Titimangsa

Titimangsa
Mendidik | Cerdas | Inovativ

Sunday, 14 November 2010

Kisah Nabi Sulaiman

Kisah Nabi Sulaiman « catatan kecil di jalan setapak
http://agustjakra.wordpress.com/2010/04/01/kisah-nabi-sulaiman/


Kisah Nabi Sulaiman

Keistimewaan Nabi Sulaiman
Setelah Nabi Dawud A.S. wafat, Nabi Sulaiman (puteranya) mewarisi kerajaannya di dalam kalangan Bani Israil. Umurnya pada waktu itu baru 13 tahun. Beliau pun berdoa agar Tuhan memberikan kepadanya kerajaan besar, yang tak ada bandingannya di atas dunia ini. Doa Nabi Sulaiman dikabulkan oleh Allah. Berhimpunlah pada dirinya kedudukan sebagai raja dan nabi. Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya yang banyak kepada Nabi Sulainian, diantaranya adalah: Kecerdikan, kecerdasan dan kebijaksanaan. Apabila beliau memutuskan sesuatu perkara, keputusan itu diambil dengan seadil-adilnya. Seperti saat suatu hari datang kepadanya dua orang wanita yang sedang berselisih memperebutkan bayi. Yang seorang mengatakan bahwa bayi tersebut adalah bayinya, seorang lagi demikian pula. Masing-masing perempuan itu mempunyai bayi yang ditidurkan di tempat yang sama, saat mereka bekerja di dalam kebunnya. Rupanya nasib malang telah datang, salah seorang bayi itu diterkam oleh serigala, sehingga bayi yang masih tinggal itulah yang diperebutkannya. Nabi Sulaiman berkata: ‘Janganlah kamu berselisih dalam memperebutkan bayi ini, lebih baik bayi itu saya belah dua dari kepala hingga kakinya. Masing-masing kamu akan memperoleh sebelah dari bayi itu.” Mendengar hal itu, sangat terperanjatlah wanita yang sebenarnya ibu dari bayi itu seraya berkata: “Jangan belah bayiku itu wahai Tuan, aku sangat sayang kepadanya, daripada bayi itu dibelah dua, baiklah bagianku aku berikan kepada wanita yang mengakungaku itu.” Melihat wan ita yang sangat cemas dan pucat mukanya sewaktu putusan dijatuhkan itu, mengertilah Nabi Sulaiman siapa sebenarnya yang menjadi ibu dari bayi terse but. Kepada wanita yang mencemaskan tentang keselamatan bayi itulah bayi diberikan oleh Nabi Sulaiman. Allah telah menjadikan angin sebagai kendaraan Nabi Sulaiman. Allah berfirman di dalam AI Qur’an surat Al Anbiyaa’ ayat 81 yang artinya: “Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” Allah juga berfirman di dalam AI Qur’an surat Saba’ ayat 12 yang artinya: “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan, dan perjalanan di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula), dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” Setan-setan semua tunduk kepadanya. Nabi Sulaiman menyuruh kepada mereka menyelami lautan untuk mengeluarkan mutiara dan permata-permata yang bagus-bagus. Mereka dipekerjakan untuk membuat bangunan dan sebagainya. Allah berfirman di dalam AI Qur’an surat AI Anbiyaa’ ayat 82 yang artinya: “Dan Kami tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu dan adalah Kami melihara mereka itu.” Nabi Sulaiman mengerti bahasa binatang. Sewaktu Nabi Sulaiman akan lewat dengan bala tentaranya, berkatalah raja semut kepada rakyatnya: “Hai rakyatku, lekaslah kamu masuk lubang, karena Nabi Sulaiman akan lewat dengan tentaranya, nanti kamu akan mati terinjak oleh mereka.” Perkataan raja semut itu didengar oleh Nabi Sulaimani maka ditahanlah tentaranya melalui tempat itu sampai semua semut itu masuk ke dalam liangnya. Allah berfirman di dalam AI Qur’an surat An Naml ayat 18-19 yang artinya:

18.Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” . 19.Maka dia tersenyum dngan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhaii dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Nabi Sulaiman Berdakwah kepada Ratu Bulqis

Pada suatu hari Nabi Sulaiman mengadakan rapat dengan bala tentaranya yang terdiri dari manusia, jin serta binatang-binatang. Pada waktu itu semua hadir, kecuali burung hud-hud. Berkata Nabi Sulaiman: “Ke mana burung hud-hud? Apabila ia tidak hadir dengan tidak ada halangan, awaslah akan kusembelih nanti.” Tidak lama kemudian datanglah burung hud-hud itu seraya berkata: “Ya tuanku, maafkan kiranya aku datang terlambat, karena saya baru datang dari negeri Saba. Di sana rajanya adalah seorang puteri yang bernama “Bulqis” yang memerintah dengan baik terhadap rakyatnya, tetapi sayang ia tidak menyembah Allah.” Mendengar hal itu, timbullah keinginan Nabi Sulaiman untuk mengetahui kebenaran berita itu. Selanjutnya beliau membuat sepucuk surat kepada raja puteri. Surat itu berisi seruan untuk menyembah Allah dan menyatakan bahwa Allahlah yang telah menganugerahi kerajaan yang besar itu. Oleh karena itu, Allahiah yang harus disembah dan janganlah menyembah kepada selain-Nya. Surat tersebut diantar oleh burung hud-hud. Setelah burung hud-hud berada kembali ke negeri Saba,’ surat itu dijatuhkannya. Kebetulan baginda putri sendiri yang menerimanya. Surat tersebut lalu dibuka, ternyata surat itu datangnya dari seorang nabi yang menjadi raja, yaitu Nabi Sulaiman A.S. Isi surat itu pun dimusyawarahkan dengan semua menteri, hulu balang serta orang-orang cerdik pandai, bagaimana pendapat mereka tentang kedatangan surat dari Nabi Allah itu. Mereka yang hadir menyatakan bahwa surat itu disambut dengan menyatakan perang saja. Mereka merasa mempunyai tentara yang gagah berani lagi kuat. Tidak akan takut berhadapan dengan musuh siapa juga. Baginda puteri dengan bijaksana menyatakan pendapatnya. Lebih baik mengirim utusan ke sana untuk meninjau dan menyaksikan kebesaran kerajaannya itu dengan membawakan hadiah untuk raja tersebut. Dia belum setuju, apabila lekas-lekas menyatakan perang. Peperangan hanya akan mendatangkan kerugian kedua belah pihak. Setelah mereka mendengarkan pendapat dari rajanya, terpikirlah oleh mereka kebenaran kata-kata baginda puteri. Mereka pun menyetujui pendapat tersebut. Demikianlah kebijaksanaan baginda puteri dalam menghadapi rakyatnya. Tentang hal ini telah dijelaskan di dalam Al Qur’an surat An-Naml ayat 16 sampai dengan 34. Setelah utusan Puteri Saba’ sampai kepada Nabi Sulaiman A.S mereka pun menyembah seraya berkata: “Kami adalah utusan Raja Puteri Saba’ sengaja datang ke sini untuk menemui paduka. Kami telah menerima surat dari paduka, yang berisi seruan kepada kami, agar kami menyembah Allah. Surat itu akan kami jawab dengan mendatangi paduka serta akan memberikan hadiah dari baginda puteri, semoga hadiah itu dapat paduka terima.” Jawab Nabi Sulaiman: “Apakah aku akan kamu bujuk dengan hadiah itu, sedangkan bagiku apa yang telah diberikan oleh Allah telah cukup adanya. Sekarang kembalilah kamu ke negerimu dan bawalah hadiah itu kembali dan saya tidak memerlukan hadiahmu itu. Katakanlah kepada Baginda Puteri, bahwa kami akan datang ke negerimu untuk menyerang apabila surat kami itu kamu tolak isinya.” Allah berfirman di dalam AI Qur’an surat An Naml ayat 36-37 yang artinya:

36. Tatkala sampai hadiah itu kepada Sulaiman, lalu ia bersabda: “Oh, kamu bujuk aku ini dengan harta-harta? Padahal yang telah dianugerahkan Allah kepadaku lebih baik daripada yang dianugerahkanNya kepadamu, bahkan kamu merasa senang kepada hadiahmu itu.”

37. Kembalilah engkau kepada mereka. Kami akan menyerangmu dengan bala ten tara yang tidak bisa kamu lawan dan kami akan mengusirmu dari negerimu serta kamu mendapat kehinaan.

Ratu Bulqis Masuk Islam

Setelah utusan baginda puteri sampai kembali lagi ke negerinya, maka dilaporkannyalah apa-apa yang terjadi antara mereka dengan Nabi Sulaiman. Diceritakan pula sebab Nabi Sulaiman menolak hadiah itu. Kemudian diberitahukan pula bahwa Nabi Sulaiman akan datang ke negerinya. Dia akan memerangi mereka apabila seruan (suratnya) itu tidak diterima dengan baik. Setelah memperoleh semua keterangan yang telah disampaikan oleh para utusan itu, mengertilah puteri Bulqis betapa besarnya kerajaan Nabi Sulaiman. Beliau berpendapat: “Daripada Nabi Sulaiman mendatangi negerinya beserta balatentaranya, lebih baik saya mendatanginya dengan beberapa pengawal saya. Saya pun ingin menyaksikan dari dekat seperti apa kehebatan kerajaan Nabi Sulaiman.” Atas maksud yang baik itu, dimusyawarahkannya dengan para penasehatnya, ternyata disetujui pula. Berangkatlah Puteri Bulqis bersama beberapa orang pembesar dan pengawalnya, menuju ke negeri Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman pun menghiasi negerinya dengan semeriah-meriahnya. Membuat bermacam-macam bangunan yang indah yang tak ada bandingannya. Tidak berapa lama selesailah semua bangunan itu. Dan satu lagi yang dilakukan Nabi Sulaiman, beliau menyuruh jin untuk memindahkan singgasana kursi kerajaan Puteri Bulqis ke negerinya. Demikianlah kehebatan kerajaan Nabi Sulaiman yang diberikan oleh Allah kepa-danya. Hal ini telah dijelaskan di dalam AI Qur’an surat An Naml ayat 38-44 yang artinya sebagai berikut:

38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebe/um kamu berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-kitab: Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.”Maka tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletakdi hadapannya, ia pun berkata: “lni termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

41. Dia berkata: “Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya). “

42. Dan ketika Bulqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

43. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.”

44. Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana ficin terbuat dari kaca.” Berkatalah Bulqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat dzalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta Alam.”

Nabi Sulaiman A.S. Wafat

Firman Allah dalam AI Qur’an surat Sab’a ayat 14 Artinya: “Maka tatkala sampai ajalnya Nabi Sulaiman, tiadalah yang menunjukkan atas kematiannya, selain daripada binatang (anai-anai) yang memakan tongkatnya. Tatkala ia bertelungkup (roboh), barulah tahu bagi jin itu, bahwa kalau mereka mengetahui yang ghaib, niscaya tidaklah mereka tetap dalam siksa yang menghinakan.” Ayat ini menerangkan secara jelas bahwa kematian Nabi Sulaiman berlainan dari manusia biasa. Beliau pun sedang mengawasi dan memperhatikan jin-jin yang selalu bekerja keras, tunduk kepada perintah Nabi Sulaiman yang kelihatan tetap bersandarkan kepada tongkatnya. Ternyata beliau sudah lama wafat, tetapi tidak diketahui orang. Matinya dalam keadaan berdiri, seperti orang biasa dan mayatnya tidak pula busuk. Karena beliau telah lama wafat, maka tongkatnya pun telah dimakan rayap. Robohlah ia dan barulah jin dan manusia mengetahui bahwa yang mengawasi pekerjaan itu adalah patung jenazah. Dengan demikian jelaslah, bahwa jin-jin itu tidak mengetahui tentang i1mu ghaib. Tentulah mereka tidak akan mau terus menerus bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh Nabi Sulaiman. Menurut riwayat, mereka itu sedang membangun Al-Masjidil Aqsha (Baitul Muqaddas). Dan setelah bangunan yang megah itu selesai, barulah Nabi Sulaiman A.S. itu terjatuh dari kursinya.

Hikmah yang Terkandung dari Kisah Nabi Sulaiman

1. Nabi Sulaiman diberi oleh Allah karunia yang banyak, diantaranya adalah beliau mengerti bermacam-macam bahasa binatang, seperti semut, burung dan sebagainya.

2. Nabi Sulaiman bertambah besar kerajaannya, hingga dapat memerintah jin, angin, burung-burung dan lain-lain. Maka bertambah keimanannya kepada Allah. Kebanyakan manusia sekarang apabila ia memperoleh anugerah banyak mereka lupa kepada Tuhan yang memberikan anugerah itu. Alangkah meruginya manusia yang durjana itu.

3. Nabi Sulaiman A.S. dapat meng-Islamkan raja puteri yang menyembah matahari dengan izin Allah.

4. Meninggalnya Nabi Sulaiman sampai tidak diketahui orang, jenazahnya tetap baik dan tidak busuk, tidak seperti jenazah manusia biasa.

5. Berapa banyaknya raja-raja dan pembesar-pembesar yang tidak menge~al Allah. Tidaklah ada artinya hidup dan kehidupannya itu, sebab yang dibawa mati adalah iman dan amal.

There was an error in this gadget

AddThis

Bookmark and Share

Facebook Comment

Info Archive

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat :

"Kami berharap, negara ini tidak melupakan sejarah. Dulu sebelum kemerdekaan Bung Karno meminta dukungan keraton untuk bisa membuat NKRI terwujud, karena saat itu tak ada dana untuk mendirikan negara. Saat itu keraton-keraton menyerahkan harta yang mereka punya untuk kemerdekaan negara ini,"

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/05/1725383/Para.Sultan.Dukung.Keistimewaan.Yogya

THE FSKN STATMENT IN SULTANATE OF BANJAR : SESUNGGUHNYA KETIKA RAJA - RAJA MEMBUAT KOMITMENT DGN BUNG KARNO DALAM MENDIRIKAN REPUBLIK INI , SEMUA KERAJAAN YG MENYERAHKAN KEDAULATAN DAN KEKAYAAN HARTA TANAHNYA , DIJANJIKAN MENJADI DAERAH ISTIMEWA. NAMUN PADA KENYATAANNYA ...HANYA
YOGYAKARTA YG DI PROSES SEBAGAI DAERAH ISTIMEWA ... AKANKAH AKAN MELEBAR SEPERTI KETIKA DI JANJIKAN ... HANYA TUHAN YG MAHA TAU. ( Sekjen - FSKN ) By: Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177026175660364&set=a.105902269439422.11074.100000589496907