Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Thursday, 24 November 2011

Harta Karun Cirebon Milik Keturunan Nabi?



INILAH.COM, Jakarta - Harta karun di perairan Cirebon disebut milik Dinasti Fatimiyah keturunan Nabi Muhammad. Tapi ahli sejarah menilai benda yang mempunyai ciri dinasti itu belum tentu milik keturunan langsung nabi.
PT Paradigma Putra Sejahtera yang menemukan harta karun di perairan Cirebon mengungkapkan penemuannya termasuk batu permata besar yang konon milik Dinasti Fatimiyah. Dinasti itu disebut-sebut dari keluarga Nabi Muhammad yang hijrah ke Mesir.
Batu permata yang sangat berharga itu jumlahnya sangat terbatas di dunia. Menurut catatan, hanya ada 40 keping batu. Hasil pengangkatan di Cirebon menemukan ada 24 keping.
Ahli sejarah UI yang juga peneliti LIPI, Taufik Abdullah mengatakan, Dinasti Fatimiyah memang banyak dianggap keturunan nabi. Dinasti itu merupakan keturunan dari Fatimah, anak dari perkawinan Nabi Muhammad dengan Khadijah, yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Namun, ia mengingatkan benda yang mempunyai ciri dinasti itu belum tentu milik keturunan langsung nabi.
Semua benda memiliki ciri yang dapat dikenali dari dinasti mana mereka berasal. Meskipun benda tersebut memiliki ciri Dinasti Fatimiyah namun bukan berarti milik keturunan nabi. Karena yang membawa benda tersebut adalah pedagang. Dalam sebuah dinasti pun banyak sekali pencampuran budaya. Tidak bisa diketahui mana keturunan asli dan mana yang bukan, jelasnya saat dihubungi di Jakarta Rabu (5/5).
Taufik mengatakan ada beberapa hal yang bisa menjadi penentu siapa pemilik benda tersebut. Jika pada benda tersebut ada tulisan nama atau bin dan binti maka kita bisa melacak siapa pemilik benda tersebut, jelasnya.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh mengatakan masuknya Dinasti Fatimiyah di Indonesia bisa dianggap sebagai hal yang baik, mengingat Kerajaan Fatimiyah merupakan kerajaan besar yang berhasil melawan Inggris.
Kalau benar ini Dinasati Fatimiyah, kenyataan ini cukup bagus berarti kita bisa semakin mengetahui lebih detail datangnya Islam dan mungkin bisa menelusuri lebih jelas, apa saja yang mereka lakukan di Indonesia mengingat mereka adalah kerajan besar yang pernah melawan Inggris, kata Asrorun saat dihubungi via telepon.
Asroroun menjelaskan kerajaan Fatimiyah memang berada di Mesir dan pada abad 10-11 mengalami kejayaan. Sedangkan masuknya Islam dari banyaknya pedagang yang datang ke Indonesia.
Ini merupakan bagian dari proses dakwah. Tidak hanya pedagang Mesir, banyak pula pedagang India dan China yang masuk ke sini dan menyebarkan agama, jelas Asrorun.
Dinasti Fatimiyah ini adalah khalifah yang menguasai Syria ke barat hingga Maroko. Universitas Al-Azhar yang terkenal di Mesir misalnya, merupakan lembaga yang di bentuk masa Dinasti Fatimiyah.
Mengenai sejarahnya, menurut Taufik Abdulah, pedagang arab dari abad 8 dilaporkan pernah datang ke Indonesia oleh Ibnu Khordhabeh. Kemudian pada abad 9 juga ada bangsa Arab yang memperkenalkan Sriwijaya dengan nama Sribuza. Selanjutnya yang terkenal adalah keterangan Ibnu Batutah di abad 11 di Samudera Pasai.
Pedagang Arab sendiri menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui Teluk Persia sampai wilayah Canton, China. Oleh karena itu, Taufik menyayangkan benda bernilai sejarah diperjualbelikan.
Sebaiknya benda berharga tidak dijual. Ini bisa jadi harta benda negara kita agar anak cucu kita bisa mengetahui sejarah lebih dalam, ujar Taufik. Soal apakah harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon asli milik keturunan Nabi Muhammad, menurut Taufik, untuk membuktikan cukup sulit.
Kalau dinasti bisa dipastikan, namun soal pemilik asli cukup sulit. Di salah satu museum Turki, pernah disebutkan soal rambut nabi ataupun pedang nabi. Namun hingga kini tidak ada pembuktiannya, kata Taufik. [ito/mdr][[indosat]]

sumber : http://www.inilah.com/read/detail/513801/harta-karun-cirebon-milik-keturunan-nabi
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907