Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Monday, 5 March 2012

Dialog DPRD Jabar dengan Keraton dan Masyarakat Cirebon


Dialog DPRD Jabar dengan Keraton dan Masyarakat Cirebon




 Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. H.Uu Rukmana, M.Si mengungkapkan keraton-keraton yang ada di wilayah Cirebon bukan hanya merupakan budaya lokal, namun sudah menjadi kekayaan budaya nasional bahkan internasional karena itu sudah sewajarnya bila keberadaan keraton-keraton tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah.Terkait dengan hal tersebut menurut Uu, DPRD Provinsi Jawa Barat sangat membutuhkan masukan-masukan serta pendapat dari seluruh elemen masyarakat di Cirebon agar pemerintah bisa membuat kebijakan yang benar-benar mengedepankan pelestarian budaya keraton.
   " Karena itulah melalui kegiatan dialog hearing ini silahkan sampaikan aspirasi serta masukan-masukan kepada kami dan kami akan memperjuangkan agar nantinya pelestarian keraton tidak saja membawa manfaat bagi sektor  budaya namun memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar," demikian dikatakan Uu Rukmana pada acara dialog hearing DPRD Provinsi Jawa Barat dengan tokok-tokoh Keraton, budayawan serta pelaku usaha di Cirebon (3/3).
   Sultan Keraton Kacirebonan PR. Abdul Gani Natadiningrat selaku tuan rumah mengemukakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan dialog/hearing DPRD Provinsi Jawa Barat di Keraton Kacirebonan dan mengharapkan melalui kegiatan ini perhatian pemerintah terhadap keraton dapat lebih ditingkatkan.
   " Saya berharap keraton dapat menjadi pusat budaya yang juga membawa manfaat perekonomian bagi masyarakat sekitarnya."
   Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon Nasarudin Azis yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengharapkan agar pihak Pemprov Jabar dapat melakukan pembinaan kepada keraton-keraton yang ada di Cirebon sehingga dapat ditumbuhkembangkan menjadi tujuan wisata yang menarik banyak wisatawan yang akhirnya memberi manfaat bagi masyarakat.
   Terkait dengan upaya pelestarian budaya ini, Uu Rukmana memandang perlunya regulasi berupa peraturan daerah  mengenai cagar budaya yang mengatur kewenangan provinsi, kab/kota dengan lengkap dengan aturan reward dan punishment serta mekanisme pemberian bantuan agar jumlah cagar budaya di Jawa Barat tidak berkurang karena kurangnya perhatian pemerintah.
   Dialog hearing merupakan kegiatan rutin DPRD Provinsi Jawa Barat yang bertujuan menjaring aspirasi, masukan serta pendapat dari masyarakat dan juga dalam rangka sosialisasi kegiatan DPRD. Kegiatan dialog hearing yang kali ini dilaksanakan di Keraton Kacirebonan ini berthemakan  "Upaya Peningkatan Sektor Perekonomian yang Berbasis Budaya Lokal". Selain dihadiri oleh kalangan keraton, budayawan serta pelaku usaha  dan masyarakat  di Cirebon juga dihadiri oleh Anggota DPRD dari Komisi B dan E serta Anggota DPRD Jabar asal daerah pemilihan Jabar VIII (Kab/Kota Cirebon).


 
There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907