Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Friday, 6 May 2011

SBY Ditabalkan Gelar Adat Melayu Riau

SBY Ditabalkan Gelar Adat Melayu Riau

Presiden SBY ditabalkan sebagai Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh  Lembaga Adat Melayu Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu, Pekanbaru, Minggu (12/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY ditabalkan sebagai Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu, Pekanbaru, Minggu (12/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)


Pekanbaru: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru pada hari Minggu (12/8) pagi. Presiden beserta rombongan tiba di lokasi mengenakan pakaian adat Melayu berwarna kuning, dan disambut dengan upacara Silat Beregu serta tabur beras kunyit.

Acara kemudian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh H. Zamri, dilanjutkan dengan prosesi Pentabalan Gelar Kehormatan. Kemudian Warkah Pentabalan Gelar Kehormatan dibacakan oleh Ketua Umum LAM Riau Azaly Djohan yang didampingi oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Ismail Suko.

Menurut Gubernur Riau Rusli Zainal, berdasarkan pemilihan melalui musyawarah di lingkungan Lembaga Adat Melayu se Provinsi Riau pada 15 April 2007, maka Presiden SBY mendapatkan gelar "Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara". Artinya, cahaya atau nur yang menerangi, seseorang yang beramanah, taat patuh dan setia memegang janji dalam memimpin di wilayah berdaulat Republik Indonesia. "Dengan Gelar Kehormatan yang telah disandang, berarti Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar disandang selama hidupnya," jelas Rusli Zainal.

Prosesi pentabalan kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan Tanjak dan Keris kehormatan adat Melayu Riau. Disusul dengan Pembukaan Kofiah oleh Ketua Umum LAM Riau serta pemasangan Tanjak Kebesaran Adat Melayu Riau oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Riau. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan Keris Kebesaran Adat Melayu Riau kepada SBY yang dilakukan oleh Gubernur Riau. Setelah itu diteruskan dengan pemasangan Selempang Amanah dan Naskah Warkah serta diakhiri dengan Upacara Tepung Tawar oleh lima Tetua Majelis Lembaga Adat Melayu Riau.

Ketua Umum Dewan Pengurus LAM Azaly Djohan menjelaskan, gelar kehormatan diberikan kepada seseorang karena jasanya yang luar biasa. "Pemberian gelar kehormatan tokoh merupakan salah satu upaya LAM Riau dalam menggali dan mengembangkan adat Melayu Riau dalam menggali dan mengembangkan adat di tengah-tengah masyarakat itu," kata Azaly.

Turut mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Seskab Sudi Silalahi, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg PDT Lukman Edy, Menneg Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau atas gelar adat yang telah diberikan kepadanya. SBY mengungkapkan penghormatannya dalam bentuk pantun yang spontan diciptakan usai melaksanakan salat Subuh tadi.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia provinsi Riau H. Mahdini. Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan rombongan kemudian mengikuti Upacara Makan Beradat sebelum meninggalkan Pekanbaru untuk langsung kembali ke Jakarta dengan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-500 melalui Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II. (mit)
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907