Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Thursday, 3 November 2011

Bank Dunia Mulai Lirik Bisnis Syariah


Bank Dunia Mulai Lirik Bisnis Syariah 



Jakarta - Perkembangan ekonomi syariah menjadi kekuatan baru. Hal ini juga menjadi perhatian Bank Dunia, di mana lembaga ini mulai rajin membuka diri dengan masyarakat ekonomi syariah.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI sekaligus ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Muliaman D. Haddad di gedung Dhanapala, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

"Mungkin 5-10 tahun yang lalu ekonomi syariah masih asing bagi bank dunia. Sekarang sudah sangat getol mempercepat hubungan mereka (Bank Dunia) dengan syariah," katanya.

Muliaman menambahkan, diskusi tentang prospek ekonomi syariah terus dilakukan Bank Dunia. Intensiatasnya semakin tinggi, dengan mengundang pakar-pakar ekonomi syariah.

"Dengan demikian Indonesia menjadi penting dalam 5-10 tahun mendatang," tuturnya.

Di dalam negeri, minat untuk memperdalam ekonomi syariah juga terlihat di pemuda-pemuda Indonesia. Perguruan tinggi pun semakin banyak yang membuka program studi ekonomi syariah. Tidak tangung-tangung, 100 Universitas atau perguruan tinggi mulai menyebarkan virus positif ini.

"Generasi muda, minat kepada ekonomi syariah luar biasa. Luar daerah yang sangat aktif. Ini bisa menjadi kesempatan kerja atau karir. Bahkan membentuk iklim usaha untuk menciptakan enterpreuer. Kita pikirkan dan cari jalan keluar," katanya.

Tak hanya pemuda, ibu rumah tangga, pengacara, notaris semakin banyak yang ingin melek ekonomi syariah.

"Kita sambut positif, karena memberi kontribusi yang baik. Saat ini semua lembaga keuangan, hampir tidak ada yang tidak memberikan syariah. Mulai asuransi, penjaminan, pasar modal. Seluruh aspek keuangan sudah miliki unit syariah, tentu dengan perkembangannya masing-masing. Jamkrida saja ada ada plang-nya (tanda) syariah," imbuhnya.

sumber :
http://finance.detik.com/read/2011/10/22/104253/1749943/5/bank-dunia-mulai-lirik-bisnis-syariah?nhl
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907