Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Thursday, 23 September 2010

Anas: Ibukota Baru Harus Dekat dengan Jakarta

http://www.bunganas.com/isu_060910_4.php?lang=eng

Anas: Ibukota Baru Harus Dekat dengan Jakarta

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum menyetujui rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke kota lain. Tapi dia memberikan syarat ibu kota baru tersebut harus dekat dengan Jakarta.

"Saya pribadi setuju tapi jangan terlalu jauh dari Jakarta. Kita bisa mencontoh Malaysia, dari Kuala Lumpur dipindahkan ke Putra Jaya, hanya satu jam dari Kuala Lumpur," kata Anas seusai memberangkatkan ribuan peserta mudik gratis PD di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/9/2010).

Menurutnya, pemindahan tersebut bisa dalam 2 arti, yaitu pemindahan pusat pemerintahan semata (eksekutif) atau pemindahan total (eksekutif, legislatif dan yudikatif). "Yang namanya pusat pemerintahan bisa saja konteksnya pemindahan eksekutif saja. Tapi sebenarnya tergantung konteksnya seperti apa. Kalau pusat pemerintahan diartikan di situ ada gedung-gedung eksekutuif, legislatif, yudikatif dan gedung lembaga yang lain, saya pikir gedung baru DPR bisa ditunda," jelas mantan Ketua Umum HMI ini.

Anas menyatakan, pemindahan itu harus dipastikan secara total atau hanya gedung-gedung pemerintahan semata.

"Saya pikir itu wacana yang sangat bagus, kita bisa melihat negara lain yang memindahkan pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Saya setuju pemindahan ibu kota dalam artian pemerintahan dipindahkan dari Jakarta tapi tentunya dengan persiapan yang matang," tambahnya.

Anas berpendapat, rencana itu perlu kajian yang menyeluruh hingga benar-benar siap. Jika tidak, maka maka wacana pemindahan ini harus ditunda. "Penundaan bisa jadi opsi sambil menunggu grand design pemindahan ibukota secara menyeluruh. Kita perlu lihat lagi perkembangannya seperti apa," tegasnya.

Presiden akan mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang.

Pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (asp/nrl)

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907