Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Monday, 14 November 2011

AS Minta 'Bantuan' Asia untuk Menstimulasi Ekonomi Dunia



AS Minta 'Bantuan' Asia untuk Menstimulasi Ekonomi Dunia 



Timothy Geithner (Foto: Reuters)
Honolulu - Amerika Serikat (AS) mendesak Asia berbuat yang lebih banyak untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dunia guna menutupi krisis Eropa. Permintaan itu disampaikan menjelang pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan mencari bentuk baru peranan kawasan Asia Pasifik.

Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner yang menjadi tuan rumah dari pertemuan menteri keuangan Asia Pasifik mengatakan, pembicaraan didominasi tentang bagaimana membuat pertumbuhan ekonomi lebih seimbang dan berkesinambungan di masa depan, dengan melihat krisis di Eropa.

"Negara-negara Asia akan perlu berbuat lebih untuk menstimulasi pertumbuhan permintaan domestik, sehingga mereka kurang rentan terhadap pelemahan, seperti situasi di Eropa dan mereka dapat berkontribusi pada pertumbuhan global," ujar seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/11/2011).

APEC yang beranggotakan 21 negara, tercatat menguasai 40% populasi dunia, lebih dari 50% PDB dan 44% perdagangan dunia.

"Sementara negara-negara anggota APEC sebagian besar rentan terhadap perlambatan ekonomi dunia, mereka juga dapat memainkan peran yang terbesar dalam berkontribusi pada pemulihan dunia dan membangun pondasi pertumbuhan yang kuat, berkesinambungan dan seimbang di masa depan," tambah Geithner.

Eropa sebelumnya mengingatkan bahwa krisis utang telah menyeret kawasan tersebut ke resesi baru, terutama setelah terpilihnya Perdana Menteri Yunani baru yang mencoba menarik negara tersebut dari krisis dan Italia yang kemungkinan tercebur ke krisis.

"Krisis di Eropa masih tetap menjadi pusat tantangan pertumbuhan global. Ini penting bagi Eropa bergerak cepat membuat rencana yang kuat untuk memulihkan stabilitas finansial," ujar Geithner.
(qom/dnl)

sumber : http://finance.detik.com/read/2011/11/11/112307/1765363/4/as-minta-bantuan-asia-untuk-menstimulasi-ekonomi-dunia
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907