Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Sunday, 23 January 2011

Meluruskan Sejarah Wiranatakusumah

sumber : http://bataviase.co.id/node/542367












Meluruskan Sejarah Wiranatakusumah

MELURUSKAN sejarah, menjadi maksud dan tujuan pada kegiatan mengenang 46 tahun wafatnya Raden Aria Adipati Haji Muharam Wiranataku-sumah V (23 November 1888-22 Januari 1965). Bupati Bandung ke-14 tersebut merupakan salah satu legenda tanah Pasundan yang turut andil membangun peradaban Bandung.

Kiprahnya sebagai politisi, ahli ilmu pemerintahan, santri, serta budayawan memberikan kontribusi \ang besar bagi kedaulatan Bandung di nusantara. Namun, kontribusi besar tersebut dirusak oleh beberapa fakta yang salah. Salah satunya adalah

Wiranatakusumah V dianggap sebagai pengkhianat Indonesia karena mendirikan Negara Pasundan.

Salah seorang tokoh Jawa Barat Popong Orje Djundju-nan mengungkapkan, Wiranatakusumah V bukanlah pengkhianat atau ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia. Menurut Popong, Wiranatakusumah V adalah seseorang yang sangat nasionalis. Dia mendirikan Negara Pasundan bukan untuk memisahkan diri, tetapi itu taktik dia untuk melawan Belanda.

"Dia menjadi Wah Negara Pasundan pun ditunjuk oleh

Presiden Soekarno. Hal ini menunjukkan, Kanjeng Haji (Wiranatakusumah V) merupakan seseorang yang cinta Indonesia seutuhnya," kata Po-pong pada acara mengenang wafatnya KJlA. Wiranatakusumah V di Convention Hall, Hotel Grand Pasundan Jln. Peta, Kota Bandung,

Sabtu (22/1). Hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf dan para tokoh Jawa Barat lainnya.

Akibat dari catatan sejarah yang salah tersebut, Wiranatakusumah V jarang disebut pada peringatan hari jadi Kota Bandung atau peringatan lainnya.

Selain dianggap pro-Belanda, ada catatan sejarah lain yang perlu diluruskan, yaitu dengan jumlah istri tujuh orang, Wiranatakusumah V dianggap gemar kawin dan berpoligaml Salah seorang eratnya, sekaligus Ketua Bale Bandung Fazwan Kusumadinata mengungkapkan,

buyutnya tersebut tidak pernah berpoligami. Meskipun punya tujuh istri, dia selalu menceraikan istrinya terlebih dahulu jika ingin menikah lagi Dari tujuh istri tersebut, Wiranatakusumah V dikaruniai 24 anak Saat ini, ada sekitar 800 orang keturunan

Wiranatakusumah V yang bernaung di bawah Yayasan Wiranatakusumah.

Kiprah Wiranatakusumah di dunia politik dan pemerintahan tercatat panjang dalam sejarah tanah Pasundan. Karier pertamanya di bidang pemerintahan dimulai saat menjadi juru tulis Wedana Tanjungsarl Sumedang pada 1910. Satu tahun kemudian, dia menjadi Mantri Polisi di Cibadak, G-heulang. Sukabumi dan dilanjutkan dengan jabatan yang sama di Sukapura, Tasikmalaya. Pada 1912, dia menjadi Asisten Wedana Obeureum, Tasikmalaya, sebelum

akhirnya diangkat menjadi Bupati Cianjur sejak 1912 sampai 1920. Setelah itu, dia menjabat sebagai Bupati Bandung pada 1920-

1931 dan 1935-1945-

Saat Indonesia resmi merdeka pada 17 Agustus 1945, Wiranatakusumah V diangkat oleh Presiden Soekarno untuk menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Pada 1948 sampai 1950, dia ditunjuk sebagai Wah Negara Pasundan.

Wiranatakusumah V juga aktif pada kegiatan jurnalistik sebagai salah satu wahana untuk menyalurkan pemikirannya. Dia aktif sebagai pelindung Ma-jalah TJahaja Pasoendan (1914-197), pemimpin umum Majalah Obor (1921-1924), dan pemimpin umum Majalah Pemimpin (1929-1935).

Pemikiran-pemikiran kritis dan cerdas Wiranatakusumah V bisa terlihat dari beberapa kutipannya di media massa. Salah satu kutipan yang masih relevan dengan masa sekarang dan bisa

kita renungkan termuat dalam Majalah Pandji Poestaka pada 1931.

"...Saya selalu melawan peraturan yang menurut pendapat saya tak baik bagi rakyat saya. Saya seorang nasional dan hal itu harus saya tunjukkan."

Sebelumnya, pada Sabtu (22/1) pagi, keluarga besar Wiranatakusumah V melaksanakan ziarah ke makam Wiranatakusumah di Makam Boepati Bandung Jln. Karang Amar Kota Bandung.

Ketua Umum Yayasan R.HAAJI. Wiranatakusumah. Matoyo Male Wiranatakusumah mengatakan, ayahnya telah memberikan contoh sebagai pemimpin yang peduli pada rakyatnya di segala bidang. "Beliau peduli terhadap masyarakatnya. Sewaktu menjadi Bupati Cianjur, beliau mengembangkan koperasi Beliau sangat peduli Beliau gemar sekali dengan cianjuran," katanya. (Windy Eka Pramudya/-Catur Ratna/TR")***


Entitas terkaitAkibat | Bandung | Beliau | Bupati | Catur | Convention | Indonesia | Karier | Kiprahnya | MELURUSKAN | Pasundan | Presiden | Republik | Sewaktu | Sukabumi | Wiranatakusumah | Yayasan | Asisten Wedana | Bupati Bandung | Bupati Cianjur | Jahaja Pasoendan | Jawa Barat | Kanjeng Haji | Kiprah Wiranatakusumah | Kota Bandung | Majalah Obor | Majalah Pemimpin | Mantri Polisi | Menteri Dalam | Negara Pasundan | Presiden Soekarno | Saat Indonesia | Wah Negara | Windy Eka | Wiranatakusumah V | Hotel Grand Pasundan | Karang Amar Kota | Ketua Umum Yayasan | Majalah Pandji Poestaka | Makam Boepati Bandung | Matoyo Male Wiranatakusumah | Meluruskan Sejarah Wiranatakusumah | Wah Negara Pasundan | Wedana Tanjungsarl Sumedang | Jawa Barat Popong Orje | Ketua Bale Bandung Fazwan Kusumadinata | Raden Aria Adipati Haji Muharam | Hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf |
Ringkasan Artikel Ini
Akibat dari catatan sejarah yang salah tersebut, Wiranatakusumah V jarang disebut pada peringatan hari jadi Kota Bandung atau peringatan lainnya. Meskipun punya tujuh istri, dia selalu menceraikan istrinya terlebih dahulu jika ingin menikah lagi Dari tujuh istri tersebut, Wiranatakusumah V dikaruniai 24 anak Saat ini, ada sekitar 800 orang keturunan Wiranatakusumah V yang bernaung di bawah Yayasan Wiranatakusumah. Setelah itu, dia menjabat sebagai Bupati Bandung pada 1920- 1931 dan 1935-1945- Saat Indonesia resmi merdeka pada 17 Agustus 1945, Wiranatakusumah V diangkat oleh Presiden Soekarno untuk menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya, pada Sabtu (22/1) pagi, keluarga besar Wiranatakusumah V melaksanakan ziarah ke makam Wiranatakusumah di Makam Boepati Bandung Jln.

Jumlah kata di Artikel : 601
Jumlah kata di Summary : 111
Ratio : 0,185

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907