ini disebabkan adanya keinginan mengeruk keuntungan besar yang akan didapat baik oleh perusahaan pengangkatan atau perseorangan sehingga proses pengangkatannya cenderung mengarah ke pengrusakan. Pemanfaatan tersebut seharusnya dilaksanakan secara berimbang baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun sektor perekonomian.
Di sektor perekonomian, pemanfaatannya juga bukan hanya dapat dijadikan komoditi dagang saja tetapi dapat juga dijadikan obyek wisata bawah air. Dengan memanfaatkan BCB tersebut sebagai obyek wisata bawah air, maka tidak hanya uang saja yang bisa kita dapatkan tetapi kita juga bisa menikmati bagian dari lembaran sejarah budaya bangsa.
Daftar Pustaka
Gunawan, 1999, "Arkeologi Bawah Air atau Arkeologi Bahari" Buletin Cagar Budaya vol 1 no 1 Maret 1999 hal. 30 - 32.
Koestoro, Lucas Pertanda, 2000, "Teknik Survei dan Ekskavasi Dalam Arkeologi Bawah Air" Berkala Arkeologi Sangkhakala nomor 07 Juli 2000 hal. 24 - 45.
Mundardjito, 1996, "Benda Cagar Budaya: Pengertian dan Nilai" Buletin Arkeologi Amoghapasa, 5/11/Maret 1996 hal. 3 - 9.
Mundardjito, 2000, "Temuan Harta Karun Bawah Air Dalam Perspektif Arkeologi" makalah Diskusi Panel Harta Karun Bawah Air - Tantangan Bagi Arkeologi (tidak diterbitkan).
nn, 1991, "Arkeologi Maritim Selalu Terbentu Hukum Laut" Warta Arkeologi no 3 Pebruari 1991 hal. 9 - 11.
nn, 2000, Keputusan Presiden nomor 107 tahun 2000 tentang Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam.
Novita, Aryandini, 2002, Laporan Peninjauan Benda Cagar Budaya di Kabupaten Belitung Provinsi Sumatera Selatan (tidak diterbitkan).
Rochmani, Koos Siti, 2000, "Harta Karun Dan Kriminalitas Arkeologi" Pameran Temuan Harta Karun Bawah Air Dalam Sejarah Perdagangan Maritim Indonesia.
Soesilo, Indroyono, 2000, " Harta Karun Bawah Air Sebagai Potensi Kelautan" makalah Diskusi Panel Harta Karun Bawah Air - Tantangan Bagi Arkeologi (tidak diterbitkan).
Supardi, Nunus, 2000, "Aspek Pelestarian Temuan Harta karun Bawah Air" makalah Diskusi Panel Harta Karun Bawah Air - Tantangan Bagi Arkeologi (tidak diterbitkan).
Sutjipto, Achmad, 2000, "Pengamanan Terhadap Temuan Harta Karun Bawah Air" makalah Diskusi Panel Harta Karun Bawah Air - Tantangan Bagi Arkeologi (tidak diterbitkan).
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1996, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Widianto, Harry dan Lucas Pertanda Koestoro, 1984, "Masa Depan Arkeologi Bawah Air di Indonesia" Berkala Arkeologi tahun V no 1 Maret 1984 hal. 25 - 38.
Widianto, Harry dan Soeroso Mp, 2000, "Penyelaman Harta Karun Bawah Air" makalah Diskusi Panel Harta Karun Bawah Air - Tantangan Bagi Arkeologi (tidak diterbitkan).


[1] Menurut penulis Keppres ini selayaknya ditinjau kembali antara lain karena pada saat dibuat, instansi yang berwenang yang pada saat itu masih bernama Direktorat Jenderal Kebudayaan masih berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional sedangkan saat ini berada di bawah Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata.
*) Tulisan ini telah diterbitkan di Jurnal Naditira Widya Nomor 13, Oktober 2003
Sumber Tulisan:

Saturday, 1 May 2010

Sultan Sepuh Cirebon Wafat

Ari Harmedi (saya) bersama PRA Arief Natadiningrat beserta istri


http://www.antaranews.com/berita/1272620437/sultan-sepuh-cirebon-wafat

Sultan Sepuh Cirebon Wafat

Cirebon (ANTARA News) - Sultan Sepuh XIII Keraton Kesepuhan Cirebon, Maulana Pakuningrat SH PhD (73), meninggal dunia Jumat sekitar pukul 15.50 WIB di RS Pertamina Klayan Cirebon, Jawa Barat.

Informasi dari keluarga keraton menyebutkan bahwa Sultan Sepuh XIII meninggal karena sakit.

Belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal-hal lain seperti sakit yang diderita Sultan Sepuh XIII dan kapan jenazahnya dimakamkan.


http://news.okezone.com/read/2010/04/30/340/328204/sultan-sepuh-pakuningrat-cirebon-wafat

Nusantara

Sultan Sepuh Pakuningrat Cirebon Wafat

Sabtu, 1 Mei 2010 - 01:03 wib
text TEXT SIZE :
Share
Foto: Ibnu (Koran SI)

CIREBON - Sultan Kasepuhan Kota Cirebon, Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat atau lebih dikenal Sultan Sepuh XIII meninggal dunia sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (30/4/2010).

Sultan menghembuskan nafas terakhir di RS Pertamina, Klayan, Cirebon setelah menjalani perawatan selama satu minggu. Sultan Sepuh meninggal akibat gagal jantung.

Jenazah tiba di rumah duka di komplek Keraton Kasepuhan Kota Cirebon pukul 16.50 WIB. Suasana duka tampak menyelimuti keluarga besar Keraton Kasepuhan. Mereka terlihat begitu kehilangan tokoh yang selama ini menjadi panutan. Selama ini mendiang sultan dikenal mempunyai kepedulian yang besar terhadap permasalahan bangsa.

Putra Mahkota PRA Arief Natadiningrat mengungkapkan, kondisi fisik sultan dalam beberapa pekan terakhir terus menurun. "Sejak dua minggu terakhir kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal tadi sore," ujar Arief saat ditemui di rumah duka.

Sebelum meninggal, sambung Arief, Sultan Sepuh sempat melakukan dzikir bersama dirinya, Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah berdzikir, Sultan Sepuh sempat tidur hingga siang sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir. "Sehari sebelum meninggal, beliau sempat tak sadarkan diri," ujarnya.

Menurut Arief, Sultan Sepuh sudah lama menderita penyakit jantung. Penyakitnya sempat sembuh setelah ditangani sejumlah rumah sakit. "Beliau menderita jantung sejak pensiun dari Bank Jabar Banten. Pada 2005, tiga ring dipasang di jantung kanan dan kiri Sultan Sepuh," ujar Arief.

Arief mengaku seluruh keluarga sudah mempunyai firasat Sultan Sepuh akan meninggal, pasalnya sejak sebelas hari terakhir kondisinya terus melemah. Lebih lanjut Arief mengatakan, selama ini Sultan Sepuh sangat memperhatikan kepentingan keraton, bahkan permasalahan yang dihadapi bangsa seperti reaksinya saat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa harta karun dari perairan Cirebon akan dilelang pemerintah.

"Begitu mendengar kabar harta karun dari perairan Cirebon akan dilelang, beliau langsung mengirimkan surat kepada Presiden SBY. Beliau meminta agar pemerintah tidak melelang benda cagar budaya tersebut melainkan menyarankan agar dilestarikan," ungkap mantan anggota DPD Jawa Barat ini.

Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat meninggal dalam usia 73 tahun, meninggalkan satu istri, RA Irawati Pakuningrat, lima putra-putri, yakni PRA Arief Natadiningrat, RR Alexandra Uryaningrat, RR Gumiwang Kencana Ningrat, ER Nisfudin Ardiningrat, dan ER Gumelar Soerjadiningrat.

Jenazah Sultan Sepuh disemayamkan di Ruang Kabayaksa, komplek Keraton Kasepuhan Kota Cirebon. Setelah Magrib, jenazah dimandikan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pemakaman dilakukan Sabtu (1/5/2009) di komplek Makam Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, makam khusus keturunan Sunan Gunung Jati.
(Ibnu/Koran SI/teb)


Smaller Reset Larger

CIREBON-–Kesultanan Kasepuhan Cirebon berduka. Sultan Maulana Pakuningrat XIII atau yang lebih dikenal Sultan Sepuh, meninggal dunia, Jumat (30/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Sabtu (1/5).

Berdasarkan pesan singkat yang dikirimkan putera mahkota Keraton Kasepuhan, PRA Arif Natadiningrat, Sultan Sepuh meninggal setelah sempat menjalani perawatan selama satu minggu di RS Pertamina Klayan, Cirebon. Selama ini, Sultan Sepuh yang berusia 73 tahun, menderita komplikasi penyakit jantung.

Arif menuturkan, sebelum meninggal dunia, Sultan Sepuh pernah menjalani berbagai perawatan di sejumlah rumah sakit. Selain di RS Pertamina, Sultan Sepuh pun pernah dirawat di RS Harapan Kita Jakarta.

Menurut Arif, Sultan Sepuh akan dimakamkan di Astana Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Tempat tersebut memang merupakan pemakaman khusus bagi keluarga keraton di Cirebon yang menjadi keturunan Sunan Gunung Jati. ‘’Esok seluruh wargi, sentana dan kemantren akan mengantarkan kepergian Sultan Sepuh,’’ tutur Arif. Dia menjelaskan, saat proses pemakaman tersebut, semuanya akan mengenakan pakaian adat Cirebon.

Sementara itu, sepeninggal Sultan Sepuh, maka tahta sebagai Sultan Keraton Kasepuhan secara otomatis akan diduduki PRA Arif Natadiningrat. Pasalnya, sudah sejak lama, PRA Arif Natadiningrat telah dinobatkan sebagai putera mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon.

Red: Krisman Purwoko
Rep: lilis

IMF: Ekonomi Asia Berisiko 'Overheating'

http://www.detikfinance.com/read/2010/04/29/104633/1347634/4/imf-ekonomi-asia-berisiko-overheating

Kamis, 29/04/2010 10:47 WIB

IMF: Ekonomi Asia Berisiko 'Overheating'
Nurul Qomariyah - detikFinance

Shanghai
- Dana Moneter Internasional (IMF) memperingkatkan ekonomi Asia berisiko mengalami overheating alias kepanasan. Kuatnya aliran modal masuk ke kawasan ini dikhawatirkan bisa memicu tekanan inflasi dan meningkatkan risiko pecahnya gelembung perekonomian.

"Prospek ekonomi yang cerah dan melebarnya selisih suku bunga dengan negara-negara maju sepertinya akan terus menarik aliran modal yang lebih banyak ke kawasan Asia," jelas IMF dalam laporan terakhirnya mengenai Asia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (29/4/2010).

"Hal ini dapat menyebabkan overheating di beberapa negara dan meningkatkan kerentanan pada booming pasar kredit dan harga aset-aset dengan risiko terjadinya pembalikan secara tiba-tiba," imbuh IMF.

Karena itu, IMF mendesak para pemimpin negara-negara Asia untuk kembali ke kebijakan moneter yang 'lebih normal' setelah sempat diterpa badai krisis finansial tahun lalu. IMF juga mendesak negara-negara Asia untuk meningkatkan fleksibilitas mata uangnya guna mengatasi aliran dana yang sifatnya spekulatif ke kawasan tersebut.

IMF baru saja menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia menjadi 7,1% pada 2010 dan 2011. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi awal IMF sebesar 6,9% pada tahun 2010 dan 7% pada 2011.

Namun IMF mengingatkan, negara-negara Asia yang tergantung pada ekspor tetap rentan dengan pemulihan lebih lambat dari yang diperkirakan. IMF mendesak pemerintahan di Asia mengurangi ketergantungannya pada ekspor dan mendongkrak konsumsi domestik.

Para pembuat kebijakan di negara-negara Asia juga didesak untuk membuat semacam safeguard untuk melawan ketidakseimbangan aset dan pasar perumahan yang disebabkan melimpahnya likuiditas, sekaligus untuk mengadopsi mata uang yang lebih fleksibel.

"Membuarkan mata uang mengalami apresiasi dapat mencegah aliran modal jangka pendek. Tanpa apresiasi mata uang, tekanan untuk melakukan sterilisasi dampak pasokan uang akan terus berlanjut," demikian laporan IMF. (qom/dnl)

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907